
Suara deruman motor milik Arzero menggemparkan seisi sekolah, dari mulai pintu gerbang hingga sepanjang jalan menuju parkiran. Mereka jelas heran, karena mereka tau jelas siapa pria di balik helm berwarna hitam itu. Namun yang menjadi perhatian nya adalah gadis yang berada di belakang boncengan Zero, siapa gadis itu.
Terus mencoba melepaskan pengait helm nya, namun ia tak bisa. Karena ini kali pertama nya Mikey mengenakan sebuah helm, sebelum-sebelumnya jika dia naik motor, Mikey belum pernah sama sekali mengenakan benda itu. Arzero yang sibuk melepas jaket nya, langsung mengalihkan pandangan ke samping. Di mana si bocil pendek itu tengah mencoba melepaskan pengait itu, sampai tanpa sadar tubuh gadis itu bergerak berputar-putar kecil.
Zero meraih pergelangan tangan Mikey, lalu membantu gadis itu melepaskan pengait helm nya. Tak lupa Zero juga membantu Mikey melepaskan helm itu dari kepala nya, terlihat rambut Mikey yang berantakan, dengan perlahan Zero merapikan rambut panjang itu. "Thank you." Tersenyum Mikey mendongak menatap Zero, setelah nya gadis itu malah ngacir begitu saja meninggalkan Zero di parkiran.
Seriusan? Zero di tinggalin? Kenapa melenceng sekali dari kamus nya seorang Mikeyla?
Beberapa orang menatap dengan tatapan terkejut nya, itu Mikeyla kah? Primadona kecil di sekolah ini. Kok bisa cowok es itu takluk di tangan mikey, padahal belum setahun ini mereka kenal, bahkan Zero terlihat begitu cuek dan mengabaikan Mikey.
Pelet apa yang Mikey kasih untuk Arzero? sampai pria itu bisa bersikap semanis tadi.
Bisik-bisik bermunculan
Mana ada pelet, memang udah dasar nya tu cewek pantas dapetin cowok mana pun termasuk Zero. Dia kan sangat terkenal bahkan memiliki paras yang sempurna
__ADS_1
Bener juga sih
Di kelas ramai sekali, namun baru saja Mikey memasuki kelas nya. Suara bising itu seketika berubah menjadi hening, Mikey menatap sekeliling nya ada apa dengan mereka semua?
"Ngapain lo liat-liat." Cetus Mikey sinis menatap ketua kelas nya yang duduk di depan nya.
"Woy.. Woy... Jangan liat-liat besty gue kek gitu nyet, dia emang cantik walau lebih cantikan gue sih." Rusuh Gina yang baru saja memasuki kelas nya di buntuti oleh Veve di belakang nya. Otomatis membuat seisi kelas heboh, saling bersorak-sorakan menyoraki Gina.
"Lo sakit apa Key, kok izin nya lama amat." Pertanyaan Danu sang ketua kelas seketika membuat kedua sahabat Mikey mencubit pinggang Danu serempak.
Jam pelajaran pun berlangsung, beberapa murid tengah memperhatikan pelajaran dengan serius. Mikey sendiri malah sibuk dengan ponsel nya, Veve si paling julid tengah sibuk mengikat tali sepatu teman nya dari bawah kolong meja, sedangkan si paling rajin Gina sudah tentu tengah bersemayam di dalam dunia mimpinya.
Ada juga di antara mereka yang tengah asik mengobrol, hanya barisan paling belakang yang bisa sesantai itu. Sebenarnya Mikey dan Veve itu memiliki otak yang sarser, hanya saja Veve yang merasa sudah pintar jadi suka leha-leha, sedangkan Mikey yang sulit sekali belajar jika ramai orang seperti ini jadi malas untuk memperhatikan gurunya yang sedang mengajar.
KRING!!!
__ADS_1
Bel terdengar lantang di setiap sudut kelas, menandakan waktu istirahat.
BRAK!!!
Veve terlihat menggubrak meja milik Gina yang duduk di belakang bangku nya. Otomatis si pemilik meja ngereog karena terkejut, dengan rambut yang berantakan Gina meninggikan wajah nya, terlihat wajah itu persis sekali seperti orang bangun tidur.
Beberapa orang tertawa melihat keterkejutan dari Gina. "Parah lo!" Tunjuk Gina murka ingin mendekat ke arah Veve, namun langkah nya terkunci. Karena kedua tali sepatu nya terikat jadi satu, sontak mebuat Gina membenturkan bokong nya kembali dengan keras di kursinya.
"Bangkek! Veveeeeeee!" Teriak Gina namun sang pemilik nama sudah ngacir menghilang dari balik pintu kelas nya.
Mikey yang sendari tadi hanya diam kini terkekeh melihat wajah Gina yang kesal itu, "lo lagi malah ketawa, bukan nya bantuin. Ohhhh gue tau ini kerjaan lo juga kan." Tuduh Gina menatap Mikey.
"Enak aja gue nggak ikut-ikutan ya tanya saja sama yang lain, tu si Danu yang sekongkol sama Veve tadi." Tersenyum Mikey menatap ke arah Danu.
Ya! begitulah keseharian mereka di sekolah, tapi heran nya mereka selalu bisa mengerjakan soal latihan dengan benar. Enak ya punya gen otak encer seperti itu, hanya dalam sekali baca pun bisa tersimpan rapih di otak mereka hasil bacaan nya.
__ADS_1