
π·
π·
π·
π·
π·
Sesampainya didepan pintu,Lana dan Misell tampak sedang mengatur nafasnya sebelum masuk kedalam dan menerima lahar panas yang akan menyembur dari mulut Dosen killer yang dingin bagaikan kutub.
Tok..tok..tok..
"Permisi,maaf Prof kita telat," seru Lana dengan menundukan kepalanya.
"Kalian telat 15 menit,dari mana kalian?" tanya Zidan dengan nada yang dingin dan tegas.
"Ma--af Prof,tadi kita keasyikan makan di Kantin jadi ga lihat jam," jawab Lana.
"Bagus,makannya jangan suka ngegosip jadinya lupa waktu kan," sergah Zidan yang membuat semua Mahasiswa dikelasnya tertawa.
"Diam semuanya,kenapa kalian tertawa?ini semua tidak ada yang lucu," bentak Zidan yang langsung membuat semua Mahasiswa diam dan menunduk.
"Maaf Prof tapi kita tidak sedang bergosip," sahut Misell.
"Terus kalau tidak bergosip kalian sedang apa lama-lama di Kantin?kalau kalian cuma makan saja tidak mungkin kalian sampai lupa waktu,semua Mahasiswa disini sudah tahu jam berapa mata kuliah saya dimulai," ucap Zidan dengan tegasnya.
"Maaf Prof," ucap Lana.
"Kali ini kalian tidak boleh ikut mata kuliah saya,dan saya mohon sekarang juga kalian boleh keluar."
"Tapi Prof,kita kan sudah minta maaf masa hanya karena telat 15 menit kita langsung disuruh keluar," Misell tampak memberanikan diri menjawab Zidan.
"15 menit kamu bilang cuma?kamu itu Mahasiswi berprestasi di Kampus ini,pasti pernah mendengar peribahasa waktu adalah uang?dan saya adalah orang yang sangat menghargai waktu jadi saya tidak suka apabila ada Mahasiswa disini yang tidak menghargai waktu paham kamu."
"Tapi----"
"Kalian yang keluar atau saya yang keluar?" seru Zidan.
"Ok Prof,kita akan keluar maaf..."
Dengan cepat Lana menarik tangan Misell untuk keluar.
Lana menarik Misell dan membawanya ke Kantin,Misell terlihat cemberut dan kesal.
"Gila ya tuh Dosen,telat 15 menit aja disuruh keluar," gerutu Misell.
"Sudahlah,sampai kapanpun Dosen itu selalu benar jadi mau melawan sekuat tenaga pun kita akan tetap dianggap salah dimata para Dosen," sahut Lana.
"Dasar nyebelin,sumpah baru pertama kali ini aku lihat Dosen dingin banget kaya gitu."
Mata kuliah Zidan pun selesai,dengan cepat Zidan menuju parkiran dan melajukan mobilnya ke Kantor Kinan karena hari ini hari pertama Zidan menjalani terapi.
Ternyata Kinan sudah menunggu didepan Kantornya,saat ini Kinan dan Zidan sedang dalam perjalanan menuju Rumah Sakit.
Sesampainya di Rumah Sakit,Zidan langsung membawa Kinan menuju ruangan Dr.Sp.Saraf.Kinan dengan sabarnya menunggu Zidan terapi hingga selesai.
"Sayang,terima kasih ya sudah mau menemani aku terapi."
"Iya sama-sama."
Sementara itu disisi lain,EL sedang merengek ingin di jemput oleh Devano.
"Pokoknya aku ga mau tahu,kamu harus jemput aku sekarang juga," rengek EL.
"Tapi aku masih banyak kerjaan EL," jawab Devano diseberang sana.
Tapi EL dengan emosinya langsung menutup sambungan teleponnya.
"Nyebelin banget sih Kak Dev,ga pernah ada perhatiannya sedikitpun jadi orang," gerutu EL.
Devano tampak menghela nafasnya dalam-dalam,semenjak dirinya dijodohkan dengan EL kehidupannya seakan tidak tenang,EL selalu saja mengganggunya.
Dengan malasnya,Devano segera membereskan meja kerjanya dan bersiap unthk menjemput EL.Sebenarnya hari ini Devano tidaklah banyak pekerjaan,bahkan saat EL menghubunginyapun Devano ingin siap-siap untuk pulang.
Devano membuat alasan seperti itu karena memang akhir-akhir ini pekerjaannya sangat menyita waktunya sampai-sampai waktu untuk istirahatpun cuma sebentar.
Tadinya mumpung sekarang kerjaan sudah beres,Devano ingin cepat pulang dan membaringkan tubuhnya itu,tapi sayang semua itu hanya khayalan karena EL merengek ingin dijemput.
