
Zero juga yang mendengar kabar tentang Mikey, dia ikut marah dan berniat membalas perlakuan si anak baru itu. Tadi Zero melihat ada sebuah video yang tersebar di grup angkatan nya, pasal mikey yang tengah beradu cekcok hingga gadis itu terluka karena kekerasan dari Roy.
Lalu saat ini nafas Zero terlihat memburu, urat-urat nya terlihat menonjol ingin di pisahkan dari tempat nya. Wajah nya merah, peluh bercucuran di setiap bagian tubuh nya, terus menghantam sasaran nya seperti tengah memukuli samsak. Setelah mendapat beberapa bogem tadi dari Zaka, kini Roy juga harus menerima pukulan maut dari seorang Arzero. Hanya karena menyakiti satu cewek dirinya kini ketiban beribu-ribu sakit yang bertubi-tubi.
Setelah melihat lawan nya yang sudah tak berdaya, Zero melepaskan Roy yang sudah pingsan. Sebuah panggilan telfon akhirnya membawa dia pergi dari tempat itu.
...***...
Di genggam nya tangan dingin itu, sesekali Zero menciumi punggung tangan itu karena panik. Ia terduduk di kursi, tengah menunggu gadis itu sadar, terus setia berada di samping nya. Seakan-akan tak ingin kehilangan gadis itu lagi.
Sampai malam tiba, pria itu masih setia menunggu hingga ketiduran di samping Mikey sembari memeluk tangan sang gadis. Mikey yang baru saja sadar, sedikit mengernyit ketika merasakan sakit di kepala nya. Ketika ingin menarik tangannya, Mikey merasa kesusahan dan di situ ia tersadar akan keberadaan Zero yang entah sejak kapan berada di samping nya.
Tangan kanan Mikey terangkat untuk mengelus kepala Zero, ia tersenyum melihat pria itu kini berada di dekat nya. Jujur Mikey sangat rindu dengan wajah itu, andai dia bisa melihat nya setiap waktu dan bisa memiliki pemilik wajah itu seutuhnya. Mungkin saat ini Mikey adalah gadis paling beruntung di dunia ini.
Mikey terkejut ketika wajah yang tengah di tatap nya tiba-tiba membuka mata nya, dengan cepat Mikey langsung pura-pura kembali memejamkan mata nya. "Huaaaa kenapa dia lama sekali sadarnya, lebih baik gue pulang aja." perkataan Zero sontak membuat Mikey yang mendengar nya, langsung menarik tangan Zero yang ingin beranjak pergi.
__ADS_1
Seketika itu Zero tersenyum jahil, padahal dia tau tadi Mikey hanya pura-pura. Makanya Zero berkata seperti itu ingin melihat seperti apa reaksi Mikey saat ingin di tinggal pergi oleh nya.
Perlahan Zero pun membalikkan tubuh nya menghadap Mikey, "lo dah sadar?" Tanya Zero pura-pura tidak tau.
"Aku tau, Kakak sudah tau kalau aku sudah sadar." Cibir Mikey
"Hemmm," Zero pun kembali mendudukkan diri di kursi.
"Apa Kakak yang membawaku ke sini?" Tanya Mikey, Zero hanya mengangguk pelan masih bersikap sok dingin.
"Aku hanya melawan, bukan cari lawan. Untung saja aku selalu memakai baju dalam tebal, kalau tidak sudah jelek reputasi ku saat itu." Ujar Mikey memanyunkan bibir bawah nya sebal.
Zero hanya tersenyum tipis, dia salut dengan Mikey yang seperti ini. Tidak lemah dan tidak mudah untuk di jatuhkan harga dirinya.
Tiba-tiba tangan Zero terulur menggenggam jemari Mikey. "Key gue janji setelah ini nggak ada lagi yang berani nyakitin lo, gue yang bakal ngelindungi lo, lo sekarang tanggung Jawab gue."
__ADS_1
Sontak Mikey langsung bungkam, apa maksud dari perkataan Zero? "Atas dasar apa kakak berkata seperti itu, kita kan buka siapa-siapa," goda Mikey dengan raut wajah di buat cuek nya.
"Pokoknya mulai sekarang lo tanggung jawab gue titik." Ujar Zero gelagapan.
"Idih kenapa jadi begitu, Kakak kan bukan ayah ku." Mikey masih usil,
"Ya pokok nya lo tanggung jawab gue, nggak bisa di bantah." Zero masih gengsi mengatakan sesuatu, entah apa itu haha.
"Nggak bisa gitu, aku nggak setuju." Mikey terlihat membuang wajah nya ke arah lain.
Zero terlihat kebingungan, apa lagi yang harus dia katakan. Dia masih gengsi mengatakan hal itu, namun di sisi lain dia sudah tidak kuat dan tidak ingin Mikey jatuh ke tangan orang lain.
"Okey sekarang gue mau lo jadi pacar gue." Zero terlihat dengan nada memaksa Mikey.
"Apa?" Sontak Mikey yang tidak pernah terbayang jika Zero akan mengatakan hal semacam ini sekarang, dia langsung menoleh tak percaya.
__ADS_1
"Lo sekarang pacar gue." Ujar nya tak ingin di bantah, seketika itu Mikey langsung mematung. Mulut nya terkunci rapat, hingga tak bisa berkata-kata lagi.