Bocil Menggemaskan

Bocil Menggemaskan
Bubu cuek


__ADS_3

Begitu sampai rumah, Mikey langsung merebahkan tubuh nya di kasur. Setelah pulang dari rumah Veve, ia sengaja tak ke rumah Zero karena kini Mikey merasakan tubuh nya pegal-pegal dan ingin langsung istirahat di rumah.


Namun sebelum tertidur, Mikey menyempatkan diri untuk mengirimkan pesan kepada Zero.


^^^Bubu..^^^


^^^Kau sedang apa?^^^


Pesan pun terkirim, namun tak kunjung ada balasan. Setelah beberapa menit tak ada balasan apapun Mikey memilih untuk menelfon nya. Panggilan pun tersambung, Mikey tersenyum dan langsung merebahkan kembali tubuh nya di kasur.


"Bubu marah ya sama aku?" Tanya Mikey polos.


"Hemmm," hanya jawaban itu saja yang terdengar, diiringi suara game yang begitu keras.


"Bubu lagi main game?" Tanya Mikey.


"Hemm," sekali lagi Zero hanya mendehem membalasnya.


"Bubu kok gitu sih, aku minta maaf. Lain kali nggak bakal tinggalin ponsel nya di tas lagi janji!" Zero mengernyit, apa Mikey mengira dia marah hanya karena chat nya tidak di balas? Apa sepolos ini dia punya pacar?

__ADS_1


Zero masih saja diam tak menjawab, sedangkan Mikey masih setia mendumel tiada henti walau Zero tak merespon nya.


"Bubu aku ngantuk, aku mau tidur jangan di matiin ya telfon nya." Ujar Mikey.


"Hemm," lagi-lagi hanya deheman itu, tapi tidak membuat Mikey kesal. Akhirnya gadis itu pun tertidur pulas dengan ponsel yang masih menyala karena sambungan telfon.


Terlihat fokus dengan sesekali mendapatkan kill hingga savage berkali-kali. Ia tumpahkan rasa kesal nya jika mengingat tadi ketika tangan pacar nya di sentuh oleh pria lain. Zero mengepalkan tangan nya ketika permainan nya usai, mata nya memejam. Kenapa rasa nya sekesal ini? Apa ini yang di namakan cemburu? Batin nya seperti itu.


******


Malam nya Mikey pun terbangun dari tidurnya, ia mengulurkan tangan untuk mengambil ponsel yang berada di nakas samping tempat tidur. Di lihat nya jam sudah menunjukkan pukul 20.21.


Tak ada jawaban dari seberang telfon, akhirnya Mikey memilih pergi mandi karena merasa tubuh nya begitu lengket.


Sedangkan di sudut rumah yang lain, terlihat Zero masih terlelap dalam tidur nya. Hingga seseorang masuk ke dalam kamar nya untuk membangunkan pria itu dari tidurnya.


"Kak bangun," ujar Kevin lantang, menarik selimut yang menyelimuti tubuh Zero.


"Hemmm," remang Zero masih di selimut rasa kantuk nya.

__ADS_1


"Woyy bangun kak, di tunggu ayah dan bunda tu di meja makan, buru..." Ujar nya tak kalah lantang nya dari suara sebelum nya.


BUG!


"Berisik lo," Zero malah melempar bantal hingga mengenai wajah Kevin.


"Bun Kak Zero nggak mau bangun ni," teriakan Kevin yang mengadu berharap bunda nya mendengar suara nya itu.


Membuat Zero dengan malas nya langsung terbangun dari tidur nya, "ganggu aja, dah sana pergi," usir Zero sekali lagi melempar Kevin dengan bantal guling.


Dengan cepat Kevin pun menghindar dan sudah keluar dari kamar tersebut. Ia melihat jam di dinding kamar nya, sudah pukul 20.27. Ia meraih ponselnya, tidak ada suara apapun dari seberang telfon. Hingga akhirnya Zero pun memilih pergi keluar kamar dan turun ke bawah untuk bergabung makan malam.


Ia mencuci wajah nya di wastafel yang ada di dapur, lalu mengambil gelas dan menuangkan jus mangga yang ada di kulkas ke dalam gelas tersebut. Sembari berjalan mendekati meja makan, Zero sesekali meneguk jus mangga tersebut.


"Arzero apa kamu sudah mandi?" Tanya Imas sang bunda.


"Sudah Bun," jawab nya lalu duduk di tempat nya.


"Zero pergilah ke rumah nenek, beliau ingin bertemu dengan mu. Lagian sudah lama juga kamu tidak berkunjung ke sana." Titah Yogi sang ayah.

__ADS_1


"Emm, akhir pekan aku akan ke sana." Jawab nya sembari menguyah makanan nya.


__ADS_2