Bos Cantik Pujaan Hati

Bos Cantik Pujaan Hati
PARA PRIA PEMIKAT HATI


__ADS_3

🌷


🌷


🌷


🌷


🌷


Hari ini adalah hari pernikahan Fabian bersama kekasihnya yang belum lama dia pacari.


Semua orang tampak memenuhi gedung resefsi pernikahan Fabian,tak terkecuali Lana yang ikut menghadirinya.


Lana merupakan anak dari salah satu Rekan bisnis Fabian dan Kinan juga,Lana sengaja meminta ikut karena ingin mengetahui bagaimana dunia bisnis.


"Wah,mewah sekali pernikahan teman Papih," seru Lana.


"Iya dong,Pak Fabian itu salah satu Pengusaha sukses."


"Berarti kalau semua Pengusaha diundang,Nona Kinan pun ada dong Pih?" tanya Lana antusias.


"Ya pastinya Lana,soalnya Bu Kinan itu calon istrinya adiknya Pak Fabian."


"Hah..seriusan Pih?emangnya adiknya Pak Fabian itu siapa?pasti Pengusaha hebat juga kan?" tanya Lana.


"Kalau setahu Papih sih adik Pak Fabian itu seorang Dokter bukan seorang Pengusaha,tapi Papih juga belum tahu wajahnya kaya gimana karena adiknya Pak Fabian itu sangat tertutup dan ga mau di exfose," jelas Papihnya EL.


"Oh gitu ya!!"


"Kalau begitu Papih mau mengucapkan selamat dulu buat Pengantin,kamu mau ikut?" tanya Papihnya.


"Tidak Pih,Lana tunggu disini saja."


Lana adalah anak yang ceria,hiper aktif,tidak tahu malu dan juga petakilan kadang-kadang orang tuanya pun sampai bingung dengan kelakuan anaknya itu.


Disaat Lana sedang mencicipi makanan yang ada disana,Lana melihat Kinan yang sedang mengobrol dengan para wanita cantik Mawar,Milka,EL,dan Kimi.


"Wah bukannya itu Nona Kinan ya,beruntung banget bisa ketemu Nona Kinan disini,aku samperin ah," gumam Lana dengan senangnya.


Lana pun dengan terburu-buru ingin menghampiri Kinan tapi baru saja beberapa langkah,Lana menabrak seseorang sehingga Lana hampir saja terjatuh tapi dengan sigap orang itu menangkap tubuh Lana.


Sehingga dengan tidak sengaja Lana dan orang itu saling menatap satu sama lain,Lana tampak terpana melihat seorang pria cool yang sekarang dengan erat memegang pinggang Lana.


"Hayo lho lagi ngapain?" tanya Devano mengagetkan Satria.


Satria yang kaget dengan reflek melepaskan pegangannya dan otomatis Lana yang tidak siap,jatuh kelantai dengan pantatnya duluan yang mencium lantai.


"Aw..." teriak Lana.


"Astaga,Satria kamu memang keterlaluan anak orang dibikin jatuh kaya gitu," ucap Devano dengan membantu Lana bangun.


Satria hanya bisa melongo...


Kinan dan para wanita melihat kearah Devano dan Satria.


"Ada apa tuh?" seru Milka.


"Tunggu..tunggu,kok bebeb aku pegang-pegang cewek itu sih?wah ga bisa dibiarin nih," ucap EL.


EL dengan kesalnya menghampiri Devano,Kinan dan yang lainnya mengikuti EL.


"Hei..hei..hei,Sayang ngapain pegang-pegang cewek ini?" bentak EL.


"Aku cuma nolongin dia,udah deh ga usah lebay," sahut Devano.


EL menarik lengan Devano dan menggandengnya dengan posesifnya seperti takut Devano direbut oleh Lana.


"Ada apa ini,Satria?" tanya Kinan.


"Ini Nona Kinan,tadi aku dijatuhin sama dia pantat aku sampai sakit kaya gini," seru Lana.


"Dijatuhin maksudnya?" tanya Kinan kembali.


"Tadi aku mau nolongin dia jatuh,tapi tiba-tiba si Dev datang dan ngagetin aku ya otomatis aku lepasin," ucap Satria datar tanpa expresi.


"Astaga Satria,ini cewek lho bukannya karung beras main lepasin aja," sahut Milka.


"Satria kamu minta maaf dong," seru Mawar.


"Ngapain mesti minta maaf Mbak,salah dia tadi nabrak aku dan aku menolongnya," jawab Satria dan pergi begitu saja dengan cueknya.


