Bocil Menggemaskan

Bocil Menggemaskan
Di rumah Tante


__ADS_3

Mikey merebahkan tubuhnya di kasur yang berada di sebuah kamar. Kamar yang sering kali Mikey kunjungi, atau bahkan itu adalah kamar milik nya yang di berikan khusus oleh sang Tante dan Om nya.


Serlin dan sang suami sudah menganggap Mikey seperti anak nya sendiri, karena dulu gadis itu memang sering kali di titipkan kepada mereka jika kedua orang tua nya tengah sibuk, sejak kecil Mikey sangat susah sekali bergaul dan hanya Yuven lah yang bisa menjadi teman sekaligus Kakak yang Mikey inginkan, walau nyatanya mereka memang sering sekali bertengkar.


Bahkan Kakak perempuan Mikey sendiri pun susah untuk menjinakkan sikap keras kepala Adiknya itu, dari kecil Mikey memang jauh dari Kakak nya, karena Kakak nya memang lebih suka tinggal bersama sang Nenek berbeda dengan Mikey yang lebih suka tinggal bersama Tante nya. Hingga Veve dan Gina datang di kehidupan nya, merekalah teman kedua yang bisa mengerti dengan sikap Mikey. Pergaulan baru yang Mikey dapat saat itu, mampu membuat diri nya perlahan berubah hingga sekarang.


"Bubu apa kau sudah tidur?" Tanya Mikey menggulingkan badan nya hingga kini tubuh nya berubah ke posisi tengkurep.


Mikey pandangi layar ponsel nya yang masih menyala, namun tidak ada jawaban dari seberang telfon. Sepertinya pria itu memang sudah tertidur pikir nya begitu.


"Good night Bubu," ucap Mikey sebelum ia memejamkan mata nya.


...***...


Esok pagi nya, Mikey berjalan ke arah meja makan. Di sana sudah ada Serlin dan Bi Mun yang terlihat tengah sibuk menyajikan makanan di meja makan. Mikey duduk di salah satu kursi yang ada di meja makan itu. Menyomot satu buah pisang untuk ia makan.


"Kamu sudah bangun cantik?" Lirik Serlin ketika menyadari keberadaan Mikey.

__ADS_1


"Tante aku pulang dulu ya, mau siap-siap ke sekolah." Ujar Mikey berjalan mendekati Tante nya.


"Mandi di sini saja, itu tadi Tante sudah ambilkan seragam sekolah kamu. Token rumah kamu juga sudah di isi," Tutur Serlin masih sibuk menuangkan susu di gelas.


Mikey hanya mengangguk dan beranjak ingin kembali ke kamar, tak lupa ia mengambil pakaian seragam nya yang berada di meja.


"Key tolong bangunin Yuven ya sepertinya dia belum bangun." Teriak Serlin dari lantai bawah yang masih bisa terdengar oleh Mikey dari arah tangga.


"Iya," Teriak Mikey membalas.


Di bukan nya gorden kamar berwarna hitam itu, langsung memancarkan sinar terang dari luar. Mikey menarik selimut yang Yuven kenakan dengan paksa.


"Bagunnn," teriak Mikey


Tak ada jawaban apapun, pria itu masih terlihat pulas. Mikey terus berusaha mengusik pria itu dengan cara memukuli Yuven dengan bantal guling.


"Bangun Yuven! Tante nyuruh kamu bangun!" Teriak nya lagi.

__ADS_1


"Emmm," Yuven menggeliat


"Cepat bangun!" Ujar Mikey lagi tak sabaran.


"Haaaa apaaaa sih masih pagi," geram Yuven menambah menarik selimut nya tinggi-tinggi hingga menutupi bagian kepala nya.


"Bagun!!!" Teriak Mikey lagi kembali menarik selimut itu hingga kini berserakan di lantai.


"Argggg!" Dengus Yuven memaksa diri nya untuk duduk, walau mata nya masih terasa lengket.


"Iya ini dah bangun," ujar nya menatap Mikey yang menentang kedua tangannya di pinggang.


Mikey berbalik ingin pergi saat melihat pria itu sudah duduk. Namun ia melupakan sesuatu, saat baru saja Yuven ingin kembali menjatuhkan dirinya di kasur. Mikey langsung melayangkan guling yang di genggam nya hingga tepat sekali mengenai kepala Yuven. Yuven mengelus kepala nya dan mencengkeram guling itu kesal.


"Dasar cewek!" Pekik nya kesal.


"Emang gue cewek," kata Mikey sebelum melenggang pergi dari kamar itu.

__ADS_1


__ADS_2