Tidak lama kemudian,Devano sudah sampai di Kantor EL dan benar saja EL sudah menunggunya.
EL yang melihat mobil Devano langsung melambaikan tangannya.
"Akhirnya kamu datang juga Kak."
"Sebenarnya ada apa sih?tumben banget minta dijemput,kan kamu punya sopir yang siap antar jemput kamu."
"Ya sekali-sekali aku mau dong kaya orang lain dijemput sama calon suami," rengek EL dengan bergelayut manja dilengan Devano.
"Lepasin EL,malu dilihat orang."
"Kenapa mesti malu,sebentar lagi juga kita akan menikah."
"Menikah apaan?perjodohan kita itu belum deal EL,ini adalah masa penjajakan kalau kita cocok kita lanjutkan dan kalau kita tidak cocok kita bisa membatalkannya," seru Devano.
"Tapi aku sudah deal kok menerima perjodohan ini."
"Tapi aku belum deal."
Sungguh sakit hati EL mendengar ucapan Devano,kata-katanya sungguh menusuk hati EL.
Dengan kesalnya EL tidak jadi ikut dengan mobil Devano,dia memutuskan untuk pergi mencari taxi karena sopir pribadinya sudah EL suruh pulang duluan.
Tapi disaat EL mau nyebrang,EL tidak melihat kalau ada sebuah motor yang melaju dengan kencangnya.
Devano menyadari itu,dengan cepat Devano menarik tangan EL sehingga EL jatuh dipelukan Devano.EL sangat kaget dengan kejadian itu.
"Kalau mau nyebrang itu lihat kiri kanan,kalau barusan aku ga cepat-cepat narik kamu,kamu bisa aja tertabrak," seru Devano yang pada kenyataannya merasa panik juga.
EL melepaskan pelukannya dengan paksa,tanpa ngomong sepatah kata pun EL dengan cepat menyebrang dan langsung memasuki taxi yang kebetulan lewat.
"Maaf EL,semua itu butuh proses aku bukan tipe laki-laki yang mudah jatuh cinta dan sekarang aku sedang belajar mencintai kamu jadi aku mohon bersabarlah," gumam Devano dengan memperhatikan taxi yang membawa EL.
__ADS_1
Didalam taxi EL sempat menitikan air mata tapi dengan cepat EL menghapusnya,kemudian EL menekan tombol di Ponselnya.
"Kimi,aku tunggu kamu di Restoran Family Food sekarang juga," EL langsung menutup teleponnya.
Kimi yang baru saja sampai di kontrakannya dan baru saja melepas helmnya hanya bisa mendengus kesal,Kimi kembali memakai helmnya dan melajukan motornya ke Restoran Family Food.
"Nyebelin banget sih,baru aja nyampe kontrakan disuruh pergi lagi," gerutu Kimi diatas motornya.
Tidak membutuhkan waktu lama,Kimi pun sudah sampai di Restoran Family Food.Kimi memarkirkan motornya dan masuk kedalam Restoran.
Dilihatnya EL duduk dipojokan dengan wajah yang murung.
"Ada apa sih EL,aku baru aja nyampe kontrakan?" tanya Kimi dan duduk didepan EL.
"Aku mau curhat."
"Astaga EL,jadi kamu nyuruh aku kesini karena kamu mau curhat?emangnya ga bisa besok lagi gitu curhatnya?" keluh Kimi.
"Ga bisa,kalau aku ga curhat sekarang aku ga bakalan bisa tidur nanti malam."
"Ok baiklah,kamu mau curhat apa?" tanya Kimi.
Kemudian EL menceritakan kejadian yang menimpa dirinya dan perlakuan Devano terhadapnya.
"Aku harus bagaimana dong Kim?"
"Ya udah,kamu cari cowok yang lain saja."
"Ga bisa Kim,cinta aku sudah mentok buat Kak Devano bahkan dihati aku sudah terpatri nama Kak Devano."
"Dasar Bucin."
"Kaya kamu ga Bucin aja sama Kak Kenzo," ledek EL.
Kimi pun hanya nyengir seperti tidak merasa bersalah.
"Aku punya ide EL,bagaimana kalau sekarang kamu pura-pura dingin dulu sama Kak Dev,jangan dulu hubungi dia cuekin dulu kalau Kak Dev masih biasa-biasa aja berarti emang dia ga ada perasaan sama kamu tapi kalau dia punya perasaan sama kamu,dia juga akan merasa kehilangan dan nyamperin kamu," seru Kimi.
