Bocil Menggemaskan

Bocil Menggemaskan
Di anggap bocil


__ADS_3

Beberapa hari berlalu, ini hari minggu. Hari yang paling di benci oleh sosok Mikey, dia tidak suka libur karena di saat libur itu datang, gadis yang paling merasa kesepian saat itu adalah mikey. Terlihat Mikey tengah berguling-guling di atas kasur nya, melilit tubuh itu dengan selimut tebal milik nya. Lalu diam di dalam selimut itu cukup lama. "Argggg aku bosannnnn," teriak nya kesal.


Apa yang harus ia lakukan di hari libur? Keluar pun ia malas karena tak ada tujuan yang pasti. Di luar tidak ada yang menarik perhatian nya, membosankan!


Sedangkan di tempat lain, terlihat Zero tengah asik duduk di depan layar komputer nya. Bermain game, sembari asik mendengarkan lagu dengan handsetnya.


Sampai suara panggilan seseorang dari luar kamar pun tak terdengar oleh Zero. Pria itu sedang serius dengan permainan nya, karena tidak mendapatkan jawaban apapun yang di luar pun masuk ke dalam kamar yang tidak di kunci tersebut. "Arzero... ya ampun Bunda panggil-panggil kok nggak nyautin." Geram wanita cantik itu langsung melepas handset yang menyumpal kedua telinga anak nya itu.


"Ada apa Bunda." Lembut Zero melirik sekilas ke arah Bunda nya, lalu setelah itu kembali fokus ke layar komputer di hadapan nya.


"Ayok cepat sarapan, makanan nya sudah siap." Ajak Imas sang Bunda.


"Hemmm iya, bentar lagi Bun nanti Zero turun," kata nya lalu mendapatkan gelengan kepala dari Imas, melihat kelakuan anak nya yang satu ini, Imas selalu di buat kelimpungan. Karena Zero anak nya selalu menunda apapun jika sedang bermain game, yah sangat susah membuat pria itu berubah.

__ADS_1


Namun Zero masih tau waktu, dia bermain game hanya sekali dua kali saja. Sekedar untuk absen, setelah nya dia pasti akan bosan.


Imas pun keluar dari kamar Zero, kembali turun ke bawah. Saat diri nya ingin pergi ke meja makan, suara ketukan pintu utama rumah nya terdengar. Membuat Imas berbelok ke arah ruang tamu. Di bukalah pintu itu, menampakkan sosok gadis pendek dengan celana panjang sepanjang atas mata kaki, dengan sepatu berwarna putih. Memakai kaos switer putih yang agak kebesaran, yang memang terlihat cocok dan menambahkan kesan imut di gadis itu. Rambut panjang yang di kuncir asal, membuat wajah cabi nya sangat menggemaskan.


"Ya cari siapa?" Tanya Imas masih menelisik gadis kecil di hadapannya.


"Aku Mikey Tante pacarnya anak Tante," Mikey terlihat meraih tangan Imas lalu mencium nya lembut.


"Ouhh pacarnya Kevin ya," Tersenyum Imas menanggapinya, kenapa bisa Imas mengira Mikey ini pacar nya Kevin si anak bungsunya? Karena melihat dari fostur tubuh Mikey, gadis itu terlihat seperti masih berumur 14 tahunan, seumuran dengan kevin.


Yang benar saja, gadis ini mengatakan dia adalah pacar nya Zero? Anak pertama nya? Apa setelah tidak pernah menyukai cewek, pria itu langsung mencari tipe cewek anak SMP seperti Mikey? Imas langsung menggelengkan kepala nya, untuk mengusir fikiran negatif nya itu. Walau terlihat kecil, tapi gadis itu sangat imut dan cantik. Imas saja sampai suka mendengar Mikey adalah pacar dari anak nya.


"Ouhh yasudah ayok masuk, kita ngobrol di dalam saja." Ajak Imas semringah.

__ADS_1


Wanita paruh baya itu mengajak Mikey ke ruang makan, di lihat di sana sudah ada dua sosok pria. Entah Mikey tidak mengenali siapa mereka, namun Mikey bisa menebak pria paruh baya yang duduk di tengah itu adalah ayah nya Zero.


Imas langsung menyuruh Mikey untuk bergabung makan bersama mereka, kebetulan sekali gadis itu memang belum makan. "Siapa dia Bun?" Tanya Kevin sendari tadi mata nya tak berkedip menatap ke arah Mikey.


"Dia pacarnya Arzero, cantik bukan?" Pamer Imas.


"Ha?" Terkejut Kevin.


"Ukhh... Ukhh..." Saking terkejut nya ayah nya Zero sampai terbatuk-batuk.


"Hati-hati dong yah." Imas mengelus punggung suami nya sembari menyodorkan segelas air putih.


"Apa aku nggak salah denger Bun? Kenapa kakak memilih bocil ini? Inimah lebih cocok dengan ku." Kata Kevin.

__ADS_1


Mendengar Kevin menyebut Mikey dengan sebutan bocil, gadis itu mulai bersungut-sungut kesal. Namun ia tahan karena ini pertama kali nya ia datang ke rumah ini, Mikey harus memberikan kesan sebaik mungkin di sini.


"Ahhh Mikey sebaik nya kamu panggil Arzero saja di kamar nya, mungkin jika kamu yang manggil dia akan segera turun." Ujar bunda Imas mengantarkan Mikey ke kamar nya Arzero.


__ADS_2