
Zero menangkup kedua sisi pipi gadis nya, membuat Mikey mendongak di buat nya. Di lihat mata Mikey yang sembab masih penuh dengan air mata, wajah nya merah hingga urat-urat kecil di pipi cabi nya sedikit terlihat.
"Jangan menangis lagi," Zero mengusap pipi Mikey yang basah akan air mata.
Mikey pun melepaskan pelukan itu, lalu mengusap mata nya dengan punggung tangan. Menatap kembali Zero yang masih setia mengelus kepala nya lembut.
"Bubu nggak marah lagi kan sama aku?" Tanyanya.
"Nggak sayang." Ujar Zero menepuk-nepuk pelan kepala gadis kecil di hadapan nya itu.
"Sudah jangan menangis ya, maaf kalau aku terlalu cuekin kamu tadi." Ujar Zero lagi.
"Emm gimana kita keluar jalan-jalan." Usul Zero berusaha membuat Mikey tersenyum.
"Dengan baju begini?" Tunjuk mikey memegang kerah baju nya.
"Mandi dulu dong sayang ku, nanti kau pakai saja bajuku dulu." Kata Zero membenarkan.
"Pasti baju Bubu besar-besar," Mikey berjalan mengarah lemari dan melihat isi lemari tersebut. Di ambil nya beberapa baju yang ada di tumpukan itu, ia menjabarkan baju itu dan benar saja. Jika Mikey yang memakai kaos itu, pasti tubuh nya terlihat sangat kurus.
"Jangan kaos lah Cinta... Pilih yang switer atau hoodie. Kalau kamu pakai ini, pendek kamu bakal bertambah." Perkataan terakhir Zero membuat Mikey memanyunkan bibir bawah nya sebal.
Mikey pun beralih ke lemari gantungan, ada beberapa switer dan hoodie yang terpampang di sana. Mikey memilah satu persatu baju itu, namun semua nya besar. Kenapa tidak ada yang seukuran dengan tubuh nya sih?
"Bubu ngerjain aku ya, malah aku bakal lebih pendek lagi kalau memakai hoodie atau switer Bubu ini!" Gerutu Mikey.
__ADS_1
Zero mengacak-acak rambut Mikey gemas, "tapi kamu lebih imut pakai yang seperti ini, dari pada pakai kaos."
"Ya sudahlah," pasrah Mikey mengambil satu buah switer berwarna marun. Namun Zero langsung mengusulkan Mikey untuk memakai hoodie milik nya yang berwarna abu,dengan motif huruf A yang besar di bagian belakang nya.
Setelah selesai memilih pakaian, Mikey langsung pergi mandi lebih dulu. Sedangkan Zero terlihat sibuk di depan layar komputer nya, ia tengah bermain game sembari menunggu Mikey selesai mandi.
Beberapa menit kemudian, Mikey masih asik menatap pantulan tubuh nya di kaca kamar mandi. Kenapa rasa nya aneh ya, padahal dia sering kali memakai baju yang kebesaran milik nya. Namun kenapa memakai baju milik Zero Mikey sedikit tidak pede, mungkin karena baju Zero yang memang ukuran nya lebih besar dari baju-baju yang Mikey punya.
Akhir nya gadis itu pun keluar dari kamar mandi, sekilas Zero melirik gadis nya yang nampak sibuk menatap diri nya sendiri di cermin yang ada di samping lemari. Lalu kembali fokus ke game nya.
"Bubu apa cocok aku pakai ini?" Tanya Mikey tidak biasa memakai pakaian orang lain apa lagi milik kekasihnya.
"Kamu cocok pakai apapun sayang," ujar Zero yang masih fokus bermain game.
Setelah itu Mikey kini memilih duduk di kasur, mengambil tas mek up miliknya yang sengaja ia tinggal di kamar Zero, jika sewaktu-waktu ia membutuhkan nya seperti sekarang. Mikey pun mengaplikasikan sedikit pelembab di wajah nya, lalu mengoleskan sedikit lips di bibir nya.
"Iya bentar," ujar Zero masih tak berkutik dari layar komputer nya.
Mikey mendengus melihat Zero jika sudah menyatu dengan game, dia memang selalu menunda apapun itu. Mikey masih sibuk mengeringkan rambut nya, sembari sesekali merapikan alat mek up dan yang lain nya.
Kembali lagi mata itu menatap kekasihnya, ia mendekatkan diri ke arah Zero. Seperti biasa Mikey akan berdiri di depan Zero dan mendorong kursi itu kebelakang. Lalu diri nya duduk dengan santai di pangkuan Zero, pria itu masih sibuk dengan permainan nya. Zero mencium pipi Mikey ketika menghirup aroma sabun yang menyatu dengan aroma body lotion yang di pakai gadis itu.
"Bubu ayok," ajak Mikey melingkarkan tangan nya di leher Zero.
"Bentar sayang, ini sebentar lagi." Kata nya namun tak menatap Mikey hanya terus menatap komputer.
__ADS_1
Dengan jail nya tangan Mikey menutupi kedua mata Zero, membuat pria itu meruntuki dan meminta di lepaskan. "Sayang biarkan aku main dulu," kata pria itu memegang tangan Mikey untuk di singkirkan dari mata nya.
"Tidak mau," kata Mikey masih setia menutup mata itu.
"Sayangku ayok lepas, setelah ini langsung selesai." Rengek Zero.
"Tidak," terkekeh Mikey ketika melihat Hero milik Zero KO karena pria itu tidak memainkan nya.
"Aisss sayang," dengus Zero ketika mata nya sudah di buka, namun diri nya kalah. Bahkan kini terlihat tim lawan sudah menguasai wilayah milik nya.
Zero mengangkat tubuh Mikey yang ramping itu, membuat gadis itu duduk berpangku dengan posisi berhadapan dengan Zero. Di surai nya rambut panjang itu, Mikey masih dengan tangan yang melingkar di leher Zero.
Kini tangan Zero beralih memegang pinggang Mikey, " kamu nakal ya," ucap Zero.
"Lagian Bubu selalu saja begitu," ujar Mikey
"Okeh sekarang aku akan mandi, tapi aku minta di cium dulu." Pintah Zero.
"Nggak kamu belum mandi," ucap Mikey.
"Aku akan mandi kalau kamu cium," kata nya lagi.
"Hemmm," dengus Mikey, lalu ia pun mendekati wajah Zero dan mencium pipi Zero.
Setelah mendapatkan itu, Zero pun mengangkat tubuh mikey untuk di turunkan dari pangkuan nya. Namun sebelum itu dia mencium bibir Mikey dan menggigit bibir bawah gadis itu setelah nya langsung ngacir kabur pergi ke kamar mandi.
__ADS_1
"Aaaa Bubu!!" Teriak Mikey marah, berlarian ingin ikut masuk ke kamar mandi namun pria itu sudah lebih dulu mengunci nya dari dalam. Berkali-kali pintu itu Mikey gedor dengan kesal.
"Awas saja kau Bubu!!" Teriak Mikey murka.