
π·
π·
π·
π·
π·
Cukup lama Dev dan EL berpelukan hingga akhirnya mereka melepaskan pelukannya,sungguh mereka berdua sangat merindukan satu sama lain.
"Aku sangat merindukanmu EL," ucap Dev.
"Aku juga Kak."
"Ayo ikut aku," Dev menarik tangan EL.
"Mau kemana Kak,aku masih ada kerjaan," tolak EL.
"Sudah,mulai sekarang kamu jangan kerja lagi masa calon istri Devano Davidson harus bekerja sih," ucap Dev dengan mengedipkan sebelah matanya.
"Idih genit."
"Udah ayo kita pergi dari sini."
Dev menggenggam tangan EL begitu erat seakan dia takut kehilangan wanita yang sangat dia cintainya itu.
Seluruh Karyawan disana tampak terkejut dengan apa yang mereka lihat,banyak yang berbisik-bisik dengan hubungan Bos sama Karyawannya itu.
Dev dan EL menyadarinya itu,EL hanya bisa menundukan kepalanya karena malu sementara Dev hanya menanggapinya dengan santai dan cuek.
"Tunggu Kak,tas aku belum diambil," seru EL.
Baru saja EL berbalik badan hendak ingin mengambil tasnya,seorang Karyawan sudah datang mengambilkan tasnya EL.
"Ini tasnya Ibu Aurel."
"Oh terima kasih ya."
EL pun masuk kedalam mobil Dev,Dev melajukan mobilnya.
"Kamu tinggal dimana?sekarang juga bawa barang-barang kamu kita pindah sebelum kita menikah besok," seru Dev.
"Hah..kamu ma--maksud Kakak apa?" tanya EL kaget.
"Besok kita nikah."
EL sangat terkejut sampai tidak sadar dia menganga saking terkejutnya.
"Jangan mangap terus nanti ada lalat masuk," goda Dev.
EL langsung menutup mulutnya dengan tangannya.
"Serius Kak?"
"Kapan aku ga serius sama kamu."
Tidak lama kemudian EL dan Dev sampai di Apartemen milik EL.
"Ayo Kak masuk," seru EL.
Dev tampak celingukan melihat setiap sudut Apartemen EL yang sangat sederhana namun bersih dan terlihat nyaman.
"Kenapa Kak,tempatnya kecil ya?" ucap EL dengan membawa minuman untuk Dev.
"Kamu selama ini tinggal disini?"
"Iya Kak,awalnya pertama aku jatuh bangun Kak tinggal dikontrakan kumuh sampai melamar pekerjaanpun selalu ditolak,satu tahun pertama hidup aku benar-benar berada dibawah hingga akhirnya aku memberanikan diri untuk melamar ke Perusahaan Asing itu dan alhamdulillah aku diterima disana karena mungkin melihat cara kerjaku yang bagus," jelas EL.
Dev mendengarkan cerita EL dengan setia ada perasaan iba dan kasihan kepada wanita yang berada dihadapannya itu.
__ADS_1
"Terus kamu tahu kalau Mamah kamu meninggal dan Papah kamu dirawat di Panyi Jompo?" tanya Dev.
"Aku tahu Kak,bahkan saat Mamah meninggalpun aku datang cuma tidak ada yang menyadarinya,masalah Papah aku suka mengirim uang ke Panti Jompo itu supaya Papah diurus dengan baik,bukannya aku ga mau mengurus Papah cuman keadaanku saat ini tidak memungkinkan,aku bukanlah seorang puteri Pengusaha lagi yang bergelimang harta,aku butuh pekerjaan untuk menghidupi diri aku sendiri dan Papah aku kalau Papah tinggal sama aku,siapa yang akan menjaganya," jelas EL dengan meneteskan air matanya.
Dev menghapus air mata EL dan memeluknya,Dev tidak menyangka kalau EL tahu segalanya tentang Orang tuanya,Dev bangga kepada EL ternyata EL masih sayang dan ingat kepada Orang tuanya.
"Aku pikir kamu tidak tahu tentang Orang tua kamu," sahut Dev.
"Aku memang marah sama mereka Kak,aku memang benci sama mereka tapi aku juga bukan anak durhaka yang tidak mengakui mereka sebagai Orang tua aku," ucap EL yang terus saja menangis dipelukan Dev.
Tiba-tiba Ponsel EL berbunyi,EL segera mengambilnya dan ternyata itu telpon dari pemilik Panti Jompo.
"Hallo Assalamualaiku Bu."
"Waalaikumsalam Nak EL,Ibu mau memberitahukan kepada Nak EL kalau saat ini Pak Agatha dibawa ke Rumah Sakit kondisinya drop," seru Ibu itu.
"Apa?sekarang Papah ada diRumah Sakit mana?" tanya EL panik.
"Di Rumah Sakit xxx."
"Baiklah EL akan segera kesana,Ibu tunggu ya."
EL pun menutup telponnya..
"Ada apa Sayang?" tanya Dev.
"Papah dibawa ke Rumah Sakit Kak,aku harus segera kesana."
"Ya sudah,ayo kita segera kesana."
Dev dan EL cepat-cepat menuju Rumah Sakit,sesampainya di Rumah Sakit EL berlari menuju ruangan tempat Papahnya dirawat terpancar kekhawatiran diwajah EL.
Perlahan EL membuka pintu ruangan rawat Papahnya disana ada Ibu Panti Jompo yang sedang menungguinya.
