Bos Cantik Pujaan Hati

Bos Cantik Pujaan Hati
MALU


__ADS_3

🌷


🌷


🌷


🌷


🌷


Kinan masih setia mondar-mandir dengan menggigit jari-jarinya..


"Aduh,bagaimana ini?" gumam Kinan.


Zidan pun yang memang sudah bangun dari tadi,merasa pegal juga harus terus-terusan pura-pura tidur.Akhirnya Zidan menggeliat dan melenguh.


Kinan yang merasa kaget langsung menoleh ke arah Zidan,betapa terkejutnya Kinan saat melihat Zidan tidur dengan bertelanjang dada.


Kinan langsung membalikkan tubuhnya,wajah Kinan sudah sangat merah,jantungnya berdetak lebih kecang lagi seperti habis lari maraton.


"Astaga,badannya bagus banget," batin Kinan.


"Ya ampun,Kinan kenapa pagi-pagu otak kamu mesum begini," Kinan memukul-mukul dan menggeleng-gelengkan kepalanya.


Zidan yang melihat kelakuan Kinan,terlihat menahan senyumnya kali ini dia harus pura-pura tidak tahu.


"Hei siapa kamu,kenapa kamu ada di kamar aku?berani-beraninya kamu masuk kesini," Zidan pura-pura marah,padahal dia sudah ingin tertawa terbahak-bahak melihat wajah tegang Kinan.


"A..aku Kinan,aku mau mengambil mobil aku dan tadi Mamah kamu nyuruh aku ngebangunin kamu," ucap Kinan gugup dengan posisi yang masih membelakangi Zidan.


"Hei,kalau bicara dengan orang itu menghadao kepada orangnya bukan malah membelakanginya sungguh tidak sopan,katanya lulusan terbaik dari Belanda tapi kok ga punya sopan santun," ucap Zidan.


"Ka..kamu pakai dulu pakaian kamu," seru Kinan gugup.


"Sudah,sekarang kamu boleh berbalik," ucap Zidan.


"Cepat mana kunci mobil aku," sahut Kinan dengan menundukkan kepalanya,Kinan tidak berani melihat ke arah Zidan.


Zidan menahan tawanya,wanita yang berada di hadapannya begitu lucu dan menggemaskan.


"Tunggu sebentar aku mau mandi dulu,habis itu baru aku kasih kunci mobil kamu," dengan santainya Zidan melangkah ke kamar mandi.


Dan secara otomatis Kinan melototkan matanya dan langsung menoleh ke arah Zidan,ternyata Zidan membohongi Kinan Zidan sama sekali belum memakai bajunya sehingga disaat Zidan berdiri terpampang jelas tubuh tegap putih mulus,dada bidang,dan perut kotak-kotaknya.


Kinan sampai melongo dan tak bisa berkata apa-apa lagi,bahkan untuk menelan salivanya pun Kinan butuh kerja keras.


Kinan menjatuhkan tubuhnya di atas sofa yang berada di kamar Zidan,dia kembali memegang dadanya yang berdetak kencang sementara di dalam kamar mandi Zidan cepat-cepat menyalakan shower dan tawanya pecah juga dia berhasil sudah menjahili Kinan.


"Sungguh wanita yang sangat cantik,tapi sayang sudah ada yang punya," gumam Zidan.


Sementara itu di sofa,Kinan terus menyalahi dirinya sendiri.


"Lama-lama diam disini,bisa membuat ku mati karena jantungan," gerutu Kinan.


Tidak lama kemudian,pintu kamar mandi terbuka dan secara refleks Kinan menoleh ke arah kamar mandi.


Kinan di buat sport jantung lagi oleh Zidan,dia keluar dengan handuk yang dililitkan di pinggang dan tangannya sibuk mengelap rambutnya yang basah dengan handuk kecil.


"Ya Alloh." Kinan cepat-cepat menutup matanya dengan bantal sofa.


Zidan tersenyum dan cepat-cepat menuju Walk in closet untuk memakai pakaian.


"Sudah cepat buka mata kamu," seru Zidan.


"Ga mau,nanti kamu malah ngebohongin aku lagi," seru Kinan.


"Ga beneran,aku sudah memakai pakaian," ucap Zidan.


Perlahan Kinan membuka bantal yang menutupi wajahnya,benar saja dilihatnya Zidan sudah tampil rapi memakai celana jeans dan kaos oblong berwana hitam yang membuat Zidan semakin menawan.


"Sini mana kuncinya," Kinan mengulurkan tangannya pertanda dia meminta kunci kepada Zidan.


Zidan langsung memberikan kuncinya ke tangan Kinan.


