
๐ท
๐ท
๐ท
๐ท
๐ท
Zidan sampai di Rumah Sakit,Zidan terlihat terpincang-pincang dalam berjalan sehingga menjadi perhatian semua orang.
"Sial,semua orang jadi merhatiin aku kan,awas kamu Kinan," batin Zidan.
Sesampai di ruangannya,Milka sudah menunggu di depan ruangan Zidan karena hari ini memang Zidan terlambat datang akibat Drama di pagi hari.
"Lho,Dokter kenapa kok jalannya pincang kaya gitu?" tanya Milka.
"Gapapa Milka,tadi kesandung pas di jalan," jawab Zidan.
Zidan langsung menjalankan tugasnya.
Sementara itu,Kinan langsung ke Perusahaan Fabian karena hari ini ada jadwal Meeting di Perusahaan Fabian.
Devano sudah sharelock alamat Perusahaan Fabian.
Sesampainya di Lobby,Devano sudah bertolak pinggang dengan tatapannya yang tajam.
Kinan menghampiri Devano dengan menampilkan senyumannya yang paling manis,berharap Devano tidak marah.
"Pagi Dev!!" sapa Kinan.
Tanpa aba-aba,Devano menyentil kening Kinan membuat Kinan mengerang kesakitan.
"Sakit Dev..." rengek Kinan sembari mengusap keningnya.
"Jam berapa ini Kinan?kebiasaan banget sih,untung Meetingnya masih ada waktu 15 menit lagi," seru Devano dengan gemasnya.
Devano langsung meninggalkan Kinan,Kinan berlari kecil untuk menyusul langkah Devano yang lebar.
"Tungguin Dev.." teriak Kinan.
Kinan dan Devano sampai di ruangan Meeting di Perusahaan Fabian,Fabian sudah terlihat duduk di paling depan.Menatap ke arah Kinan tanpa hentinya.
1 jam berlalu,akhirnya Meeting pun selesai dan berjalan dengan lancar.
Disaat semuanya mau keluar,semuanya keluar dengan berdesak-desakan sehingga membuat Kinan terdorong dan akhirnya jatuh.
"Aw..." ucap Kinan dengan memegang kakinya.
Fabian yang melihat Kinan terjatuh langsung berlari dan menghampirinya.
"Kamu kenapa Kinan?" tanya Fabian.
"Tadi aku kedorong," ucap Kinan.
"Ayo aku bantu kamu berdiri," Fabian membantu Kinan berdiri tapi Kinan tidak bisa karena kakinya sakit.
"Aw sakit."
"Kayanya kaki kamu terkilir deh,nah lihat pergelangan kaki kamu memerah," ucap Fabian.
Tanpa menunggu lagi,tiba-tiba Fabian menggendong Kinan yang membuat Kinan terkejut.
"Pak Fabian sudah tidak apa-apa,saya bisa jalan sendiri," rengek Kinan yang ingin Fabian menurunkannya.
"Bagaimana bisa jalan,tadi saja ga bisa berdiri," Fabian terus berjalan sembari menggendong Kinan,membuat semua orang melihat ke arah mereka.
Kinan hanya bisa menutup wajahnya dengan tangannya karena malu.
Devano yang baru saja keluar dari toilet,mencari Kinan dan dia melihat Kinan sedang di gendong Fabian menuju parkiran.
"Kenapa dengan Kinan?" tanya Devano.
"Nah sudah ada Dev,tolong turunkan saya Pak Fabian," seru Kinan.
"Kaki Kinan kayanya terkilir,harus segera di bawa ke Rumah Sakit," seru Fabian.
"Ya sudah,biar saya saja yang bawa ke Rumah Sakit," Devano mengambil alih Kinan dan membawanya ke mobil Kinan.
"Terima kasih Pak Fabian," ucap Kinan.
"Iya sama-sama."
Devano pun melajukan mobilnya membawa Kinan ke Rumah Sakit dan ternyata Rumah Sakit itu tempat dimana Zidan bekerja.
__ADS_1
Devano menemani Kinan,menjalani perawatan.
"Untung Bapak segera membawa Mbak ini ke Rumah Sakit kalau tidak bisa makin parah kakinya," ucap Dokter.
Ponsel Devano berbunyi...
"Tunggu sebentar ya,aku angkat telpon dulu," seru Devano.
Devano keluar sebentar untuk mengangkat telpon.Milka dan Bunda Keysa baru saja keluar dari ruangan Dr.Zidan,Bunda Keysa mendorong kursi roda Milka di temani dengan Dr.Zidan yang berjalan di samping Milka.
