Bocil Menggemaskan

Bocil Menggemaskan
Akhirnya bertiga lagi


__ADS_3

Esok harinya Mikey sudah berada di rumah sakit, tengah bercanda gurau dengan kedua sahabatnya. Sebenarnya Mikey sudah mendapatkan kabar sejak tadi malam, namun! Ia tidak di bolehkan oleh Zero untuk pergi malam tadi. Pria itu hanya membolehkan Mikey pergi esok hari nya, karena Zero yang tak mau di bantah! Mau tak mau Mikey pun akhirnya hanya bisa menurut dan kini pagi nya berakhir sudah berada di rumah sakit.


"Parah sih, gue sudah melewatkan hari- hari di mana sahabat gue mendapatkan kekasih nya." Rengek Gina dengan suara yang masih agak lemas nya.


"Lo sih asik tidur mulu, dah gue bangunin tetep aja ngebo." Cibir Veve membuat Mikey terkekeh.


"Mana ada ngebo Ve," Cicir Gina.


"Lo kapan Gin? Nggak bosen jomblo mulu?" Tanya Mikey.


Terlihat Gina langsung diam, seperti tengah memikirkan sesuatu yang bersangkutan dengan masalah kekasih. Kedua sahabat Gina terlihat saling menatap satu sama lain, kenapa tiba-tiba Gina jadi bengong seperti ini?


"Gin napa si?" Tanya Mikey cemas.


"Eee nggak papa, gue lagi mikir aja kira-kira jodoh gue kejebak macet di mana ya?" Lawak Gina membuat Mikey dan Veve tergelak tawa nya hingga pecah memenuhi ruangan itu.

__ADS_1


Ketiga nya saling tertawa, tanpa siapapun yang berani mengganggu nya. Mereka sudah seperti kakak beradik, seperti saling memiliki hubungan darah. Walau nyatanya mereka hanya sebatas sahabat.


Di kantor polisi


Sosok pria yang biasa nya terlihat kuat dan selalu melawan kini malah terlihat sangat tidak memiliki kuasa apapun. Berdiri dengan kedua tangan yang meremas pagar penjara, memandang kosong entah ke arah mana.


Semuanya berakhir di sini, dia memang pantas mendapatkan nya. Gina terluka juga karena nya walau entah apa benar kejadian itu atas dasar kesengajaan atau tidak di sengaja. Sosok yang terlihat tidak begitu dekat bahkan jarang sekali bertatap muka dengan Gina, kini malah menjadi orang yang berani jahat kepada gadis itu. Ada masalah apa di antara mereka berdua? Apa yang membuat pria itu melukai sang gadis.


"Sorry gue belum bisa bantu lo keluar dari sini, tapi gue janji bagaimanapun cara nya lo bakal secepatnya bebas." Ujar pria yang kini berada di hadapan sang tahanan yang telah melukai Gina.


"Tapi-" Perkataan itu langsung di cekat karena sang tahanan malah mengusir paksa pria di hadapannya.


"Aaaaa!" Teriak sang tahanan itu.


BUG!

__ADS_1


BUG!


BUG!


Terus di pukul nya dinding yang tak berdosa itu, sampai terdapat luka di bagian tangan nya. Beberapa tahanan yang lain pun melihat ke arah pria tahanan itu yang terlihat sangat aneh, ada sedikit ketakutan juga melihat tahanan baru yang satu ini.


Ia senderkan kepala nya di dinding, nafasnya memburu cepat. Masih terbayang-bayang ketika tangan nya menancapkan benda tajam itu di bagian perut Gina. Ia remas rambut nya karena kini kepala nya seperti akan meledak, terus di pukulinya lagi dinding itu. Masih belum bisa merasa tenang dengan fikiran nya yang sekarang, dia merasa ia adalah orang paling bodoh di dunia ini.


'Gue minta maaf Gin, gue sayang sama lo gue sayang. Tapi gue jahat sama lo!' batinnya setelah secercah air mata meleleh hangat di kedua pipinya.


...-----------------------------------------------...


Hallo reader-reader setia ku, maaf ya kalau akhir-akhir ini up nya nggak bisa setiap hari dan mungkin sedikit. Karena aku lagi sibuk sama tugas, tapi janji nanti hari Minggu bakal up banyak buat nebus semua nya hehe


I Love you untuk yang masih setia membaca karyaku ini, thanks juga buat yang dah nyempetin mampir tinggalin jejak dan ngasih gift

__ADS_1


__ADS_2