Bos Cantik Pujaan Hati

Bos Cantik Pujaan Hati
KEBENARAN YANG TERUNGKAP


__ADS_3

🌷


🌷


🌷


🌷


🌷


Setelah tenang,Kinan melepaskan pelukan Daffin dan Daffin menghapus air matanya Kinan.


"Coba cerita sama Abang,apa yang sebenarnya sudah terjadi?" tanya Daffin.


Kinan menghela nafas panjang dan mulai menceritakan apa yang sudah terjadi kepada Daffin.


"Sudah Abang duga,pasti itu masalahnya.Apa kamu mendapat undangan dari Mr.Hilton?" tanya Daffin.


"Iya Bang."


"Mau berangkat kesana?sekalian liburanlah,kapan lagi bisa liburan."


"Belum tahu Bang,masih dipikir-pikir dulu."


"Kamu mau meperjuangkan cinta kamu ga?" tanya Daffin.


"Ga tahu Bang,Kinan juga bingung."


"Abang tanya sekali lagi,kamu mau memperjuangkan cinta kamu ga?"


"Mau Bang,tapi-----"


"Ga ada tapi-tapian,kita berangkat ke German Abang juga di undang kok," ucap Daffin dengan tegasnya.


"Tapi gimana dengan Ayah dan Bunda?" tanya Kinan ragu-ragu.


"Kamu ga usah mikirin Ayah sama Bunda,mereka biar menjadi urusan Abang sekarang yang terpenting kejarlah kebahagiaan kamu,karena suatu masalah itu seharusnya dihadapi bukan malah dihindari," seru Daffin dengan mengelus kepala Kinan.


Kinan tersenyum dan memeluk Daffin...


"Terima kasih Bang,Abang memang Abang Kinan yang paling the best."


"Sama-sama,oh iya kamu dapat salam dari Mawar," ucap Daffin.


Kinan melepaskan pelukkannya dan menatap tajam ke arah Daffin.


"Kenapa?kok ngelihatun Abang kaya gitu?" tanya Daffin.


"Kayanya Kinan sudah ketinggalan informasi nih,hayo Abang punya hubungan apa sama Mbak Mawar?" tanya Kinan dengan tatapannya yang tajam dan mencondongkan wajahnya ke arah Daffin.


Daffin mendorong kening Kinan dengan jari telunjuknya.


"Apaan sih,kepo banget," sahut Daffin.


"Isshh Abang ini,pelit amat ya udah kalau ga mau kasih tahu Kinan ga bakalan ngerestui hubungan Abang sama Mbak Mawar," ucap Kinan dengan kesalnya.


"Abang ga perlu restu dari kamu."


"Benar nih ga perlu restu dari Kinan?Mbak Mawar itu percaya banget lho sama Kinan,Kinan tinggal bilang aja kalau Bang Daffin itu playboy suka gunta-ganti cewek,Kinan yakin pasti Mbak Mawar langsung jauhin Bang Daffin," seru Kinan dengan beranjak pergi ke kursi kebesarannya.


"Ah kamu ga asyik Kinan,mainnya pake mengancam segala," keluh Daffin.


"Bodo amat."


"Ya udah deh Abang ngalah,Abang sudah melamar Mawar tapi belum resmi sih," sahut Daffin.


"Beneran Bang,Abang ga bercanda kan?" tanya Kinan tak percaya.


"Ya beneranlah,sejak kapan Abang suka bercanda."


Kinan berdiri menangkup kedua pipi Daffin dan membolak-balikan kepala Daffin ke kiri dan ke kanan dengan gemasnya.


"Ih Kinan senang banget,akhirnya Abang Kinan ga jadi bujang lapuk."


"Sembarangan aja bujang lapuk,orang ganteng kaya gini semua wanita juga pasti mau sama Abang cuma Abangnya aja yang ga mau sama mereka."


"Idih sombong amat."


Daffin dan Kinan pun sama-sama tertawa lepas..


"Nah gitu dong,tertawa lagi kan cantik."


