Bos Cantik Pujaan Hati

Bos Cantik Pujaan Hati
SAKIT TAK BERDARAH


__ADS_3

🌷


🌷


🌷


🌷


🌷


Semenjak Milka memutuskan untuk tidak melakukan cuci darah lagi,kondisinya semakin parah,Milka mengalami kelelahan yang luar biasa,sakit di sekuju tubuhnya,terjadi pembengkakan di bagian tubuhnya,berat badan turun drastis,dan sering mual dan muntah juga akibat racun yang semakin lama semakin menumpuk.


Ayah Dirga dan Bunda Keysa sangat khawatir dengan keadaan anak semata wayangnya itu,Milka sungguh keras kepala dia tetap tidak mau melakukan cuci darah karena tidak mau bertemu dengan Dr.Zidan.


Milka benar-benar merasakan sakit hati yang luar biasa oleh Dokter tampan itu,Milka adalah anak yang sangat tertutup dia tidak pernah merasakan jatuh cinta,hanya kepada Zidanlah Milka merasakan begitu sangat mencintai seorang laki-laki.


Milka tidak menyangka kalau di saat pertama kalinya dia jatuh cinta dia harus merasakan sakit yang begitu menyakitkan.


Dr.Zidan begitu baik dan perhatian terhadap Milka,walaupun Dr.Zidan terkenal dingin tapi itu tidak berlaku buat Milka,dari sana mulai tumbuh benih-benih cinta buat Sang Dokter tampan itu.


Milka mengira kalau sikap baik dan perhatian Dr.Zidan itu merupakan kalau Dr.Zidan menyukainya ternyata perkiraan Milka salah,Dr.Zidan bersikap seperti itu hanya semata-mata sebagai profesionalitas saja terhadap Pasiennya.


"Sayang,kamu mau ya jalani lagi cuci darah?Bunda benar-benar ga tega melihat keadaan kamu seperti ini," ucap Bunda Keysa dengan deraian air mata.


"Milka bilang Milka ga mau Bunda," tolak Milka.


"Kita pindah Rumah Sakit saja,kalau kamu tidak mau cuci darah oleh Dr.Zidan," sahut Ayah Dirga.


"Ga mau Yah,Milka itu cuma maunya di tangani oleh Dr.Zidan hanya Dr.Zidan penyemangat Milka tapi saat ini Dr.Zidan telah menyakiti hati Milka," ucap Milka lemah dengan air mata yang terus menetes.


"Terus Ayah sama Bunda harus bagaimana Milka?supaya kamu mau melakukan cuci darah lagi?" tanya Ayah Dirga.


"Kembalikan Dr.Zidan seperti dulu Yah,seperti sebelum bertemu dengan Kak Kinan," sahut Milka.


Ayah Dirga dan Bunda Keysa hanya saling memandang,tidak tahu apa yang harus mereka lakukan sementara itu kondisi Milka sudah sangat memburuk.


"Milka tidak tahu sampai kapan Milka bisa bertahan,Milka tidak pernah meminta apa pun dari Ayah dan Bunda tapi kali ini hanya satu permintaan Milka,Milka ingin Dr.Zidan selalu ada disisi Milka Bunda,Milka sangat mencintai Dr.Zidan," ucap Milka lirih dengan deraian air mata.


Bunda Keysa benar-benar tidak kuat mendengar ucapan anak semata wayangnyab itu,Bunda Keysa bangkit dari duduknya dan berlari keluar meninggalkan kamar Milka.


Ayah Dirga yang mengerti dengan perasaan istrinya itu merasa sedih juga.


"Milka Sayang,kamu istirahat ya jangan banyak pikiran dulu," Ayah Dirga mengusap kepala Milka dan menciumnya.


Ayah Dirga cepat-cepat menyusul istrinya,dilihatnya Bunda Keysa sedang menangis tersedu-sedu dikamarnya.Ayah Dirga menghampirinya dan menepuk pundak istrinya pelan.


"Sayang.."


Bunda Keysa menoleh dan langsung memeluk suaminya itu.


"Aku benar-benar ga kuat Mas,melihat anak kita seperti itu,aku ga mau kehilangan Milka Mas aku ga mau," ucap Bunda Keysa dengan tangisannya yang semakin menjadi-jadi.


"Au juga tidak mau kehilangan Milka Sayang,dia begitu berharga buat aku perjuangan untuk mendapatkan Milka itu sungguh luar biasa," sahut Ayah Dirga yang ikut meneteskan air matanya.


"Milka adalah harta kita satu-satunya,penyangat kita."


Ayah Dirga mengusap kepala dan punggung istrinya dengan rasa kasih sayang.Sungguh menyakitkan memang.


