
π·
π·
π·
π·
π·
Keesokan harinya....
Kinan sudah bangun pagi-pagi sekali,sementara Zidan masih menggulung tubuhnya dengan selimut.
Kinan langsung membereskan pakaiannya dan pakaian Zidan kedalam koper masing-masing.
"Ah..akhirnya beres juga," gumam Kinan.
Kinan merentangkan tangannya dan melihat kearah suaminya yang masih terlelap itu,senyumannya mengembang Kinan memutuskan untuk membuatkan Zidan sarapan.
"Pagi Mih..pagi Bi.." sapa Kinan.
"Pagi Sayang."
"Beda ya Nyonya kalau pengantin baru cerah banget wajahnya," seru Bi Sum.
"Si Bibi,maklum Bi lagi anget-angetnya," goda Mamih Echa.
"Apaan sih kalian,lagi masak apa nih?Kinan bantuin ya," sahut Kinan.
"Memangnya kalian kapan berangkat?" tanya Mamih Echa.
"Nanti sore Mih."
Kinan pun membantu Mamih Echa dan Bi Sum membuat sarapan,setelah membuatkan sarapan Kinan kembali kekamarnya untuk membangunkan Zidan.
Sesampainya di kamar,Zidan masih tidur dengan nyenyaknya kemudian Kinan mendekat dan menghujani Zidan dengan ciuman diseluruh wajahnya sehingga membuat Zidan merasa terganggu.
"Ayo bangun Sayang,sudah siang aku sudah buatkan sarapan lho," seru Kinan.
Tidak ada lagi pergerakan dari Zidan membuat Kinan sedikit kesal,tapi disaat Kinan beranjak dari tempat tidur tiba-tiba Zidan menarik tangannya sehingga Kinan jatuh diatas tubuh Zidan.
"Ih apaan sih Kak,ayo bangun cepetan."
"Sebentar lima menit aja biarkan seperti ini," seru Zidan.
Kinan dan Zidan akhirnya saling pandang satu sama lain.
"Kamu kenapa Sayang pagi-pagi sudah menciumi aku,mau menggodaku lagi ya," seru Zidan.
"Apaan,mana ada menggoda."
"Tapi adik kecil aku sudah hidup kembali,bagaimana ini?" seru Zidan.
Mata Kinan terbelalak,dia segera bangkit dari atas tubuh Zidan.
"Cepetan mandi aku siapkan pakaiannya," sahut Kinan.
"Sayang,bagaimana ini kamu harus tanggung jawab," rengek Zidan.
"Enggak ada tanggung jawab-tanggung jawaban cepetan bangun,mandi,habis itu kita sarapan," ucap Kinan ketus.
"Sayang,jahat banget sih kamu."
Kinan bertolak pinggang dan melotot kearah Zidan.
"Ok..ok aku akan mandi,jangan melotot kaya gitu."
Dengan langkah gontai Zidan pun pergi ke kamar mandi dengan wajah yang ditekuk,kali ini dia harus berendam dengan air dingin sedikit agak lama untuk menidurkan kembali adik kecilnya itu.
30 menit kemudian,Zidan baru selesai mandi Zidan mengeringkan rambutnya yang basah dengan handuk kecil.
Dilihatnya Kinan sedang mengotak-ngatik Ponselnya disofa yang ada di kamar.
"Kok lama banget sih mandinya," seru Kinan.
"Ini semua gara-gara kamu,aku jadi harus berendam lama."
"Kok gara-gara aku sih,Kakaknya aja yang sensitif," kilah Kinan.
"Ga sensitif bagaimana,diciumi wanita cantik kaya kamu karena kalau dicium oleh wanita lain belum tentu aku sesitif."
Kinan kemudian mengambilkan pakaian Zidan dan memberikannya.
"Lho kok Kopernya sudah rapi Sayang?" tanya Zidan.
"Iya,aku yang beresin tadi pagi."
"Ya ampun,istriku baik banget," ucap Zidan memeluk Kinan dari belakang sembari menciumi pipi Kinan.
"Sudah,ayo kita turun semuanya sudah nunggu kita."
***
Waktu pun berjalan dengan cepat,sore ini Kinan dan Zidan sudah berada di Bandara mereka akan pergi Honeymoon ke Kota Moskow seperti yang diinginkan oleh Kinan.
