
Duk!
"Awww!" Ringis Mikey.
Dengan sigap Zero langsung mengelus punggung kepala Mikey, terlihat gadis itu mengerucutkan bibir bawah nya kesal.
"Maaf sayang," ucap Zero.
"Ahh Bubu gosong." Teriak Mikey ketika mata nya menangkap ke arah kompor yang berasap.
Dengan cepat Zero pun mematikan kompor nya, yah gagal makan deh. Mikey dan Zero kini saling tatap, tiba-tiba kedua nya tertawa terbahak-bahak. Entahlah apa yang mereka tertawakan, yang pasti menurut mereka itu hal yang lucu.
"Nggak jadi makan dong, aku lapar niee." Gerutu Mikey mengelus perut kecil nya.
"Emmm ayok ikut, makan mie ayam saja di ujung gang." Zero menurunkan Mikey dari meja tersebut, lalu menyeretnya pergi.
Tak berselang beberapa menit, mereka pun sampai di depan sebuah gerobak mie ayam. Zero memesan dua porsi mie, lalu duduk di kursi yang di sediakan.
"Sekali-kali makan di pinggiran." Cengir Zero.
"Kamu aja, aku mah sering." Tutur gadis itu tersenyum simpul.
"Masaa, nggak pernah liat tu kamu makan di pinggir jalan." Ledek Zero.
__ADS_1
"Kamu nya aja yang nggak pernah liat, aku sering makan di pinggiran gini sama Gina dan Veve." Ucap nya, lalu menatap layar ponselnya ketika ada notifikasi pesan.
Key lo di mana?
Itulah isi pesan nya, sang pengirim nya adalah Yuven. Mikey mengulum waktu untuk membalas pesan itu, ya dia memang seperti itu. Jika bukan Zero yang mengirim pesan, pasti Mikey akan lama balasnya.
Mikey meraih mangkuk mie yang di berikan oleh Abang nya, menuangkan sedikit saus lalu mengaduk nya hingga rata. Sebelum makan Mikey pun membalas pesan dari Yuven tadi.
^^^Di komplek nya Bubu^^^
Pesan pun terkirim, Zero sedikit melirik layar ponsel Mikey. Biasalah cowok posesif nya muncul lagi, setelah tau Mikey tengah membalas chat dari Yuven. Kini Zero pun bisa makan dengan lapang dada.
Ouhhh
di rumah Zero, gue sama mamah
masih di rumah Omah.
^^^Okeh sip^^^
Mikey pun meletakkan ponsel nya, ia lupa kalau tadi siang kunci gerbang dan rumah nya ia titipkan ke Yuven dan belum sempat di ambil. Karena tadi terlalu buru-buru ingin ke kantor polisi.
"Siapa yang mengirim pesan?" Tanya Zero pura-pura tidak tau.
__ADS_1
"Yuven, katanya aku di suruh menginap di rumah Bubu apa boleh?" Kata Mikey.
"Tentu boleh dong sayang, sebentar lagi juga bunda dan yang lain akan datang. Aku malah senang sekali bisa tidur bareng kamu." Ucap Zero tengil.
Aneh benar-benar aneh! Sejak jadian sama Mikey. Zero menjadi agak tengil dan suka menggoda, sosok Zero yang dulu sangat dingin dan irit bicara. Kini berubah 100% menjadi sebaliknya. Seakan-akan ada roh nyasar masuk ke dalam tubuhnya.
"Mana mungkin aku tidur sama Bubu, nanti bunda pasti melarangnya. Aku kan ingin bermalam di rumah kamu bukan numpang tidur siang." Ujar Mikey lalu melahap mie milik nya.
Zero terkekeh, iya juga. Mikey memang sering tidur di rumah Zero, namun itu hanya sebatas tidur siang dan tak pernah bermalam. Ini kali pertamanya Mikey akan numpang bermalam di rumah kekasihnya sendiri. Kira-kira Imas akan mengizinkan nya atau tidak ya.
"Aku akan bilang sama Bunda, malam ini aku ingin tidur bersama kamu." Ucap Zero.
"Bubu! Jangan aneh-aneh ya, nanti kalau kita di tuduh macam-macam bagaimana?" Terkejut Mikey.
"Ya memang ingin macam-macam." Goda Zero.
"Bubu!!!" Kesal Mikey.
"Haha aku bercanda sayang, kalaupun di tuduh macam-macam paling ujungnya pasti di suruh nikah." Ujar Zero.
"Emang kamu mau? Nikah muda?" Tanya Mikey.
"Kalau sama kamu apa sih yang nggak mau, ya pasti maulah." Zero kembali terkekeh, sangat puas terus menggoda kekasih nya itu sampai kalang kabut seperti pabrik kebakaran.
__ADS_1
"Huh dasar!" Kesal Mikey.