Bocil Menggemaskan

Bocil Menggemaskan
Air Mineral


__ADS_3

KRINGG!


Bel istirahat berbunyi, banyak anak-anak berhamburan keluar kelas begitu pula dengan Mikey dan Veve. Mereka kini tengah berjalan beriringan menuju koperasi, karena tadi kedua nya di beri bekal dari rumah oleh mamah nya Veve. Jadi keduanya hanya pergi untuk membeli minuman saja.


"Ve tolong pegang dulu," Mikey langsung memberikan kotak makan yang tadi di genggam nya, lalu berjalan ke arah Showcase cooler tempat minuman.


"Gue cari krupuk dulu bentar," Veve pun meninggalkan Mikey dan pergi ke rak makanan ringan.


Terlihat Mikey menengok ke atas dan bawah mencari air mineral, hingga mata nya menangkap benda yang di cari nya yang kini hanya tersisa satu saja. Ia jinjitkan kedua kaki nya agar bisa menggapai air mineral yang berada di paling atas namun tak sampai. Di pegangnya pintu Showcase cooler tersebut, hingga sebuah tangan tiba-tiba memegangi bagian kepala nya dan satu tangan panjang lagi meraih air mineral yang seharusnya menjadi milik nya itu.


Mikey terseyum ke arah pria di hadapannya itu, namun siapa sangka Zero malah menampakkan wajah dingin nya dan berlalu meninggalkan mikey begitu saja.


Hal itu membuat Mikey mengernyitkan dahinya,


"Bubu itu milikku," ujar Mikey menarik baju bagian bawah Arzero yang di keluarkan.


"Aku yang mengambilnya, jadi ini punya ku." Kata Zero lalu membayarnya.

__ADS_1


"Mikey," kejut Veve, "lho katanya mau ngambil air mineral, tapi kok lo nggak bawa apa-apa. " Bingung Veve.


"Air mineral gue di ambil sam_" Mikey menunjuk ke depan namun orang yang sudah mengambil minuman nya entah menghilang kemana.


"Ihhh nyebelin banget ya dia," geram Mikey


"Dia siapa?" Bingung Veve.


Mikey tak menjawab malah mengambil minuman lain, sepanjang perjalanan menuju taman. Dirinya terus mendumel tak habis-habis, "kenapa sih cowok hobi banget bikin bete kaum cewek! Heran gue! " Kesel Mikey.


"Gak usah heran, kalau cowok bikin bete cowok lagi itu yang pantas di heranin." Celetuk Veve.


Sedangkan dari kejauhan sosok pria terkekeh melihat wajah padam kesal milik Mikey. Rasa nya gemas ingin cubit ceweknya.


"Woy bro ngapain lo di sini?" Sapa Yuven menepuk pundak Zero, namun yang di sapa tak merespon. Tatapan nya masih lurus menatap ke arah Mikey yang tengah makan bersama Veve.


"Alah udah pacaran masih curi-curi pandang aja, aneh lo ini." Heran Yuven.

__ADS_1


"Ngapain lo di sini?" Tutur Zero lalu menenguk minuman nya.


"Kampret ya lo, lo pikir kalau bukan nyari lo! Terus nyari siapa?" Gerutu Yuven.


"Ada apa?" Tanya Zero.


"Bentar lagi ujian akhir tahun, tadi Pak Wawan minta sama gue. Pelatihan anak basket untuk kelas 10 minta di percepat, supaya gak menganggu proses ujian kita nanti." Jelas Yuven.


"Merepotkan saja," cetus Zero.


"Ehh Pak Wawan ya yang minta, kalau bukan dia mah gue ogah banget ngelatih capek-capek gitu. Mending gue belajar buat ujian nanti." Protes Zero.


"Emang lo bisa belajar?" Tanya Zero santai.


"Anjirr lah, gedeg gue lama-lama ngomong sama monas kek lo." Geram Yuven.


"Bilang aja sama Pak Wawan, besok langsung mulai latihannya. Gue nggak mau ikut urus mengumumkan sama adek kelas, tugas gue cuma ngelatih kalau lebih dari itu gue cabut." Penjelasan Zero.

__ADS_1


"Okeh siap, gue temui Pak Wawan dulu. Lo jangan bengong di bawah pohon gini terus, ntar kesambet bahaya. " Celetuk Yuven lalu pergi meninggalkan Zero sendiri.


__ADS_2