Semuanya sudah berkumpul di Bandara untuk mengantarkan kepergian Kinan dan Zidan.
"Jaga diri kamu baik-baik,Zidan tolong jagain Kinan ya jangan lupa selalu ingatkan Kinan untuk makan karena kadang-kadang Kinan itu suka lupa makan," seru Mamih Echa.
"Siap Mamih."
"Bersenang-senanglah kalian berdua,jangan pikirkan pekerjaan disini," seru Papih Adam.
Kinan dan Zidan bergantian memeluk Mamih Echa dan Papih Adam.
"Hai dasar Adik durhaka,ga mau nih meluk Kakaknya," ucap Kinan dengan merentangkan kedua tangannya.
"Kakak hati-hati ya,nanti disana harus rajin olahraga biar fisiknya ga lemah saat bikin dede bayi sama Bang Zidan," bisik Kenzo.
Seketika mata Kinan terbelalak,Kinan melepaskan pelukannya dan memukul kepala Kenzo dengan tas jinjing yang dibawanya.
"Dasar Adik kurang ajar."
__ADS_1
"Aw sakit Kak,ampun..ampun," rengek Kenzo.
"Sayang sudah dong,kasihan Ken," seru Zidan.
"Habisnya dia itu nyebelin banget," sahut Kinan dengan cemberut.
"Iya maaf Kak."
"Kalian itu ya,ga dimana-mana kerjaannya berantem mulu," sahut Papah Adam.
"Dev,maaf aku harus pergi dulu tolong urus Perusahaan," ucap Kinan.
Devano langsung memeluk Kinan dan mengusap kepala Kinan.
"Jangan mikirin Perusahaan,kamu bersenang-senanglah disana dan cepat-cepat kasih aku keponakan yang lucu-lucu," seru Devano.
"Makasih ya Dev,maaf selama ini aku sudah banyak menyusahkanmu."
"Iya tidak apa-apa."
Kinan dan Zidan pun akhirnya berangkat menuju Moskow untuk Honeymoon.
***
Setelah sekian lama menempuh perjalanan yang panjang,akhirnya Kinan dan Zidan sampai di Kota Moskow mereka berdua langsung menuju Hotel untuk beristirahat.
Kinan dan Zidan langsung terlelap tanpa mengganti pakaian karena saking kelelahannya,lagipula kebetulan saat ini Moskow sedang musim dingin.
Keesokan harinya...
Zidan bangun terlebih dahulu,dia langsung memesan kopi dan makanan yang hangat-hangat karena udaranya sangat dingin.
"Sayang,bangun yuk kita makan dulu mumpung masih hangat makanannya," Zidan mendusel dileher Kinan membuat Kinan geli dan bangun.
"Ih apaan sih Sayang,geli tahu."
"Ayo dong bangun,kalau ga bangun aku bakalan terus gangguin kamu," ucap Zidan.
"Bentar lagi,please."
"Makanannya keburu dingin Sayang."
Tapi Kinan malah menutup wajahnya dengan selimut,Zidan tak habis akal dia langsung menggelitiki Kinan hingga Kinan tertawa kegelian.
"Aduh ampun Kak,geli..."
"Makannya ayo bangun."
"Ok..ok aku bangun."
Kinan langsung duduk diatas kasur dan mulai beranjak pergi ke kamar mandi dengan mata yang masih setengah tertutup.Zidan hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.
Saat ini Kinan dan Zidan sedang menikmati sarapannya di balkon kamarnya dengan pemandangan kota Moskow yang sangat indah.
"Akhirnya aku bisa kesini juga,dan yang paling aku ga nyangka ternyata aku kesini bareng sama suami aku," seru Kinan.
"Apa kamu bahagia Sayang?" tanya Zidan.
"Habis sarapan kamu siap-siap ya,kita jalan-jalan."
"Asyik,l love you sayang," Kinan memeluk Zidan dan mencium bibir Zidan.
"Eitts..tapi ini ga gratis."
"Maksudnya?" tanya Kinan bingung.
"Kamu tahulah apa maksudnya," sahut Zidan dengan menaik turunkan alisnya.
"Astaga,Pak Dokter ini sungguh mesum ya!ok apapun itu terserah Kakak saja."
"Asyik,pokoknya harus setiap malam ya apalagi cuacanya dingin kaya gini mendukung banget buat pengantin baru yang lagi Honeymoon," seru Zidan dengan mengedipkan sebelah matanya.
