Bos Cantik Pujaan Hati

Bos Cantik Pujaan Hati
SALAHKAH KU MENCINTAIMU


__ADS_3

🌷


🌷


🌷


🌷


🌷


Zidan menepuk-nepuk pipi Kinan,ternyata Zidan baru menyadari kalau badan Kinan panas Kinan mengalami demam.


"Ya Alloh panas banget badannya," gumam Zidan.


Dengan cepat Zidan mengangkat tubuh Kinan dan membawanya ke Rumah Sakit.Sesampainya di Rumah Sakit,Kinan langsung mendapat penanganan oleh Dokter.


"Bagaimana keadaannya Dr.Joko?" tanya Zidan.


"Kayanya dia mengalami kelelahan,kurang tidur dan banyak pikiran juga,itu yang menyebabkan dia demam tapi kamu tenang saja saya sudah memberi dia obat jadi sekarang dia sedang istirahat," jawab Dr.Joko.


"Terima kasih Dok."


"Siapa wanita cantik itu,apa dia orang yang sangat spesial sampai-sampai kamu khawatir seperti itu?" goda Dr.Joko.


Zidan hanya tersenyum dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Dr.Joko menepuk pundak Zidan sebelum dia pergi meninggalkan Zidan.


Devano dan Kenzo segera menuju Rumah Sakit,Zidan menghubungi Devano saat perjalanan menuju ke Rumah Sakit dan Devano kembali menghubungi Kenzo.


"Bagaimana keadaan Kinan,Bang?" tanya Devano saat memasuki ruangan rawat Kinan.


"Tadi dia mengalami Demam,kata Dr.Joko Kinan mengalami kelelahan dan kurang tidur juga," jawab Zidan.


"Memang akhir-akhir ini Kinan gila kerja,malah lembur terus setiap hari," seru Devano.


"Iya dan sampai rumah,Kak Kinan juga sering tidur larut ga tahu kenapa biasanya Kak Kinan ga seperti itu," sambung Kenzo.


"Aunty sama Uncle tahu ga Ken?" tanya Devano.


"Mamih sama Papih sedang pergi ke Belanda," jawab Kenzo.


"Jadi kalian tinggal berdua?lebih baik kamu jangan kasih tahu mereka takutnya mereka bakalan khawatir sama Kinan," ucap Devano.


Ketiga pria tampan itu memutuskan untuk menginap di Rumah Sakit menjaga Kinan.Devano dan Kenzo sudah berada di alam mimpinya masing-masing,sementara Zidan belum bisa memejamkan matanya.


Zidan menghampiri Kinan duduk di samping Kinan dan menggenggam tangan Kinan.


"Seberat itukah pikiran kamu Kinan?aku pikir cuma aku saja yang menderita disini,ternyata kamu juga merasakan hal yang sama dengan aku,kenapa kisah cinta kita serumit ini Kinan?" gumam Zidan.


Zidan mulai menguap dan tertidur di samping Kinan dengan tangan yang masih menggenggam tangan Kinan.


Keesokan harinya...


Kenzo dan Devano sudah bangun duluan,Devano menaruh telunjuk di bibirnya pertanda Kenzo jangan berisik.


"Jangan gangguin mereka,biarkan seperti itu," ucap Devano.


"Kasihan mereka,sebenarnya mereka itu saling mencintai cuma penghalang cinta mereka terlalu egois," seru Kenzo.


"Mereka cuma menunggu keikhlasan hati Milka,karena cuma Milka yang bisa menyatukan cinta mereka," sahut Devano.


"Dev,aku harus pulang soalnya aku Dinas pagi," ucap Kenzo.


"Ya sudah kamu pulang saja sana,Kinan biar aku yang jagain," sahut Devano.


"Tolong jagain Kak Kinan ya Dev,nanti pulang Dinas aku langsung kesini," ucap Kenzo.


"Kamu tenang aja Ken."


"Ya sudah,aku pulang dulu ya!!"


Devano keluar buat mencari kopi untuk sarapan,setelah itu membawanya ke ruangan rawat Kinan.


Ternyata Kinan sudah sadar tapi Zidan masih tertidur di samping Kinan.


"Kinan,kamu sudah bangun," ucap Devano.


"Aku kenapa Dev?" tanya Kinan.


"Kamu kecapean,keras kepala sih jadi orang," sahut Devano.


Zidan yang mendengar obrolan antara Kinan dan Devano bangun dan merentangkan tangannya.


"Kamu sudah bangun," Zidan langsung memegang kening Kinan.


"Syukurlah Demamnya sudah turun," gumam Zidan.


