Bocil Menggemaskan

Bocil Menggemaskan
Temani aku tidur!


__ADS_3

Keesokan harinya, seperti biasa di hari libur Zero tengah bermain game di kamar nya. Menatap layar komputer dengan tenang, tanpa di sadari seseorang dari belakang memeluk nya hangat. Menampakkan wajah di samping kanan telinga nya dan bersemayam di pundak kekar nya.


"Lho kenapa kamu nggak bilang mau ke sini, kalau tau gitu aku akan jemput kamu." Ucap Zero mengelus pipi Mikey.


"Biarin, lagian tadi aku ke sini bareng Yuven. Aku nebeng ke dia soal nya mobil ku lagi di serfis," ucap Mikey.


"Lalu mana si Yuven?" Tanya Zero


"Dah pergi, katanya mau ke tokoh bunga pesenin bunga buat acara festival di kantor papah nya." Ujar Mikey.


Pasti kalian bertanya-tanya, apa mereka sudah jadian? Jawaban nya kalian sudah tau sendiri dong pasti nya. Ya! setelah dari rumah sakit malam itu, pulang-pulang keduanya membawa bingkisan sertifikat resmi kalau mereka telah menjadi sepasang kekasih, sertifikat itu mereka buat di tukang fotocopy yang mereka lewati saat perjalanan pulang.

__ADS_1


"Gimana kepala nya, apa masih sakit?" Tanya Zero yang masih fokus di dalam game nya, namun menyempatkan diri untuk tidak mengabaikan keberadaan Mikey.


"Dikit," kata nya, lalu beranjak mendorong kursi game milik Zero dan berdiri di hadapan pria itu. Setelah nya duduk di pangkuan Zero tanpa di minta, Mikey melingkarkan tangan nya di leher Zero, sedangkan pria itu kembali fokus bermain.


"Bubu apa nggak bosan main game terus?" Tanya Mikey menatap ke layar komputer.


"Tidak, aku bermain hanya sekali dua kali permainan. Jadi tidak membuat ku gampang bosan, lagi pula aku orang yang tidak muda bosan dengan apapun yang aku suka." Ujar Zero dengan mata yang serius karena kini dia hampir saja mendapatkan dua savage.


Zero menghela nafas kasar, setelah mendapatkan savage kini dia juga telah memenangkan ronde terakhir nya. Setelah nya Zero mulai terfokus kepada gadis yang masih manja berada di pangkuan nya.


"Tentu saja tidak, karena aku tidak akan bodoh untuk kedua kali nya. Aku mengakui jika selama ini aku memang sudah tertarik sama kamu sejak awal kita bertemu. Hanya saja saat itu egoku terlalu munafik." Jelas Zero mencurahkan seluruh perasaan nya selama ini.

__ADS_1


Tatapan kedua nya kini menyatu, menyisakan keheningan yang begitu hakiki di antara mereka. Seakan-akan mereka tengah berbicara melalui batin yang hanya bisa di rasakan oleh mereka berdua.


Tak lama kemudian tatapan itu buyar, saat tiba-tiba saja Zero langsung mengangkat tubuh Mikey. Berjalan ke arah kasur dan merebahkan gadis itu di sana, Mikey dengan mata yang membulat terkejut mendapati perlakuan seperti itu. Terlihat Zero yang mengungkung diri nya di bawah tubuh pria itu, tatapan Zero terlihat begitu lembut dan menenangkan.


Cup


Satu kecupan manis mendarat di pipi cabi milik Mikey, mendapati hal itu Mikey langsung memejamkan mata nya. Setelah nya Zero langsung terbaring di samping gadis itu dan memeluk diri nya dengan hangat. Mikey yang tak menyangka pria itu akan bersikap seperti ini, dia menoleh ke arah Zero di mana pria itu sudah meringkuk gemas di samping nya.


"Temani aku tidur." Katanya


"Ee... Bubu apa kau tak sarapan?" Tanya Mikey

__ADS_1


"Tidak, aku sudah sarapan pagi tadi. Rasa nya kini aku sangat mengantuk, setelah semalaman begadang membantu ayah mengurus beberapa berkas kantor." Ucap Zero masih dengan posisi yang sama.


Mikey yang terlihat kaku menatap dinding kamar, dia kini memilih ikut memejamkan mata. Karena tiba-tiba saja kantuk mengunjungi kedua kelopak mata nya.


__ADS_2