Bocil Menggemaskan

Bocil Menggemaskan
Terasa sesak


__ADS_3

Mikey menyentuh kaca ruang ICU tersebut, menembus pandangan nya ke arah seseorang yang tengah terbaring dengan beberapa alat medis untuk membantu nya agar bisa bertahan. Mikey telah mendengar semua penjelasan dokter barusan, bahwa kini Gina di nyatakan koma, belum di ketahui kapan gadis itu akan membuka mata nya. Namun kemungkinan besar dokter menyatakan bahwa gina akan mengalami koma yang begitu panjang, tulang tengkorak nya mengalami keretakan yang cukup parah, akibat tempo benturan yang begitu keras.


Kaki dan tangan nya pun mengalami patah tulang, beberapa lecet di bagian pipi dan anggota tubuh yang lain nya. Dokter juga menemukan ada luka tusuk di bagian perut Gina, yang membuat dokter terheran-heran. Namun bisa di lihat, luka tusukan itu seperti bekas tusukan benda tajam yang di sengaja.


"Apa Gina memang punya niatan aksi bunuh diri?" Tanya Yuven.


Mikey terlihat menggeleng, dia tidak bisa mengatakan apapun. Dadanya terasa begitu sesak, tidak percaya hal setragis ini harus menimpa sahabat nya. Mencoba untuk mengontrol emosi nya, nafas nya memburu dengan cepat, menyeka sudut mata nya kasar ketika sesuatu yang basah menyapanya.


"Key gue keluar dulu angkat telfon," ucap Yuven lalu keluar dari ruangan tersebut.


Mikey menyenderkan kepala nya di kaca tersebut, memejamkan mata nya berharap ketenangan akan datang. Tangan nya terkepal menyentuh kesal kaca tersebut, kenapa harus sahabat nya? Dia tidak ingin sesuatu yang buruk menimpa sahabat nya, dia tidak ingin kejadian yang pernah dirasakan nya dulu harus terulang kembali untuk kedua kali nya.


Perlahan Mikey membalikkan tubuh membelakangi kaca tersebut, meraih ponselnya dan mengirimkan pesan kepada nomer seseorang.

__ADS_1


^^^Aku ingin bertemu^^^


Pesan singkat itu sampai di nomer tujuan, ketika melihat layar ponsel nya memijar. Dengan gerakan cepat pria itu langsung membuka nya, Zero tersenyum kecil melihat pesan singkat itu. Lalu setelah nya ia membalas pesan tersebut.


Kau di mana?


Tanya Zero dengan tatapan yang masih menatap layar ponselnya, di lihat langsung centang biru. Membuat hati Zero bertambah girang, namun setelah pesan nya di balas Zero malah terdiam ketika sang gadis nya malah mengirimkan sebuah serlok.


Zero membelalak dengan kejut, saat membuka serlok yang di kirim oleh Mikey. "Bu saya izin ke kamar kecil." Ujar Zero langsung berdiri dari duduknya. Tanpa ba-bi-bu sang guru langsung memberikan izin dan secepat kilat Zero sudah menghilang dari kelas tersebut.


Di aduk nya secangkir kopi pahit itu, rasa pahit nya tak sebanding dengan rasa pahit yang hati nya rasakan saat melihat orang yang ia sayang terbaring lemas tak berdaya. Cuaca terlihat tidak mendukung untuk siapapun menikmati secangkir kopi panas tersebut, namun Mikey malah memesan kopi di siang bolong seperti ini.


Di ruangan itu terlihat banyak sekali anggota keluarga yang datang, Yuven yang baru saja selesai dari mengangkat telfon kini kembali ke ruangan tersebut untuk menemui Mikey. Namun bukan Mikey yang ia lihat saat ini, malah Yuven melihat Jioxo Abraham ayah nya Gina dan Sierra Gibraltar Abraham ibu nya Gina. Bersama tiga orang lain nya yang Yuven duga mereka adalah Kakak beradik nya Gina.

__ADS_1


"Yuven kau ada di sini?" Ujar Jio yang memang sangat mengenal siapa Yuven, namun pria itu hanya mengenal ayah dan ibu nya Gina saja tidak dengan ketiga saudara Gina.


"Iya Om," jawab Yuven ramah


"Hufffff Om sangat sedih, polisi masih mencari bukti-bukti kejadian ini. Om tidak yakin jika Gina mencoba melakukan aksi bunuh diri, Om sangat tau bagaimana anak Om yang satu ini." Jio terlihat menghela nafas nya berat.


"Yang sabar ya Om, Gina pasti baik-baik saja. Aku akan ikut membantu mencari bukti-bukti itu," Yuven mengelus lembut lengan tangan Jio.


...-------------------------------------------------------...


Salam dari Author


jadwal up nya malam ya, soalnya waktu luang nya memang cuma malam. Author bakal up banyak tergantung mood nya lagi baik apa nggak hehe

__ADS_1


Buat yang minta visual, maaf banget ya Author nya nggak bisa kasih visual untuk cerita ini. Karena Author paling bingung kalau di suruh cari visual. Sekali lagi maaf ya mengecewakan


__ADS_2