Bocil Menggemaskan

Bocil Menggemaskan
Kekasihku


__ADS_3

Gina terus berusaha menghubungi nomer Zero, berharap pria itu mau menjawab nya. Namun Gina tak tau jika Zero meninggalkan handphonenya di mobil.


Sesekali Zero menatap ke wajah Mikey sembari sibuk melepas ikatan di bagian tangan kanan Mikey. Secercah senyuman indah kembali terlihat jelas, menghiasi wajah dingin milik Zero. Baru saja satu ikatan tangan terlepas, dobrakan pintu terdengar. Pria yang tadi di luar terlihat berjalan dengan sangat emosi, kini menarik baju Zero sembarang. Membuat pria itu tersungkur ke lantai.


Kedua pria itu membeku seketika, saling tatap satu sama lain. "Zero?" " Yuven?" Ujar mereka berdua serempak.


BUG!


Sesuatu yang keras menghantam pundak Yuven, Zero yang melihat aksi Mikey yang akan melukai Yuven untuk yang kedua kali nya. Langsung menyeret Mikey dengan pelukan nya, sedangkan Mikey terlihat masih mencoba untuk kembali mendekati Yuven dan memberi pria itu pelajaran. "Jangan kau sentuh kekasih ku! Jangan! Jangan!" Teriak Mikey. Sontak Zero langsung mengelus punggung Mikey lembut, dia tertegun mendengar ucapan Mikey tadi.


"Dia tidak melukai ku, tenanglah." Zero masih terus memeluk Mikey dalam kungkungan nya agar tak melukai siapapun termasuk gadis itu sendiri.

__ADS_1


"Lepaskan aku, dia orang jahat yang ingin melukai kekasih ku. Lepaskan Bubu!" pintah Mikey lagi.


Yang lain terbengong melihat aksi Mikey, gadis itu mengatakan apa tadi? Kekasihku? Dia menyebut Zero sebagai kekasih nya? Apa dia ingat siapa Zero?


Setelah kejadian malam itu, semua nya kembali berjalan dengan seperti biasanya. Walau Mikey di nyatakan belum benar-benar pulih dan masih bisa kambuh di saat-saat tak tertentu. Dokter menyarankan jangan sampai membuat gadis itu banyak berfikir, merasa kesepian, dan satu hal lagi jangan membuat suasana hati nya memburuk. Karena itu semua bisa memengaruhi kesehatan fikiran dan mental nya.


Malam itu juga yang memberi tau Zero siapa Yuven sahabat nya itu. Ternyata Yuven adalah sepupu nya Mikey, anak dari Serlin. Arzero yang sudah menjalin hubungan persahabatan hingga tiga tahun dengan pria itu, kenapa bisa tidak mengetahui siapa keluarga Yuven bahkan ayah ibu Yuven pun Zero tidak tau. Mungkin karena sifat Zero yang pendiam, dingin, dan bodo amatan, membuat nya jadi tidak tau banyak hal tentang sahabat nya.


Beberapa hari berlalu, ini adalah hari pertama Mikey bisa kembali mengikuti kegiatan belajar nya di sekolah, setelah beberapa minggu ini dia izin.


Apa kalian tau, dengan siapa kini Mikey akan ke sekolah? Yapss tebakan kalian benar. Arzerolah yang menjemput gadis itu, entahlah sepertinya hati pria itu sudah mencair perlahan-lahan karena selama perawatan Mikey, pria itu sendiri yang selalu menemani nya. Mungkin awal nya Zero melakukan itu semua hanya karena rasa bersalah nya. Namun siapa sangka seiring berjalannya waktu ada hal lain yang membuat Zero tak bisa jauh dari Mikey.

__ADS_1


"Lho dia ke sini?" Terkejut Mikey pada saat baru saja ia masuk ke dalam mobilnya dan melihat sebuah motor berhenti tepat di depan mobil nya.


Turunlah Mikey dari mobil bercat hitam itu, "Bubu kok nggak ngabarin mau ke sini?" Tanya Mikey mendekati Zero yang masih duduk di atas motor nya.


"Kenapa? nggak boleh?" ucap Zero.


Padahal Zero ke sini itu atas dasar permintaan dari Serlin, wanita paruh baya itu masih khawatir jika Mikey harus berangkat sendiri. Jika pun Mikey harus berangkat dengan Yuven, belum tentu gadis itu mau.


"Yok nanti telat." Ajak Zero, kemudian Mikey pun mengambil tas nya setelah itu langsung meluncur ke sekolah.


Di sudut rumah, seseorang yang sendari tadi memperhatikan kedua sejoli itu. Sedikit agak cemas melihat sikap Zero kepada Mikey. "Gue harap,suatu saat nanti perasaan lo bisa membalas besarnya rasa cinta Mikey ke elo." Ujar Yuven menutup pintu gerbang rumah nya. Rumah Yuven dan Mikey saling berhadapan. Jadi tidak heran jika Yuven bisa melihat adegan Mikey dan Zero tadi.

__ADS_1


__ADS_2