Setelah istrinya merasa tenang,Ayah Dirga pun berpamitan untuk kembali ke Kantor karena tadi dia izin pulang setelah mendapat telpon dari istrinya kalau kondisi Milka semakin menurun.


Selama perjalanan Ayah Dirga tidak fokus sampai-sampai beberapa kali dia hampir menabrak kendaraan di depannya.Pikirannya sangat kacau,dia sama sekali tidak bisa konsentrasi.


Hingga pada akhirnya Ayah Dirga sampai di Perusahaan milik Kinan.Dengan langkah yang tampak ragu-ragu,Ayah Dirga memberanikan diri untuk menemui Kinan wanita cantik yang sudah dia anggap seperti anak sendiri.


Ayah Dirga merasa begitu berat melangkahkan kakinya,hingga dia sampai di depan ruangan Kinan.Cukup lama Ayah Dirga berdiri mematung di depan pintu,hingga suara seseorang menyadarkannya.


"Uncle,tumben ada disini?Uncle mau bertemu dengan Kinan?" tanya Devano.


"Iya Dev."


"Masuk saja Uncle,Kinan ada kok di dalam."


"Iya,terima kasih Dev."


Ayah Dirga pun mengetuk pintu terlebih dahulu dan langsung memasuki ruangan Kinan.Devano merasa ada yang aneh dengan sikap Ayah Dirga yang tidak biasanya seperti itu.


"Siang Kinan!!" sapa Ayah Dirga.


"Ayah.." Kinan menghentikan pekerjaannya dan berlari memeluk Ayahnya itu.


"Ada apa?tumben Ayah datang ke Kantor Kinan?" tanya Kinan.


"Kenapa?emangnya ga boleh Ayah menemui anak Ayah juga?" sahut Ayah Dirga.


"Ih kok Ayah ngomongnya kaya gitu justru Kinan senang banget karena Kinan sudah lama tidak bertemu dengan Ayah,ayo Yah silahkan duduk mau minum apa biar Kinan telpon OB biar bawain minuman buat Ayah," ucap Kinan yang hendak berdiri tapi di cegah oleh Ayah Dirga.


"Jangan Kinan,Ayah tidak akan lama kok Ayah cuma ingin bicara sama kamu."

__ADS_1


"Ayah mau bicara apa sama Kinan?kok kayanya penting banget?" tanya Kinan.


Awalnya hening,Ayah Dirga hanya bisa terdiam bibirnya seolah berat untuk mengatakan semuanya.


"Ayah ada apa?" tanya Kinan kembali dengan menggenggam tangan Ayah Dirga yang ternyata sudah dingin.


"Saat ini kondisi Milka sangat menurun Kinan,terjadi pembengkakan di bagian tubuhnya bahkan berat badannya pun menurun,itu akibat karena dia tidak mau melakukan lagi cuci darah," jelas Ayah Dirga.


"Milka merasa sakit hati karena Dr.Zidan lebih memilih kamu daripada Milka.Tapi disaat Ayah dan Bunda menyarankan untuk pindah Rumah Sakit,dia tidak mau karena kata Milka hanya Dr.Zidan penyemangat dia," sambung Ayah Dirga.


Sejenak Ayah Dirga menghembuskan nafasnya kasar...


"Kinan,bisakah Ayah meminta tolong sama kamu?" tanya Ayah Dirga.


"Minta tolong apa Ayah?"


Ayah Dirga menggenggam tangan Kinan dan menatapnya tepat dimata wanita cantik itu.


"Bisakah----,kamu melepaskan dan merelakan Dr.Zidan untuk Milka?" tanya Ayah Dirga


Deggg...


Jantung Kinan seolah berhenti bernafas,lidahnya begitu kelu,omongannya tercekat di tenggorokan tidak bisa keuar sama sekali.


Tiba-tiba air mata Kinan menetes dan Kinan melepaskan genggaman tangan Ayah Dirga.


"Ayah yakin kalau kamu anak yang baik masa depan kamu masih panjang,diluaran sana banyak laki-laki yang menginginkan kamu,sementara Milka hidupnya hanya tergantung pada cuci darah itu,dan sekarang Milka tidak mau melakukan cuci darah itu kalau bukan oleh Dr.Zidan,Ayah mohon ikhlaskan Dr.Zidan untuk Milka," seru Ayah Dirga.


Kinan sungguh tidak bisa berkata apa-apa lagi,hatinya begitu sakit seperti dihujam oleh ribuan pisau.Tatapannya kosong hanya air mata yang terus terurai dari matanya.