"Ini kan berkat Abangku yang ganteng."


"Ya sudah,Abang pergi dulu ya soalnya Abang lagi banyak kerjaan entar kita berangkat ke German bareng-bareng."


Daffin pun melangkahkan kakinya dan baru saja dua langkah Kinan berlari dan memeluk Daffin dari belakang.


"Terima kasih Bang,Kinan sayang sama Abang I love you Bang," ucap Kinan dengan manjanya.


Daffin tersenyum dan membalikan tubuhnya.


"Abang juga sayang sama kamu,I love you too Prinses kecil Abang," Daffin mencium kening Kinan sebelum dia pergi.


"Hati-hati Bang."


Kinan pun kembali duduk di kursinya dan senyum-senyum sendiri,,tiba-tiba Devano masuk ke dalam ruangannya.


"Apa aku ga salah lihat nih?" tanya Devano.


"Salah lihat apa?"


"Kinanku kembali lagi," ucap Devano yang langsung mencubit kedua pipi Kinan.


"Aw sakit Dev,apa-apaan sih kamu," Kinan cemberut.


"Aku senang tahu,kamu bisa ketawa dan ceria lagi pasti ini gara-gara Bang Daffin ya?kamu di marahin ya sama Bang Daffin?" tanya Devano.


Kinan menganggukkan kepalanya...


"Sudah ku duga."


"Dev,kita berangkat ke German."


"Hah,serius."


"Ya seriuslah,masa aku bercanda kita sekalian liburan disana aku mau balas dendam karena waktu di Puncak aku ga bisa liburan," ucap Kinan dan Kinan pun beranjak dari duduknya.


Tanpa di duga-duga,Devano langsung mengangkat tubuh Kinan dan membawanya berputar-putar.


"Dev,turunin aku," teriak Kinan dengan memukul pundak Devano.


"Aku senang banget tahu ga,akhirnya aku bisa liburan juga setelah sekian lama aku bekerja non stop ga libur-libur," ucap Devano dengan menurunkan Kinan.


"Astaga Dev,gimana kalau aku jatuh aku sampai kaget," ucap Kinan dengan memegang dadanya.

__ADS_1


"Terima kasih Bos cantik pujaan hatiku," ucap Devano dengan mengedipkan sebelah matanya.


"Idih genit banget."


Devano tersenyum dan mengacak-ngacak rambut Kinan,setelah itu Devano langsung berlari keluar karena pasti Kinan ngamuk.


"Ih Devanooooo....." teriak Kinan.


Devano diluar menutup kedua telinganya dan tertawa cekikikan.


Sementara itu,Milka baru saja tiba di Rumah Sakit dia ingin menemui Dr.Sigit untuk check up kondisinya sekarang.


Dr.Sigit adalah Dokter pengganti sementara Dr.Billy,karena Dr.Billy masih belum kembali dari cutinya.


Milka sudah janjian dengan Dr.Sigit,disaat Milka ingin memasuki ruangan Dr.Sigit,Milka mendengar Dr.Sigit sedang berbicara dengan seseorang yang Kinan kenal suaranya.


Milka membuka sedikit pintu ruangan Dr.Sigit,disana ada seseorang yang duduk membelakangi pintu tapi Milka tahu benar kalau orang itu adalah Dr.Billy.


"Itu bukannya Dr.Billy?" batin Milka.


"Dr.Billy,bagaimana keadaamu?" tanya Dr.Sigit.


"Alhamdulillah Dokter sekarang sudah lebih baik."


"Kapan kamu akan mengatakan yang sebenarnya?mereka semua harus tahu apa yang sebenarnya sudah terjadi," seru Dr.Sigit.


"Sudahlah Dok,tidak usah di bahas aku tidak mau mereka tahu tentang semua ini apalagi Milka."


"Kenapa?"


"Dari sejak Milka dibawa ke Rumah Sakit ini untuk berobat,aku sudah jatuh cinta kepadanya dan aku berharap kalau Milka akan menjadi Pasien aku tapi memang keberuntungan belum berpihak kepadaku, Milka malah menjadi Pasiennya Dr.Zidan."


