
π·
π·
π·
π·
π·
Keesokan harinya....
"Sayang,katanya nanti malam orang tuanya Zidan mau kerumah," seru Mamih Echa.
"Hah..seriusan Mih?" tanya Kinan.
"Iya Sayang,jadi kamu hari ini jangan lembur ya."
"Hayo lho,cie..cie Kak Kinan mau dilamar," goda Kenzo.
"Apaan sih Ken."
"Kamu sudah siap menikah Sayang?" tanya Papih Adam.
"Insyaalloh siap Pih."
"Tidak terasa ya Mih,Puteri kita sudah dewasa dan mau menikah," seru Papih Adam.
"Iya Pih,seenggaknya kalau kita pergi meninggalkannya Kinan sudah ada yang jagain," sahut Mamih Echa.
"Ih kok Mamih ngomongnya kaya gitu,Kinan jadi sedih."
"Kita kan sebagai manusia tidak tahu kapan nyawa kita dicabut,tapi Mamih dan Papih berdo'a mudah-mudahan saja umur kami bisa sampai kalian berdua menikah," ucap Mamih Echa.
Kinan dan Kenzo beranjak dari duduknya dan memeluk Mamih Echa.
"Ken sayang sama Mamih."
"Kinan juga."
"Lho kok cuma Mamih yang dipeluk,Papih ga dapat pelukan nih," seru Papih Adam.
Kinan dan Ken melepaskan pelukannya dan beralih memeluk Papih Adam.
"Kita juga sangat menyayangi Papih,iya kan Ken?" seru Kinan.
"Iya dong,Papih orang terhebat yang kita punya," sahut Kenzo.
Akhirnya sarapan dipagi hari ini penuh dengan perasaan haru.
Kinan dan Kenzo pun berpamitan untuk pergi bekerja ke tempat masing-masing.
Sesampainya di Kantor Kinan langsung ke ruangannya dan diikuti oleh Devano.
"Dev,kamu hutang penjelasan sama aku."
"Penjelasan apaan sih Kinan?"
"Penjelasan tentang tadi malam."
Devano pun duduk disofa dan disusul Kinan yang duduk disamping Devano,Devano menghela nafasnya.
"Sebenarnya aku sama sekali tidak tahu kalau Mamah sama Papah mau menjodohkan aku sama EL,tadi malam aku ikut saja sama mereka dan ternyata kenyataannya aku dijodohkan sama EL."
"Ya sudahlah Dev,kamu kan sudah dewasa juga sudah pantas menikah lagipula menurut aku EL anak yang baik meskipun kelakuannya agak sedikit bar-bar sih,tapi EL anak yang asyik,cantik lagi."
"Aku bingung,Nan."
"Kok bingung?"
"Aku belum tahu perasaan aku terhadap EL,apakah ini cinta atau perasaan apa."
"Ga usah bingung-bingung,cinta datang karena terbiasa nanti juga kamu bakalan jatuh cinta sama EL asalkan kamu jangan gengsi-gengsian lagi cobalah buka hati kamu jangan menutup terus mau sampai kapan kamu seperti ini terus."
"Ok..aku akan coba."
"Nah gitu dong,itu baru Dev sahabat aku," Kinan menepuk pundak Devano dan kembali ke mejanya untuk bekerja.
Kinan merentangkan tangannya,tidak terasa waktu menunjukan pukul 5 sore.
"Ya ampun sudah jam 5 sore aja," gumam Kinan.
Kinan pun dengan cepat membereskan meja kerjanya,dan segera pulang karena malam ini Zidan dan orang tuanya akan datang kerumahnya.
"Dev,aku pulang duluan ya."
"Semoga lancar lamarannya."
"Ih siapa yang mau lamaran?" tanya Kinan.
"Udahlah jangan disembunyikan,tadi Krn ngasih tahu ke aku."
"Astaga tuh anak kenapa mulutnya lemes banget,ya sudah aku pulang dulu kamu juga cepat pulang Dev jangan lembur terus," seru Kinan.
"Ok."
Kinan pun dengan cepat masuk mobilnya dan melajukan mobilnya menuju rumahnya.
Malam pun tiba....
Zidan bersama orang tuanya sudah sampai di kediaman Kinan.
"Hallo Rizal," Papih Adam memeluk sahabat lamanya itu.
"Apakabar Jeng?" Mamih Echa pun memeluk Mamah Zidan.
"Mari silahkan masuk,Zidan dan Fabian," seru Papih Adam.
