
Terlihat di balik selimut itu seorang gadis tengah meringkuk sembari memegangi bagian perut nya. Rasanya tidak enak jika sudah seperti ini, ingin melakukan apapun juga susah, makan saja tidak berselera. Di tambah lagi kini demam mengunjungi nya, kepala nya juga agak berat dan panas.
Bibi tadi memberikan buah segar yang di taruh di nakas samping tempat tidur. Mikey hanya baru mencicipi nya sedikit, lalu kembali meringkuk seperti ini.
Kini ia pun memilih memejamkan mata nya, berharap bisa mengurangi rasa sakit di perut nya. Terus di paksa nya untuk bisa tidur, hingga satu jam berlalu gadis itu baru bisa tidur dengan pulas.
...***...
Menjelang malam hari, di buka nya pintu kamar ber cat putih itu. Ia melihat seorang gadis yang tengah terbaring meringkuk membelakangi arah pintu kamar.
Setelah memastikan pintu nya tertutup, pria itu langsung berbaring di samping Mikey. Memeluk perut Mikey hangat, membuat Mikey yang saat itu hanya memejamkan mata tanpa tertidur langsung membalikkan badan. Ia terkejut mendapati kekasih nya sudah ada di sampingnya saat ini, tadi dia kira Bibi yang membuka pintu.
"Bubu," ucap Mikey lemas.
__ADS_1
"Bagaimana kondisi mu?" Zero menciumi pipi Mikey berkali-kali, terasa hangat pipi itu tidak lembab seperti biasa nya. Mungkin karena Mikey kini tengah demam.
Mikey tak menjawab malah memeluk Zero dan meringkuk dalam dekapan pria itu, sedangkan tangan yang satu nya sibuk meremas perut nya yang tak kunjung sembuh.
"Kenapa seperti ini? Padahal aku baru pergi tiga hari bukan tiga bulan. Tapi kamu sudah sakit seperti ini." Tutur Zero mengelus lembut pipi Mikey.
"Aku hanya nyeri haid Bubu," ucap nya masih menyembunyikan wajah nya di tengkuk leher Zero.
"Apa masih sakit perut nya?" Zero melepaskan pelukan itu agar bisa melihat wajah gadis nya yang sangat ia rindukan itu.
Tangan kiri Zero beralih memegangi perut Mikey, di elus nya perut datar itu. Dingin! Itulah rasa nya saat Zero menyentuh perut gadis itu. Terus mengelus nya lembut membuat Mikey merasa nyaman di buat nya, entahlah dengan tangan Zero yang seperti ini Mikey merasa sakit nya agak berkurang.
"Kamu sudah makan?" Tanya Zero tangan kanan nya menyurai poni yang menutupi mata gadis nya. Mikey mengangguk dalam, tadi dia memang sudah makan walau pun sedikit.
__ADS_1
"Bubu kapan pulang? Kok tiba-tiba ada di sini? Bukan nya masih satu hari lagi ya Bubu di kota itu?" Tanya Mikey
"Seharusnya besok sore baru bisa pulang karena harus menunggu pengumuman pemenang lomba. Namun aku memilih pulang sendiri saat tau kamu sakit, aku sangat khawatir." Ujar Zero masih setia dengan tangan kiri mengelus perut Mikey dan tangan kanan membelai rambut gadis itu.
"Pasti Yuven yang bilang aku sakit ke kamu, iya kan dasar curut berbisa." Runtuk Mikey.
"Kamu juga nakal ya waktu aku tidak ada di sini, kamu asik nempel terus sama si Hantu itu." Mikey melotot mendengar penuturan Zero sat ini.
Kok dia tau? Tapi lebih tepat nya bukan dia yang terus menempel. Namun pria itu nya saja yang terus mengganggu Mikey.
"Bubu apaan sih, aku nggak ada nempel-nempel kesiapapun." Mikey membela dirinya.
"Iya yang benar itu kamu ketempelan Han! Hantu benar begitu?" Lirik Zero menatap Mikey tajam, membuat yang di tatap langsung menutupi mata nya takut.
__ADS_1
"Aaa Bubu jangan menatapku seperti itu, kau lebih menakutkan dari hantu." Cibir Mikey membuat Zero terkekeh geli.