Dr.Billy menghela nafasnya....


Milka yang mendengarkan semuanya menutup mulutnya karena kaget.


"Dan yang lebih parahnya lagi,Milka jatuh cinta kepada Dr.Zidan meskipun Dr.Zidan sudah menolaknya berkali-kali tetap saja Milka mencintainya tidak ada kesempatan buat aku Dok,kalau aku memberitahukannya dari awal aku takut Milka akan menolaknya,makannya aku mendonorkan ginjal aku sebagai ungkapan rasa cinta aku kepada Milka," jelas Dr.Billy.


Bruuugggghh...


Milka jatuh ke lantai karena saking terkejutnya dengan apa yang barusan didengarnya.


Dr.Billy dan Dr.Sigit menoleh ke arah pintu secara bersamaan,Dr.Billy cepat-cepat keluar mencari tahu apa yang sudah terjadi.


Dilihatnya Milka yang sudah terduduk dilantai dengan air mata yang sudah membasahi pipinya.


"Milka.." Dr.Billy sangat terkejut.


Milka cepat-cepat bangun dari duduknya...


"Apa maksud dari semua ini Dokter?siapa sebenarnya yang sudah mendonorkan Ginjalnya untuk aku?" tanya Milka dengan bibir yang bergetar.


Dr.Billy tidak bisa menjawab dia hanya bisa menundukkan kepalanya.


"Jawab Dokter jawab," teriak Milka dengan mengguncangkan tubuh Dr.Billy.


"Milka tolong tenang,yang mendonorkan ginjalnya untuk kamu itu memang Dr.Billy dia yang sudah rela mendonorkan satu Ginjalnya untuk kamu Milka," jawab Dr.Sigit.


Milka sungguh lemas,bahkan kakinya pun sudah tidak sanggup menahan berat badannya,Milka jatuh ke lantai tapi Dr.Billy dengan sigap menangkap tubuh Milka.


"Maaf Milka."


"Kenapa Dokter melakukan semua ini?" tanya Milka dengan deraian air mata.


"Karena aku mencintai kamu Milka,aku tidak tega melihat kamu menderita dan kesakitan seperti itu," jawab Dr.Billy.


"Tidak apa-apa,aku ikhlas kok satu Ginjal aku didonorkan untuk kamu karena aku ingin melihat kamu sembuh dan bahagia supaya kamu lebih semangat lagi untuk mengejar cinta kamu," Dr.Billy memaksakan senyumannya.


Milka menggelengkan kepalanya....


"Tidak Dokter,Dr.Zidan sudah pergi dari sini aku sudah lelah mengejar cinta Dr.Zidan yang sama sekali tidak ada gunanya,aku hanya membuat dua orang yang saling mencintai tersiksa dan menderita,aku sadar kalau cinta itu tidak bisa dipaksakan," seru Milka yang terus menangis.


Dr.Billy mengangkat tubuh Milka untuk berdiri,dan Dr.Billy membawa Milka duduk di kursi.


"Sesuatu yang dipaksakan tidak akan baik Milka," ucap Dr.Billy.


"Iya aku sudah sadar sekarang dan aku sangat menyesal,aku sudah membuat Kak Kinan menderita," seru Milka.


Sejenak Milka dan Dr.Billy tampak terdiam satu sama lain,hingga akhirnya Dr.Billy beranjak dari duduknya.


"Maaf Milka aku harus pergi,cuti aku belum berakhir minggu depan aku baru masuk kerja," ucap Dr.Billy.


Baru saja Dr.Billy mau melangkahkan kakinya,tiba-tiba Milka menarik tangan Dr.Billy.


"Terima kasih Dokter."


"Sama-sama Milka."


Dr.Billy kembali melangkahkan kakinya...


"Bisakah Dr.Billy tetap berada di samping aku?" tanya Milka dengan suara lantang.


