
Malam nya Mikey pergi ke rumah sakit bersama dengan Zero, sembari menenteng bunga mawar merah di tangan nya. Ia letakkan buket bunga itu di nakas, lalu menatap Gina yang tengah tertidur pulas.
Di elus nya punggung tangan Gina, ia sangat bersyukur karena Gina kini sudah membaik. Mikey tak bisa membayangkan jika Gina harus koma lebih lama lagi, entahlah apa yang akan terjadi pada diri nya jika terus-menerus melihat kondisi sahabat tersayang nya yang buruk. Namun kini melihat kondisi Gina yang sekarang, Mikey merasa lega dan bahagia.
Mata itu terbuka perlahan ketika merasa ada sesuatu yang dingin menyentuh tangan nya. Mata Gina menatap ke arah Mikey yang tengah menunduk sembari mencium punggung tangan nya lembut.
"Key," panggil Gina.
Dengan cepat Mikey pun mengangkat wajah nya tinggi, ia terkejut karena diri nya Gina jadi terbangun dari tidurnya.
"Sorry Gin, gue ganggu ya." Kata Mikey tak enak.
"Nggak, emm ini udah jam berapa kok lo datang nya malem-malem banget sih." Tutur Gina melirik jam di ponsel nya.
__ADS_1
"Gue ke sini sama Bubu kok." Jawab Mikey.
"Owhhh." Respon si Gina.
Sejenak Mikey terdiam, ingin memastikan jika kini mood nya Gina sedang baik. Setelah sudah pasti, Mikey pun mulai berbicara.
"Gin," panggil Mikey.
"Lo sama Veve gimana?" Tanya Mikey.
Gina hanya diam tak menjawab, entahlah sejak Veve marah saat itu. Gadis itu tidak ada lagi menampakkan diri nya di rumah sakit ini. Sepertinya Veve memang masih marah kepada nya.
"Gin, Gue harap lo sama Veve cepet baikan ya. Gue bingung dan sedih liat lo berdua kayak gini, lo berdua tega bet sama gue. Gue jadi ngerasa nggak punya temen, setiap di sekolah Veve enggan ngobrol sama gue. Padahal gue nggak tau salah gue di mana dan lo, masa setiap gue kesini lo juga mau diem terus gini sih?" Cerocos Mikey.
__ADS_1
"Gin ayolah, ajak Veve ngobrol biar masalah nya cepet kelar." Pintah Mikey.
"Kalaupun gue mau, belum tentu Veve mau. Dia kayak nya marah banget sama gue." Ujar Gina.
"Veve memang sesayang itu sama lo ataupun gue, dia pasti nggak terima kalo denger lo kayak gini karena nolongin cowok yang dah bikin lo down dulu." Jelas Mikey.
"Iya gue tau itu, tapi mau gimana lagi? Itu semua udah terjadi." Gerutu Gina.
"Malam ini mungkin gue bakal nginep di rumah Veve, gue bakal coba obrolin ini sama dia. Kalau nanti lo ketemu sama Veve, lo jangan diem aja. Ajak dia ngobrol ya," Ucap Mikey.
Gina hanya mengangguk dalam menghela nafas nya perlahan. Memang benar apa yang Mikey katakan. Dia harus lebih dulu bersuara agar tidak terjadi keheningan lagi di antara Veve dan dirinya.
Setelah berpamitan dengan Gina, Mikey pun di antar ke rumah Veve oleh Zero. Awalnya Mikey memang ingin menginap di rumah Zero, namun kedua orang tua Zero dan adik nya tidak jadi pulang. Alhasil di rumah Zero hanya ada pria itu sendiri, sedangkan Bibi tengah pulang kampung. Zero yang takut karena akan ada gosip dan omongan tidak enak dari tetangga, lebih baik meminta Mikey untuk menginap di rumah Veve dan gadis itu juga sangat setuju dengan hal itu.
__ADS_1