
Mikey mengeliat ketika mendengar suara ketukan pintu kamar nya, berkali-kali ketukan itu terdengar. Hingga akhirnya nya membuat sang gadis terbangun,
Mikey meremang tak jelas, rambut nya acak-acakan. Ia berjalan ke arah pintu kamar nya, di bukalah pintu tersebut. "Lho non baru bangun tho, lihat ini sudah jam berapa non." Ucap wanita paruh baya tersebut, dia adalah Bi Idah.
Bi Idah sudah lama bekerja di keluarga Grayzen yang bukan lain adalah ayah nya Mikey. Semenjak Mikey belum lahir pun Bi Idah sudah bekerja di sana. Hampir 20 tahun ini Bi Idah masih bekerja di sini, karena sepuluh tahun yang lalu sebelum Grayzen pergi untuk berlibur dengan istri dan kedua anak nya, Grayzen sempat berpesan kepada nya, 'tolong jaga Mikey dan sayangi dia seperti anak nya sendiri' itulah pesan terakhir dari almarhum Grayzen. Awal nya Bibi tidak mengerti dengan ucapan tuan nya tersebut, namun betapa terkejutnya ketika esok hari nya Bi Idah di beri kabar bahwa tuan, nyonya dan nona pertama nya telah meninggal dunia.Di situ Bi Idah baru mengerti dengan ucapan tuan nya sebelum nyawa nya di rengut.
Jadi selama ini Bi Idah lah yang menjaga Mikey dengan penuh kasih sayang, banyak harta warisan yang Grayzen tinggal kan untuk anak nya. Terutama PT. Grayze Group yang saat ini di kelola oleh Tante nya Mikey untuk sementara waktu, sampai Mikey lulus kuliah nanti dan bisa mengurus perusahaan sendiri.
"Iya Bi aku mandi dulu," kata Mikey lalu kembali menutup pintu dan bergegas bersiap untuk ke sekolah.
Beberapa menit kemudian, Mikey memandangi wajah nya di cermin, tubuh nya yang cantik selalu dia banggakan sendiri. Hingga saking asik nya bersemayam di depan cermin, Mikey tak sadar jika matahari sudah mulai menampakan sinarnya di atas sana.
__ADS_1
"Oh tidak! Sudah terlambat," terkejut Mikey ketika melihat jam di layar ponsel nya, ia pun buru-buru meraih tas dan turun ke bawa.
"Bi aku berangkat dulu," Teriak Mikey, melihat hal tersebut Bi Idah langsung mengejar Mikey ke ruang tamu.
"Non makan roti dulu buat ganjal perut," ujar Bi Idah menyodorkan piring roti yang sudah berselai di hadapan Mikey yang tengah sibuk memakai sepatu nya.
Mikey malah meraih gelas susu di tangan Bi Idah dan meneguk nya hingga tandas, "nanti Key makan di mobil." Mikey pun membawa roti tersebut bersama piring-piring nya juga, melihat itu bibi menggeleng sembari tersenyum kecil.
Mikey meraih lipatan roti berselai itu, hingga kini roti tersebut berhasil tersangkut di mulut Mikey. Terus mengendarai mobil nya dengan kecepatan penuh, dia tidak mau di hukum hari ini. Sesekali di gigit nya roti tersebut, lalu ia letakkan kembali di piring yang berada di samping jok nya yang kosong.
"Untung saja," cibir sang satpam
__ADS_1
"Wah bocil rusuh lagi kayak nya." Tebak Yuven saat mendengar bunyi klakson yang terdengar hingga parkiran.
Melihat mobil hitam itu yang sudah terparkir dengan rapih di area parkiran mobil, membuat Yuven dengan mudah nya bisa menebak siapa pemilik suara klakson yang lantang tadi. Sedangkan Arzero tidak peduli dengan perkataan Yuven, dia malah mendekat ke arah mobil gadis itu.
Sudah stand bay sebelum Mikey membuka pintu nya, karena gadis itu tidak kunjung keluar akhirnya, Zero pun membuka nya.
Di saat pintu itu terbuka, Zero melihat Mikey yang tengah asik makan roti di dalam sana. "Ya ampun blom sara-" Terkejut Zero ketika kini mulut nya di sumpal oleh Mikey dengan roti yang masih utuh.
"Berisik," Mikey malah nyelonong keluar dari mobil setelah menyumpal mulut Zero, ia kembali melahap sisa roti di tangan nya. Berjalan cepat mengarah kelas nya, Zero pun setia mengikuti langkah Mikey sembari menghabiskan roti yang tadi nyangkut di mulut nya.
...----------------------------------------------------...
__ADS_1
Khusus hari Minggu, berhubung author nya nggak ada kerjaan jadi nyempetin nulis walau satu atau dua bab.
Karena bingung pagi gini mau ngapain, jadi mending absen bab aja hehe