
π·
π·
π·
π·
π·
Dikampus...
"Mohon diperhatikan,minggu depan kalian sudah mulai KOAS dan sekarang Ibu akan membagikan kelompok dan di Rumah Sakit mana saja kalian ditempatkan," seru Ibu Saadah.
Bu Saadah pun membagiakan kelompok dan di Rumah Sakit mana saja Mahasiswanya akan melaksanakan KOAS.
"Untuk Misella dan Kelana,kalian akan ditempatkan di Rumah Sakit xxx bersama Ali dan Amran."
"Iya Bu," jawab Misell dan Lana bersamaan.
"Kalau begitu sampai disini dulu,besok kita lanjut lagi,selamat siang."
"Selamat siang Bu."
Misell dan Lana berjalan bersamaan menuju parkiran.
"Akhirnya kita KOAS juga Sell,kamu tahu ga Sell itu Rumah Sakit besar lho di kota ini," seru Lana.
"Iya aku tahu,dan kita sangat beruntung sekali ditempatkan di Rumah Sakit itu," jawab Misell.
"Sell,jalan-jalan ke Mall dulu yuk mumpung cuaca lagi cerah nih,borring tahu diam dirumah mulu," seru Lana.
"Boleh deh."
Misell dan Lana pun pergi menuju sebuah Mall menggunakan mobil Lana karena motor Misell sudah dua hari ada dibengkel.
Sesampainya di Mall,kedua wanita cantik itu jalan-jalan dengan senangnya sampai tidak sengaja Lana menabrak seseorang.
"Maaf Mbak,saya ga sengaja."
"Gapapa."
Ternyata orang yang menabrak Lana itu seorang copet,dompet Lana diambil oleh laki-laki itu.
"Ya ampun Sell,dompet aku diambil sama dia,tolong copet-copet," teriak Lana dengan Misell sembari mengejar laki-laki itu.
Lana dan Misell terus meneriaki laki-laki itu,hingga akhirnya copet itu menabrak seorang pria yang sedang menerima telpon,dompet yang dia pegang terlepas dan jatuh dibawah kaki pria itu.
Pria itu ternyata Satria,Satria mendengar dua orang wanita yang meneriaki copet,Satria mematikan Ponselnya dan melihat kearah laki-laki itu.
Laki-laki yang tidak lain copet itu segera mengambil dompetnya tapi dengan sigap Satria menginjak tangan si copet.
"Itu dompet aku," teriak Lana dengan nafas yang ngos-ngosan.
"Jadi kamu copet?" tanya Satria.
"Lepaskan aku Pak,aku mohon," rengek copet itu.
Satria mengambil dompet Lana dan melepaskan pijakan kaki di tangan si copet,sekurity datang dan membawa copet itu.
Tanpa ngomong sepatah katapun,Satria memberikan dompet Lana dan Lana menerimanya.
"Terima kasih," ucap Lana.
Satria langsung pergi tanpa menjawab ucapan terima kasih dari Lana.
"Sombong banget Lan," seru Misell.
Lana tidak menyahut,dia hanya memperhatikan punggung Satria sampai dia menghilang dibalik kerumunan orang-orang.
"Woi,malah ngelamun," sentak Misell dengan menepuk pundak Lana.
"Iya,apa Sell?" tanya Lana.
"Sudahlah,yuk kita pulang saja sudah sore juga."
"Ayo."
Lana dan Misell pun memutuskan untuk pulang.
Sedangkan diparkiran,Satria masih berada didalam mobilnya.Satria terlihat memegang dadanya,entah mengapa Satria selalu deg-degan kalau bertemu dengan wanita yang bernama Lana.
Saking deg-degannya,Satria selalu berusaha bersikap cuek dan tidak peduli padahal kenyataannya Satria tidak bisa lama-lama berhadapan dengan Lana karena jantungnya selalu berpacu dengan kencangnya kalau bertemu dengan Lana.
Bahkan dulu saja saat bertemu dengan Kimi perasaannya tidak seperti ini.
***
Kinan sedang mengajak main Baby Zein,Baby Zein begitu sangat menggemaskan makin hari wajah Baby Zein makin mirip sama Zidan,sungguh tidak adil buat Kinan tidak ada sedikitpun yang mirip dengan Kinan.
"Mana cucu Nenek yang tampan," seru Mamih Echa.
