
Sekolah hari ini terlihat padat, lapangan di penuhi seluruh murid yang tengah melaksanakan kegiatan upacara. Banyak di antara mereka mengeluh kepanasan, beberapa di antara mereka juga ada yang memilih berjongkok karena lelah harus terus berdiri. Namun berbeda dengan ketiga cewek ini, mereka malah izin sakit dengan serempak. Pergi ke ruang UKS hanya untuk rebahan, memang Veve itu orang nya lemah walau sikap nya terlihat blak-blakan dan tomboy. Veve gampang sekali pingsan jika gadis itu terlalu kelelahan.
Petugas UKS tidak ada yang menegur mereka bertiga, walau mereka tau padahal ketiga gadis itu hanya berpura-pura. Karena salah satu dari mereka itu adalah anak dari pemilik sekolah, yaitu Gina. Walau begitu Gina tidak pernah memanfaatkan status nya sebagai anak dari pemilik sekolah untuk hal semacam perundungan atau semena-mena dengan anak-anak yang lain, sikap nya yang nakal sudah bawaan dari sono nya. Jika pun ada yang melaporkan dirinya kepada sang Dady, Gina tidak pernah mem-bully anak tersebut, karena memang dirinya lah yang salah. Jangan salah, jika Gina melakukan satu pelanggaran di sekolah, di rumah nya gadis itu akan di hukum oleh sang Dady nya.
"Ehh kalian tau nggak kemarin gue ketemu sama si aparat BK." Veve membuka mulut sembari menatap langit-langit UKS.
"Maksud lo si Zaka?" Tanya Gina yang melirik ke arah Veve.
Veve pun mengangguk mengiyakan menatap balik Gina yang terbaring di kasur samping nya. "Dia nembak gue," kata Veve sontak membuat Gina langsung mendudukkan tubuhnya.
"Lo serius?" Tanya Gina
"Iyalah masa gue bercanda." Ucap Veve ikut duduk, mereka berdua menatap ke arah Mikey yang ternyata tengah sibuk dengan ponsel nya. Awal nya mereka berdua kira Mikey mendengarkan perbincangan mereka, tapi eh nyatanya gadis itu tengah duduk di pojokan kasur sembari sibuk ke ponsel nya.
__ADS_1
Gina pun berjalan ke kasur yang di duduki Mikey, "ehh serius amat lo, liatin apaan sih?" Tanya Gina
Namun Mikey tak menjawab masih senyum-senyum tak jelas menatap layar ponselnya. Karena merasa di abaikan Gina pun mengambil ponsel Mikey tanpa izin, lalu melihat apa yang menarik perhatian Mikey sampai telinga gadis itu budeg.
"Yaelah gue kira liatin apaan, liat ni Ve." Gina menghela nafas nya kasar, lalu memberikan ponsel itu kepada Veve untuk melihat nya.
"Dari tadi lo liatin foto Zero? fotonya nggak ada yang bagus lagi, lo dapet dari mana ni foto?" Tanya Veve
"Kepo banget sih kalian." Cetus Mikey mengambil kembali ponselnya yang berada di tangan Veve.
"Terus apa lo terima?" Tanya Mikey serius
"Ya tentu saja." Ujar Veve dengan wajah tanpa dosa nya.
__ADS_1
"What's? Bego lo monyet... Kenapa di terima sih, jangan buta Ve inget dia siapa? Cowok cap playboy sedunia." Kesal Gina
"Ma_" belum sempat Veve berbicara Mikey langsung mencekat nya.
"Iya tu cowok nggak mungkin bisa setia, kalau pilih pacar tu kayak Zero udah ganteng, baik, setia dan penyayang lagi." Mikey terus memuji pujaan hati nya membuat Gina mendelik kenapa selalu saja Zero yang di bawa-bawa
"Kalian ini kenapa sih?" Veve heran.
"Ya elo yang kenapa? Jangan bilang lo dah kena pelet nya si aparat BK itu." Gina menimpali.
"Anjirr gue belum selesai ngomong nyet, maksud gue tentu saja gue nolak ." Veve mendengus kesal.
"Ouhhhh kenapa lo nggak ngomong dari tadi." Cengir Gina sedangkan Mikey terlihat mengelus dada nya lega.
__ADS_1
"Gimaan mo ngomong, lo pada nyosor terus kek kereta." Tukas Veve kesal.