"Bunda,bukannya itu Kak Devano?" tunjuk Milka.
"Iya,itu Devano ngapain dia ada di Rumah Sakit apa ada yang sakit?" tanya Bunda Keysa.
"Bun,kita samperin dulu Kak Devano," ucap Milka.
Bunda Keysa,Milka,dan Dr.Zidan menghampiri Devano yang baru saja selesai mengangkat telpon.
"Devano.." panggil Bunda Keysa.
"Aunty,Milka.."
"Kamu sedang apa disini?siapa yang sakit,Adel atau David?" tanya Bunda Keysa.
"Mamah sama Papah baik-baik saja Aunty,Dev kesini nganter Kinan," jawab Devano.
Zidan yang mendengar nama Kinan di sebut langsung menoleh ke arah Devano.
"Kinan,kenapa dia?" tanya Bunda Keysa.
"Kakinya terkilir Aunty tadi di Kantor jatuh," ucap Devano.
"Sekarang Kinan dimana?Aunty pengen lihat dia," ucap Bunda Keysa dengan wajah yang terlihat khawatir.
"Ada di dalam Aunty," jawab Devano.
Bunda Keysa segera masuk ke dalam dengan mendorong kursi roda Milka,sementara Zidan mengikuti dari belakang.
"Ya Alloh Kinan," Bunda Keysa langsung memeluk Kinan.
"Kamu tidak apa-apa Nak,kenapa bisa sampai seperti ini?" tanya Bunda Keysa.
"Kinan tadi jatuh Bunda,dan Kaki Kinan terkilir.Kinan gapapa kok Bunda jadi Bunda jangan khawatir," jawab Kinan.
"Kenapa sampai ceroboh seperti ini sih,makannya hati-hati dong Kinan," seru Bunda Keysa.
"Nan,aku harus segera ke Kantor nih soalnya banyak kerjaan di tambah kerjaan kamu,otomatis aku yang harus handle," cerocos Devano.
"Maaf Dev," Kinan menundukkan kepalanya.
"Sudahlah ga usah menampilkan wajah sedih,aku selalu kalah kalau sudah melihat wajah kamu seperti itu," jelas Devano.
"Tapi kamu gimana pulangnya,aku ga bisa nganterin kamu aku harus cepat-cepat ke Kantor," sambung Devano.
"Biar Bunda saja yang nganterin Kinan," sahut Bunda Keysa.
"Ga usah Bunda,rumah kita itu berlainan arah lagipula Milka sudah kelihatan lelah seperti itu kasihan dia,Kinan biar pesen Taxi Online saja," ucap Kinan.
"Biar aku saja yang nganter Kinan pulang," suara bariton itu membuat semuanya menoleh ke arah Zidan.
"Lho,Dokter kenal sama Kinan?" tanya Bunda Keysa.
"Kenal Tante."
Milka yang mendengar ucapan Zidan merasa kesal dan cemburu,dia tidak bicara apa-apa karena kondisinya pun sedang lemah.
"Sejak kapan Dr.Zidan dekat dengan Kak Kinan?" batin Milka.
"Ya sudah kalau begitu,aku duluan ya!!" Devano melambaikan tangannya.
"Kalau begitu,Bunda juga pulang duluan ya Sayang karena Milka harus istirahat," seru Bunda Keysa.
"Iya Bunda," Kinan tersenyum ke arah Milka,tapi Milka langsung memalingkan wajahnya.
Bunda Keysa dan Milka pun pergi meninggalkan Kinan dengan Zidan.
Zidan mendekati Kinan,dan sedikit menekan kaki Kinan yang sudah di pasang perban oleh Dokter.
"Aw sakit.." teriak Kinan.
"Hahaha...ternyata karma masih berlaku ya,baru saja tadi pagi kamu nginjak kaki aku tapi sekarang Alloh begitu sayang sama aku sehingga membalas semua perlakuan jahat kamu terhadap aku," Zidan menertawakan Kinan.
Kinan tidak membalas perkataan Zidan,Kinan hanya memanyunkan bibirnya.Kemudian Kinan berusaha turun dari ranjang Pasien dengan pelan-pelan.
Disaat kakinya menginjak lantai,kakinya terasa sakit dan tubuhnya limbung untung ada Zidan di sampingnya yang sigap menangkap tubuh Kinan.
__ADS_1
Sesaat mereka saling pandang,hingga akhirnya Kinan tersadar dan kembali menegakkan tubuhnya.Kinan berusaha berjalan dengan memegang pada permukaan dinding.
