Bocil Menggemaskan

Bocil Menggemaskan
Berkelahi


__ADS_3

Baru saja Mikey mendudukkan bokong nya di bangku, berbondong-bondong anak-anak di luar kelas nya berlarian, bahkan teman nya pun ikut serta keluar dari kelas dan turun ke lantai utama. Mikey awal nya abai dan tak tertarik, hingga kini sang ketua kelas berlari dengan tergesa-gesa menghampiri nya.


"Key ha..ha..ha.." Ucap Danu terbata-bata dengan nafas tersengal.


"Apa," jawab Mikey acuh.


"Itu..cowok lo, di bawah.." Danu masih terbata-bata.


"Dia emang di bawah." Kata Mikey yang dia tau Zero memang masih di bawah tengah mengambil peralatan kebersihan di gudang.


"Cowok lo keyy dia gelud sama Kak Handoko." Teriak Danu akhirnya bisa mengatakan nya juga.


Sontak Mikey langsung melotot dan berdiri dari duduknya. Ia mendorong tubuh Danu yang menghalangi jalan nya membuat pria itu terduduk-duduk di kursi.

__ADS_1


Beberapa orang memberikan jalan untuk Mikey bisa melewati kerumunan yang padat itu, mereka terlihat tengah menonton aksi perkelahian antara Zero dan Han. Mikey dapat melihat, kekasih nya tengah melayangkan beberapa tinju di wajah Han. Dengan paksaan Mikey menarik lengan tangan Zero, terlihat kekasihnya itu masih belum puas dan minta di lepaskan.


"Bubu udah, ada apa sih ini?" Tanya Mikey namun pria itu tidak mendengarkan nya.


"Lepaskan!" Marah Zero melepaskan cekalan Mikey dengan selembut mungkin, walau ia tengah marah. Zero tidak punya alasan untuk berbuat kasar kepada kekasihnya.


Kembali lagi Zero memukuli Han, terlihat pria itu tak melawan seperti ingin mencari sensasi dari Mikey. Karena merasa kasihan Mikey pun kembali menarik tangan Zero.


"Brengsek!" Maki Zero menatap pria di hadapannya yang sudah tak berdaya, setelah nya Zero langsung pergi meninggalkan tempat itu. Bahkan Mikey pun ia tinggalkan.


Mikey terus mengejar Zero, dia tau jika Zero tengah marah. Apapun bisa pria itu lakukan, bahkan kini dirinya saja dia abaikan. Mikey berdiri di samping Zero, ketika pria itu menghentikan langkah nya di halaman belakang perpustakaan.


"Pasti ini gara-gara aku ya." Tebak nya menatap Zero namun pria itu masih setia pada pandangan nya yang entah menatap apa.

__ADS_1


"Bubu.." Panggil Mikey.


Zero pun menoleh, lalu memposisikan tubuhnya hingga berhadapan dengan Mikey. Tadi sebelum ke gudang, ia ingin mengembalikan handphone Mikey yang gadis itu selipkan di saku celana Zero. Saat Zero beranjak ingin menyusuli Mikey, ia melihat ketika Han yang mencoba untuk mendekati Mikey, bukan hanya sekali atau dua kali Zero melihat pria itu yang terus-menerus mepetin gadis milik nya. Melainkan sering dan tidak bisa terhitung oleh jari.


"Aku hanya takut kamu berpaling dari aku." Kata Zero.


"Bubu.. Mana mungkin itu terjadi, dari awal aku hanya suka dan cinta sama kamu. Kamu tau hal itu, aku mati-matian ngejar cinta kamu mana mungkin aku melepaskan nya begitu saja." Cibir Mikey.


"Bisa saja kan, Han sangat berbakat mengambil hati cewek mana pun termasuk kamu." Tutur Zero seakan-akan pria itu sangat tau seluk-beluk latar belakang dari Han.


"Kamu ngomong apa sih, sejago apapun Han mendapatkan hati perempuan mana pun. Tapi tidak dengan aku, dia tidak mungkin bisa dan bahkan mustahil." Mikey meyakinkan


"Maka nya Bubu jangan jauh-jauh dari aku, buat aku terus tambah klepek-klepek sampai otakku penuh dengan nama kamu. Jangan sampai cowok mana pun singgah di depan mata ku selain kamu." Oceh Mikey membuat Zero gemas dan seketika itu emosinya langsung meredup.

__ADS_1


__ADS_2