"Bang,kamu ke kamar mandi dulu gih aku sudah belikan kopi tuh nanti keburu dingin," ucap Devano.


"Ok..terima kasih Dev," Zidan menuju kamar mandi.


"Kamu makan dulu ya,tuh tadi suster sudah bawa bubur buat kamu."


"Nanti saja Dev,belum lapar."


Tidak lama kemudian Zidan keluar dari kamar mandi,Zidan melap wajahnya dengan handuk kecil.


"Ya Alloh,tampan sekali," batin Kinan yang langsung membuang pandangannya saat tau Zidan menoleh kepadanya.


Devano dan Zidan pun menyeruput kopinya di sofa yang ada di ruangan rawat Kinan sembari mengobrol ringan.


Sementara Kinan terlihat canggung,dia ingat betul apa yang Zidan semalam katakan Kinan takut Zidan meminta jawaban kepadanya yang jelas-jelas Kinan tidak tahu jawabannya.


Tiba-tiba pintu terbuka,menampilkan Daffin dan Daddy Angga disana.


"Sayang,kamu tidak apa-apa?" tanya Daddy Angga dengan memeluk Kinan.


"Daddy,kok Daddy tahu kalau Kinan ada disini?" ucap Kinan.


"Tadi pagi-pagi Kenzo ngehubungi Abang katanya kamu di rawat di Rumah Sakit kebetulan Daddy mendengar pembicaraan Abang sama Kenzo dan akhirnya minta ikut juga kesini," jelas Daffin.

__ADS_1


"Ya ampun Daddy,Kinan gapapa kok," ucap Kinan.


"Gapapa bagaimana,katanya kamu kelelahan dan kurang istirahat kenapa bisa sampai seperti itu sih?" seru Daddy Angga dengan khawatirnya.


"Kinan lagi banyak kerjaan aja Daddy,makannya Kinan kurang istirahat tapi kan sekarang Kinan sudah baik-baik saja Daddy," ucap Kinan dengan cengirannya.


Daddy Angga menyentil kening Kinan dengan jari telunjuknya.


"Dasar keras kepala."


"Aw...sakit Daddy," rengek Kinan dengan cemberutnya.


"Syukurin,kamu memang pantas dapat hukuman jadi anak kok keras kepala banget," sahut Daffin.


Kinan cemberut dan melipat kedua tangannya di perut.


"Kalian sekarang sudah tidak sayang lagi sama Kinan," ucap Kinan dengan memanyunkan bibirnya.


Semua orang yang ada disana malah menertawakan Kinan membuat Kinan makin cemberut.


"Hmm,karena Kinan sudah ada yang jagain sepertinya saya permisi dulu mau pamit pulang," ucap Zidan.


"Oh iya,terima kasih Dokter sudah menolong Kinan," ucap Daffin.


"Sama-sama Pak Daffin,,Kinan aku pulang dulu nanti sore aku kesini lagi," ucap Zidan.


Kinan hanya membalas dengan senyuman kikuk,Zidan pun pergi meninggalkan ruangan Kinan,hari ini Zidan tidak ada jadwal makannya dia langsung pulang saja.


"Kok wajahnya merah kaya gitu," goda Daddy Angga dengan mencubit hidung Kinan.


"Ih..Daddy apa-apaan sih," wajah Kinan semakin memerah mendapat godaan dari Daddy Angga.


"Kok buburnya belum dimakan?sini Abang suapin kamu," ucap Daffin dengan duduk di samping Kinan.


Setelah menyuapi Kinan,Daffin dan Daddy Angga pamit pulang karena masih banyak pekerjaan yang harus diurus.


Tinggalah sekarang Kinan dan Devano,Devano terus saja mengotak-ngatik Laptopnya.


"Dev,kalau kamu mau ke Kantor pergi saja aku gapapa kok sendirian disini," seru Kinan.


"Enggak Kinan,kalau kamu butuh sesuatu nanti bagaimana?" tanya Devano.


"Kan ada Suster,tinggal panggil Suster saja," jawab Kinan.


"Yakin kamu bisa sendiri?tapi aku khawatir kalau ninggalin kamu sendirian."


"Gapapa Dev,lagipula aku udah baikan kok."


"Beneran gapapa?soalnya aku harus ke Kantor banyak yang harus di urus."


"Iya gapapa,udah sana pergi."


"Ya udah,kalau sampai terjadi kenapa-napa cepat hubungi aku."


"Siiip.."


Devano pun pergi meninggalkan Kinan sendirian,sebenarnya Devano tidak tega meninggalkan Kinan tapi pekerjaan yang mengharuskan Devano datang ke Kantor.


