
Sepulang sekolah, Mikey pergi ke UKS untuk menemui Veve yang masih beristirahat di sana. Ia berencana akan mengantarkan Veve pulang, dia sudah janji kepada sahabatnya itu. Saat baru saja sampai UKS, Mikey melihat Veve yang tengah mengobrol dengan Zaka. Ia pun nyelonong masuk dan membuat kedua nya langsung merenggang kan duduk nya yang awalnya saling berhimpitan.
"Jadi kan pulang bareng gue?" Tanya Mikey.
"Jadi kok," ucap Veve
Melihat raut wajah Mikey yang di tekuk begitu, Veve paham seperti nya sahabatnya itu sedang bete.
"Kenapa muka lo bete gitu?" Tanya Veve.
"Nggak papa ayok pulang," ajak Mikey.
"Gue di tinggalin ni? Lo nggak mau pulang bareng gue Ve?" Ujar Zaka.
"Eh nyet pulang lo sono, Veve balik bareng gue." Celetuk Mikey.
__ADS_1
"Galak amat sih, cantik-cantik kek nenek lampir." ledek Zaka.
"Pergi nggak?" Usir Mikey sudah siap ingin menipung kepala Zaka dengan sapu yang di genggam nya.
"Ee iya-iya," Zaka pun buru-buru meraih tas nya sebelum itu dia mencium punggung tangan Veve tanpa izin.
"Daaa Baby ntar malam gue ke rumah lo." Teriak Zaka sebelum menghilang dari balik pintu UKS.
Di parkiran baru saja kedua gadis itu ingin naik ke dalam mobil, tiba-tiba pria yang tadi siang Mikey antar ke kelas nya menghampiri gadis itu.
"Halo Key," sapa kakak kelas bernama Handoko tersebut.
"Kamu mau pulang ya," tanya Handoko basa-basi.
"Iya Kak," ujar Mikey.
__ADS_1
Saat tengah mengobrol begitu, tiba-tiba terdengar suara deruman motor yang begitu menggelegar. Membuat Mikey terkejut bukan main, ketika motor itu seperti sengaja menderum keras tepat di depan mobil nya yang terparkir.
Veve yang sadar siapa si pengendara motor itu langsung cemas. Karena dari aura-aura nya akan ada perang dunia kedua antara Mikey dan Zero.
"Key ayok," ajak Veve karena tak ingin sahabat nya itu mendapat masalah lebih besar lagi.
Akhir nya perbincangan mereka pun selesai sampai di sini, lalu Mikey memilih naik ke dalam mobil nya. Di mobil Veve terlihat bertanya-tanya kepada Mikey.
"Key apa lo nggak sadar, tadi motor Kak Zero lewat depan mobil lo." Ujar Veve panik.
"Iya terus," abai Mikey
"Ckk, apa lo nggak takut Kak Zero salah faham saat liat lo ngobrol berdua sama cowok tadi?" Tanya Veve geram karena sahabat nya ini ngeselin bener.
"Ngapain takut, lagian gue nggak ngapa-ngapain sama Kak Handoko. Bubu emang dah marah dari tadi sama gue, gara-gara gue nggak bales chat nya tadi siang, makanya dia abai gitu sama gue." Jelas Mikey, yang belum menyadari jika Zero marah bukan karena hal itu.
__ADS_1
"Tapi lo yakin Kak Zero marah bukan gara-gara lo sama cowok tadi?" Tanya Veve meyakinkan.
Mikey hanya mengangguk mantap, dia sangat yakin. Karena Melihat balasan Zero tadi siang sudah membuat nya yakin bahwa pria itu marah karena dia tak membalas chat nya. Paling juga besok Zero bakal baikan lagi sama diri nya, kan pria itu tidak bakal bisa tahan lama-lama jauh dan diam-diaman dengan Mikey.