"Ya ampun,ada ya cowok muka tembok kaya tuh orang," sahut Lana.


"Maafin Satria ya,dia emang orangnya kaya gitu sedikit nyebelin tapi sebenarnya dia orangnya baik kok cuma jarang ngomong saja dan terkesan cuek," jelas Kinan.


"Nona Kinan baik banget,ternyata aslinya lebih cantik ya daripada yang dilihat di televisi dan surat kabar," puji Lana.


"Ah kamu bisa aja,terlalu berlebihan."


"Oh iya,kenalkan nama aku Lana aku salah satu penggemar Nona Kinan lho," Lana mengulurkan tangannya.


"Penggemar?emangnya aku artis apa?" Kinan membalas uluran tangan Kinan.


"Oh iya kenalkan,ini Milka,ini Mbak Mawar,ini Kimi,EL dan yang ini----" ucapan Kinan terpotong karena EL langsung memegang kedua tangan Devano.


"Ini Devano,calon tunangan aku," ucap EL dengan tatapannya yang tajam.


"Hai semuanya!!" sapa Lana dengan antusiasnya.


"Sayang,kita kesana yuk aku mau makan sesuatu disana," EL menarik tangan Devano dengan paksa.


"Dasar posesif," cibir Milka.


"Mbak kesana dulu ya,takutnya Mas Daffin nyariin Mbak."


"Aku juga,mau nyamperin Dr.Billy kesayangan aku," sambung Milka.


Tinggallah Kinan dan Lana berdua..


"Kamu kesini sama siapa?" tanya Kinan.


"Sama orang tua aku,aku cuma ikut-ikutan saja ingin tahu suasananya pesta seorang Pengusaha itu kaya gimana?" jelas Lana.


"Orang tua kamu Pengusaha juga?siapa namanya kali aja aku kenal."


"Namanya Affandi,Nona Kinan."

__ADS_1


"Oh jadi kamu puterinya Pak Affandi?oh iya,jangan panggil aku Nona ga enak."


"Lana panggil Kakak aja ya?"


"Nah itu lebih baik,kamu lucu banget sih imut lagi," Kinan mencubit pipi Lana.


Lana hanya tersenyum,tidak lama kemudian Papihnya Lana datang.


"Lana,dari tadi Papih sama Mamih nyariin kamu sampai pusing ternyata ada disini,eh Bu Kinan apakabar Bu?" tanya Papih Lana.


"Alhmdulillah baik Pak Affandi."


"Apa puteri saya melakukan kesalahan atau mengganggu Bu Kinan mungkin?"


"Bapak ini bicara apa sih,Lana tidak mengganggu saya justru saya suka sama puteri Bapak lucu."


"Terima kasih Bu,tapi maaf Bu Kinan kami harus pulang kami masih ada keperluan."


"Oh iya silahkan."


"Kak Kinan Lana pulang dulu,senang bisa berjumpa dengan Kak Kinan yang cantiknya ga ketulungan,sampai jumpa lagi," Lana pun pergi meninggalkan Kinan.


Kinan tampak memperhatikan tingkah Lana yang begitu lucu buat Kinan.


Tiba-tiba Zidan datang dan langsung merangkul pinggang Kinan dan mencium pipi Kinan.


"Hayo kenapa senyum-senyum sendiri?" goda Zidan.


"Gapapa,tadi aku bertemu dengan orang yang lucu banget."


"Laki-laki apa perempuan?" tanya Zidan dengan tatapan tajamnya.


Kinan melihat wajah Zidan yang sudah memancarkan aura cemburunya yang pekat,kemudian Kinan mengalungkan tangannya keleher Zidan dengan senyumannya yang menggoda.


"Perempuan Sayang,jangan cemberut dong baru gitu aja sudah ngambek," ucap Kinan dengan manjanya.


"Beneran perempuan kamu ga bohong?" Zidan memicingkan matanya.


"Beneran Sayang sumpah deh,aku berani cium Kakak ga berhenti-berhenti," ucap Kinan dengan dengan menunjukan jari telunjuk dan jari tengahnya.


"Yakin?mau dong dicium ga berhenti-berhenti sama kamu."


Kinan menahan dada Zidan..


"Ga di tempat rame kaya gini juga kali Kak."


"Ya udah,yuk kita mojok ke tempat sepi," ajak Zidan.


"Idih,kaya ABG aja mojok."


Akhirnya Kinan dan Zidan pun tertawa bersama dan Zidan pun memeluk Kinan.


Malam pun semakin larut,Zidan mengantarkan Kinan pulang karena dari tadi Kinan terlihat sudah menguap terus.


