
Melihat gadis nya yang tengah duduk di kasur sembari dengan kedua tangan yang memeluk perut nya sendiri dengan erat. Zero terlihat langsung melompat seperti anak kecil yang baru mendapatkan mainan baru. Mikey menarik rambut Zero karena ulah pria itu Mikey merasa seperti ingin jantungan, tingkah Zero yang melompat ke atas kasur itu membuat Mikey terkejut.
"Aku rindu denganmu," rengek Zero yang kini sudah berhasil memeluk Mikey dengan kepala yang di tumpu di paha gadis itu, wajah nya menghadap ke arah perut sang gadis yang masih setia gadis itu pegang erat.
"Kenapa? Apa masih sangat sakit?" Cemas Zero ketika mendengar rintihan Mikey dan wajah gadis itu saat ini benar-benar bertambah pucat.
Dengan refleks tangan Zero langsung memegangi perut Mikey, ia elus lembut perut itu. Sesekali memberikan kecupan kecil di perut sang gadis nya, seolah-olah Mikey kini tengah mengandung anak nya.
"Apa perlu ke rumah sakit?" Tanya Zero bangkit.
Mikey menggeleng cepat, walau terasa begitu sakit dan teramat sangat sakit. Ini sudah biasa bagi nya dan tidak perlu di tangani oleh dokter.
"Tapi aku tidak tega melihatmu seperti ini sayang," Tangan Zero kembali mengelus perut Mikey.
__ADS_1
"Aku sudah biasa seperti ini Bubu." Ujar Mikey menatap Zero serius.
"Tapi lihatlah, wajah mu sampai pias seperti itu." Zero mengusap keringat yang membasahi area jidat kekasih nya dengan punggung tangannya.
"Aku tidak apa-apa, nanti juga sembuh dengan sendirinya." Ujar Mikey memeluk Zero.
Terlihat Zero menopangkan dagu nya di kepala Mikey. Tangan kanan nya terulur membalas pelukan gadis itu, sedangkan tangan yang satu nya masih setia bersemayam mengelus lembut perut mikey.
"Apa kamu bolos?" Tanya Mikey saat menyadari ketika mata nya menangkap jam yang berada di dinding kamar nya yang menunjukkan masih pukul 11.09.
"Alasan!" Pekik Mikey.
"Alasan yang masuk akal bukan?" Kekeh Zero mengecup hidung Mikey sekilas.
__ADS_1
...***...
Ruangan itu terlihat ramai orang, semua pihak keluarga tengah berkunjung dan bergilir untuk bisa menemui gadis yang berada di dalam ruang ICU itu.
Mendengar kabar bahwa Gina kini sudah sadar, semua anggota keluarga pun turut melihat karena gembira dengan kabar yang di dengar nya. Bahkan bertepatan dengan kesadaran Gina, orang yang sudah berani mencoba melakukan pembunuhan ini telah tertangkap. Awal nya terlihat, orang tersangka itu mengaku ini hanyalah sebuah kecelakaan dan tidak di sengaja. Namun polisi belum mengetahui kebenaran nya seperti apa dan masih dalam penyelidikan berlanjut.
"Mommy senang bisa lihat mata indah kamu lagi nak." Terlihat wanita paruh baya itu memeluk anak nya dengan penuh kasih sayang.
Sedangkan yang di peluk masih diam tak bergerak, karena saat ini Gina masih belum menguasai tenanga nya walau hanya untuk sekedar berbicara.
Veve yang mendapatkan telfon dari Jio sang Dady nya Gina langsung secepat mungkin pergi ke rumah sakit. Betapa gembiranya hati nya saat mendengar sahabatnya telah melewati masa koma nya. Dengan di antarakan oleh Zaka, kini gadis itu tengah dalam perjalanan nya.
"Gue benar-benar tak sabar ingin melihat lo Gin," pekik Veve dengan hati girang nya.
__ADS_1
"Syukurlah, gue jadi ikut bahagia liat lo bahagia gini By." Zaka mengelus bagian belakang kepala Veve, dengan senyuman yang mengambang indah di wajah nya.