Begitu juga dengan Ayah Dirga,hatinya merasa perih dan sakit melihat Kinan menangis seperti itu,seumur-umur Ayah Dirga tidak pernah membuat Kinan menangis seperti itu.


Karena tidak ada jawaban dari Kinan,tanpa di sangka-sangka tiba-tiba Ayah Dirga beranjak dari kursinya dan berlutut di hadapan Kinan,sungguh membuat Kinan terkejut.


"Ayah apa-apaan,cepat bangun Yah," Kinan berusaha membangunkan Ayah Dirga.


"Maafkan Ayah yang sudah egois memaksa kamu,Ayah tidak mau kehilangan anak Ayah satu-satunya Milka adalah penyemangat Ayah,dulu kamu sendiri tahu bagaimana perjuangan Ayah dan Bunda untuk mendapatkan seorang anak,setelah dikabulkan oleh Alloh ternyata kebahagiaan belum mampir dalam kehidupan Ayah dan Bunda karena setelah Milka di lahirkan kami harus menerima kenyataan kalau Milka mengidap penyakit gagal ginjal yang tidak akan sembuh seumur hidupnya," jelas Ayah Dirga dengan deraian air mata dan masih dalam posisi berlutut.


"Kehidupan Milka tergantung dengan cuci darah,tapi Ayah tidak akan memaksa kamu Kinan karena Ayah tahu kalau kamu dan Dr.Zidan saling mencintai," sambungnya lagi.


"Ayah jangan seperti ini berdirilah," Kinan mengangkat kedua tangan Ayah Dirga.


Ayah Dirga pun akhirnya berdiri dan masih menundukkan kepalanya dengan air mata yang masih berderai.Kinan menghapus air mata Ayah Dirga dengan tangannya.


"Jangan menangis lagi Ayah,Kinan sangat menyanyangi Ayah,Bunda,dan Milka kalau memang ini semua demi kebaikan Milka,Kinan ikhlas melepaskan Kak Zidan untuk Milka," ucap Kinan lirih.


"Maaf..maafkan Ayah Kinan," ucap Ayah Dirga yang langsung memeluk Kinan.


Luruh sudah air mata Kinan,dia menangis tanpa suara dipelukkan Ayah Dirga.


"Maaf,maaf,maafkan Ayah Kinan,Ayah do'akan semoga kamu mendapatkan laki-laki yang tepat yang bisa membahagiakan kamu,karena kamu pantas bahagia Kinan," seru Ayah Dirga.


Hancur sudah harapan Kinan kali ini,ternyata mencintai seseorang itu tidak semudah yang di bayangkan.


Ayah Dirga melepaskan pelukkan Kinan dan menghapus air mata Kinan terakhir Ayah Dirga mencium kening Kinan lama sekali.


"Terima kasih Kinan,maafkan Ayah maafkan kesalahan Milka.Kalau begitu Ayah kembali ke Kantor,Ayah sayang sama Kinan," seru Ayah Dirga.


"Kinan juga sayang sama Ayah," sahut Kinan.


Ayah Dirga pun meninggalkan ruangan Kinan,Devano yang melihat Ayah Dirga dengan mata yang sembab membuat dia merasa khawatir.


"Pasti ada sesuatu yang sudah terjadi," gumam Devano.


Kemudian Devano masuk ke dalam ruangan Kinan,dilihatnya Kinan sedang meringkuk di sudut sofa dengan tangisannya yang terdengar menyayat hati.


"Astaga Kinan,kamu kenapa?" tanya Devano dengan khawatirnya.


Kinan langsung memeluk Devano...


"Sakit Dev sakit.." ucap Kinan lirih dengan tangisannya.


Devano mengusap punggung Kinan,memberikan ketenangan buat Kinan.Devano tahu apa yang terjadi karena dia sudah bisa menebaknya.


Cukup lama Kinan menangis dipelukkan Devano sampai-sampai jas yang di pakai Devano pun basah oleh air mata Kinan.


"Maaf Dev,baju kamu jadi basah."


"Gapapa ga usah dipikirin,jangan menangis lagi jelek tahu," cibir Devano.


Kinan pun memaksakan senyumannya...


"Ga usah dipaksakan senyumannya,malah tambah jelek kan," Devano mencubit pipi Kinan.


Kinan memukul pundak Devano hanya Devano yang selalu mengerti keadaan Kinan dan hanya Devano yang selalu peka terhadap perasaan kinan.


Hari ini mood Kinan sangat buruk,terkadang air mata masih menetes tanpa disadari.Ponsel Kinan terus berbunyi tanda ada telpon masuk,Kinan hanya menatap kosong kepada orang yang tertera dalam layar Ponselnya.

