Bocil Menggemaskan

Bocil Menggemaskan
Masuk rumah sakit


__ADS_3

Mikey baru saja sampai di parkiran, terlihat Zero yang sibuk merapikan rambut gadis nya yang agak berantakan. Kemudian keduanya kini berjalan sembari berpegangan tangan mulai memasuki area koridor kelas.


Saat tengah asik berbincang berdua dan tertawa tak jelas, tiba-tiba Yuven menghentikan langkah mereka berdua.


"Ve lo ikut gue ya," ujar Yuven memegang pergelangan tangan Mikey. Zero yang melihat agak sedikit tak suka, namun ia sadar jika Yuven adalah kakak sepupunya Mikey yang selama ini selalu menjaga gadis itu layak nya adik kandung sendiri.


"Gue pinjem Mikey bentar," Yuven terlihat izin kepada pria yang menatap nya itu, lalu mendapatkan anggukan kecil dari Zero.


Kedua nya kini telah pergi, menyisakan Zero yang terlihat masih menatap kepergian mereka. Padahal dia masih kangen sama Mikey, tapi ya sudahlah dia harus menunda rindu nya dulu sampai jam istirahat nanti.


Yuven membawa Mikey ke parkiran, di suruh nya gadis itu masuk ke dalam mobil yang entah Mikey tidak tahu itu milik siapa. Namun karena bingung dan hanya bisa menurut Mikey pun langsung naik. Betapa heran nya Mikey saat mendapati Veve yang tengah menangis tersedu-sedu sembari memeluk Zaka erat.


Mikey langsung loncat naik ke dalam mobil, saat itu juga Yuven naik ke pintu kemudi dan melajukan mobil tersebut. Mikey tidak peduli dengan mobil yang mulai bergerak, kini dia masih terfokus menatap Veve.

__ADS_1


"Ve lo kenapa?" Tanya Mikey kepada Veve yang sudah beralih memeluk nya erat, Mikey bisa merasakan getaran hebat yang Veve alami. Namun terus bertanya-tanya.


"Ada apa Ve?" Tanya lagi tetapi Veve masih terus menangis tiada henti, membuat nya sulit berbicara." Ven ada apa?" Tanya Mikey menatap sepupu nya yang menatap balik diri nya dari kaca mobil.


Namun tetap tak ada jawaban, lalu Mikey menatap serius Zaka. Berharap pria itu akan menjelaskan," Zaka katakan ada apa ini?" Tanya Mikey .


Hening tak ada suara, "Ve bicaralah jangan membuatku bingung." Mikey mulai jengkel.


"Yuven! Zaka! Katakan sesuatu." Pintah Mikey.


Beberapa saat hening kembali menguasai mobil itu, lalu setelah nya,"Gina masuk rumah sakit, keadaan nya kritis." Jelas Yuven walau merasa tak tega untuk berkata.


Deg!

__ADS_1


Seketika itu Mikey lemas, tubuh nya menyender seperti tak bertulang di jok mobil. Tangan terkepal, sedangkan tangan yang satu nya memeluk Veve erat. Ia tumpu dagu itu di kepala Veve, terlihat sahabat nya masih terisak tak henti-henti.


"Tadi... Gue liat Gina sudah... Haaa," Veve terlihat tambah menangis dengan keras.


"Gina tadi berlumuran darah Key hiks... nggak mungkin kan dia mencoba bunuh diri," luruh Veve menatap Mikey berharap sahabatnya itu mengiyakan perkataan nya.


"Gina anak yang ceria, nggak ada alasan buat dia terjun dari rooftop, tapi anak-anak bilang Gina mencoba bunuh diri huaaaaa.... " Veve memeluk Mikey kembali.


"Nggak mungkin, Gina nggak mungkin sebodoh itu." Ujar Mikey dengan tatapan lurus nya yang kosong, secercah beningan terlihat terbendung tak ingin luruh. Masih mencoba untuk menguatkan diri, agar bisa memberikan Veve sahabat nya itu sedikit ruang ketenangan. Walau sejujurnya hati Mikey sendiri terasa tidak karuan dan gelisah.


Mobil pun sampai di sebuah rumah sakit yang begitu luas, mereka langsung berjalan masuk bersamaan. Mikey terlihat berjalan berdampingan dengan Yuven sedangkan Veve sendiri di tinggal di mobil, Mikey tidak mengizinkan Veve untuk pergi melihat kondisi Gina. Ketika melihat tadi Veve mimisan dan hidungnya mengeluarkan darah begitu banyak. Kini Zaka tengah menemani gadis itu.


Yuven menggenggam jemari tangan Mikey ketika gadis itu terlihat gelisah, dia tau perasaan Mikey saat ini. Yuven juga tau jika gadis itu tengah menyembunyikan luka hati nya sejak mendengar jika Gina tengah kritis saat ini.

__ADS_1


"Kau yang tenang, tidak akan terjadi apa-apa dengan Gina, percayalah." Ujar Yuven ketika kini mereka sudah masuk ke dalam lift.


Mikey hanya mengangguk, dia tidak siap untuk melihat nya. Apa lagi mendengar cerita Veve tadi, kata nya kondisi Gina benar-benar tidak memungkinkan. Lemas seperti tak bernyawa, namun masih terasa detak jantung nya walau begitu lemah.


__ADS_2