
Sepulang nya dari rumah sakit, keempat anak remaja itu memutuskan untuk makan bersama di sebuah kafe. Awal nya Zaka dan Zero tidak setuju, karena mereka hanya ingin makan berduaan dengan gadis nya masing-masing, namun apalah daya mereka ketika kedua gadis itu memarahinya.
"Yasudah jika tidak ingin makan bersama, pergi saja kalian makan berdua sendiri. Kami ingin makan bersama," tutur Veve.
"Iya, Bubu mau makan sama Zaka berdua? silahkan aku tak melarangnya asal jangan genit." Ucap Mikey membuat Zero blegidik geli menatap Zaka, sontak Zaka yang mendapatkan tatapan seperti itu langsung ikut merasa geli.
"Sorry ya Key gue masih doyan sama apem, bukan batangan kek gini."Lirik Zaka kepada Zero.
"Baiklah aku ikut," pasrah Zero.
"Aku juga," kata Zaka
Akhir nya mereka pun meluncur dengan mobil nya masing-masing seperti awal mereka datang kemari. Menuju ke sebuah kafe yang sudah di tentukan.
__ADS_1
"Sayang apa belum ada kabar lagi dari polisi tentang kasus nya Gina?" Tanya Zero memecahkan keheningan.
"Aku tidak tau, Om Jio menyuruh kami untuk fokus belajar untuk ujian nanti. Katanya kita tidak perlu mencampuri kasus ini biarkan Om Jio dan para polisi saja yang mengurusnya. Om juga bilang kita hanya perlu sesekali menjenguk Gina dan melihat kondisi nya baik-baik saja." Jelas Mikey.
Tangan kiri Zero terulur memegangi kepala Mikey dan mengelus nya lembut. Ia akan berusaha selalu berada di sisi Mikey dan menjadi penguat untuk gadis itu. Apapun yang terjadi nantinya, Zero akan menjadi orang yang pertama untuk tameng gadis itu.
Hingga kini keempat nya telah duduk tenang di salah satu kursi kafe, Zero duduk bersebelahan dengan Mikey. Sedangkan Zaka duduk bersebelahan dengan Veve.
"Apa kalian ini sudah jadian?" Tanya Mikey merasa heran dengan hubungan kedua makhluk di hadapan nya ini.
Melihat Mikey yang terbatuk-batuk dengan cepat Zero memberikan minuman milik nya. Mikey pun meminum nya hingga tandas, Veve meraih gelas yang sudah kosong itu. Ini sahabat nya atau bukan? Dia menghabiskan nya hanya dalam sekali tegukan?
"Lo kenapa nggak pernah bilang sama gue?" Ujar Mikey marah setelah memastikan minuman nya sudah tertelan dengan sempurna.
__ADS_1
"Eee Key gue nggak ada maksud, itu juga rencana Bokap. Nanti gue jelasin deh ke elo." Ucap Veve yang tak mau membahas hal ini sekarang.
Mikey pun diam dan mengerti dengan raut wajah Veve, lalu kini memilih menyantap kembali makanan nya.
"Cemen lo, kalah satu langkah dari gue. Bentar lagi gue bakal tunangan," cibir Zaka pamer kepada Zero.
"Gue juga bisa langsung nikahin Key sekarang tanpa harus bertunangan." Sontak perkataan Zero membuat Mikey mendelik tak percaya, Zaka juga melotot mendapatkan tanggapan Zero yang seperti ini, Veve bengong mendengar nya.
"Bubu aku masih 16 tahun lho." Gerutu Mikey berbisik.
"Aku tau," bisik Zero di dekat telinga Mikey.
Mikey yang faham jika Zero yang tidak mau kalah dengan lawan nya, ia langsung ikut mencampuri kedua percakapan pria itu.
__ADS_1
"Iya betul kata Bubu, aku bisa menikah detik ini juga dengan nya." Timpal Mikey membuat Zaka kecap-kecap sembari menelan saliva nya dengan susah payah.
Setelah perbincangan itu, mereka memilih menyudahi percakapan itu. Lalu fokus dengan makanan masing-masing, hanya terdengar bunyi lagu yang di setel oleh kafe. Ada beberapa pengunjung lain nya yang tengah mengobrol, ada juga yang sama seperti anak remaja itu hanya sekedar diam tanpa suara dan menikmati makanan nya.