"Papah.." panggil EL.
EL mendekat kearah Papahnya,mendengar suara anaknya Papahnya membuka matanya dia melihat kearah anaknya itu dengan mata yang berkaca-kaca.
"Pak Agatha," panggil Dev.
Pak Agatha tampak melotot melihat Dev ada dihadapannya dan seketika air matanya luruh ada rasa bersalah yang teramat dihati Pak Agtaha dia ingin sekali meminta maaf kepada Dev bahkan kalau bisa dia ingin bersujud di kaki Dev.
Dia sangat bersalah dan malu bertemu dengan Dev,tangisan Pak Agatha semakin menjadi dia tidak bisa bicara ataupun menggerakan badannya hanya untuk sekedar memegang tangan Dev.
Dev yang mengerti dengan keinginan Pak Agatha,langsung meraih tangannya dan mencium tangannya sehingga membuat EL semakin menangis.
"Pak Agatha maafkan Dev,Dev kembali kesini untuk meminta restu Dev ingin menikahi EL puteri Bapak,Dev janji akan menjaga EL dengan segenap jiwa dan raga Dev,Pak Agatha jangan khawatir,apa Pak Agatha merestui hubungan kita Pak?" tanya Dev.
Pak Agatha hanya bisa mengedipkan matanya pertanda dia merestui hubungan mereka.
"Terima kasih Pak."
"Papah,EL akan menikah besok Papah harus sembuh supaya bisa menyaksikan pernikahan EL," ucap EL.
Setelah mendengar itu,Pak Agatha tersenyum kearah EL dan Dev hingga akhirnya Pak Agatha menutup matanya untuk selama-lamanya.
"Pah,Papah,bangun Pah," teriak EL.
Ibu Panti Jompo segera berlari untuk memanggil Dokter,tidak lama Dokter pun datang dan memerikasa Pak Agatha.
"Maaf,Pasien sudah meninggal dunia," seru Dokter.
"Ga mungkin Dokter,pasti Dokter salah tolong periksa sekali lagi Dokter aku mohon," ucap EL dengan deraian air matanya.
"Maaf Nona,Bapak anda sudah meninggal Nona harus sabar dan ikhlas,kalau begitu saya permisi dulu," ucap Dokter.
Seketika tangisan EL pecah,EL memeluk tubuh Papahnya yang saat ini terlihat sangat kurus.Dev hanya bisa memeluk EL dan menenangkannya.
***
Keesokan harinya...
__ADS_1
Setelah kemarin pemakaman Papah EL,sekarang saatnya EL melangsungkan ijab kabul di rumah Kinan.
EL meminta acara pernikahan yang sederhana tanpa ada resefsi karena EL tidak mau selain saat ini EL masih berduka atas kepergian Papahnya,EL juga merasa tidak pantas untuk mengadakan resefsi.
Setelah ijab kabul selesai dan sekarang Dev dan EL sudah resmi menjadi sepasang suami istri,tampak kebahagiaan terpancar dari keduanya.
Saat ini semuanya sedang berkumpul di ruangan keluarga.
"Uncle,apa Uncle mau kembali ke Belanda?" tanya Zein yang saat ini duduk dipangkuan Dev.
"Iya Son,Uncle akan tinggal disana."
"Sama Onty juga?"
"Iya dong,Uncle kan sudah menikah sama Onty masa Onty ga dibawa," seru Dev.
EL mengacak-ngacak rambut Zein dengan gemasnya.
"Aduh Onty jangan acak-acak rambut Zein nanti Zein ga tampan lagi," seru Zein dengan wajah yang cemberut.
Semuanya pun tertawa...
"Kapan kamu nyusul Ken?masa keduluan lagi sama aku," ledek Dev.
"Sabar,aku masih muda ini iya kan Sayang?" seru Kenzo dengan merangkul pundak Kimi.
"Iya santai aja."
Begitulah Kenzo dan Kimi mereka sangat santai mereka tidak mau terburu-buru menikah mereka jalani saja hubungannya seperti air yang mengalir.
Begitu juga dengan Satria dan Lana,apalagi saat ini Lana ingin melanjutkan lagi kuliahnya untuk mendapatkan gelar spesialis,itu tidak menjadi masalah buat Satria karena mereka juga masih muda jangan buru-buru menikah.
Disaat semuanya sedang asyik ngobrol-ngobrol,tiba-tiba terdengar suara Kinan yang sedang muntah-muntah di kamar mandi.
"Tuan,Nyonya Kinan dari tadi muntah-muntah terus," seru Bi Sum.
Zidan segera menuju kamar mandi menyusul Kinan,setelah sekian lama menunggu akhirnya Kinan juga selesai,Kinan tampak lemas dan pucat.
"Ya ampun Kak Kinan pucat banget," seru EL.
"Emang tadi kamu makan apa Nan?" sahut Dev.
"Aku ga makan apa-apa Dev,tadi aku cuma mencicipi semur ayam tapi langsung terasa mual," sahut Kinan.
"Jangan-jangan Kak Kinan hamil," celutuk Kimi.
"Hah hamil.." ucap Kinan.
"Horeee...Zein akan punya adik," seru Zein yang berjingkrak-jingkrak.
π·
π·
π·
π·
π·
Sampai jumpa di season selanjutnyaπππ
Jangan lupa
like
vote n
komen
TERIMA KASIH
__ADS_1
LOVE YOUπππ