Bocil Menggemaskan

Bocil Menggemaskan
Terabaikan


__ADS_3

Setelah membeli bunga, Zero dan Mikey langsung pergi ke rumah sakit. Awal nya Zero ingin mengajak Mikey makan terlebih dahulu, namun karena Mikey sudah terlanjur tidak berselera akhir nya Zero tidak bisa memaksa. Mau nggak mau Zero juga ikut tidak makan, walau rasa nya kini perut ini seperti orang tidak makan satu tahun.


"Veee," panggil Mikey dari kejauhan ketika melihat sahabatnya yang tengah berjalan di lorong rumah sakit bersama dengan seorang pria. Tentu saja Mikey akan sangat mengenali sahabat nya walau ia hanya melihat punggungnya saja.


Mendengar hal itu gadis yang tengah asik mengobrol tadi langsung menoleh kebelakang, ia mendapati Mikey yang tengah berlarian ke arah nya.


"Lo juga mau ngunjungin Gina?" Tanya Mikey.


"Yaialah masa mau ngunjungin dokternya," tukas Veve membuat gelak tawa kedua nya pecah, melihat hal itu Zaka yang ternyata adalah pria yang saat itu bersama dengan Veve kini mematung. Kedua gadis itu sibuk mengobrol dengan dunia nya, hingga kini lupa akan keberadaan kedua pria yang lebih dulu bersama nya. Mikey dan Veve sudah masuk ke dalam lift, namun karena jarak kedua pria itu begitu berjauhan akhirnya lift itu pun tertutup begitu saja.


"Ehh sayang tunggu," Zero berlarian ingin menyusuli kekasih nya itu, namun pintu lift sudah lebih dulu tertutup.

__ADS_1


"Sial!" Umpat Zero.


"Nasib kita sama bro tercampakkan," Zaka menepuk pundak Zero sok akrab.


"Lo aja, gue mah kagak." Ujar Zero pergi ke arah lift sebelahnya yang terbuka. Lalu memencet tombol lantai 5, namun sebelum itu zaka lebih dulu masuk mengekori Zero.


Kini kedua nya masuk ke dalam ruangan itu, hanya boleh memuat 3 pengunjung saja kata dokter. Mikey meletakkan bunga yang tadi di bawa nya di nakas samping tempat tidur, ia mengusap punggung tangan sahabat nya itu.


"Gue juga Gin, kangen deh sama lo." Ujar Veve pelan duduk di sisi kanan tempat tidur itu, sedangkan Mikey kini duduk di sisi kirinya.


"Tau nggak bentar lagi ujian, masa lo nggak mau bangun juga. Kata nya mau bagi contekan ke gue, tapi lo malah enak-enakan tidur mulu." Veve terus meringsut manja di lengan tangan Gina.

__ADS_1


"Lo ini Ve," Mikey menjitak jidat Veve pelan.


"Hehe kan bercanda Key, kali aja Gina bangun kan." Kekeh Veve.


Kedua pria itu tak berani masuk, tadi nya mereka berebut ingin masuk namun saat melihat pemandangan yang begitu menenangkan. Mereka kini memilih diam dan membiarkan ketiga gadis itu menghabiskan waktu nya seperti ini.


Zero sedikit prihatin dengan kondisi Gina, gadis yang telah membuat nya sadar akan perasaan nya terhadap Mikey. Karena Gina juga, Zero kini bisa sedekat ini dengan Mikey. Mungkin tanpa bantuan Gina, Zero akan menjadi pria bodoh yang sudah menyia-nyiakan gadis yang selama ini menyerahkan seluruh hati nya buat nya.


'Thanks Gin,' batin Zero 'gue janji bakal balas semua jasa lo, gue bakal temuin siapa yang sudah berani buat lo jadi seperti ini'


"Cewek kalau ngobrol kek jalan raya, nggak ada habis habis nya terus aja nyambung." pekik Zaka merasa jenuh di buat menunggu seperti ini.

__ADS_1


"Gue kesini niatnya mau senang-senang sama Baby, kenapa malah berdiri berduaan sama tombak kek gini." Pikir Zaka melihat tubuh jangkung pria di samping nya,


__ADS_2