
π·
π·
π·
π·
π·
Hari ini,Kinan bangun kesiangan saking capenya kemarin akhirnya sekarang dia kesiangan.
Mamih Echa sedang menyiram bunga-bunga kesayangannya,sementara Papih Adan sedang membaca koran sembari menyesap kopinya.
"Mamih,Papih,Kinan berangkat dulu ya!!" seru Kinan dengan berlari dari arah tangga ke luar menuju mobilnya.
"Sarapan dulu Sayang," teriak Mamih Echa.
"Ga sempat,nanti saja di Kantor bye Mamih,Papih..Assalamualaikum," teriak Kinan dengan langsung menancap gas mobilnya.
"Waalaikumsalam,,tuh Pih kelakuan anak kamu kaya gitu," seru Mamih Echa.
"Anak kita Mih," sahut Papih Adam.
Di dalam perjalanan,Kinan sangat terburu-buru karena waktunya sudah mepet.
"Aduh,mana macet lagi kan ga lucu masa baru kerja 2 hari sudah telat," gumam Kinan.
Karena sibuk dengan pemikirannya,April tidak melihat di depannya sebuah mobil berhenti secara mendadak dan akhirnya Kinan pun menabrak mobil itu.
"Aduh..mati aku," Kinan menepuk dahinya.
Dari dalam mobil itu,keluarlah sesosok pria tampan nan gagah sejenak Kinan merasa terpesona akan ketampanan pria itu,hingga lamunannya tersadar saat pria itu menggedor kaca mobil Kinan.
Kinan keluar dari mobilnya,baru saja Kinan mau membuka mulutnya tiba-tiba pria itu sudah memarahinya dengan dinginnya.
"Kamu,tidak bisa nyetir ya!!" ucap pria itu.
"Maaf,aku sedang buru-buru jadi aku ga tahu kalau mobil kamu berhenti mendadak," jawab Kinan.
"Memangnya di dunia ini,cuma kamu saja yang sedang buru-buru,aku juga sama sedang buru-buru," ucap pria itu dingin.
Kinan menahan emosinya,dia mengepalkan tangannya.
"Terus,aku harus gimana ini?aku sudah telat banget," ucap Kinan.
"Aku ga mau tahu,pokoknya kamu harus memperbaiki mobil aku sekarang juga," keukeuh pria itu.
"Ya ampun,Dr.Zidan aku sudah telat banget.Gimana kalau aku kasih kartu nama aku saja,nanti sore aku bawa mobil Dokter ke bengkel ok!!" seru Kinan.
Ya,ternyata pemilik mobil yang Kinan tabrak adalah Dr.Zidan.
"Jangan banyak alasan,kamu pasti mau kabur kan?pokoknya aku ga mau tahu,sekarang juga kamu harus bawa mobil aku ke bengkel," ucap Dr.Zidan.
Karena Kinan tidak mau berdebat lagi dan hanya membuat dirinya semakin terlambat,akhirnya Kinan menuruti keinginan Dr.Zidan.
"Ok,sekarang aku bawa mobil Dokter ke Bengkel," ucap Kinan.
"Ok,kamu duluan aku ikutin kamu dari belakang takutnya kamu kabur," sahut Dr.Zidan.
"Astagfirullahaladzim...." Kinan mengepalkan tangannya dan masuk ke dalam mobilnya dengan perasaan kesal.
"Enak aja bilang aku mau kabur,dasar Dokter nyebelin," gerutu Kinan.
Kinan pun menuju Bengkel langganan Papihnya yang merupakan sahabat Papihnya juga dan Kinan kuga segera menghubungi Devano.
Tidak lama kemudian,Kinan dan Dr.Zidan sampai di Bengkel.Kinan segera memanggil pemilik Bengkel itu.
"Om Sandy..." teriak Kinan.
"Kinan,apakabar kapan kamu pulang dari Belanda?" tanya Om Sandy.
"Sudah sebulan yang lalu Om."
"Ada apa nih,tumben kamu kesini mobil kamu bermasalah?" tanya Om David.
"Bukan mobil Kinan Om,tadi Kinan ga sengaja nabrak mobil orang ini jadi tolong benerin mobilnya sampai bagus lagi ya Om,tagihannya masukin aja ke Kinan," seru Kinan.
"Siap" ucap Om Sandy.
Om Sandy pun menyuruh anak buahnya untuk membawa mobil Dr.Zidan.
"Sudah kan,aku sudah tanggung jawab jadi aku permisi dulu," ucal Kinan.
