Bocil Menggemaskan

Bocil Menggemaskan
Mencari ruang ketenangan


__ADS_3

Zero melihat sekeliling nya, ia merasa cemas dengan keadaan sang kekasih nya. Karena tadi di sekolah dia melihat beberapa anggota kepolisian tengah bekerja di area aula utama sekolah nya. Beberapa desas desus juga ia dengar jika terjadi sesuatu dengan Gina, Zero yang terkejut namun masih tak percaya. Akhirnya ia membuka ponselnya sembari masih setia berjalan menuju parkiran.


Mata nya membola, gerakan nya terhenti ketika melihat isi pesan grup angkatan nya yang sudah beberapa ratus pesan ia abaikan. Beberapa video beredar di dalam grup tersebut, Zero melihat salah satu foto yang memperlihatkan foto Gina yang tergeletak dengan darah yang mengalir di lantai.


Melihat hal tersebut secepat mungkin Zero langsung pergi untuk segera menemui kekasih nya.

__ADS_1


Akhirnya Zero kini terduduk di samping Mikey, terlihat gadis itu tak menoleh ke arah nya walau ia tau Mikey menyadari kedatangan nya. Mikey masih setia di posisinya yang masih tersandar seperti itu, Zero genggam jemari kecil itu lembut. Mengelus nya perlahan, hingga tatapan sang gadis kini menatap ke arah nya.


Mikey tersenyum kecut menatap Zero, walau mata nya kini terlihat memerah karena menahan sesuatu yang seharusnya sudah tumpah. Tapi Mikey tetaplah Mikey, yang akan terus terlihat kuat di depan siapapun. Mikey membuang tatapan nya jauh-jauh dari mata Zero, karena ia tak mau memperlihatkan mata nya yang menyedihkan itu. Pura-pura menikmati rasa kopi pait itu, Zero yang melihat nya langsung meraih segelas kopi tersebut dan meletakkan nya kembali di atas meja.


Di raihlah kedua sisi wajah Mikey, ingin menatap nya dengan jelas. Mikey masih berusaha tersenyum, namun senyuman itu seketika langsung hilang saat dada nya merasa tambah sesak karena terlalu keras menyembunyikan kesedihannya.

__ADS_1


Isakan nya bertambah histeris, walau terdengar kecil namun begitu memilukan untuk Zero yang mendengar nya. Zero tenggelamkan tubuh ramping Mikey ke dalam jaket yang ia pakai, agar gadis nya bisa merasa lebih hangat.


"Keluarkan semuanya sayang, jangan kau pendam sendiri. Aku di sini, semua akan baik-baik saja." Ucap Zero ia tau bagaimana perasaan Mikey saat ini, jika Mikey bisa membohongi orang lain dengan perasaan yang di rasakan nya kini, tapi dia tidak bisa membohongi sosok Zero. Orang yang sudah terikat kuat hati nya dan menyatu di dalam hati gadis itu.


Hanya bisa menangis untuk saat ini, Mikey mencengkeram punggung Zero kuat. Rasa nya ingin sekali dia melukai dirinya nya sendiri, jika sahabat nya merasakan sakit dia juga harus lebih sakit dari apa yang sahabatnya rasakan, itulah prinsip Mikey yang sangat tidak baik di cerna oleh logika.

__ADS_1


Dada nya naik turun tak beraturan, ia kembali mengeratkan pelukan itu di saat kepala nya terasa pusing. Zero mengelus lembut punggung Mikey, lalu membuka jaket nya yang menyelimuti tubuh Mikey. Ia surai poni yang menutupi wajah gadis nya, agar Mikey bisa lebih leluasa mendapatkan oksigen dengan baik. Zero mengecup kening Mikey sekali, sebelum setelah nya Zero mengangkat tubuh Mikey yang sudah lemas itu untuk di bawa nya pulang.


Sosok Mikey yang selalu terlihat kuat di depan banyak orang, ternyata memiliki sisi lemah nya tersendiri. Tidak ada siapapun yang tau hal ini kecuali orang-orang terdekatnya. Mikey akan merasa sangat down jika terjadi sesuatu dengan orang-orang tersayang nya, sama seperti saat ini.


__ADS_2