Bocil Menggemaskan

Bocil Menggemaskan
Anak baru


__ADS_3

Jam istirahat tiba, kedua pria itu tengah duduk di kursi yang ada di kantin. Sendari tadi pandangan Zero mengedarkan ke sekeliling kantin tersebut, namun ia tidak melihat seseorang yang di nanti nya berada di area kantin.


Zero melirik handphone nya, pesan nya pun tak kunjung di balas oleh Mikey. Kemana gadis itu? Biasa nya hanya dalam beberapa detik saja pesan itu akan langsung centang biru, namun kenapa sekarang tidak?


Di sudut lain sekolah ini, sosok pria tengah tersenyum-senyum sendiri tak jelas. Betapa beruntungnya dia padahal ini hari pertama nya di sekolah ini, namun dirinya sudah bertemu dengan bidadari cantik saja.


Begitu cantik wajah gadis itu, rambut nya yang panjang, wajah cabi yang imut, mata agak sipit, hidung mancung dan bibir mungil yang cantik. Walau fostur tubuh nya begitu pendek tapi itu tidak membuat kecantikan nya pudar.


Mikeyla berjalan beriringan dengan pria bernama Handoko Prasetyo itu, murid pindahan kelas 12. Tadi dia tak sengaja lewat depan ruang kepsek, dengan tiba-tiba kepala sekolah menilang dirinya dan meminta Mikey untuk mengantarkan Handoko ke kelas baru nya.


"Kamu kelas berapa?" Tanya pria itu membuka suara ketika kini mereka sudah sampai di depan kelas baru nya Handoko.


"Kelas 10 IPA 2," ujar Mikey seadanya.


"Ouhh, kenalin gue Handoko panggil saja Han." Kata nya mengulurkan tangan nya kepada Mikey.


"Mikey," ucap Mikey ramah berusaha memberikan kesan baik agar sekolah nya ikut terlihat baik di depan murid baru ini.


Ketika Mikey membalas jabatan tangan itu, ternyata sendari tadi ada yang melihat kedua anak itu dari arah tangga. Zero mengepalkan tangan nya kuat, dia sendari tadi sibuk mengelilingi sekolah ini karena cemas dengan gadis nya yang tak kunjung ada kabar. Namun kini dia malah di suguhi pemandangan yang seketika membuat emosi nya berkobar.


Saking kesal nya, Zero malah berlalu begitu saja melewati kedua nya tanpa menyapa Mikey, namun tatapan nya menatap tajam sang pria yang tangan nya belum juga melepaskan tangan Mikey.

__ADS_1


Mikey yang melihat Zero berlalu begitu saja langsung melongo, dia pun melepaskan genggaman tangan itu dan meninggalkan Handoko begitu saja. Setelah nya Handoko hanya menggeleng melihat Mikey ngacir tanpa pamit dan memilih masuk ke dalam kelas.


Baru saja Mikey dengan hati girang ingin memanggil nama Zero, pria itu sudah lebih dulu masuk ke dalam kelas nya. Mikey bingung kok Zero mengabaikan nya, padahal jelas-jelas pria itu melihat dia berada di sana tadi.


Karena bel masuk sudah berbunyi, Mikey memilih untuk kembali ke kelas nya. Begitu sampai kelas seperti biasa Mikey akan mengeluarkan buku-buku nya namun dia akan sibuk dengan ponselnya sepanjang pelajaran yang paling tidak dia sukai.


Betapa terkejutnya Mikey ketika membuka layar ponselnya, saat layar itu menampakkan deretan pesan singkat yang begitu banyak dari Zero.


Sayang temui aku di kantin


Sayang kau sedang apa


Sayang?


Sayang?


Sayang.. Cinta kok nggak bales?


Sayang kamu di mana sih?


Sayangggg

__ADS_1


Jangan buat aku cemas deh


Kau di mana cinta


Mikey menyenderkan punggungnya di senderan kursi, ia sampai lupa jika ponsel nya tertinggal di tas. Pasti Zero marah kepada nya, buru-buru Mikey pun membalas pesan tersebut.


^^^Bubu maaf^^^


^^^tadi ponselku tertinggal di tas^^^


Pesan itu pun berhasil terkirim, langsung centang biru dan pria itu sedang mengetik.


Hemmm


Balasan itu sontak membuat Mikey mengernyitkan dahi nya. What's? Balasan apa ini ? Hanya itu saja responnya?


^^^Kamu marah ya..^^^


Mikey kembali mengirimkan pesan tersebut, namun tak kunjung ada balasan dari kekasih nya.


Terlihat Mikey mendengus, kenapa pria itu tidak membalas lagi? Akhir nya Mikey memilih meletakkan ponsel nya di saku baju dan mulai memperhatikan sang guru. Walau dia tak suka namun jika mood nya sedang tidak ingin bermain ponsel, pasti roh nya yang akan mengendalikan Mikey menjadi gadis yang rajin saat ini.

__ADS_1


__ADS_2