Disaat Kinan mau melangkah,Dr.Zidan memegang lengan Kinan.
__ADS_1
"Tunggu dulu,terus aku mau pakai apa ke Rumah Sakit?" tanya Dr.Zidan.
"Ya ampun Dokter,Taxi Online banyak tinggal pesan lewat aplikasi," ucap Kinan.
"Ga mau,aku ga biasa naik Taxi Online," seru Dr.Zidan.
Kinan terlihat kesal dan mengeraskan rahangnya.
"Astagfirullahaladzim..."
Kinan memberikan kunci mobilnya kepada Dr.Zidan.
"Ini,kamu pakai mobil aku biar aku yang pesan Taxi Online," ucap Kinan dengan kesalnya,dan pergi meninggalkan Dr.Zidan.
Dengan perasaan dongkol,Kinan memesan Taxi Online dan menunggunya di pinggir jalan.Dengan tanpa rasa bersalah Dr.Zidan melewati Kinan begitu saja dengan mengendarai mobil Kinan.
"Dasar cowok nyebelin," Kinan menghentak-hentakkan kakinya.
Sementara itu Dr.Zidan yang melihat kelakuan Kinan lewat kaca spion menyunggingkan senyumannya.
Kinan sampai di Kantor jam 9 tepat,,di depan pintu lift Devano sudah menunggu kedatangan Kinan dengan kedua tangannya di lipat di perut.
Kinan yang melihat Devano,langsung nyengir memperlihatkan barisan gigi Kinan yang putih bersih.
"Jam berapa ini?" tanya Devano marah.
"Maaf,kan tadi sudah aku jelasin di telpon," ucap Kinan dengan cengengesan.
"Jadi Bos itu harus memberikan contoh yang baik bukan malah sebaliknya apa kata Karyawan kalau melihat Bosnya datang seenaknya," cerocos Devano.
"Aku janji,besok-besok ga bakalan telat," Kinan langsung pergi ke ruangannya.
"Tunggu..."
"Apa lagi Dev?"
"Sarapan kamu sudah aku siapkan di meja,tadi Uncle nelpon katanya kamu belum sarapan..Dasar ceroboh,sesibuk apapun kamu jangan sampai telat makan sudah lupa kalau kamu punya penyakit maag dan ga boleh telat makan," ucap Devano sinis.
"Ih,kamu memang perhatian Dev," sahut Kinan.
"Bukan perhatian tapi terpaksa,sudah telat nanti kalau penyakit maag kamu kambuh aku lagi yang susah," ucap Devano dengan meninggalkan Kinan.
Kinan tampak melongo,tidak menyangka dengan jawaban Devano yang sangat menjengkelkan.
Sementara itu,di Rumah Sakit hari ini jadwalnya Milka Cuci Darah.
Milka di antar oleh Bunda Keysa,saat di Parkiran Rumah Sakit Milka melihat mobil Kinan terparkir disana.
"Bunda,bukannya itu mobil Kak Kinan ya?" tanya Milka.
"Masa sih,sama kali kan mobil seperti itu banyak di Jakarta ini," jawab Bunda Keysa.
"Iya juga sih..."
Milka dan Bunda Keysa memasuki Rumah Sakit.
Malam ini,Mamih Echa mengadakan makan malam dan barbequean bersama sekalian Reunian semuanya di undang.
Mamih Echa sedang menyiapkan makan malam di bantu oleh Kinan,sementara Papih Adam dan Kenzo sedang menyiapkan alat-alat untuk barbequan di halaman belakang.
"Assalamualaikum.." ucap Angga dan Daffin.
"Daddy...Abang" teriak Kinan dan langsung berlari memeluk Daddy dan Abangnya itu.
"Wah sekarang Prinses kecil kita sudah menjadi Bos cantik,Daddy" goda Daffin dengan mencubit pipi Kinan gemas.
"Iya,ga nyangka keponakan Daddy sudah besar juga sekarang."
"Abang,Daffin sudah datang," Mamih Echa memeluk Angga dan Daffin.
"Uncle sama Kenzo kemana?" tanya Daffin.
"Ada di belakang tuh," ucap Mamih Echa.
Angga dan Daffin pun menyusul Adam dan Kenzo ke halaman belakang.
Kemudian David,Adel,dan Devano datang mereka sangat heboh,disusul dengan kedatangan Dirga,Keysa,dan Milka.Dan terakhir Reno,Mira,dan Satria yang datang.
