Bos Cantik Pujaan Hati

Bos Cantik Pujaan Hati
DOKTER TAMPAN


__ADS_3

🌷


🌷


🌷


🌷


🌷


Kinan pulang setelah hari menjelang sore,Zidan mengantarkan Kinan pulang ke rumahnya.


Didalam perjalanan...


"Maaf,bagaimana dengan mobil aku?" tanya Kinan.


"Mobil kamu sudah aku suruh orang untuk mengantarkannya ke rumah," jawab Zidan.


"Pasti Mamih sama Papih khawatir,karena cuma mobilnya yang datang sementara pengemudinya ga ada." seru Kinan.


"Maksudnya di bawa ke rumah aku,karena aku ga tahu alamat rumah kamu," seru Zidan.


"Hah..."


Mamih Echa terlihat mondar-mandir di teras rumahnya karena khawatir Puterinya belum pulang-pulang dari pagi.Sementara Papih Adam sedang membaca koran di kursi teras rumahnya.


"Ya ampun Mih,jangan mondar-mandir terus Papih pusing ngelihatnya," gerutu Papih Adam.


"Tapi Kinan belum pulang juga dari tadi pagi,mana Ponselnya ga aktif lagi.Tadi pagi Kinan ga sarapan dulu takutnya Maagnya kambuh lagi," cerocos Mamih Echa.


"Kinan itu sudah dewasa Mih,jangan terlalu khawatir nanti juga pulang," ucap Papih Adam.


Tidak lama kemudian sebuah mobil masuk ke halaman rumah Kinan,rumah yang tak kalah mewah dengan rumah Zidan.


"Nah,itu mobil siapa?" tanya Mamih Echa.


Tiba-tiba Kinan turun dari mobil itu dan Zidan juga ikut turun.


"Astaga Sayang,kamu kemana saja sih?Mamih khawatir sekali mana Ponsel kamu mati ga bisa di hubungi," seru Mamih Echa.


"Nanti Kinan jelasin,,oh iya Mih kenalin ini Dr.Zidan!!" ucap Kinan.


"Owalah,tampan sekali kamu Nak," ucap Mamih Echa.


"Tampan seperti Papih muda ya Mih," sahut Papih Adam.


"Idih Papih narsis," cibir Kinan.


Zidan menyalami Mamih Echa dan Papih Adam.


"Apakabar Om,Tante" ucap Zidan.


"Alhamdulillah baik,,ayo masuk dulu Nak!!" ajak Mamih Echa.


Mereka pun masuk ke dalam rumah..


"Bi Sum,tolong buatkan minuman," seru Mamih Echa.


"Mobil kamu kemana Sayang?" tanya Papih Adam.


"Begini Om,maaf tadi Kinan memang ke rumah saya untuk mengambil mobilnya terus saya lihat Ponsel Kinan ketinggalan di mobil saya,lalu saya menyusulnya tapi pas di tengah jalan,Maag Kinan kayanya kambuh dan pingsan kemudian saya bawa Kinan ke Rumah Sakit," jelas Zidan.


"Oh begitu..Kinan memang orangnya kaya gitu selalu mengabaikan kesehatan,sudah tahu dia tidak boleh telat makan malah mengabaikannya dengan alasan banyak kerjaan," sahut Mamih Echa.


"Kamu ini Dokter yang menangani penyakit Milka ya?" tanya Papih Adam.


"Iya Om," jawab Zidan.


"Kamu sudah lama kenal sama Kinan,Nak?" tanya Mamih Echa.


"Belum Tante,kita baru beberapa kali bertemu kok," jawab Zidan.


"Kirain Tante kalian itu pacaran," celetuk Mamih Echa.


"Mamih,apaan sih kok ngomongnya kaya gitu?" rengek Kinan yang wajahnya sudah mulai memerah.


"Ya habisnya,kamu itu sudah cukup umur untuk menikah Sayang,tapi sampai saat ini kamu belum pernah tuh ngenalin seorang Pria ke Mamih sama Papih,baru kamu lho Nak Zidan Pria yang Kinan bawa ke rumah ini dan dikenalkan sama kami," ucap Mamih Echa.


"Ih,Mamih nyebelin tahu ah..." Kinan ngambek dan pergi ke kamarnya.


"Tuh,Nak Zidan begitulah Kinan meskipun umurnya sudah dewasa tapi kelakuannya kaya anak kecil gampang ngambek," sahut Papih Adam.

__ADS_1


Zidan hanya tersenyum,akhirnya Zidan berbincang-bincang dengan Mamih dan Papih Kinan,Papih Adam menanyakan soal pekerjaan Zidan.