"Aku ga bisa Kim,satu jam aja ga ngehubungi Kak Dev aku kaya cacing kepanasan tangan aku gatal banget apalagi kalau harus berhari-hari ga ngehubungi dia," rengek EL.
"Masya Alloh EL,ini cuma pura-pura doang itung-itung ngetes seberapa besarnya rasa cinta Kak Dev sama kamu."
Kimi benar-benar merasa gemas dengan kebucinan EL.
"Ya udah deh aku coba."
"Nah gitu dong."
"Hai,kalian sudah dari tadi disini?" sapa Milka.
"Hai Milka,enggak baru aja kita nyampe," jawab EL.
"Satria kemana?kok ga kelihatan?" tanya Kimi.
"Dia lagi ada urusan sebentar nanti malam juga sudah balik lagi kesini."
Ketiga wanita cantik itu pun akhirnya berbincang-bincang saling bertukar cerita satu sama lain.
Disisi lain,Lana sedang berada dirumah Misell dia memang sering datang ke rumah Misell meskipun rumah Misell sangat sederhana tapi membuat Lana sangat nyaman apalagi Ibunya Misell sangat baik.
"Sell,kamu malam ini kerja?" tanya Lana.
"Kerjalah,kalau ga kerja aku bisa dapat uang dari mana?" jawab Misell.
"Ya udah kalau gitu,aku pulang dulu ya sebentar lagi kan kamu berangkat kerja,Bu Lana pulang dulu," seru Lana.
"Iya,hati-hati Lana Ibu lagi nanggung nih cuci piring."
"Aku pulang dulu ya,besok jangan sampai terlambat atau Dosen Killer itu bakalan marahi kita lagi."
"Siap,kamu hati-hati ya!"
Lana pun pergi meninggalkan rumah Misell,selama dalam perjalanan Lana bernyanyi-nyanyi sendirian,saking asyiknya dengan nyanyiannya Lana tidak menyadari kalau mobil didepannya berhenti karena ada yang mau nyebrang.
Bruuuggghhh....
Mobil Lana menabrak mobil itu karena Lana tidak sempat menginjak remnya,Lana tampak kaget.
"Waduh,mati aku."
Dengan ragu-ragu Lana turun dari dalam mobilnya,dilihatnya mobil yang dia tabrak penyok.
"Aduh,kenapa aku bisa sampai ceroboh sih."
Seorang pria tampan dengan memakai kemeja warna navy turun dari dalam mobilnya,pria itu membulatkan matanya dikala melihat mobil bagian belakangnya penyok.
Sementara Lana matanya tidak berkedip melihat pria tampan itu.Pria itu melambai-lambaikan tangannya kedepan wajah Lana karena Lana tak kunjung sadar.
"Woi,malah bengong," bentak Satria.
Seketika kesadaran Lana kembali,dia kaget mendapat bentakan dari Satria.
"Hai bukannya kamu pria yang di Pesta waktu itu ya,yang dengan teganya menjatuhkan aku," seru Lana.
Sartia tidak menjawab,dia hanya menatap Lana dengan tatapannya yang tajam,tangannya dia lipat di atas perut.
Lama-kelamaan Lana merasa salah tingkah juga ditatap terus oleh Satria.
"Nih cowok kenapa sih,bukannya ngomong malah ngelihatin aku kaya gitu," batin Lana.
"Ok,kalau gitu anggap saja ini permintaan maaf kamu waktu itu ya,kan jadi impas kamu sudah buat pantat aku sakit waktu itu dan sekarang aku sudah buat pantat mobil kamu penyok,adil kan?" sahut Lana dengan cengirannya.
Satria tetap berada dalam posisinya dan sekarang Satria malah menaikan alisnya tanda dia tidak mengerti dengan ucapan gadis dihadapannya.
Tanpa banyak bicara,Satria mengambil kunci mobil Lana kemudian dia masuk kedalam mobilnya.
"Woi,kunci mobil aku mau dibawa kemana?" teriak Lana panik.
Satria memutar balikkan mobilnya,saat ini posisi mobil Satria sudah berada beberapa meter dibelakang mobil Lana,dengan cepat Satria menabrakan mobilnya ke mobil Lana sehingga mobil Lana penyok.
Lana menutup mulutnya dan membulatkan matanya,tidak menyangka kalau Satria akan melakukan hal gila seperti itu.
Satria membuka kaca mobilnya dan melemparkan kunci mobil Lana dengan sigap Lana menangkapnya.
__ADS_1
"Ini baru impas," ucap Satria dengan senyumannya yang tipis.
Satria kemudian melajukan mobilnya meninggalkan Lana yang masih melongo.