"Permisi.." sapa seorang Suster.


"Bagaimana sudah baikkan sekarang?" tanya Suster yang bernama Mawar itu.


"Iya Suster,sekarang aku sudah baikkan."


"Wah,buburnya juga sudah habis hebat sekarang saya mau suntikan obat dulu ya ke selang infusan kamu," ucap Suster Mawar dengan ramahnya.


"Iya Suster silahkan."


Seketika Kinan mengerutkan keningnya merasakan sedikit sakit.


"Sudah,kenapa sakit ya?" tanya Suster Mawar.


"Iya Suster sedikit,,Suster boleh nanya ga?" tanya Kinan.


"Boleh,mau nanya apa?"


"Suster sudah menikah belum?" tanya Kinan.


"Belum,memangnya kenapa sudah kelihatan tua ya!!"


"Ga kok,justru Suster kelihatan cantik banget tanpa make up yang berlebihan," ucap Kinan.


"Terima kasih Kinan," ucap Suster Mawar dengan mengusap kepala Kinan.


Ada perasaan nyaman yang Kinan rasakan dikala dekat dengan Suster Mawar,walaupun mereka baru saja bertemu tapi Kinan merasa kalau Suster Mawar orang yang sangat baik dan ramah.


"Kalau begitu,saya pemisi dulu ya kalau ada apa-apa kamu panggil saya saja," ucap Suster Mawar dengan ramahnya.


"Iya Suster terima kasih."


Suster Mawar pun pergi meninggalkan ruangan rawat Kinan.


"Kayanya Suster Mawar cocok nih kalau di jodohkan sama Bang Daffin," gumam Kinan dengan senyuman penuh arti.


Tidak lama kemudian Kinan terus saja menguap,mungkin akibat obat yang barusan Suster suntikan.Kinan merebahkan tubuhnya dan tidak membutuhkan waktu lama,Kinan langsung terlelap masuk ke alam mimpinya.


Sore pun tiba,pulang Dinas Kenzo langsung ke Rumah Sakit menjenguk Kakaknya dengan membawa Burgger kesukaan Kinan.


Kinan pada saat ini sedang di periksa oleh Suster Mawar.


"Sore..." sapa Kenzo dan meletakan Burggernya di atas meja dan duduk di samping Kinan.


"Wah,pacar Kinan ternyata seorang Polisi ya!!" goda Suster Mawar.


"Ini adik aku Suster bukan pacar aku," jawab Kinan.


"Ya ampun kirain pacarnya,oh iya aku dengar gosip kalau Kinan sedang dekat dengan Dr.Zidan ya!!" seru Suster Mawar.


"Idih Suster,jangan suka bergosip deh," sahut Kinan.


Suster Mawar hanya tersenyum sambil membenarkan posisi infus Kinan.

__ADS_1


"Ken,Suster Mawar mau Kakak jodohkan sama Bang Daffin," bisik Kinan ke telinga Kenzo.


"Kayanya susah deh Kak,soalnya Bang Daffin kaku banget sama perempuan," balas Kenzo dengan berbisik pula.


"Sudah,sekarang keadaan kamu sudah membaik kayanya besok juga sudah bisa pulang," seru Suster Mawar.


"Iya,terima kasih Suster."


"Sama-sama,kalau begitu aku permisi dulu," Suster Mawar selalu mengusap kepala Kinan kalau setelah selesai memeriksa.


"Tuh kan Ken,kayanya Suster Mawar orangnya penyayang banget cocok kalau sama Bang Daffin," sahut Kinan.


"Iya deh,terserah Kakak saja."


"Ken,itu Burgger ya mau dong."


Kenzo membawakan Burgger ke hadapan Kinan,Kinan terlihat bertepuk tangan kegirangan melihat Kenzo membawakan makanan kesukaannya.


"Dasar anak kecil," cibir Kenzo.


"Terima kasih Adikku yang ganteng."


"Astaga Kak,aku ini emang ganteng sejak lahir Kakak baru menyadarinya ya kalau punya Adik seganteng ini," ucap Kenzo bangga.


Tapi Kinan tidak memperdulikannya lagi karena saat ini Kinan sedang sibuk menyantap Burgger kesukaannya.


Tiba-tiba pintu ruangan terbuka menampilkan sosok Pria tampan siapa lagi kalau bukan Zidan.


Kinan langsung tersedak kala melihat Zidan,dengan sigap Zidan mengambilkan air dan memberikannya kepada Kinan.