"Sayang,besok aku mulai terapi bisa ga kamu nemenin aku?" tanya Zidan.


"Bisa dong,jam berapa terapinya?"


"sehabis makan siang,soalnya paginya aku harus ke Kampus dulu."


"Ok,siap laksanakan prof."


Tidak lama kemudian mereka sampai di rumah Kinan,tapi pada saat Kinan akan turun dengan sigap Zidan menahan tangan Kinan.


"Mau kemana?mau lari dari janji ya."


"Janji apaan?"


"Tadi katanya berani nyium aku ga berhenti-berhenti,nah sekarang sudah ga ada siapa-siapa ayo aku sudah siap," ucap Zidan dengan memejamkan matanya.


"Astaga,giliran kaya gitu aja diingat-ingat mulu," ketus Kinan.


"Ayo cepetan dong Sayang."


Perlahan Kinan mendekat ke arah wajah Zidan,tinggal beberapa centi lagi Kinan menghentikannya dan tersenyum melihat Zidan yang terus memejamkan matanya.


Karena tak kunjung dicium,Zidan membuka matanya sebelah dilihatnya Kinan sedang tersenyum menatapnya.


"Kenapa berhenti?baru sadar ya kalau calon suamimu sangat tampan?" seru Zidan.


"Dasar Narsis."


Karena terlalu lama menunggu,akhirnya Zidan duluan yang mencium Kinan.Zidan menarik tengkuk leher Kinan untuk memperdalam ciumannya.


Karena merasa pasokan oksigen makin menipis,Kinan melepaskan pungutannya kening mereka saling menempel satu sama lain,Zidan menatap Kinan yang masih memejamkan matanya dengan nafas yang ngos-ngosan.


Kinan kemudian membuka matanya dan tersenyum kearah Zidan.


"Aku pulang dulu,Kakak hati-hati dijalan."


Zidan menganggukan kepalanya dan melambaikan tangannya.


Selama dalam perjalanan menuju pulang Zidan tak henti-hentinya mengembangkan senyumannya.


Tidak ada hal yang paling membahagiakan buat Zidan kecuali hidup bersama Kinan wanita yang sangat Zidan cintai.


Karena Zidan melajukan mobilnya dengan sedikit melamun,Zidan tidak menyadari ada sebuah motor yang mau menyebrang dan Zidan pun kaget dan menginjak rem mobilnya secara mendadak.


Motor itu pun jatuh,kalau Zidan tidak cepat-cepat menginjak remnya tidak tahu apa yang akan terjadi.


"Aw..."


"Astaga," seru Zidan.


Zidan cepat-cepat keluar dari mobilnya dan membantu mengangkat motor yang menimpa kaki pengendara itu.


Zidan merasa kesulitan mengangkat motor itu karena Zidan hanya menggunakan satu tangannya.


Butuh waktu cukup lama untuk bisa menyingkirkan motor itu,hingga akhirnya motor itu bisa tersingkir juga dari kaki si pengendara itu.


"Maaf,kamu tidak apa-apa?" tanya Zidan dan berjongkok dihadapan pengendara itu.


Si pengendara motor itu mendongakkan kepalanya dan melepaskan helmnya,keduanya sama-sama terkejut.


"Kamu," seru Zidan.


"Profesor Zidan," sahut Misell.

__ADS_1


"Ayo aku bantu berdiri," Zidan membantu Misell berdiri dan mendudukan Misell di pinggir jalan.


Misell begitu deg-degan saat Zidan membantunya berdiri,apalagi bisa melihat wajah Zidan dari dekat benar saja kata Lana kalau Profesor Zidan begitu tampan.


"Maaf aku ga sengaja,soalnya tadi motor kamu nyebrang secara tiba-tiba," seru Zidan.


"Iya,tidak apa-apa Prof."


Misell terlihat meringis dan memijat-mijat kakinya.


"Apa kamu mau ke Rumah Sakit,biar kaki kamu di obati?"


"Ga usah Prof,kaki aku gapapa kok nanti aku oles sama salep yang anget-anget paling besok juga langsung baikan," sahut Misell.


"Memangnya kamu dari mana?ini sudah tengah malam masih kelayapan," tanya Zidan.


"Aku baru pulang kerja Prof."


"Kerja apaan malam-malam begini?"


"Aku kerja disebuah caffe."


"Bahaya lho,malam-malam begini wanita masih berkeliaran dijalan ga baik apalagi kamu masih kuliah."