"Isshhh.." Kinan memutar bola matanya jengah dan meninggalkan Zidan.
Setelah bersiap-siap,mereka pun keluar Hotel untuk jalan-jalan menjelajahi Kota Moskow yang sangat indah.
"Masya Alloh Sayang,indah sekali kota ini," seru Kinan dengan antusias.
"Apa kamu punya keinginan tinggal disini?" tanya Zidan yang terus berjalan sembari menggenggam tangan Kinan.
"Ada sih terbersit ingin tinggal disini,tapi Indonesia lebih bagus dan aku lebih senang tinggal di tanah kelahiranku," sahut Kinan.
"Kita duduk dulu disana," tunjuk Zidan kesebuah kursi.
Kinan mengeratkan rangkulannya ke lengan Zidan,karena udara yang semakin dingin walaupun ada cahaya matahari tapi itu tidak membuat tubuh menjadi hangat.
"Kenapa,kamu dingin Sayang?" tanya Zidan.
"Iya Sayang."
"Sayang,kamu tahu ga aku sangat bahagia sekali akhirnya aku bisa menikahimu dan memilikimu seutuhnya,dulu pas aku ninggalin kamu selama dua tahun aku pikir kamu akan melupakanku dan meninggalkanku bersama laki-laki lain seperti kejadian dulu,tapi nyatanya kamu tetap setia menungguku dan aku benar-benar yakin kalau kamu memang tercipta untukku," jelas Zidan.
"Kakak tahu ga,kalau Kakak itu cinta pertamaku?" tanya Kinan.
"Masa sih?"
"Iya,aku belum pernah pacaran sama sekali,tapi disaat pertama kali aku bertemu dengan Kakak di Rumah Sakit waktu itu,aku merasakan hal yang berbeda dan aku ga nyangka kalau hubungan kita bisa sampai keikatan pernikahan."
"Padahal dulu,waktu Milka ngenalin kamu ke aku dan Milka bilang kamu baru pulang dari Belanda,aku berpikir kalau kamu wanita bebas yang sering gonta-ganti cowok,karena kan namanya juga tinggal di Negara Barat pasti pergaulannya bebas,tapi nyatanya aku sangat beruntung sekali karena istriku yang cantik ini belum tersentuh oleh siapapun," Zidan memciumi pucuk kepala Kinan.
"Terima kasih Kak,sudah memilihku menjadi istri Kakak."
"Sama-sama,aku juga terima kasih karena kamu selalu ada disamping aku dan memcintaiku apa adanya,I LOVE YOU Kinan."
"I LOVE YOU too Kak Zidan."
Perlahan Zidan mendekat dan akhirnya kedua bibir itu menyatu menyalurkan segala rasa cinta dan kasih sayang yang begitu besar diantara keduanya.
"Tetaplah berada disampingku Kinan,karena aku tidak sanggup kalau harus kehilanganmu," seru Zidan dengan nafas yang masih tersengal.
__ADS_1
"Aku akan selalu berada disampingmu Kak,Kakak juga harus berjanji jangan pernah meninggalkanku walau dalam kondisi apapun," ucap Kinan.
"Pasti Sayang."
Sementara itu,saat ini Kimi dan Kenzo sedang berada disebuah Mall mereka berdua sedang menikmati Quality time bersama.
"Kak,menurutmu sekarang Kak Kinan sedang apa ya?" tanya Kimi.
"Ya pasti sedang bermesraanlah,emangnya sedang apa lagi?kamu juga kan tahu kalau Kak Kinan sama Bang Zidan itu pasangan terbucin," sahut Kenzo.
"Iya juga ya,ga tahu kenapa aku suka banget ngelihat Kak Kinan sama Kak Zidan,mereka pasangan yang serasi banget,pasti nanti kalau punya anak lucu-lucu deh soalnya Orang tuanya bibit unggul semua," ucap Kimi.
"Bibit unggul,kaya tanaman aja.Kalau ngomongin soal Bibit unggul,aku juga ga kalah lihat nih seharusnya kamu bangga mempunyai pacar setampan aku,Oppa-oppa Korea yang sering Kak Kinan tonton mah kalah sama aku," ucap Kenzo dengan bangganya.