"Ih dasar cowok kurang ajar,awas ya kalau ketemu lagi aku bejek-bejek kamu," sahut Lana dengan menghentak-hentakan kakinya.
Sementara itu didalam mobilnya Satria tampak kesal.
"Dasar cewek gila," gumam Satria.
***
Keesokan harinya...
Mamah Mira yang sedang menyiram bunga-bunganya tampak terkejut melihat mobil anaknya Satria penyok seperti itu.
"Astaga,mobil Satria kenapa sampai penyok kaya gini?apa dia kecelakaan?" gumam Mamah Mira.
Dengan cepat Mamah Mira masuk kedalam dan menghampiri anaknya yang sedang sarapan dengan Papah Reno.
"Satria coba kamu berdiri," pinta Mamah Mira.
Dengan bingung,Satria pun menuruti perintah Mamahnya.Mamah Mira memutar tubuh Satria dan mengecek seluruh tubuh Satria takutnya ada luka ditubuh anaknya itu.
"Mamah kenapa sih?" tanya Satria bingung.
"Apa kamu terluka Sayang?"
"Terluka apaan?Satria baik-baik saja."
"Ada apa Sayang?kok kamu kelihatan panik kaya gitu?" tanya Papah Reno.
"Pah,mobil Satria penyok pasti kamu habis kecelakaan kan?" seru Mamah Mira khawatir.
"Benarkah itu Satria?" tanya Papah Reno.
"Oh itu,tadi malam ada seorang wanita gila yang nabrak mobil Satria," jawab Satria dengan santainya.
"Wanita gila,maksudnya?" tanya Mamah Mira.
"Satria malas membahasnya,biar nanti Satria bawa ke bengkel mobilnya," sahut Satria.
"Ya sudah,kamu pakai mobil Papah saja biar Papah pakai mobil yang satu lagi."
Satria menganggukan kepalanya...
Di Kampus...
"Lho Lan,kok kamu pakai mobil itu?mobil kamu kemana?" tanya Misell.
"Mobil aku dibengkel,tadi malam ada pria gila yang menabrakan mobilnya ke mobil aku."
"Pria gila,maksudnya?" tanya Misell.
"Ya pokoknya pria gila aja,udah ah pagi-pagi gini jangan bahas tuh cowok bikin mood aku jelek aja," Lana pun langsung berjalan meninggalkan Misell.
"Tunggu Lan,aku penasaran," teriak Misell dan menyusul sahabatnya itu.
Didalam kelas,semua Mahasiswa dengan seriusnya memperhatikan materi yang sedang dijelaskan oleh Zidan.
Zidan begitu gagah hari ini,dari hri ke hari kadar ketampanan Zidan makin bertambah sehingga membuat semua Mahasiswa sangat kagum dan terpesona.
"Ok,mata kuliah kita hari ini dicukupkan sampai disini dulu,oh iya untuk kamu Misella Anastasya saya ingin kamu menjadi Asisten saya karena saya melihat kamu adalah Mahasiswi berprestasi dan pinter saya butuh kamu untuk membantu saya memeriksa tugas teman-teman kamu."
"Hah..saya Prof?" Misell menunjuk dirinya sendiri.
"Iya kamu,memangnya dikelas ini yang namanya Misella Anastasya ada dua?" sahut Zidan.
"Kalau begitu sampai ketemu kembali esok hari,selamat siang."
Zidan pun meninggalkan ruangan kelasnya..
"Gila,beruntung banget kamu Sell dijadikan Asdos sama Profesor Zidan," seru Lana.
"Beruntung apanya,yang ada aku sial bukannya beruntung," sahut Misell.
"Ya tapi kan kamu jadi bisa dekat sama tuh Dosen tampan,aku jadi iri deh sama kamu," seru Lana.
"Ya udah,kamu aja yang gantiin aku jadi Asdos aku mah ogah."
Misell buru-buru keluar dan Lana dengan cepatnya menyusul Misell.
Meskipun Zidan terkenal sebagai Dosen Killer tapi pesona Zidan tidak bisa dihilangkan tetap saja semua Mahasiswa khususnya para wanita sangat memuja-muja Zidan.
Sikap dingin dan jutek Zidan justru membuat para Mahasiswi penasaran akan sosok Dosen tampan itu.
π·
π·
π·
π·
π·
Hallo apakabar semuanyaππ
Mana nih suaranya yang masih menunggu kelanjutan Kinan dan Dr.Zidanπ€π€
Jangan lupa dukungannya dan biasakan sehabis membaca tinggalkan jejak like,komen,dan vote sebanyak-banyaknyaππππ
Jangan lupa
like
vote n
komen
TERIMA KASIH
LOVE YOUπππ
__ADS_1