Sementara Kenzo hanya meliriknya dan sedang sibuk dengan Ponselnya.


"Makannya Kak kalau makan itu pelan-pelan,ga bakalan ada yang minta kok Burggernya," celetuk Kenzo yang masih sibuk dengan Ponselnya.


"Kamu gapapa Kinan?" tanya Zidan yang sekarang sudah duduk di samping Kinan.


"Gapapa kok Kak," jawab Kinan canggung.


Kinan kembali memakan Burggernya dengan malu-malu,karena Zidan terus memperhatikannya.


"Kakak kenapa sih,ngelihatin aku terus?kan aku malu," ucap Kinan.


"Cantik."


"Udah deh ga usah gombal segala,aku udah ga mandi dari kemarin masa masih di bilang cantik,bilang aja kalau aku kucel ga usah di bagus-bagusin," ucap Kinan tanpa melihatbke arah Zidan.


"Kamu memang cantik kok,meskipun ga mandi seminggu kamu tetap cantik dan aku tetap mencintai kamu," ucap Zidan tersenyum dan masih terus memandang Kinan.


Seketika wajah Kinan memerah,Burgger yang ada di mulutnya pun terasa susah sekali untuk ditelan.


"Hmm..hmm...jangan bermesraan di depan aku,membuat jiwa jomblo ku meronta-ronta saja," celetuk Kenzo yang masih setia dengan Ponselnya.


"Apaan sih Ken."


"Alah Kakak itu malu-malu kucing,padahal kenyataannya Kakak suka kan di gombalin sama Abang Dokter," goda Kenzo.


"Kenzo..awas kamu ya,kamu belum ngerasain ya labu infusan ini masuk ke dalam mulut kamu yang nyebelin itu," ucap Kinan.


Tapi Kenzo pura-pura tidak mendengar dan malah memasang earphone di telinganya dengan memjamkan matanya.


"Ih..dasar adik nyebelin," gerutu Kinan.


"Sudah..sudah!!" ucap Zidan dengan menggenggam tangan Kinan.


"Bagaimana jawabannya,dari semalam kamu belum penjawab pertanyaan aku," ucap Zidan.


"Hmm..pertanyaan yang mana ya?" Kinan pura-pura tidak tahu.


"Jangan pura-pura lagi,aku tahu kamu sedang pura-pura dan menghindar dari aku.Aku mohon kamu jangan pikirkan perasaan orang lain tapi pikirkan perasaan kamu sendiri,kamu ikuti kata hati kamu," seru Zidan.


Kinan melepaskan genggaman tangan Zidan dan menundukkan kepalanya,Kinan bingung harus menjawab apa,antara cinta dan saudara Kinan bingung harus memilih yang mana.


"Kinan tatap mata aku," Zidan menarik dagu Kinan supaya menatapnya.


Kinan menatap mata Zidan...


"Dengarkan aku,kita harus berjuang dan bertahan bukan malah menyerah dan pergi,itu baru namanya cinta," ucap Zidan.


Kinan meneteskan air matanya...


"Aku bingung Kak,aku ga mau sampai ada permusuhan diantara aku dan Milka apalagi saat ini Milka sedang mengidap penyakit yang butuh dukungan dan semangat dari orang-orang terdekatnya dan salah satu penyemangat terbesar buat Milka itu ya kamu Kak,aku ga mau jadi orang yang kejam merebut kebahagiaan Sepupu aku sendiri," jelas Kinan dengan deraian air mata.


"Kamu tidak pernah merebut kebahagiaan siapapun,karena memang sejak awal aku hanya menganggap Milka sebagai adik aku ga lebih,,sekarang aku cuma ingin tahu bagaimana perasaan kamu sama aku?" Zidan menatap Kinan dengan penuh harap.


"Satu pertanyaan buat kamu Kak,salahkah bila aku mencintaimu Kak?" ucap Kinan dengan air mata yang terus mengalir dipipinya.


Zidan tersenyum dan langsung memeluk Kinan.


"Tidak Kinan,itu tidak salah sama sekali," jawab Zidan dengan mengeratkan pelukkannya.


Untuk pertama kalinya Kinan membalas pelukkan Zidan dan itu membuat Zidan bahagia.Sementara itu Kenzo yang dari tadi pura-pura tidur hanya menyunggingkan senyumannya.


🌷


🌷


🌷


🌷


🌷


Hai..hai...mana suaranya pendukung Kinan dan Babang Zidan😁😁


Jangan lupa


like


vote n


komen

__ADS_1


TERIMA KASIH


LOVE YOUπŸ’˜πŸ’˜πŸ’˜


__ADS_2