"Uncle,Aunty..." Kinan memeluk mereka berdua karena semenjak kepulangannya ke Indonesia,Kinan belum bertemu dengan Mira dan Reno.
"Ya ampun,kamu cantik banget Sayang mirip sekali dengan Mamih kamu," ucap Mira.
Sementara Satria sudah merentangkan kedua tangannya di hadapan Kinan,berharap Kinan akan memeluknya juga seperti kepada Orang Tuanya.
"Kamu kenapa Sat?" tanya Kinan.
__ADS_1
"Kak Prinses ga mau peluk aku gitu," ucap Satria penuh harap.
Devano yang lewat di depan Satria dengan membawa cemilan di tangannya,menggeplak kepala Satria.
"Ngarep banget lo," cibir Devano.
"Sakit Beruang Kutub.." gerutu Satria.
Semuanya tertawa,sementara Milka dia hanya diam saja mulai ada rasa iri di dalam hatinya karena semua orang begitu perhatian dan sayang kepada Kinan.
"Ayo semuanya kita makan malam dulu," seru Mamih Echa.
Makan malam bersama malam ini begitu sangat membahagiakan karena semuanya berkumpul tanpa ada satupun yang terlewat.
Setelah asyik makan malam,sekarang saatnya barbequean semuanya berpindah tempatbke halaman belakang.Milka sudah mulai cari perhatian dari semua orang.
Daffin dan Kenzo bertugas membakar dagingnya sementara Kinan dan Milka bertugas membuat bumbu untuk dagingnya.
"Kinan,cobain ini enak ga" Daffin menyuapi Kinan daging yang sebelumnya sudah Daffin tiup-tiup supaya dingin.
"mmm..enak banget Bang," Kinan mengacungkan jempolnya ke arah Daffin.
"Bang Milka juga pengen nyobain," rengek Milka.
"Tapi kan kamu ga boleh makan daging Milka," jawab Daffin.
"Kalau sedikit gapapa Bang."
Daffin menyuapi Milka,sementara Satria,Devano,dan Kenzo sedang asyik makan.
Saat ini Daffin,Kinan,Milka,Devano,Satria,dan Kenzo sedang duduk bersama di kursi yang tersedia di halaman belakang.Sementara para Orang Tua sedang berbincang-bincang di ruang keluarga.
"Bagaimana hari pertamamu mengurus Perusahaan?" tanya Daffin.
"Sangat melelahkan Bang,Dev selalu memberi pekerjaan yang banyak buat Kinan,menyebalkan sekali" Kinan mendelikan matanya ke arah Devano.
"Kak Prinses baru tahu kalau si Beruang Kutub ini begitu menyebalkan," sahut Satria.
Devano tanpa banyak bicara langsung memiting kepala Satria di bawah keteknya.
"Aduh,ampun...ampun" teriak Satria.
Semuanya hanya tertawa.
"Oh iya,mobil kamu sudah di balikin?" tanya Devano.
"Belum."
"Kenapa dengan mobil Kinan?" tanya Daffin dan menatap ke arah Kinan.
"Tadi pagi Kinan ga sengaja menabrak mobil seseorang Bang,mobilnya sudah Kinan bawa ke Bengkel tapi orangnya minta memakai mobil Kinan dan akhirnya dengan terpaksa Kinan memberikan mobil Kinan untuk dia pakai sementara sampai mobil dia bener lagi," jelas Kinan.
"Tapi kamu gapapa kan,ga ada yang terluka kan?" tanya Daffin dengan membolak-balikan tubuh Kinan.
"Kinan gapapa Bang."
Milka yang melihat itu semakin sebel,karena selama ini Bang Daffin tidak pernah perhatian kepadanya seperti kepada Kinan.
"Tunggu dulu,Kak Kinan bilang mobilnya tukeran sama orang yang di tabrak tadi kan mobil Kak Kinan ada di Rumah Sakit,aku yakin kalau itu mobil Kak Kinan.Dan tadi juga aku lihat mobil itu di pakai Dr.Zidan,apa mungkin mobil yang Kak Kinan tabrak mobilnya Dr.Zidan," batin Milka.
Milka sibuk dengan pikirannya sendiri,sementara yang lain tampak bercanda dan tertawa bersama.
π·
π·
π·
π·
π·
Hai..hai...ketemu lagi bersama Kinan dan Dr.Zidan,,,masih setiakah kalian semua menunggu kelanjutannyaππ
Jangan lupa
like
vote n
komen
TERIMA KASIH
LOVE YOUπππ
__ADS_1