Semuanya pun masuk kedalam rumah,semenjak kepulangan Zidan dari Jerman hubungan Zidan dan Fabian berangsur mulai membaik,apalagi sekarang Fabian pun akan segera menikah dengan wanita pilihannya.
Fabian sadar,tidak selamanya cinta bisa dipaksakan dan begitu pun dengan rasa cintanya terhadap Kinan,sejauh apapun dan sekeras apapun Fabian menginginkan Kinan,cinta Kinan hanyalah untuk Zidan yang merupakan adik kandungnya sendiri.
Didalam rumah Kenzo sudah menyambutnya.
"Hallo Bang," sapa Kenzo.
"Mari semuanya silahkan duduk," seru Papih Adam.
__ADS_1
"Ken,tolong panggilkan Kakak kamu suruh cepetan turun karena tamunya sudah datang," ucap Mamih Echa.
"Siap Mih."
Sesampainya di kamar Kinan,Kenzo melihat Kinan masih duduk didepan cerminya.
"Masyaalloh,Kakak aku cantik banget pantesan aja Bang Zidan sampai tergila-gila sama Kakak," goda Ken.
"Baru nyadar kalau punya Kakak cantik?" ucap Kinan.
"Ayo turun,semua orang sudah nungguin Kakak."
"Kakak gugup Ken,nih pegang tangan Kakak dingin banget," ucap Kinan dengan tangannya menyentuh pipi Kenzo.
"Ya ampun Kak,jangan gugup dong ini kan hari bahagia Kakak,udah ayo cepetan jangan membuat calon suami Kakak menunggu lama," Kenzo akhirnya menarik tangan Kinan dan menggandengnya.
Kinan menuruni tangga dengan menundukkan kepalanya,karena dia merasa gugup dan malu.
Semua orang yang ada disana,melihat kearah Kinan dan mereka seolah terhipnotis akan kecantikan Kinan malam ini,apalagi Zidan sampai tidak berkedip melihat calon istrinya itu.
"Sini Sayang duduk dekat Mamih."
Kinan pun duduk disamping Mamih Echa.
"Ya ampun Sayang,kamu cantik sekali," ucap Mamah Zidan.
"Terima kasih Tante," sahut Kinan malu.
"Ya sudah karena sekarang semuanya sudah berkumpul,maksud kedatangan kami kesini adalah untuk melamar Kinan buat Putera kedua kami yaitu Zidan,bagaimana Kinan apa kamu bersedia menerima anak Om yang sekarang mungkin mempunyai fisik yang tidak sempurna?" tanya Papahnya Zidan.
"Bagaimana Sayang?" tanya Mamih Echa.
"Iya Om,Kinan terima."
"Alhamdulillah," jawab semuanya serempak.
"Sekarang tangan kiri Zidan tidak normal Kinan,apa kamu masih mau menerima anak Tante?" tanya Mamahnya Zidan.
"Iya Tante,itu tidak jadi masalah Kinan dari dulu memang menerima Kak Zidan apa adanya," jawab Kinan.
"Syukurlah kalau begitu,terima kasih Kinan sudah mau menerima anak Tante."
"Iya Tante sama-sama."
Acara lamaran pun berjalan dengan lancar,dan sudah ditetapkan kalau acara pernikahan akan dilaksanakan dua bulan lagi tepat di hari ulang tahunnya Zidan.
Di pertemuan itu juga Orang tua Zidan mengundang keluarga Kinan untuk hadir diacara pernikahan Fabian dengan wanita yang akhir-akhir ini menemaninya,dan setelah menikah Fabian juga memutuskan untuk pindah ke Bali dan mengurus Perusahaannya yang di Bali.
"Mari silahkan kita makan makan dulu,mumpung masih anget takutnya nanti keburu dingin," ajak Mamih Echa.
Semuanya pun menuju meja makan,untuk makan malam bersama semuanya terlihat sangat bahagia apalagi Kinan dan Zidan mereka memang di takdirkan berjodoh akhirnya setelah sekian lama cinta mereka diuji dan banyak rintangan.
Setelah selesai makam malam bersama,Zidan mengajak Kinan duduk dihalaman belakang rumah Kinan.
"Sayang,akhirnya kita jadi menikah juga setelah sekian lama menunggu akhirnya aku akan segera menjadikanmu milikku seutuhnya," seru Zidan.
"Iya,jodoh memang tak kan kemana Kak kalau kita memang ditakdirkan harus bersama walaupun sebesar apapun rintangan dan halangan kita tetap akan bersatu," sahut Kinan.
