Bocil Menggemaskan

Bocil Menggemaskan
Rindu


__ADS_3

Di sekolah, pagi ini Mikey hanya menghabiskan waktu nya di kelas duduk seorang diri di pojokan kelas, sembari asik membaca sebuah novel. Dengan handset yang menggantung di kedua telinga nya.


Hari ini Veve masih belum bisa masuk sekolah karena masih berada di luar kota, sedangkan Zero dia tengah mewakili sekolah untuk ikut lomba bulu tangkis antar kota di kota lain, kemungkinan Zero di luar kota 3 sampai 4 harian. Hal itu yang membuat Mikey kini merasa kesepian, walau begitu Mikey akan tetap berusaha terlihat terhibur dengan cara melakukan hobi nya yaitu membaca.


Hingga kini sebuah pesan singkat menghentikan aktivitas Mikey.


Sayang kau sedang apa?


Begitulah isi pesan nya, Mikey hanya diam tersenyum kecil dan segera mengetikkan sesuatu.


^^^Aku sedang duduk^^^


Di mana?


^^^Di kelas^^^


Pesan pun saling bersahut-sahutan tanpa jeda,


Nggak ke kantin?

__ADS_1


^^^Malas^^^


Kenapa? Kamu pasti belum makan,


^^^Bubu kangen!!!^^^


Aku juga, tapi kamu sabar ya aku akan segera pulang


^^^Lamaaaa^^^


^^^Pokok nya aku rinduuuu Bubu^^^


Pesan itu membuat Zero yang berada di seberang pesan terkekeh. Ia membayangkan betapa lucu nya kini wajah gadis itu ketika ngambek, pasti akan sangat menggemaskan.


Panggil nya singkat, dengan cepat Mikey pun membalasnya.


^^^Hemm^^^


Kata Dilan jangan rindu.. berat!

__ADS_1


^^^Hahaha Bubuuu aku serius^^^


Aku juga serius begitu kata Dilan


Setelah asik saling bertukar pesan, kini jam istirahat telah usai dan membuat Mikey terpaksa harus menyudahi percakapan nya lewat chat itu. Lalu memperhatikan guru yang sedang menerangkan, dia akan menjadi anak rajin jika hari akan segera menuju kepada hari di mana ujian menyapa.


Beberapa kali Mikey di lontarkan pertanyaan oleh guru, karena nyatanya gadis itu tidak bisa fokus belajar jika ramai orang seperti ini. Namun satu yang bikin heran, gadis itu pasti akan bisa dengan muda nya menjawab semua pertanyaan yang di berikan oleh sang guru. Membuat guru yang kini berstatus sebagai guru baru di sekolah nya terkejut dan di buat tak berdaya. Karena ternyata di balik kemalasan Mikey, gadis itu menyimpan segudang ilmu yang tersembunyi.


...***...


Sepulang sekolah Mikey tak sengaja berpapasan dengan Han, namun dengan cepat gadis itu langsung menghindar. Namun langkahnya lebih dulu ke kejar oleh pria itu.


"Key," panggil Han memegangi pergelangan tangan Mikey.


Perlahan Mikey melepaskan cekalan itu dari tangan nya dan memilih berbalik menanggapi pria itu.


"Kayaknya lo jadi ngehindar dari gue, apa gue ada salah sama lo? Apa gue salah ingin temenan sama lo?" Tanya Han.


Mikey hanya diam, dia bukan tak ingin menerima pertemanan Han. Namun entah mengapa melihat Zero yang tidak suka melihat nya dekat dengan pria yang satu ini, membuat Mikey sedikit agak menjaga jarak. padahal selama ini Mikey punya banyak teman pria bahkan di kelas pun Mikey sering bercanda dengan teman laki-laki nya, tapi Zero tidak pernah marah. Namun saat dekat dengan Han Mikey sedikit was-was melihat sikap posesif kekasih nya, cukup satu kali saja Mikey pernah merasakan dicuekin oleh Zero, itu benar-benar menyakitkan dan ia tidak ingin merasakan nya untuk kedua kalinya.

__ADS_1


"Maaf kak aku buru-buru," kata Mikey dengan cepat menghindar.


Handoko hanya bisa menatap punggung Mikey yang semakin menjauh meninggalkan nya. Padahal ia sangat berharap bisa berteman dekat dengan Mikey, ia berharap banyak dari gadis itu semenjak pertama kali mengenal nya.


__ADS_2