"Ok..makasih." Kinan langsung pergi meninggalkan Zidan.


Zidan menyusulnya dari belakang,Kinan dari pertama memasuki rumah Zidan tidak terlalu memperhatikan foto yang terpampang di sudut ruangan keluarga.


Di foto itu terpampang Zidan dan Fabian berada di antara foto Mamah dan Papahnya.

__ADS_1


Fabian tidak tinggal di situ,karena semenjak Fabian menikah,Fabian mempunyai rumah sendiri yang tak kalah megah dari rumah kedua orang tuanya.


Tidak ada yang tahu kalau Fabian dan Zidan tidak pernah akur,mereka tidak seperti Kakak beradik setiap bertemu hanya perselisihan dan ketegangan yang mereka tunjukkan,sampai-sampai kedua Orang Tua mereka sudah kehabisan akal untuk membuat anak-anaknya akur.


Bukan tanpa alasan mereka bersikap seperti itu,ada satu hal yang membuat hubungan Kakak beradik itu menjadi memanas sampai saat ini.


Kinan menuruni anak tangga,dilihatnya Mamahnya Zidan masih duduk di ruangan Tv kali ini ada Papahnya Zidan yang duduk menemani sang istri.


"Tante,Om,Kinan permisi dulu," ucap Kinan.


"Kok buru-buru sih Sayang,Pah kenalin ini pacarnya Zidan," lagi-lagi Mamah Zidan menyebut Kinan sebagai pacar Zidan.


Kinan mengibas-ngibaskan tangannya..


"Bukan Om,Kinan bukan pacarnya Dr.Zidan," ucap Kinan gugup.


"Benaran juga gapapa Nak,justru kita sangat bahagia kalau kamu pacaran sama anak kita," ucap Papah Zidan.


"Papah dan Mamah jangan terlalu berharap,Kinan sudah mempunyai pacar," ucap Zidan dingin.


"Benarkah itu,ya padahal Mamah dan Papah sudah senang kalau kamu pacaran sama Kinan,sungguh wanita yang sopan dan juga cantik," sahut Mamah Zidan.


"Kamu sudah Kuliah atau sudah bekerja Nak?" tanya Papah Zidan.


"Kinan saat ini sedang mengurus satu Perusahaan milik Papih Om," jawab Kinan.


"Wah hebat sekali," puji Papah Zidan.


"Tante,Om,kalau begitu Kinan pamit dulu!Assalamualaiku..." seru Kinan.


"Waalaikumsalam..."


Kinan melangkah meninggalkan rumah Zidan menuju mobilnya disusul oleh Zidan.


"Terima kasih,hutang kita impas kan," seru Kinan.


Kinan mulai melajukan mobilnya dan perlahan meninggalkan rumah Zidan,pada saat Zidan akan memasuki rumah,Zidan melihat Ponsel Kinan tertinggal di mobilnya.


Tanpa banyak basa-basi,Zidan langsung menancap gas mobil dan menyusul mobil Kinan.


Di dalam mobil,Kinan tampak memegang perutnya sepertinya Maagnya kambuh.Dia baru ingat kalau Kinan belum sarapan sama sekali,pagi-pagi dia langsung pergi ke rumah Zidan.


"Bukannya itu mobil Kinan,ngapain diam disitu?" gumam Zidan.


Zidan menghentikan mobilnya tepat di depan mobil Kinan,Zidan turun dari mobilnya dan menghampiri mobil Kinan.Dilihatnya Kinan sedang kesakitan memegang perutnya,Zidan menggedor-gedor kaca jendela mobil Kinan.


"Kinan,kamu kenapa?buka pintunya."


Kinan pun membuka pintu mobilnya.


"Kamu kenapa?" tanya Zidan panik.


"Perut aku sakit." ucap Kinan lirih.


Kemudian Zidan memeriksa perut Kinan dengan menekan-nekan bagian tertentu.


"Apa kamu mempunyai penyakit Maag?" tanya Zidan.


Kinan hanya mampu menganggukkan kepala,karena rasa sakit yang begitu parah akhirnya Kinan pingsan juga,untung Zidan berada di sampingnya dan menangkap tubuh Kinan.


Dengan sigap,Zidan menggendong Kinan memasukkannya ke mobil miliknya dan membawanya ke Rumah Sakit.


Sesampainya di Rumah Sakit,Kinan langsung di tangani Dokter dan di infus.Dokter Wildan yang menangani Kinan merupakan sahabat Zidan.


"Apa wanita cantik ini kekasihmu?" tanya Dokter Wildan.


"Bukan."