"Sama-sama," Kinan menyandarkan kepalanya kepundak Zidan.
Tiba-tiba Fabian datang..
"Hayo lho lagi pada ngapain,belum sah sudah mojok aja kalian berdua," goda Fabian.
"Eh iya,Mas Fabian aku ga tahu lho kalau selama ini Mas Fabian mempunyai kekasih tahu-tahu sudah mau menikah aja," seru Kinan.
"Iya Kinan,ini semua memang kejadiannya terlalu cepat aku juga tidak menyangka kalau aku akan berjodoh sama dia," sahut Fabian.
"Siapa wanita yang beruntung mendapatkan Duren kaya nan tampan ini," goda Kinan.
"Kamu bisa aja Kinan,dia teman kuliah aku waktu diLuar Negeri,dan kita dipertemukan kembali pokoknya tidak tahu bagimana akhirnya kita saling mencintai dan memutuskan untuk menikah."
"Syukurlah kalau begitu."
"Buat kamu sama Zidan,selamat ya akhirnya kalian akan menikah juga,dan khusus buat kamu Zidan,jaga Kinan sebaik-baiknya jangan sakiti dia."
"Pasti."
"Ayo kita pulang,aku kesini untuk mengajak kamu pulang soalnya sudah malam Mamah sama Papah sudah mau pulang," seru Fabian.
Keluarga Zidan pun berpamitan pulang karena waktu sudah malam.
***
Keesokan harinya...
Hari ini Kenzo membawa Kimi kerumahnya,awalnya Kimi menolak karena takut Orang tua Kenzo tidak menerimanya tapi setelah Kenzo membujuk dan menjelaskan semuanya,Kimi pun bersedia dibawa kerumah Kenzo.
Saat ini Kinan dan Mamih Echa sedang membuat kue untuk cemilan sementara Zidan dan Papih Adam sedang bermain catur.
Mobil Kenzo pun memasuki halaman rumahnya.
"Assalamualaikum Pih,Bang Zidan."
"Waalaikumsalam," jawab Zidan dan Papih Adam bersamaan.
"Pih,kenalkan ini Kimi teman dekat Kenzo."
Disaat Papih Adam menoleh ke arah Kimi,ada perasaan terkejut.
"Hallo Om,apakabar?" Kimi mencium tangan Papih Adam.
"Hai Kak Zidan."
"Hai Kim."
Papih Adam terus memperhatikan Kimi dengan seksama,hingga kesadarannya pun kembali.
"Papih kenapa?kok ngelihatin Kimi gitu amat?" tanya Kenzo.
"Ah gapapa,sana masuk Mamih sama Kakak kamu sedang membuat kue," sahut Papih Adam.
"Ya sudah,kita ke dalam dulu ya."
__ADS_1
Kenzo pun mengajak Kimi untuk masuk kedalam rumahnya,dilihatnya Mamih dan Kakaknya sedang berkutat didalam dapur membuat kue.
Kenzo dan Kimi menghampiri mereka,Kenzo langsung mencium pipi Mamih dan Kakaknya itu secara bergiliran.
"Wah kalian sedang membuat apa?" tanya Kenzo.
"Kita sedang membuat kue Ken," sahut Kinan yang masih fokus dengan adonan kuenya.
"Mih,Kenzo bawa teman dekat Kenzo ini kenalin namanya Kimi."
Mamih Echa berbalik dan melihat seorang wanita yang disebut sebagai teman dekat Kenzo itu.Reaksi Mamih Echa sama dengan Papih Adam sedikit terkejut melihat Kimi.
"Hallo,apakabar Tante."
"Baik Nak."
"Hai Kim!!" sapa Kinan.
"Hai Kak Kinan."
"Kim,aku mau mandi terus ganti baju dulu ya soalnya gerah udah keringatan kaya gini."
Kimi menganggukkan kepalanya...
"Hmm,,Tante apa aku boleh ikut membantu?" tanya Kimi canggung.
"Boleh dong Sayang,sini bantuin Kinan," sahut Mamih Echa.
Tanpa menunggu lama lagi Kimi langsung ikut membantu membuat kue,Mamih Echa terus memperhatikan Kimi.
"Apa ini perasaan aku saja ya," batin Mamah Echa.
Setelah sekian lama berkutat didapur akhirnya selesai juga mereka membuat kuenya,Kinan memanggil semuanya untuk berkumpul dan mencicipi kue buatannya.
