
Sepulang sekolah Mikey langsung pergi ke kantor polisi bersama dengan Zero. Dia benar-benar tak sabar ingin memaki orang yang sudah membuat sahabatnya itu celaka. Tidak akan pernah Mikey lepaskan semudah apapun walau orang itu bertekuk lutut di hadapan Gina sekalipun.
Mikey dan Arzero harus di buat menunggu di tempat penjengukan. Beberapa menit mereka menunggu dan hampir setengah jam lama nya. Mikey yang tak sabar merasa jengah, hingga untuk ke sekian kali nya Mikey meminta kepada sang polisi untuk segera membawa tahanan itu bertemu dengan nya.
Langkah kaki nya terlihat pelan dan di beratkan. Pria itu mengangkat wajah nya tinggi tanpa rasa malu, setelah seperkian detik Mikey mematung menatap siapa orang yang kini berdiri di hadapannya. Dia langsung berjalan mendekat dan melayangkan tamparan keras di pipi sang pelaku.
Mikey mengeratkan rahang nya keras, Zero langsung menarik Mikey mundur. Namun siapa sangka orang itu ternyata tidak membalas tamparan Mikey. Walau Zero juga ikut kesal, tapi dia harus membentengi diri untuk menahan Mikey.
"Kenapa harus lo? Dan apa hubungannya dengan Gina?!" Marah Mikey sedikit berteriak.
__ADS_1
Hanya bisa bungkam tak mengeluarkan sepatah kata pun. Dia tidak tau harus menjelaskan nya dari mana, yang pasti dia tidak bisa membuka mulut sebelum Gina sendiri yang berbicara.
"Jawab Roy! Punya dendam apa lo sama Gina?" Tanya lagi Mikey bertambah emosi.
"Cih! Dari awal gue udah curiga sama lo. Lo tiba-tiba baik sama gue hanya untuk menutupi kesalahan lo, iya kan! Padahal aslinya lo lebih berbisa dari ular." Teriak Mikey.
"Walau gue nggak tau apa tujuan lo nyakitin sahabat gue, tapi sekarang gue tau betapa busuk nya lo." Mikey melenggang pergi meninggalkan tempat itu, jika Mikey bertambah lebih lama lagi di sana. Emosinya akan makin menjadi-jadi, ia tak mau membuang tenanga nya untuk orang tidak penting seperti Roy.
"Sudah ya sayang, jangan emosi seperti itu." Ujar Zero.
__ADS_1
"Aku nggak nyangka aja Bubu, kok bisa gitu Roy melakukan nya. Atas dasar apa dia berbuat sejahat ini? Aku benar-benar nggak habis pikir." Bingung Mikey dengan kenyataan ini.
Zero hanya bisa menenangkan Mikey dengan cara mengelus lembut tangan gadis itu. Tak berani berbicara karena takut ada kesalahan dalam perkataan nya.
Jujur! Walau Zero begitu tidak menyukai sosok Roy yang pernah membuat kekasih nya juga terluka, namun dalam sisi hati kecil nya, Zero seperti merasa tidak mungkin Roy melakukan tindakan sejahat itu. Sekeras apapun sikap pria itu, namun Zero yakin sosok Roy tidak mungkin begitu bego melakukan tindakan sampai melewati batas seperti ini. Apa lagi Roy dan Gina juga tidak saling mengenal, tidak ada alasan untuk Roy bertindak sampai sejauh ini. Apa untungnya juga untuk pria itu, Roy bukanlah seorang psikopat seperti di film-film.
"Tapi aku bingung, untuk apa Roy melakukan semua ini?" Muncullah pertanyaan dari mulut Mikey.
Pertanyaan itu sama persis seperti apa yang kini tengah Zero fikirkan. Memang tidak masuk dalam nalurinya, apa ini memang sebuah kecelakaan?
__ADS_1
"Kita belum tau kebenaran nya seperti apa, bahkan polisi pun masih menyelidiki kasus ini lebih lanjut. Jadi kamu jangan terlalu terbawa emosi, siapa tau ada hal yang memang tidak kita ketahui." Ujar Zero.
"Tapi ini lihat, penggalan video cctv ini begitu akurat dan menyatakan bahwa Roy memang bersalah. Lalu di mana letak ke janggalan yang harus di selidiki lagi? Polisi hanya perlu mengintrogasi Roy atas kasus ini, apa maksud dari tindakan nya itu." Geram Mikey, saat kembali memutar video yang baru saja di kirim beberapa menit yang lalu dari polisi.