"Mih,kok wajah Zein ga ada mirip-miripnya sih sama Kinan sebel deh masa semuanya namplok ke Kak Zidan sih," sahut Kinan dengan wajah yang ditekuk.
"Ya ampun Sayang,masih mending wajahnya mirip ke Daddyny semua kalau miripnya sama tetangga gimana hayoo," goda Mamih Echa.
"Idih,Mamih amit-amit jangan sampai seperti itu."
"Ya makannya jangan ngeluh terus,tuh lihat Zein tampan sekali persis kaya Daddynya."
"Iya sih Mih."
__ADS_1
Saat ini Papih Adam terpaksa harus turun lagi ke Perusahaan sampai Baby Zein bisa ditinggal oleh Kinan soalnya kasihan Devano kewalahan harus mengurus Perusahaan sebesar itu.
"Sayang,sebaiknya mulai sekarang kamu jangan terlalu sering menemui Milly soalnya kan kamu juga sekarang sudah mempunyai Zein,apalagi kalau sampai Zidan tahu pasti dia akan marah," seru Mamih Echa.
"Iya Mih,Kinan juga sudah memikirkan semuanya Kinan sudah tidak mau ada kesalahpahaman lagi antara Kinan dan Kak Zidan," sahut Kinan.
"Oh iya Mih,tolong nitip Zein Kinan mau bantuin Bi Sum masak dulu kan sebentar lagi Kak Zidan sama Papih pulang," seru Kinan.
"Sini Sayang sama Nenek dulu ya!" Mamih Echa mengambil Baby Zein dari pangkuan Kinan.
Kinan sedang sibuk berkutik dengan masakannya.
"Assalamualaikum," teriak Kenzo.
"Waalaikumsalam ya ampun Ken,bisa ga kalau masuk rumah itu ga pakai teriak-teriak lihat nih Baby Zein kan jadi bangun," seru Mamih Echa.
"Maaf Mih,maafin Uncle Sayang."
Kenzo menciumi wajah Baby Zein dengan gemasnya.Tiba-tiba Kinan yang melihat lelakuan Kenzo dari dapur segera menghampiri Kenzo dengan membawa spatula ditangannya.
Pletaaaakkk...
Kinan memukul kepala Kenzo dengan spatula yang dibawanya.
"Aw sakit Kak," rengek Kenzo.
"Sudah beberapa kali Kakak bilang kalau habis dari luar bersih-bersih dulu baru boleh pegang dan cium Zein," bentak Kinan.
"Ya ampun,tanggung Kak kalau bersih-bersih lama aku kan gemas sama Zein pengen cepat-cepat cium Zein," keluh Kenzo dengan mengusap kepalanya yang dipukul oleh Kinan.
"Sayang,kok bau gosong," seru Mamih Echa.
"Astaga masakan Kinan," teriak Kinan dengan berlari ke dapur.
"Syukurin kualat tuh karena sudah menzolimi adik sendiri," teriak Kenzo.
"Sudah Ken,kamu ini ya suka banget mengganggu Kakak kamu,sudah sana mandi dulu habis itu baru kamu bisa pegang dan cium Baby Zein," ucap Mamih Echa.
"Uncle mandi dulu ya Zein nanti habis mandi Uncle gendong kamu," Ken pun pergi ke kamarnya untuk bersih-bersih.
Kinan pun sudah selesai memasak dan sekarang Kinan melangkah menuju kamarnya untuk mandi sementara Zein saat ini sudah berada dalam gendongan Kenzo.
Papih Adam dan Zidan baru saja pulang mereka sampai dirumah bersamaan,Papih Adam tampak merangkul pundak menantunya itu.
Sungguh dua pria beda generasi yang tampan,Papih Adam walaupun sudah tua tapi fisiknya jangan ditanya pensiunan Polisi pasti bedalah badannya saja masih tegap.
"Assalamualaikum," seru Papih Adam dan Zidan bersamaan.
"Waalaikumsalam."
"Cucu Kakek sudah tampan dan wangi," seru Papih Adam dengan menciumi Baby Zein.
"Papih harus cepat bersih-bersih,kalau ketahuan Kak Kinan bahaya Pih aku aja tadi dipukul sama Kak Kinan," seru Kenzo.