Dr.Billy menghentikan langkahnya,dia tampak terkejut dengan ucapan Milka kemudian Dr.Billy membalikan tubuhnya dan menatap ke arah Milka.


"Maksud kamu apa Milka?" tanya Dr.Billy.


"Tetaplah berada di samping aku,bantu aku untuk menata hati aku kembali dan bantu aku untuk melupakan Dr.Zidan," seru Milka menatap Dr.Billy dengan deraian air mata.


Dr.Billy nampak tersenyum dan dengan cepat dia menghampiri Milka dan memeluknya.


"Aku akan selalu di samping kamu,dan aku akan membantu kamu untuk melupakan Dr.Zidan," seru Dr.Billy dengan mengeratkan pelukannya.


"Terima kasih Dokter terima kasih."


Hari ini adalah hari dimana Kinan,Devano,dan Daffin akan berangkat ke German.Kinan dan Devano sudah berada di Bandara menunggu Daffin.


Kinan melihat galeri foto didalam Ponselnya,Kinan melihat-lihat foto dirinya dan juga Zidan,Kinan mengusap layar Ponselnya dan tersenyum.


"Kalau kita memang berjodoh,kita akan bertemu di German nanti," gumam Kinan.


"Hayo lho senyum-senyum sendiri kaya orang gila," ucap Devano.


"Sembarangan nyebut aku orang gila."


"Apa kamu sudah meminta alamat tempat tinggal Bang Zidan kepada Mamahnya?" tanya Devano.


"Apaan sih Dev,enggaklah aku tidak mau meminta alamat Kak Zidan aku cuma mengharapkan keajaiban saja," jawab Kinan.


"Maksudnya?"


"Mulai saat ini aku tidak akan memaksakan apapun,kalau memang aku berjodoh dengan Kak Zidan pasti Alloh akan mempertemukan kita dalam situasi yang tak diduga-duga,tapi kalau kita tidak berjodoh ya apa boleh buat aku akan menerimanya," jelas Kinan.


"Pasrah banget jadi orang,harus semangat dong."


Tiba-tiba Daffin datang dengan Mawar,mereka datang dengan bergandengan tangan.

__ADS_1


"Wow,lihat Kinan ada siapa ini?" tanya Devano.


"Mbak Mawar," Kinan memeluk Mawar.


"Apakabar Kinan,Mbak kangen banget sama kamu sudah lama kita tidak bertemu."


"Iya,Mbak Kina juga kangen sama Mbak,tunggu Mbak kenapa Mbak ada disini?jangan bilang kalau Mbak----?"


"Mawar akan ikut kita ke German," jawab Daffin.


"Aaaa..beneran Mbak bakalan ikut sama kita?" Kinan berteriak kegirangan.


"Iya."


"Yah,aku jadi obat nyamuk dong," keluh Devano.


"Enggak akan,kan ada aku Dev," Kinan merangkul lengan Devano.


Begitu juga dengan Daffin dan Mawar yang saling bergandengan tangan seolah tidak mau lepas.Mereka pun berangkat menuju German.


****


Membutuhkan waktu yang sangat panjang untuk sampai ke German,dengan menempuh waktu yang sangat panjang akhirnya mereka sampai di sebuah Bandara.


"Akhirnya kita sampai juga," seru Kinan.


"German I am coming.." teriak Devano.


Kinan cepat-cepat menutup mulut Devano..


"Jangan teriak-teriak,malu-maluin aja kamu Dev," seru Kinan.


Daffin hanya tersenyum melihat tingkah konyol Kinan dan Devano.


"Sekarang kita langsung ke Hotel saja,soalnya sudah capek pengen cepat-cepat istirahat," ucap Daffin.


Mereka berempat pun segera menuju Hotel karena mereka sudah kelelahan,Kinan memilih satu kamar berdua dengan Mawar karena biar bisa ngobrol dan curhat-curhatan bersama.


Sesampainya di kamar masing-masing,mereka langsung merebahkan tubuhnya dan pergi ke alam mimpi masing-masing.