__ADS_1


Entah sudah berapa puluh kali,Ponselnya berbunyi karena kesal Kinan mencoba mengangkatnya.


"Sayang,lagi sibuk ya kok baru angkat telpon dari aku?"


Suara di seberang sana membuat hati Kinan sakit,sesakit-sakitnya Kinan menutup mulutnya supaya tangisannya tidak terdengar oleh Zidan.


"Sayang kok diam saja,jangan lupa nanti malam aku jemput ya kita makan malam," ucap Zidan penuh kebahagiaan.


"Maaf Kak,kayanya aku tidak bisa karena pekerjaan aku banyak banget maaf ya lain kali saja," jawab Kinan.


"Oh gitu ya,ya sudah gapapa kamu jangan lupa makan dan pulangnya hati-hati jangan pulang terlalu malam bahaya,I LOVE YOU," ucap Zidan.


Sungguh Kinan tidak bisa berkata-kata lagi,sakit dan perih sekali rasanya saat ini Kinan sedang terluka tapi tak berdarah.Kinan menutup telponnya,Kinan memukul-mukul dadanya yang terasa sesak dan sakit.


Sementara itu,di luar ruangan Devano melihat Kinan seperti itu membuat dirinya merasakan ikut sakit juga,Devano bisa melihat Kinan karena ruangan Kinan terhalang oleh kaca.


"Kasihan sekali nasib cinta kamu Kinan,semoga kamu bisa mendapatkan kebahagiaan kamu," gumam Devano.


Jam menunjukakan pukul 5 sore,Kinan bersiap-siap untuk pulang.Mata Kinan terlihat sembab karena terlalu lama menangis.


"Mau aku anterin pulang?" tanya Devano.


"Ga usah Dev,aku bisa sendiri."


"Ya sudah,kamu hati-hati di jalan langsung pulang jangan kelayapan dulu," seru Devano.


"Iya bawel," sahut Kinan dengan memaksakan senyumannya.


Kinan mulai melajukan mobilnya untuk pulang ke rumahnya,kepala Kinan begitu pusing karena kebanyak menangis.


Sesampainya dirumah,Kinan langsung masuk tanpa melihat sekelilingnya Kinan naik ke atas ke kamarnya,padahal Mamih Echa sedang duduk di ruang keluarga menunggu Kinan.


"Kinan.."


Kinan menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah suara.


"Mamih.." Kinan kembali turun dan dengan cepat memeluk Mamihnya.


"Bagaimana kabar anak Mamih yang cantik ini?"


"Kinan baik-baik aja kok Mih,oh iya Papih Kinan yang ganteng mana?" tanya Kinan.


"Papih masih di Belanda Sayang,Opa kamu kondisinya masih kritis,Mamih cuma pulang sebentar entar Mamih kembali lagi kesana."


"Oh..." Kinan hanya beroh ria.


"Mata kamu kenapa Sayang?kok sembab gitu,kaya yang habis nangis?" tanya Mamih Echa.


"Gapapa kok Mih."


Kinan duduk di sofa dan disusul oleh Mamih Echa.


"Kamu tidak bisa bohongin Mamih Kinan,kamu habis nangis kan?ada apa,cerita sama Mamih," seru Mamih Echa dengan mengusap kepala Kinan.


Kemudian Kinan menceritakan semuanya kepada Mamih Echa,karena tidak ada yang bisa Kinan sembunyikan di depan Mamihnya.


Mamih Kinan menutup mulutnya dan sedetik kemudian memeluk anak cantiknya itu.


"Ya Alloh,kasihan sekali nasib percintaan Puteri Mamih,kamu yang kuat ya Sayang suatu saat nanti pasti kamu bisa menemukan laki-laki yang bisa membuatmu bahagia," ucap Mamih Kinan dengan meneteskan air matanya.


"Cuma Kak Zidan Mih yang bisa membuat Kinan bahagia," batin Kinan.


🌷


🌷


🌷


🌷


🌷


Hallo semuanya,semoga kalian masih setia menunggu kelanjutan kisah Kinan dan Babang Zidan πŸ˜‡πŸ˜‡


Minta dukungannya dengan cara like disetiap babnya dan vote sebanyak-banyaknya biar Author makin semangat nulisnyaπŸ™πŸ™πŸ˜˜πŸ˜˜


Maaf ya,di awal-awal cerita memang alurnya seperti ini sangat menguras emosi dan air mata🀭🀭


Jangan lupa


like


vote n


komen


TERIMA KASIH

__ADS_1


LOVE YOUπŸ’˜πŸ’˜πŸ’˜


__ADS_2