"Aku juga ga mau Prof kaya gini,aku terpaksa karena hidup itu butuh biaya,Ibu aku sudah tua sudah ga kuat untuk bekerja,makannya aku cari kerjaan sesuai dengan waktu luang aku,aku kuliah dari pagi sampai sore jadi aku hanya bisa bekerja dari sore sampai malam," jelas Misell.


"Ya sudah,dimana rumah kamu?biar aku antar kamu pulang," seru Zidan.


"Ga usah Prof,aku masih bisa naik motor terima kasih atas tawarannya," jawab Misell.


Misell menghampiri motornya dengan terpincang-pincang dan langsung melajukan motornya tanpa melihat lagi kearah Zidan.Misell sangat kesal dengan Dosen barunya itu karena hanya bisa menyalahkan dan menilai dirinya seenaknya saja tanpa tahu kenyataan sebenarnya.


"Dasar Dosen nyebelin," teriak Misell disela-sela perjalanannya.


Sementara itu Zidan tampak mengerutkan keningnya merasa bingung.


"Kenapa tuh anak,mau ditolongin malah main pergi aja dasar aneh."


Zidan pun masuk kembali kedalam mobilnya dan langsung melajukan mobilnya menuju rumahnya.


Keesokan harinya....


Di sebuah kantin kampus,Lana sedang menunggu sahabatnya Misell dan terlihat dari kejauhan Misell berjalan dengan terpincang-pincang.


"Kamu kenapa Sell?"


"Tadi malam aku ketabrak mobil."


"Wah siapa yang berani nabrak kamu?enak aja,kamu tahu ga ciri-ciri mobilnya biar aku laporin ke Polisi," seru Lana dengan hebohnya .


"Tahu."


"Bagus,nanti pulang kuliah kita laporin ke Polisi biar dia bisa mempertanggung jawabkan perbuatannya."


"Yakin mau laporin tuh orang?" tanya Misell.


"Lho kok kamu ngomongnya gitu?"


"Kamu tahu ga siapa orang yang sudah nabrak aku?" tanya Misell.


Lana menggelengkan kepalanya...


"Profesor Zidan,Dosen baru yang killer dan nyebelin itu," sahut Misell.


"Whatt...serius kamu?"


"Ya seriuslah,ngapain aku bohong."


"Terus dia tanggung jawab ga?"


"Iya,dia mau bawa aku ke Rumah Sakit tapi aku menolak karena dia keburu membuat aku kesal dengan kata-katanya yang sangat menyebalkan,udah ah jangan ngomongin tuh Dosen jadi hilang selera nafsu makan aku," seru Misell.


Lana dan Misell pun memesan makanan kesukaan mereka,karena masih ada waktu 30 menit lagi sebelum mereka masuk mata kuliah Zidan.


"Oh iya,gimana tadi malam seru ga?" tanya Misell.


"Sumpah seru abis Sell,apalagi dipesta semalam aku bisa ketemu sama Kak Kinan."


"Serius kamu ketemu sama Kak Kinan?"


"Iya,malahan bukan ketemu saja tapi juga ngobrol," sahut Lana.


"Bagaimana dia orangnya?" tanya Misell.


"Aslinya cantik banget Sell sumpah,mana baik dan ramah pokonya perfect banget deh.Aku aja yang cewek demen banget ngelihatnya apalagi kalau cowok."


"Pasti beruntung banget ya,cowok yang ngedapatin Kak Kinan," seru Misell.


"Iya,dan satu lagi ternyata cowok-cowok yang berada disekeliling Kak Kinan beuuhhh busyet dah ganteng-ganteng semua,kamu tahu mereka semua itu para pria pemikat hati wanita," sahut Lana dengan antusiasnya.


"Masa?"


"Suerrr deh."


Karena keasyikan ngobrol,Lana dan Misell pun lupa waktu sampai-sampai mereka terkejut kalau jam ditangannya sudah terlambat 10 menit.


Lana dan Misell dengan cepat berlari menuju kelasnya,Misell pun berlari tanpa memperdulikan rasa sakit dikakinya.


🌷


🌷


🌷


🌷


🌷


Tetap setia ya menunggu kelanjutannya,dan selalu biasakan sehabis membaca tinggalkan jejak like,komen,dan vote sebanyak-banyaknya karena dukungan kalian merupakan penyemangat buat AuthorπŸ™πŸ™πŸ˜˜πŸ˜˜


Jangan lupa


like


vote n


komen

__ADS_1


TERIMA KASIH


LOVE YOUπŸ’˜πŸ’˜πŸ’˜


__ADS_2