Sementara Zidan langsung naik keatas ke kamarnya,sesampainya dikamar ternyata Kinan sudah cantik,wangi,dan bersih.
"Wah istri aku sudah cantik dan wangi," ucap Zidan dengan terus menciumi istrinya itu.
Kinan membalikan badannya dan mengalungkan tangannya keleher Zidan.
"Iya dong,harus selalu cantik soalnya duluaran sana Pelakor makin merajalela," sahut Kinan.
"Apa hubungannya sama aku?meskipun diluaran sana banyak wanita cantik dan sexi,aku ga bakalan pernah tergoda apalagi sekarang sudah hadir Zein aku lebih cinta lagi sama kamu," ucap Zidan sembari mengecup bibir Kinan.
"Masa sih?" goda Kinan.
"Kamu ga percaya sama aku?asalan kamu tahu ya,makin hari cinta aku makin besar sama kamu aku akan selalu tergila-gila sama kamu."
Kinan pun tersenyum dan mencium bibir Zidan berulang-ulang.
"Aku percaya kok sama kamu Sayang,sekali saja kamu nyakitin aku,aku dan Zein ga bakalan maafin kamu," ancam Kinan.
Zidan langsung memeluk istrinya itu.
"Astaga Sayang,serem amat ucapannya jangan gitu dong aku bisa gila kalau jauh-jauh sama kalian berdua," rengek Zidan.
"Makannya jangan berani macam-macam."
"Siap Ibu Bos."
"Sana mandi dulu,habis itu kita makan bersama," sahut Kinan.
"Ok."
Setelah selesai makan bersama,Kina dan Zidan berada dikamarnya sedang bermain bersama Zein.
"Sayang aku iri deh sama kamu,soalnya wajah Zein mirip kamu semua ga ada akunya," seru Kinan.
Kinan menyandarkan kepalanya kepundak Zidan,sementara Zidan menggendong Baby Zein.
"Bagus dong itu tandanya,aku cinta banget sama kamu makannya mirip aku semua."
"Tapi kan aku juga pengen kebagian,kan yang mengandung selama sembilan bulan dan melahirkan Zein kan aku bukannya kamu," celetuk Kinan.
"Ya sudah bagaimana kalau kita buat anak lagi,kali aja anak yang kedua mirip kamu," sahut Zidan dengan menaik turunkan alisnya.
Kinan terlihat terbelalak dengan ucapan suaminya itu yang main jeplak aja tanpa berpikir panjang.
"Emangnya Kakak pikir melahirkan itu enak,Kakak sih enak tinggal buatnya saja sementara aku yang merasakan sakitnya," ketus Kinan.
Zidan hanya cengengesan mendengar omelan istri cantiknya itu.
__ADS_1
"Ngomong-ngomong soal anak,aku jadi kangen pengen membuatnya lagi."
"Jangan macam-macam masih lama,Zein sudah tidur tuh tidurin gih aku mau juga mau tidur ngantuk," Kinan langsung merebahkan tubuhnya.
"Lihat Sayang,Mommy kamu selalu seperti itu semenjak ada kamu,Mommy jadi jarang manjain Daddy," seru Zidan.
"Jangan banyak menggerutu,cepat tidurkan Zein."
Zidan mengalah dan pergi menidurkan Baby Zein di ranjang bayinya,setelah itu Zidan menyusul Kinan dan memeluk Kinan dari belakang.
***
1 minggu pun berlalu,hari ini adalah hari pertama Misell dan Lana KOAS ternyata mereka KOAS di Rumah Sakit dimana Zidan bekerja.
Lana dan Misell sudah sampai di Rumah Sakit,kebetulan mereka mempunyai Dokter Pembimbing dan Dokter Pembimbingnya itu adalah Billy.
Saat ini mereka sedang berada diruangan Billy dan mendapat bimbingan terlebih dahulu sebelum mereka mulai mengawali KOASnya.
"Ok selamat pagi semuanya,hari ini kalian sudah memulai KOAS kalian dan kebetulan yang menjadi pembimbing kalian itu saya,perkenalkan nama saya Dr.Billy.Kalian disini dituntut harus profesional,rajin,dan tekun,kalian akan belajar mendiagnosa penyakit,cara memberikan resep obat kepada pasien,dan membantu Para Dokter disini,serta kalian juga harus siap menjalani sift malam dan menjadi Dokter jaga,apa kalian paham?" tanya Billy.
