
Malam hari nya, Zero tengah berjalan mengikuti langkah kaki Gina dari belakang. Menuju sebuah ruang rawat VIP seseorang, setiap koridor rumah sakit telah ia lewati. Namun langkah gadis yang berjalan di depan nya tidak kunjung menampakkan tanda apapun bahwa langkah nya akan berhenti.
Tetapi Zero tetap mengikuti nya dengan sedikit menahan kesabaran nya, karena ternyata kini dia sudah tidak sabar ingin melihat langsung kondisi gadis kecil yang sudah beberapa hari ini tidak ia jumpai. Hingga beberapa saat Gina memasuki sebuah ruangan yang cukup luas, masih ada satu pintu untuk mereka bisa sampai kepada ruang tunggu.
Baru saja Arzero menampakkan kaki nya di abang pintu itu, sudah banyak pasang mata yang melihat ke arah nya. Dan saat wajah tampan itu terlihat, Veve yang selalu setia berada di sana langsung berdiri kesal. Emosi nya tiba-tiba menggebu, "Lo! Ngapain lo ke sini?" Tatapan Veve begitu garang, setelah menatap Zero. Tatapan Veve beralih ke arah sahabat nya yang berada tak jauh di samping Zero.
"Ha! Lo Gin? Lo yang bawa cowok nggak tau diri ini ke sini? Untuk apa?" Sejenak Veve memenggal perkataan nya."UNTUK APA GIN?!!" Teriak Veve ketika tidak ada jawaban apapun dari sahabat nya itu.
"Ve gue ngajak Kak Zero ke sini karena Mikey, gue mau coba mempertemukan Kak Zero dengan Mikey. Siapa tau dengan ini Mikey bisa sembuh." penjelasan Gina.
__ADS_1
"Gue nggak yakin! Dan gue nggak sudi liat sahabat gue inget lagi sama cowok kayak dia. Lo lupa? Selama ini dia sudah membuat Mikey seperti seorang pengemis yang selalu mengemis cinta tanpa balasan apapun, malah dia memperlakukan Mikey seperti sampah di depan banyak orang, lo lupa Gin? Mikey sahabat kita yang jadi korban nya!" Masih di landa api emosi nya, Veve tetap kekeh tidak ingin Zero bertemu dengan Mikey. Karena gadis itu sudah terlanjur benci sebenci bencinya.
Serlin yang sendari tadi hanya diam karena tak tau permasalahan nya, langsung mengelus punggung Veve lembut. Ketika melihat dada Veve yang mulai naik turun tak beraturan.
"Sebenarnya ada apa ini? Tante nggak ngerti kenapa Veve tiba-tiba marah gini." Tanya Serlin menatap satu persatu ketiga anak remaja itu.
"Benarkah?" Terkejut Serlin seketika ia jadi sedikit memanas.
Gina langsung mendekat ke arah Serlin, "Tanten menurut Gina, Kak Zero tidak sepenuh nya salah, dia tidak tau kalau Mikey trauma kegelapan." Gina mencoba meyakinkan Serlin.
__ADS_1
Alasan Gina membela Zero, karena gadis itu tidak ingin kehilangan kesempatan membiarkan Zero bertemu dengan Mikey. Karena Gina yakin hanya Zero yang bisa membuat Mikey sembuh.
"Bisa-bisa nya lo ngomong begitu Gin, padahal lo tau jelas-jelas cowok brengsek ini yang sudah buat Mikey jadi seperti ini." Veve bertambah geram mendengar pembelaan Gina untuk Zero.
"Cukup! Ve, jangan buat diri lo egois hanya karena benci sama Kak Zero. Mungkin menurut lo Kak Zero bukan yang terbaik buat Mikey, tapi mungkin saja pilihan Mikey itu yang terbaik menurut nya. gue juga benci dengan sikap Kak Zero terhadap Mikey selama ini. Tapi gue masih menghargai Kak Zero sebagai cowok yang di cintai oleh sahabat gue. jadi please biarin Kak Zero ketemu sama Mikey." Tutur Gina
Zero yang sendari tadi hanya menyimak hati nya sedikit tersentuh dengan ucapan Gina, benar kata Veve tadi perlakuan nya terhadap Mikey itu tidak layak untuk gadis itu terima. Gina saja masih bisa menghargai diri nya walau begitu membenci nya, namun kenapa dia tidak bisa menghargai Mikey yang tak pernah lelah mengejar cinta nya.
Sebuah cinta yang selama ini Mikey tumpahkan untuk diri nya, bukanlah sebuah sampah masyarakat yang berhak ia hina. Mungkin seharusnya dia bisa bersikap baik selama ini kepada Mikey.
__ADS_1