Sebelum menutup matanya,Kinan terlihat melamun dengan menatap langit-langit kamar hotelnya.


"Apakah kita akan bertemu,Kak Zidan," gumam Kinan.


Sementara itu,Zidan yang sedang berada di balkon apartemennya dengan minuman kaleng di tangannya menatap lurus jauh ke depan.


"Kinan,bagaimana keadaan kamu sekarang?aku sangat merindukanmu,apa kamu juga merindukan aku Kinan?" batin Zidan.


Sudah 3 bulan Zidan berada di German,tak sedetikpun Zidan bisa melupakan Kinan malah rasa rindunya semakin memuncak tak terkendali.


"I love you and I miss you Kinan," Zidan terus saja bergumam kata-kata cinta untuk Kinan.


Malam pun tiba,mereka berempat sedang melakukan makan malam.


"Bang habis makan kita jalan-jalan yuk!!" ajak Kinan.


"Boleh."


Setelah selesai makan malam,mereka berempat pun jalan-jalan menikmati malam di Negara orang.


"Dev,beli kopi dong tuh stand kopinya kita tunggu disini ya," seru Daffin.


"Siap Bang."


Devano pun mengantri untuk membeli kopi,cukup lama Devano mengantri sampai akhirnya giliran Devano dan disaat Devano ingin mengambil kopi pesanannya,tiba-tiba seorang wanita menyerobot antrian dan mengambil kopi Devano.


"Hei,excuse me that's my coffee," seru Devano dengan mengejar wanita itu dan menarik tangannya.


"Yaelah ribet amat,aku pakai bahasa indonesia aja biar dia ga ngerti sekali-sekali bikin bule pusing gapapa kali ya," gumam Wanita itu tapi masih terdengar oleh Devano.


"Oh,jadi cewek ini orang Indonesia juga mau ngerjain aku ceritanya," batin Devano.


"Maaf Mister aku tidak tahu kalau itu kopi anda tapi aku sedang buru-buru makannya aku mengambil kopi Mister," seru wanita itu dengan tersenyum ke arah Devano.


"Ya ampun senyumannya cantik banget," batin Devano.


"Nah diam kan,dia ga ngerti sama bahasa aku," batin Wanita itu.


"Ok Mister aku pergi dulu,dan terima kasih atas kopinya."


Disaat wanita itu mau melangkah,Devano mencekal tangannya.


"Tunggu,mau kemana kamu?" seru Devano.


Wanita itu membulatkan matanya,ternyata orang yang dia sangka bule itu bisa berbahasa Indonesia juga.


"Kenapa,kamu kaget karena aku bisa bahasa Indonesia?" tanya Devano dengan ketusnya.


"Ja..jadi kamu orang Indonesia?"


"Iya,emangnya kenapa?sini kembalikan kopi aku,enak aja aku sudah mengantri lama untuk mendapatkan kopi itu," sergah Devano.


"Maaf,tapi aku buru-buru."


"Pokoknya aku ga mau tahu,siniin ga kopinya," seru Devano dengan tatapan tajamnya.


"Astaga,ada kebakaran," teriak wanita itu dan dengan reflek Devano melihat ke arah yang di tunjuk wanita itu.


Wanita itu menginjak kaki Devano dengan kerasnya setelah itu dia berlari meninggalkan Devano yang sedang meringis kesakitan.


"Aw...sialan tuh cewek,awas aja kalau ketemu lagi."


Devano pun kembali ketempat Daffin dan yang lainnya dengan berjalan pincang.


🌷


🌷


🌷


🌷


🌷


Hallo semuanya,mana nih yang masih menunggu kelanjutan Kinan dan Babang Zidan??ayo dong dukungannya vote sebanyak-banyaknya biar Author lebih semangat lagiπŸ™πŸ™πŸ˜˜πŸ˜˜


Jangan lupa


like


vote n


komen


TERIMA KASIH

__ADS_1


LOVE YOUπŸ’˜πŸ’˜πŸ’˜


__ADS_2