"Jalan kaya keong gitu bisa-bisa baru tahun depan sampai ke parkiran," ledek Zidan.
Baru saja Kinan akan membalas ledekkan Zidan,Zidan sudah mengangkat tubuh Kinan.
"Hei,turunin aku," rengek Kinan dengan mencoba berontak.
"Diam,atau aku cium kamu," ucap Zidan yang membuat Kinan langsung menutup mulutnya dengan tangannya.
Zidan menahan tawanya melihat tingkah laku Kinan,sementara itu para Suster dan Dokter muda yang mengagumi Dokter tampan itu terlihat kecewa melihat Dr.Zidan menggendong seorang wanita cantik begitu romantisnya.
Tanpa sadar,Kinan menyembunyikan wajahnya ke dada bidang Zidan karena malu jadi perhatian semua orang.Zidan terlihat menyunggingkan senyumannya.
Zidan membuka pintu mobilnya dengan susah payah,dan mendudukan Kinan.Zidan segera melajukan mobilnya.
Tidak ada pembicaraan selama perjalanan,Kinan dan Zidan seolah canggung sementara itu jantung keduanya sama-sama berdegup kencang tak terkrndali.
Kinan merasa ngantuk karena akibat obat yang barusan Dokter suntikan,tidak membutuhkan waktu lama,Kinan langsung berada di alam mimpi.
"Astaga baru sebentar aja jalan,udah tidur aja nih anak," gumam Zidan.
Zidan tidak langsung pulang ke rumah Kinan,dia berkeliling dulu berharap Kinan segera bangun karena Zidan ga mau membangunkan Kinan.
Tapi setelah sekian lama berkeliling,ternyata Kinan tidak bangun juga hingga akhirnya Zidan menepikan mobilnya di sebuah Taman yang tak jauh dari rumah Kinan.
Dipandangnya wajah Kinan yang terlihat polos dan damai,Zidan menyingkirkan anak rambut yang menghalangi wajah cantik Kinan,perlahan Zidan mengelus pipi putih mulus Kinan dengan punggung tangannya.
"Cantik..." batin Zidan.
Karena merasa ada yang mengelus-ngelus pipinya akhirnya Kinan terbangun,sementara Zidan cepat-cepat membenarkan posisi duduknya kembali.
"Lho,kok malah diam disini bukannya anterin aku pulang," sahut Kinan.
"Dari tadi kamu tidur,makannya aku keliling-keliling dari tadi berharap kamu akan bangun,tapi ternyata kamu tidur kaya Kebo juga ya," ledek Zidan.
"Apa kamu bilang,tidur aku kaya Kebo!!rasain nih," Kinan memukul Zidan tanpa ampun.
"Aduh ampun..ampun,iya..iya maaf," ucap Zidan yang terus menahan pukulan Kinan.
Kinan melipat tangannya di perut,dan menampilkan wajah yang cemberut.
"Dasar nyebelin," ucap Kinan sewot.
Zidan yang melihat Kinan marah dan cemberut,malah merasa gemas kemudian Zidan mencubit pipi Kinan dengan gemasnya.
"Ih apaan sih," Kinan masih saja cemberut.
Zidan tiba-tiba turun dari mobilnya entah mau kemana dia.
"Ih tuh Dokter mau kemana lagi,bukannya anterin pulang juga," Kinan terus saja mengomel.
Hingga akhirnya Zidan masuk ke dalam mobil,tapi Kinan malah membuang pandangannya ke luar jendela.Zidan tersenyum,kemudian mengambil ice cream yang barusan dia beli dan menyodorkannya ke depan wajah Kinan.
Kinan hanya melirik sekilas dan kembali membuang wajahnya ke luar jendela.
"Ga mau nih,ya sudah..." Zidan membuka ice creamnya dan bersiap mau memakannya tapi dengan cepat Kinan merebutnya.
"Siapa bilang ga mau," ucap Kinan dan langsung melahap ice creamnya.
Zidan tertawa melihat tingkah Kinan,Kinan tidak memperdulikan Zidan yang menertawakannya,dia asyik dengan ice creamnya.
๐ท
๐ท
๐ท
๐ท
๐ท
Hai..hai..Reader-readerku tercinta mana suaranya pendukung Kinan dan Zidan,masih setiakah kalian semuaโบโบ
Jangan bosen-bosen ya menunggu kelanjutannya๐๐
Jangan lupa
like
vote n
komen
TERIMA KASIH
__ADS_1
LOVE YOU๐๐๐