Bocil Menggemaskan

Bocil Menggemaskan
Datang bulan


__ADS_3

Hari Senin, seperti biasa keadaan lapangan pagi ini akan ramai di penuhi oleh semua siswa-siswi yang tengah melaksanakan upacara. Barisan terlihat rapi sudah hampir 19 menit upacara berlangsung, namun tidak ada tanda-tanda upacara akan segera di bubarkan.


Di remasnya perut yang semakin ia tahan rasa nyeri nya malah semakin menjalar, wajah nya sudah pucat dan pias. Namun Mikey masih enggan untuk undur diri ke UKS, pergerakannya seperti terkunci untuk tidak ingin bergerak sedikit pun. Semakin ia remas kuat, keringat bercucuran membasahi leher Mikey, teman di samping nya terus bertanya apa dia baik-baik saja?


"Key lo sakit? Apa perlu gue panggil petugas kesehatan?" Tanya teman yang berbaris di samping Mikey.


Mikey hanya menundukkan pandangan nya tak menjawab, semenit! Dua menit! Dan tiga menit kemudian Mikey menjatuhkan dirinya sembari berjongkok. Tangan nya masih setia memegangi perutnya, beberapa kawan nya heboh dan ingin membantu Mikey.


Akhir nya dua teman cewek Mikey pun menitah Mikey ke UKS, beberapa pasang mata melihat ke arah Mikey.


Di dalam UKS Mikey tak mau di baringkan, ia di beri teh hangat dan satu obat untuk peredah nyeri di perut nya. Mikey bilang ini sudah biasa, nyeri datang bulan nya memang seperti ini. Sakit nya akan sangat-sangat teramat sakit, karena ini kali pertama nya Mikey nyeri haid di sekolah. Biasa nya jika sedang nyeri haid itu posisi Mikey selalu ada di rumah dan nantinya memilih akan izin tidak masuk sekolah. Namun kenapa kali ini berbeda, Mikey tidak ada persiapan apapun, tadi saat dirinya baru saja ingin ikut upacara. Sial nya bulan nya datang pagi tadi.


Melihat Mikey berjalan keluar UKS, beberapa petugas kesehatan langsung menyusuli nya. "Dek istirahat aja dulu di UKS." Usul sang Kakak kelas itu.


Mikey masih menolak dan memilih pergi tanpa menghiraukan tatapan orang-orang yang menatap nya. Dia berjalan sedikit agak menahan nyeri, sesekali Mikey menyangga tangan nya di tembok karena merasa kesulitan untuk berjalan.


"Akhhh!" Ringis Mikey mendudukkan dirinya di kursi yang ada di depan kelas itu.

__ADS_1


Dia benar-benar sudah tidak kuat, akhirnya Mikey pun mengetikkan sesuatu di handphonenya dan mengirim pesan kepada seseorang.


Saat tengah meratapi sakit di perut nya, seseorang datang langsung berjongkok di hadapan Mikey.


"Key lo kenapa?" Tanya pria itu memegang tangan Mikey.


Terlihat gadis itu hanya menggeleng pelan, karena kini pusing juga mengunjungi kepala nya. Wajah nya semakin pucat seperti mayat, melihat hal itu Handoko sangat cemas.


"Ke UKS aja yuk," ajak Handoko,


"Gue mau pulang," tutur Mikey lemas.


"Biar gue anter," ucap Han berinisiatif.


"Ngg-" Han langsung kembali memotong perkataan Mikey.


"Nggak ada penolakan Key, liat kondisi lo nggak memungkinkan untuk pulang sendiri." Ujar Han.

__ADS_1


Ingin membantu Mikey berdiri, terlihat gadis itu masih menolak. Namun Han terus memaksa nya, karena Mikey tidak ingin berdebat akhirnya mau tak mau dia pun pasrah di bantu oleh Han berjalan ke arah parkiran.


Terlihat langkah kaki itu begitu berat, Mikey sudah seperti ibu hamil yang ingin melahirkan. Memang yah jadi cewek itu susah, harus menerima sakit setiap bulan nya dan nyeri nya itu benar-benar sakit banget nggak ada ampun kayak orang kena santet.


"Kak aku pulang sendiri saja," tolak Mikey lagi saat kini sudah sampai parkiran.


"Key kali ini aja, gue anterin lo ya." Paksa Han.


"Dia pulang bareng gue," suara seseorang membuat Han langsung menoleh.


Di lihat nya Yuven berdiri tak jauh dari Mikey dan Han. Sembari menenteng sebuah tas berwarna abu milik Mikey, Yuven pun mendekat dan langsung meraih tangan Mikey yang kini ia lingkarkan di leher nya.


Yuven pun langsung membawa Mikey menuju mobil nya, lagi-lagi Han gagal bisa berduaan dengan gadis itu. Lagian siapa sih tu cowok? pikir Han.


"Pakai ini," Yuven memberikan kompresan perut yang berisi air panas. Mikey pun mengambil nya dan menaruh nya di perut itu.


Di turunkan nya bagian jok milik Mikey, Yuven juga memberi bantal di bagian kepala Mikey agar gadis itu lebih leluasa dan merasa nyaman. Setelah itu ia langsung melajukan mobil nya mengarah pulang.

__ADS_1


__ADS_2