"Hebat kamu Zidan,masih muda sudah menjadi Dokter yang sukses," puji Papih Adam.


"Nak Zidan,sekalian makan malam disini saja ya Tante sudah masakin banyak,itung-itung sebagai tanda terima kasih karena sudah menolong Kinan," sahut Mamih Echa.


"Tapi Tante..."


"Ga ada tapi-tapian,Tante tidak menerima penolakan," tegas Mamih Echa.


"Baiklah Tante."


Kenzo memasuki rumahnya,dia baru pulang karena ada sesuatu hal yang harus dia urus.


"Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam," jawab semuanya serempak.


"Eh ada tamu ternyata,siapa Pih pacarnya Kak Kinan ya," seru Kenzo.


"Bukan,ini teman Kakak kamu.Kenalkan ini Dr.Zidan," ucap Papih Adam.


"Oh jadi ini yang namanya Dr.Zidan,tampan juga ya Pih.Kenalkan saya Kenzo adiknya Kak Kinan," Kenzo mengulurkan tangannya dan di sambut baik oleh Zidan.


"Wah,hebat ternyata Kinan punya Adik seorang Polisi," puji Zidan.


"Papih juga seorang Polisi Kak," sahut Kenzo.


"Oh iya,jadi Om seorang Polisi?" tanya Zidan tidak percaya.


"Ya begitulah."


"Kak Kinannya kemana Mih?" teriak Kenzo karena Mamih Echa sedang menyiapkan makan malam.


"Kakak kamu dari tadi di kamarnya ga keluar-keluar,sana kamu mandi dulu sekalian panggilkan Kakak kamu kita makan malam bersama," seru Mamih Echa.


"Ah kebiasaan Kak Kinan,pasti dia ketiduran deh soalnya Kak Kinan itu nempel dikit di bantal langsung tepar Kak malahan tidurnya itu kaya Kebo susah kalau di bangunin," sahut Kenzo.


Kenzo tidak tahu kalau Kinan sudah berada di belakang dengan bertolak pinggang dan siap-siap menyemburkan lahar panas.Papih dan Mamih Kinan hanya tersenyum,sementara Zidan bukannya fokus sama cerita Kenzo malah menatap Kinan tak berkedip.


Tiba-tiba Kinan menjewer telingan Kenzo sampai-sampai Kenzo meringis kesakitan.


"Barusan kamu ngomong apa?" tanya Kinan dengan tatapan tajamnya.


"Aku ga ngomong apa-apa kok Kak,kalau ga percaya tanyain aja sama Kak Zidan,iya kan Kak?" Kenzo mengedip-ngedipkan matanya ke arah Zidan berharap Zidan mau menolongnya.


Zidan yang mengetahui maksud Kenzo,langsung menganggukkan kepalanya.


"Tuh kan Kak,beneran aku ga ngomong apa-apa.Lepasin dong Kak sakit nih,Kakak mau tanggung jawab kalau sampai telinga ku putus terus aku ga ganteng lagi," rengek Kenzo.


Kinan melepaskan jewerannya...


"Awas ya kalau ngomong macam-macam," ucap Kinan.


"Kak Zidan jangan mau sama Kak Kinan,dia orangnya galak dan nyeremin," Kenzo langsung ngacir ke atas menghindari serangan dari Kinan.


"Kenzoooo...awas ya kamu!!" teriak Kinan.


Mamih,Papih,dan Zidan serempak menutup telinganya.


"Begitulah,mereka ga pernah akur," bisik Papih Adam ke telinga Zidan.


Mereka pun makan malam bersama,Kinan duduk bersebelahan dengan Kenzo sementara Zidan berada di depan Kinan.


"Kak,Kak Zidan tampan banget lho bodoh kalau sampai Kakak tidak jatuh cinta sama Kak Zidan," bisik Kenzo.


Kinan berniat menendang kaki Kenzo tapi Kenzo yang sudah paham langsung mengangkat kakinya dan akhirnya malah kaki Zidan yang mendapat tendangan dari Kinan.


Zidan yang mendapatkan tendangan kaget,dan menghentikan makannya.


"Kenapa Nak Zidan?" tanya Mamih Echa.


"Hmmm..tidak apa-apa Tante kayanya kaki saya barusan ada yang nendang," ucap Zidan.


Kinan melotot dan menoleh ke arah Kenzo yang saat ini sedang nyengir ke arah Kinan dengan menunjukkan deretan giginya yang putih.


