Bocil Menggemaskan

Bocil Menggemaskan
Arzero yang jail


__ADS_3

Sepulang nya dari rumah sakit, Mikey langsung pulang namun bukan kerumah nya melainkan ke rumah sang kekasih tercinta. Begitu sampai sana, rumah nya terlihat sepi. Lampu masih padam, padahal sebentar lagi hari mulai gelap. Mikey pun menyalakan lampu-lampu yang ada di rumah tersebut, biasa nya bunda selalu stand bay di ruang TV kalau nggak di dapur, tapi kok sekarang nggak ada siapapun.


Mikey akhirnya naik ke lantai dua, lalu masuk ke sebuah kamar. Di lihatnya kamar itu juga gelap, di nyalakan nya lampu kamar tersebut. Lalu tampaklah sosok pria yang tengah asik tidur dengan sangat pulas di ranjang.


Perlahan Mikey ikut merebahkan tubuh nya di sana, memeluk Zero dengan sangat manja. Ia surai rambut panjang pria itu, memainkan hidung mancung nya, sesekali menoel pipi pria itu gemas. "Kau milikku," ucap Mikey tersenyum.


Tiba-tiba saat tengah tersenyum dan masih asik memainkan pipi Zero. Pria itu langsung membuka mata dan meraih leher Mikey, di kecup nya sekilas bibir ranum itu. Sontak Mikey seperti kehilangan oksigen, jantung nya seperti berhenti berdetak, mata nya menatap terkejut pria yang kini tengah menatap nya.


"Kau juga milikku," ujar Zero mencium sekali lagi bibir Mikey, namun ciuman kali ini lebih menuntut. Mikey hanya bisa diam tak merespon apapun, rasa nya sangat aneh, ini pertama kali nya dia melakukan hal seperti ini dan itu dengan kekasihnya.


"Uppp." Nafas nya mulai tak beraturan, rasa-rasanya ia hampir kehabisan oksigen. Menyadari hal itu Zero pun melepaskan pertautan bibir nya.


Zero mengusap bibir Mikey perlahan dengan ibu jari nya. Ia tersenyum melihat wajah gadis nya yang memerah padam seperti ini, "kau nakal." Cibir Mikey


"Kenapa?" Tanya Zero.


"Kau tidak meminta izin padaku jika ingin melakukan nya, itu pelanggaran." Cemberut Mikey kesal, padahal hati nya saat ini sedang tidak karuan.


"Oh ya? Tapi kenapa tadi kamu tidak menolaknya?" Zero mendekatkan wajah nya dengan wajah Mikey, sejenak tatapan itu kembali menyatu dalam jarak yang begitu dekat.

__ADS_1


Ketika detak jantung Mikey bertambah tidak karuan, gadis itu langsung mendorong dada Zero agar pria itu jauh-jauh dari nya.


"Kau tidak boleh melakukan itu padaku, dasar nakal!" Pekik Mikey lagi, beranjak dari kasur mengarah ke luar kamar.


Zero langsung mengejar kekasih nya itu, seperti nya gadis itu akan mengambek pada nya. Ia terus membuntuti kemana Mikey akan pergi, terlihat gadis itu berhenti di dapur ternyata ingin mengambil air minum.


"Kenapa sayang? Apa kamu tidak suka aku mencium mu?" Tanya Zero.


"Tidak!" Jawab Mikey ketus lalu meneguk segelas air putih itu.


"Yasudah aku minta maaf, abis kamu bikin aku nggak tahan." Jail Zero dengan wajah memelas.


"Nggak tahan gitu," ujar nya lagi tambah jail di tambah tatapan nya yang menatap lurus ke arah buah dada Mikey.


"Bubu kau mesum ya," Mikey langsung menyilangkan kedua tangan nya di dada, dengan sorot mata yang marah dan berkobar.


"Haha aku bercanda sayang, aku nggak seperti itu." Zero mendekat ke arah Mikey, namun gadis itu malah mundur karena takut.


Mikey berlarian menjauh tak mau di dekati oleh Zero, "Bubu berhenti di situ, aku tak suka pria mesum seperti mu." Teriak Mikey ketika fikiran nya mengira bahwa Zero akan melakukan hal yang tidak-tidak kepadanya.

__ADS_1


Zero terkekeh kecil, lalu menggeleng kepala nya. Kenapa pacarnya tidak bisa di ajak bercanda sih? Apa dia menganggap serius perkataan nya tadi? Zero dengan gaya santai nya mencoba untuk mendekati gadis itu.


"Cinta aku tidak seperti itu, aku hanya bercanda tadi, jadi kemarilah jangan menjauhi ku." Oceh Zero,


Terus berputar di meja makan, karena Mikey yang masih mencoba menghindar. Melihat hal itu Zero mendengus dan memilih duduk tak peduli lagi dengan Mikey yang masih tak mau mendekat. Di raih nya gelas panjang dan menuangkan air putih ke dalam nya, lalu meneguk nya hingga tandas. Terlihat Mikey juga ikut duduk di hadapan Zero, posisi nya sangat berjauhan dan terhalang meja.


"Sayang.. Cinta.. Kemarilah duduk di sampingku," ujar Zero.


"Nggak mau," tolak nya membuang wajah ke arah lain.


"Terserah kamu saja, aku ingin membuat mie apa kamu juga mau?" Tanya Zero berdiri dari duduknya, berjalan ke arah dapur.


"Iya," semringah Mikey ikut berdiri dan berjalan di belakang Zero, kebetulan sekali dia memang belum makan.


Di ambilnya dua buah kemasan mie instan dari dalam lemari mie. Terlihat Zero tengah merebus sebuah air dengan api sedang. Sesekali menatap Mikey yang terlihat berdiri di sampingnya agak jauhan.


"Sayang tolong ambilkan sendok di sana," tunjuk Zero ke arah rak, Mikey pun langsung melakukan perintah Zero.


"Nah," ucap Mikey mengulurkan sendok tersebut kepada Zero, bukan nya sendok nya yang di ambil, Zero malah menarik tangan Mikey hingga kini gadis itu berada dalam kungkungan Zero.

__ADS_1


"Tetaplah di sini," ucap Zero dengan posisi yang masih setia mengungkung Mikey di pojokan meja yang membentuk V, sembari dengan tangan yang satu nya sibuk mengaduk mie yang tengah di masak.


__ADS_2