
Beberapa menit Zero telah menyelesaikan aktivitas nya di dalam kamar mandi, ia pun keluar namun tak mendapati Mikey berada di ruangan itu. Dengan cepat Zero langsung melepaskan handuk yang di kenakan nya dan memakai pakaian nya. Ia fikir pasti Mikey marah kepada nya dan memilih pergi entah kemana. Apa mungkin gadis itu pulang? Pikirnya begitu.
Dengan langkah cepat ia menuruni anak tangga, baru saja langkah nya ingin pergi menuju arah keluar rumah. Suara gelak tawa yang terdengar dari dapur membuat Zero malah berbelok ke arah dapur.
"Bunda kok lucu, mana ada Mikey seperti itu." Kekeh Mikey.
"Bunda tidak bercanda, wajah mu memang seperti artis Korea." Imas kembali membuat Mikey tersipu malu.
Saat tengah asik berbincang, seseorang dengan tiba-tiba memeluk Mikey dari belakang. Sontak Mikey langsung menoleh ke arah wajah Zero yang berada di pundak nya.
"Bubu lepaskan ada bunda malu," pekik Mikey.
"Biarkan saja, lagian Bunda juga sering seperti ini di depan ku jika sedang bersama ayah." Sontak Imas langsung menjitak kepala Zero mendengar penuturan dari anak nya itu.
"Aduhh sayang lihat, Bunda menjitak kepalaku." Adu Zero kepada Mikey.
Terlihat Mikey malah tertawa, ia puas sekali Zero mendapatkan hal itu dari sang bunda. Itung-itung hukuman untuknya karena tadi sudah berani mencium nya tanpa izin.
"Bunda Zero izin keluar, mau ajak Mikey jalan." Ujar Zero melepas pelukannya terhadap Mikey, lalu beralih meraih telapak tangan Imas lembut.
"Yasudah hati-hati, kalian naik mobil saja ya seperti nya akan turun hujan." Saran Imas saat Mikey juga ikut bersalaman dengan nya, lalu ia membelai punggung kepala Mikey lembut.
__ADS_1
"Oke Bun, kita pergi dulu." Ujar Zero mengandeng Mikey lalu kedua nya menghilang dari dapur.
Beberapa saat kemudian, mereka berdua kini sudah sampai di pusat mall. Mereka berjalan menelusuri setiap bagian mall, banyak orang menatap ke arah Mikey. Zero sedikit menatap ganas siapapun pria yang berani memandang gadis milik nya. Namun Mikey tak sadar akan hal itu, ia masih setia merangkul pinggang Zero, sedangkan tangan Zero merangkul pundak Mikey.
"Sayang apa kau lapar?" Tanya Zero.
"Iya, tapi aku tak ingin makan sekarang." Katanya mendongak menatap Zero.
"Lalu?" Tanya Zero.
"Aku ingin ke tokoh bunga, membeli buket mawar merah." Ujar Mikey.
"Bubu banyak tanya, udah ayok." Mikey menarik paksa Zero.
Membuat banyak orang memasang kedua mata nya ke arah sejoli yang begitu lucu itu. Melihat tingkah kedua nya, membuat beberapa pengunjung di sana terhibur, padahal Zero dan Mikey tidak ada niatan membuat pertunjukan sehingga membuat mereka terhibur seperti sekarang.
Zero hanya berjalan pelan melihat Mikey yang dengan lincah nya melihat-lihat isi tokoh bunga tersebut. Sesekali Zero juga mengambil setangkai bunga yang ada di pot,
'Cantik tapi lebih menarik gadis di depan ku saat ini.' Tutur nya dalam hati.
Mikey pun beralih mengarah kasir, untuk membayar. Zero yang melihat hal itu menyuruh Mikey untuk melihat-lihat bunga yang lain nya di ujung tokoh, alhasil Mikey yang pelupa pun meninggalkan bunga nya tadi di tempat kasir. Sesuai dugaannya, Mikey pasti lupa, akhirnya Zero pun membayar bunga yang tadi dan setelahnya menghampiri Mikey yang masih sibuk memilah bunga-bunga yang lain.
__ADS_1
"Ahh yang ini tidak ada yang cantik Bubu," runtuk Mikey tanpa menoleh ke arah Zero walau ia meyadari jika Zero berada di sampingnya.
"Mau cari yang lain?" Tanya Zero.
"Sudahlah yang ini saja," Mikey mengambil buket bunga yang di genggam Zero. Lalu ingin kembali berjalan ke arah kasir, namun dengan cepat Zero langsung menyeret Mikey keluar dari tokoh bunga tersebut.
"Ehhh Bubu ini belum di bayar, lepasin! Lepas!" Gerutu Mikey.
"Bubu!" Rintih Mikey,akhirnya Zero pun melepaskan Mikey. Ingin melihat apa yang akan di lakukan gadis nya.
"Diam di sini!" Titah Mikey sembari mengerucutkan bibirnya kesal, enak saja Zero menyeret nya sebarang nanti kalau tiba-tiba mereka di kira pencuri bagaimana? Itu pasti sangat memalukan.
Akhirnya Mikey pun sudah berada di depan kasir, ia merogo sesuatu di saku nya dan memberikan nya kepada kasir. Biasalah Mikey tidak suka membawa tas, karena bagi nya itu sangat merepotkan. Untuk apa guna nya saku jika dia membawa sebuah tas, itulah kata Mikey. Ya walau terkadang juga Mikey membawa sebuah tas kecil, jika pakaian nya tidak terdapat sebuah saku.
"Maaf bunga ini sudah di bayar," kata Mbak kasir nya.
"Belum lho Kak, aku tidak merasa sudah membayarnya." Ucap Mikey.
"Tapi Lebel pembayaran nya ini sudah tercantum di plastik buket bunga nya." Tunjuk sang Mbak kasir, membuat Mikey tersenyum canggung dan kembali mengambil bunga nya.
Ia heran masih berjalan ke arah zero, hingga kini ia tersadar. Siapa lagi yang membayar jika buka Zero sang kekasih, bukan nya berterima kasih Mikey malah berjalan meninggalkan Zero. Pria itu sudah membuat nya malu, kenapa tidak bilang dari awal jika bunga nya sudah di bayar? Menyebalkan!
__ADS_1