Kinan kembali menoleh ke arah Zidan,dan langsung menundukkan kepalanya karena malu.


Makan malam pun selesai...


"Tante,Om terima kasih atas makan malamnya,saya pamit dulu sudah malam juga," ucap Zidan.

__ADS_1


"Sama-sama,sering-sering mampir kesini ya Nak Zidan," seru Mamih Echa yang membuat Kinan melototkan matanya.


"Insyaalloh Tante,kalau begitu Zidan permisi dulu.Assalamualaikum," Zidan mencium tangan Mamih dan Papih Kinan.


"Waalaikumsalam,sana kamu antar Zidan ke depan," Mamih Echa mendorong pelan tubuh Kinan.


Kinan hanya mendelikkan matanya ke arah Mamih Echa.


Kinan dengan cemberut mengantar Zidan sampai ke depan rumah.Disaat Zidan hendak membuka pintu mobil,langkahnya terhenti.


"Maaf..." Kinan menundukkan kepalanya.


"Untuk apa?" tanya Zidan datar.


"Tadi di meja makan,aku kira tadi kakinya Ken," Kinan memainkan jari-jarinya karena merasa malu.


"Hei,aku disini bukannya di bawah kalau ngomong itu lihat wajah lawan bicaramu biar sopan," ucap Zidan.


Kinan mendongakkan kepalanya,sesaat Kinan dan Zidan saling tatap hingga akhirnya keduanya tersadar dan sama-sama memalingkan wajahnya.


Kinan dan Zidan sama-sama menggaruk kepalanya yang tidak gatal karena mereka berdua jadi salah tingkah.


"Ya sudah,aku pulang dulu soal mobil nanti aku suruh orang untuk mengantarkannya kesini," seru Zidan.


Kinan tidak bisa bicara apa-apa,Kinan hanya bisa menganggukkan kepalnya.


Mobil Zidan pun melaju meninggalkan halaman rumah Kinan.


Papih dan Mamih Kinan sedang nonton Tv.


"Sayang,sini duduk," ucap Mamih Echa dengan menepuk kursi di sebelahnya.


"Ada apa Mih?"


"Dr.Zidan tampan ya," goda Mamih Echa.


"Mamih," rengek Kinan.


"Sayang,kamu itu sudah dewasa sudah cukup untuk menikah.Mamih sama Papih sudah ingin menimang cucu dari kamu,iya kan Pih?" Mamih Kinan mengedipkan sebelah matanya memberi kode kepada Papih Adam.


"Iya Sayang,sepertinya Zidan anak yang baik,sopan pula sama Orang Tua Papih suka sama dia orangnya dewasa," sahut Papih Adam.


"Idih,Mamih sama Papih itu kenapa sih?emangnya Dr.Zidan bakalan suka sama Kinan?jangan terlalu berharap deh."


"Mamih bisa lihat dari tatapan Zidan kalau dia itu suka sama kamu."


"Jangan sotoy deh Mih,lagipula meskipun Dr.Zidan suka sama Kinan,Kinan ga bisa nerima Dr.Zidan karena Milka sangat mencintai Dr.Zidan Mih,Kinan ga mau di anggap merebut milik orang lain dan Kinan juga ga mau sampai berseteru dengan Milka cuma gara-gara seorang pria," jelas Kinan.


Papih Adam mengusap kepala Kinan dengan sayangnya.


"Kamu memang anak yang baik selalu memikirkan perasaan orang lain,Papih yakin kalau jodoh itu tidak akan kemana," ucap Papih Adam.


"Kalau begitu,Kinan ke kamar dulu mau tidur ngantuk," Kinan mencium pipi Mamih dan Papihnya dan berlalu meninggalkan mereka.


Kinan cepat-cepat menutup pintu kamarnya,Kinan menjatuhkan dirinya ke atas kasur king sizenya,matanya menerawang ke langit-langit kamarnya,kemudian memegang dadanya sendiri.


"Apa mungkin ini yang dinamakan jatuh cinta?" gumam Kinan.


Sementara itu,di dalam perjalanan Zidan terlihat senyum-senyum sendiri entah apa yang sedang dia pikirkan sekarang.


🌷


🌷


🌷


🌷


Hallo semuanya,terus dukung ya Kinan dan Babang Zidannya dengan cara tinggalkan jejak like di setiap babnya dan vote sebanyak-banyaknyaπŸ™πŸ™πŸ˜˜πŸ˜˜


Jangan lupa


like


vote n


komen


TERIMA KASIH


LOVE YOUπŸ’˜πŸ’˜πŸ’˜

__ADS_1


__ADS_2