Semuanya pun berkumpul diruangan keluarga,Mamih Echa tampak duduk dan bersandar didada Papih Adam begitu pun dengan Kinan dan Zidan mereka sedang menikmati masa-masa kebersamaannya dengan Zidan.
Sementara Kenzo dan Kimi terlihat duduk lesehan dibawah diatas karpet bulu yang lembut.Mereka berempat sedang bercanda dan berbincang-bincang.Mamih Echa dan Papah Adam hanya memperhatikan keempat anak muda itu.
"Mih,apa Mamih punya pemikiran sama seperti Papih?" bisik Papih Adam.
"Apa?"
"Kok Papih merasa Kimi mirip seseorang."
"Berarti benar,karena Mamih juga merasa Kimi memang mirip banget dengan seseorang."
"Ken,kamu pamitan ga sama orang tua Kimi mau bawa anaknya kesini?" tanya Papih Adam.
Kimi yang saat ini sedang tertawa dengan yang lainnya tiba-tiba menghentikan tawanya saat Papih Adam bertanya tentangborang tuanya.
"Maaf Om,Kimi sudah tidak mempunyai orang tua Kimi seorang anak yatim piatu Om," jawab Kimi dengan menundukan kepalanya.
Mamih Echa dan Papih Adam yang mendengar jawaban dari Kimi merasa terkejut dan merasa kasihan juga.
"Astaga,maaf Nak Om tidak tahu."
"Tidak apa-apa Om."
"Kalau boleh tahu orang tua kamu meninggal karena apa?" tanya Mamih Echa.
"Ayah Kimi meninggal karena overdosis dan Ibu Kimi meninggal karena penyakit lambung yang sudah kronis Tante."
"Astaga,kasihan sekali kamu Nak sini Tante peluk kamu," ajak Mamih Echa.
Kimi langsung berdiri dan memeluk Mamih Echa,Kimi menangis dipelukan Mamih Echa sementara yang lainnya ikut merasakan kepedihan yang selama ini dirasakan Kimi.
"Kalau boleh tahu siapa nama Ibu kamu?" tanya Mamih Echa.
"Namanya---Dina,Dina Paramitha Tante."
Deg....
Tiba-tiba jantung Mamih Echa dan Papih Adam serasa berhenti mendengar nama Dina,seseorang yang dulu menjadi bagian dalam perjalanan hidup Mamih Echa dan Papih Adam.
"Ada apa Tante?kok Tante diam?" tanya Kimi.
"Ah tidak apa-apa,,oh iya sebelum Ibu dan Ayah kamu meninggal kalian tinggal dimana?" tanya Mamih Echa.
"Kami tinggal disebuah Desa terpencil hidup kami begitu sangat sulit apalagi Ayah suka mabuk-mabukan dan main perempuan juga,Ayah suka memukul Ibu bahkan Ibu jarang makan karena Ibu lebih baik tidak makan dari pada harus melihat Kimi kelaparan,Ibu suka cerita sama Kimi kalau dulu Ibu itu seorang Dokter cuma karena suatu masalah Ibu di pecat dan diharuskan pergi dari sini dan Ibu juga tidak diterima di Rumah Sakit manapun," jelas Kimi.
Seketika Mamih Echa meneteskan air matanya tapi dia cepat-cepat menghapusnya,Mamih Echa tahu benar kalau Abangnya Angga yang sudah mengusir Dina dan membuat Dina tidak diterima di Rumah Sakit manapun.
Ada perasaan bersalah di diri Mamih Echa,gadis cantik yang sekarang ada dihadapannya ini yang menjadi korban harus kehilangan orang tuanya.
"Kamu mirip sekali dengan Ibu kamu Nak," ucap Mamih Echa sembari mengelus pipi Kimi.
"Hah,maksud Tante?memangnya Tante kenal sama Ibu Kimi?" tanya Kimi.
"Eh enggak,maksud Tante kamu pasti mirip Ibu kamu cantik," ucap Mamih Echa gelagapan.
Mamih Echa dan Papih Adam memilih untuk pergi ke kamarnya meninggalkan para anak muda yang sama-sama sedang dimabuk cinta.
π·
π·
π·
π·
π·
Apakabar semuanyaππ
Nah lho ternyata Kimi anaknya Dina,yang baca ceritanya Echa dan Adam pasti tahu siapa Dinaπ€π€
Tetap setia menunggu kelanjutannya,dan selalu biasakan sehabis baca tinggalkan jejak like dan vote sebanyak-banyaknyaππππ
Jangan lupa
like
vote n
komen
TERIMA KASIH
__ADS_1
LOVE YOUπππ