"Terus siapa dia?"


"Cuma kenalan doang,dia sepupunya Milka."


"Wuidih,sepupunya cantik banget Bro apa dia sudah punya kekasih biar buat aku aja kalau kamu ga mau," ucap Dr.Wildan dengan tatapan menggoda.


Zidan menggeplak kepala Wildan.


"Enak aja kalau ngomong,dia sudah punya kekasih jangan ganggu dia," jawab Zidan dengan ketusnya.


"Gimana hubunganmu dengan Milka?"

__ADS_1


"Emangnya ada hubungan apa aku sama Milka?" Zidan balik bertanya.


"Si Milka itu kan ngebet banget sama kamu,malah sudah nembak kamu 2x kenapa kamu ga terima saja,Milka juga lumayan cantik kok," sahut Dr.Wildan.


"Aku ga punya perasaan apa-apa sama dia,aku cuma menganggap Milka sebagai adikku sendiri ga lebih," ucap Zidan dengan terus menatap Kinan yang terbaring di ranjang Pasien.


"Apa karena Milka punya penyakit,makannya kamu ga mau?" tanya Dr.Wildan.


"Bukan begitu Wil,namanya cinta itu ga bisa di paksakan jangankan penyakit gagal ginjal,dulu aja Bunga mengidap Leukeumia aku mencintainya.Cinta itu ga memandang dari segi apa pun," jelas Zidan.


"Kalau sama wanita itu?" tunjuk Wildan ke arah Kinan.


Zidan diam seribu bahasa,lidahnya tiba-tiba kelu.


Tiba-tiba,Kinan sadar.Zidan dan Wilda menghampiri Kinan.


"Aku dimana?" tanya Kinan.


"Kamu di Rumah Sakit,kenapa Maag kamu bisa sampai kambuh begitu?apa kamu telat makan?" tanya Zidan.


"Tadi kan aku pergi ke rumah kamu pagi-pagi banget ga sempat sarapan dulu," jawab Kinan.


"Dasar wanita bodoh,kalau punya penyakit Maag itu ga boleh telat makan," ucap Zidan dingin.


"Nona Kinan,setelah cairan infus ini habis Nona sudah bisa pulang kalau begitu saya pamit semoga lekas sembuh," Dr.Wildan pergi dari ruangan tempat Kinan di rawat.


"Ini Ponsel kamu,tadi ketinggalan di mobil aku," Zidan memberikan Ponsel Kinan.


"Terima kasih,sudah menolongku," ucap Kinan.


"Itu sudah kewajibanku sebagai seorang Dokter,apa kamu tidak mau menghubungi kekasihmu pasti dia sangat mengkhawatirkanmu," ucap Zidan.


"Kekasih?...aku tidak mempunyai kekasih," jawab Kinan.


"Bukannya tadi malam yang nyanyi bareng kamu di Restoran itu kekasih kamu?" sahut Zidan.


"Oh jadi tadi malam,Dokter ke Restoran Family Food juga.Dia itu Abang aku bukan kekasih aku," ucap Kinan.


Zidan memalingkan wajahnya,tersirat senyum di wajahnya tidak tahu kenapa ada rasa bahagia di hati Zidan saat mendengar ucapan Kinan.


"Ini,kamu harus makan dulu," Zidan memberikan makanan yang disediakan oleh Rumah Sakit.


Kinan menerimanya dan mulai memakannya,sementara itu Zidan yang dari tadi duduk di sofa terus curi-curi pandang ke arah Kinan.


Kinan sudah selesai makan,Zidan menghampiri Kinan dan menyimpan makanan Kinan di atas nakas.


"Kenapa ga di habiskan makannya?" tanya Zidan.


"Udah kenyang."


Zidan melihat ada sedikit sisa makanan di ujung bibir Kinan,kemudian Zidan membersihkan bibir Kinan dengan Ibu jarinya.


"Makan kok kaya anak kecil,blepotan."


Kinan yang kaget dengan perlakuan Zidan,hanya bisa diam terpaku darahnya mengalir begitu cepat dan detak jantungnya pun berdetak tak beraturan.


Kinan memalingkan wajahnya,supaya Zidan tidak melihat wajah Kinan yang memerah bak kepiting rebus menahan malu.


🌷


🌷


🌷


🌷


Selamat pagi Reader-readerku tercinta,semoga semuanya sehat selalu...


Jangan bosen-bosen ya menunggu kelanjutannya,semoga kalian suka🙏🙏😘😘


Jangan lupa


like


vote n


komen


TERIMA KASIH

__ADS_1


LOVE YOU💘💘💘


__ADS_2