Bocil Menggemaskan

Bocil Menggemaskan
Orang Bertopeng


__ADS_3

Koridor kelas kini penuh dengan anak-anak yang berhamburan, karena jam pulang telah tiba. Sosok pria tengah duduk di atas motor nya, sembari asik menatap layar ponsel nya.


Tak lama setelahnya Mikey datang bersama dengan Veve, Gadis itu berjalan pelan menghampiri motor milik Zero. Namun wajahnya terlihat masam, karena ia masih marah terhadap Zero.


"Hai sayang." Sapa Zero merangkul pundak Mikey.


Namun yang di sapa tak menjawab malah diam di tempat, berusaha cuek kepada Zero karena dirinya masih marah kepada pria itu.


"Key gue balik duluan ya," kata Veve.


Mikey terlihat hanya mengangguk pelan, sedangkan Veve langsung berjalan mengarah mobilnya dan tak lama setelahnya Veve melajukan mobilnya meninggalkan area sekolah.


Mikey langsung naik ke boncengan motor milik Zero, Zero terlihat bergeming dia heran kenapa Mikey dari tadi hanya diam, dia pun kembali bertanya kepada Mikey, "sayang kamu kenapa?"


"Pikir aja sendiri," ujar Mikey seperti itu.

__ADS_1


"Oh kamu masih marah soal air mineral itu? Iya deh aku minta maaf aku kan cuma bercanda sayang," tutur Zero sedikit terkekeh.


"Nggak ada yang lucu ya jadi nggak usah ketawa!" Jutek Mikey.


"Jangan marah-marah gitu dong sayang, kamu kalau lagi marah tambah gemesin, jadi pengen cubit kan. " Goda Zero


"Cepet nyalain motor nya gak? Atau aku turun." Ancam Mikey.


"Iya deh iya," Zero pun langsung melajukan kendaraannya menuju rumah Mikey.


"Iyah hati-hati," senyum Mikey sembari melambaikan tangan kepada Zero.


Belum sempat Mikey masuk ke dalam gerbang rumah, sebuah pukulan keras menghantam punggung nya. Orang yang memukul Mikey juga, melempar gadis itu ke tiang listrik yang ada di sana, membuat gadis itu pingsan tak sadarkan diri.


Yuven yang melihat aksi tersebut langsung melajukan motor nya menghampiri Mikey yang tergeletak di tanah. Namun orang yang telah melukai Mikey sudah pergi dengan begitu cepat.

__ADS_1


...***...


Di rumah sakit


Di dalam ruangan itu ada tante nya Yuven dan juga Zero. Terlihat Zero terus menggenggam tangan Mikey erat, ia terlalu cemas karena gadis nya belum juga membuka mata nya.


"Sepertinya gue nggak asing dengan fostur tubuh orang itu, tapi siapa? Ada urusan apa dia dengan Mikey?" Bergeming Yuven menhingat kembali ciri-ciri orang bertopeng itu.


"Seandainya gue mengantar mikey sampai ke dalam rumah, mungkin ini nggak akan terjadi." Sesal Zero.


"Jangan salahkan diri lo kayak gini lah, kalau tu orang udah nekat ada niatan jahat sama Mikey. Pasti dia nggak bakal mandang tempat untuk mencelakai Mikey, dimana pun jadi sekalipun itu di dalam rumah. " Oceh Yuven.


"Gue bakal cari tu orang, jangan harap dia bisa bebas berkeliaran." Gertak Zero geram.


Hening seketika, hanya terdengar bunyi alat monitor saja. Kedua nya menatap ke arah Mikey yang masih terbaring lemas, dengan kedua mata yang setia terpejamkan. Sesekali Zero mengecup punggung tangan Mikey lembut, ia berjanji tidak akan melepaskan siapapun yang berani melukai kekasih nya! Dia akan membuat hidup orang itu menderita dan menyesali perbuatan nya.

__ADS_1


'Lihat saja nanti!' Batin Zero seakan-akan tengah memberi aba-aba bahwa ia masuk ke dalam permainan yang di suguhkan oleh musuh nya.


__ADS_2