"Paham Dok," jawab semuanya serempak.
"Nah,sekarang kalian ikut saya karena saya akan memperkenalkan kalian dengan Rumah Sakit ini dan kita juga harus bertemu dengan Direktur Rumah Sakit ini," jelas Billy.
Billy pun membawa keempat Mahasiswa calon Dokter itu untuk melihat-lihat lokasi Rumah Sakit.
"Kita akan menemui Direktur Rumah Sakit ini," seru Billy.
Disaat mereka menuju ruangan Direktur,perasaan Misell tampak tak menentu detak jantungnya pun berdetak sangat kencang.
Tok..tok..tok..
"Masuk."
"Dok,saya membawa para Mahasiswa calon Dokter yang akan melaksanakan KOAS di Rumah Sakit ini," seru Billy.
"Oh silahkan masuk."
Billy mempersilahkan semuanya masuk,keempat Mahasiswa itu tampak terkejut apalagi Misell karena ternyata Direktur Rumah Sakit itu adalah mantan Dosen mereka.
"Profesor Zidan," seru keempatnya bersamaan.
"Lho kalian sudah mengenalnya?" tanya Billy.
"Sudah Dok,Profesor Zidan ini adalah Dosen kita waktu itu," jawab Lana.
"Oh pantas saja."
"Mari semuanya silahkan duduk," ucap Zidan.
Semuanya pun duduk disofa dan mendengarkan penjelasan dari Zidan,sedangkan Misell dia terus memperhatikan Zidan dengan senyumannya.
Ada rasa bahagia yang teramat sangat dihati Misell setelah sekian lama harus menahan rindu sekarang Misell bisa bertemu dengan Zidan setiap hari walaupun cuma bisa melihat saja itu sudah sangat cukup bagi Misell.
Cinta memang buta tidak memandang siapapun,walaupun orang yang kita cintai sudah menjadi milik orang lain tapi cinta dihati Misell tetap tumbuh.
Waktu menunjukan jam makan siang,Misell,Lana dan kedua temannya memutuskan untuk makan siang di Kantin Rumah Sakit.
"Sumpah aku ga nyangka,ternyata Profesor Zidan Direktur utama Rumah Sakit ini," seru Ali.
"Iya,sudah tampan,karir cemerlang,punya istri cantik apalagi coba?sempurna banget kan hidupnya Profesor Zidan," sahut Lana.
"Kalau aku nih punya istri secantik istrinya Profesor Zidan,aku kekepin tuh setiap saat dan ga bakalan aku biarin dia keluar rumah," seru Arman.
Ali menoyor kepala Arman...
"Mimpimu ketinggian Man,orang jelek seperti kamu mana ada wanita cantik yang mau jadi istri kamu," ledek Ali.
"Pantesan saja,selama menjadi Dosen Profesor Zidan tidak tertarik sama wanita manapun aku kira dia seorang H*** padahal kenyataannya dia mempunyai wanita yang sangat cantik,kalian berdua saja yang terkenal sebagai Mahasiswi tercantik di Kampus ga pernah diliriknya," jelas Arman.
Lana melempar kerupuk ke wajah Arman...
"Yee..emangnya siapa juga yang cinta sama Profesor Zidan,kita ini cuma pengagumnya kagum akan ketampanan dan kecerdasannya,pantang banget buat aku ngerebut milik orang lain ih amit-amit aku ga mau jadi Pelakor,iya kan Sell?" sahut Lana dengan mengetok-ngetok tangannya keatas meja.
Misell tidak bisa menjawabnya dia hanya bisa tersenyum menanggapi perkataan Lana.
π·
π·
π·
π·
π·
Hallo semuanya apakabar?masih setiakah menunggu kelanjutan kisah Kinan dan Zidanππ
Ayo dong dukungannya,jangan lupa selalu biasakan tinggalkan jejak like,komen,dan vote sebanyak-banyaknyaππππ
Bagi kalian yang menyukai kisah Mafia dengan genre action yang menegangkan mampir ke Novel terbaru Author yang berjudul "ABC ( Amarah,Benci,Cinta)" ditunggu kehadirannya dan tinggalkan jejak juga disanaππππ
Jangan lupa
like
vote n
komen
TERIMA KASIH
__ADS_1
LOVE YOUπππ