"Astaga,aku baru tahu kalau Pak Polisi yang satu ini Narsis banget."
"Bukan Narsis Sayang tapi kenyataan,memangnya kamu tidak mengakuinya?" tanya Kenzo.
"Iya deh iya,pacar aku memang paling tampan makannya aku langsung jatuh cinta sama kamu."
Kenzo tersenyum dan membawa Kimi dalam dekapannya.
Disisi lain,di sebuah Kantin Kampus Lana dan Misell sedang nongkrong dan makan-makan.
"Sell,jenuh banget penyemangat aku sekarang tidak ada," keluh Lana.
"Penyemangat,siapa?" tanya Misell.
"Profesor Zidan,kayanya sekarang Profesor Zidan sedang bulan madu deh ya ampun aku masih ingat pas dipesta pernikahannya,Profesor Zidan menyanyikan sebuah lagu buat Kak Kinan,so sweet banget iya kan Sell?" tanya Lana.
Tapi Misell tidak mendengarkan ocehan Lana,tidak tahu apa yang sedang dipikirkan Misell.
Lana pun menyiku lengan Misell sehingga Misell sadar dari lamunannya.
"Kamu itu kenapa sih,kok kayanya akhir-akhir ini aku perhatikan kamu banyak ngelamun deh,kamu punya masalah Sell?cerita dong kali aja aku bisa bantu," seru Lana.
"Ah tidak apa-apa,perasaan kamu aja kali."
Lana pun melanjutkan makannya,dia tidak memperpanjang lagi pertanyaannya,Lana tahu kalau saat ini ada yang sedang dipikirkan oleh Misell tapi dia tidak mau terlalu mengurusi kehidupan Misell.
***
Kinan dan Zidan sangat menikmati kebersamaan mereka berdua,apalagi melihat Kinan selalu tertawa membuat Zidan merasa sangat bahagia karena memang itu tujuan Zidan selalu membuat Kinan bahagia.
Tidak terasa sudah malam juga,Kinan dan Zidan sampai lupa waktu saking asyiknya jalan-jalan mengelilingi Kota Moskow yang sangat indah.
Mereka pun memutuskan untuk kembali ke Hotel,karena semakin malam udara semakin dingin dan malam itu menjadi pembuktian kalau cinta sejati tidak akan pudar walaupun banyak rintangan yang dihadapi.
Malam ini Kinan dan Zidan menyatukan lagi cinta mereka,udara yang sangat dingin menambah kehangatan untuk sepasang pengantin baru yang sedang di mabuk cinta itu.
***
1 minggu kemudian...
Hari ini Kinan dan Zidan sedang menunggu waktu keberangkatan disebuah Bandara Internasional,Kinan tampak kelelahan dan menyandarkan kepalanya ke pundak Zidan.
Sungguh Zidan membuktikan ucapannya,setiap malam Zidan tidak membiarkan Kinan tidur cepat-cepat,begitupun di siang hari Zidan tidak pernah melepaskan Kinan di setiap ada kesempatan.
Kinan benar-benar merasa kewalahan menghadapi Zidan,tidak ada malam yang terlewatkan meskipun Kinan merengek,Zidan seperti pura-pura tidak mendengar.
Dan inilah hasilnya,Kinan merasa ngantuk dan kelelahan,bahkan disaat menunggu keberangkatanpun Kinan masih sempat memejamkan matanya.
Sementara itu Zidan hanya bisa tersenyum karena selama satu minggu ini dia merasa menang banyak.
Hingga tiba waktunya keberangkatan,selama didalam Peaawat Kinan terlihat tertidur dengan pulasnya.
"Maafin aku Sayang," Zidan mencium kepala Kinan.
Hingga akhirnya Kinan dan Zidan pun sampai di Indonesia,mereka berdua langsung memesan taxi untuk pulang ke rumah Kinan.
Sesampainya dirumah,Kinan dan Zidan langsung menuju kamarnya untuk beristirahat.
***
2 minggu pun berlalu,Kinan dan Zidan mulai kembali lagi ke aktifitasnya masing-masing Kinan kembali ke Kantornya sementara Zidan kembali ke Kampus dan Rumah Sakit.
Saat Kinan dan Zidan dalam perjalanan,Zidan melarang Kinan memakai mobilnya sendiri setelah menikah tingkat posesif dan cemburuan Zidan makin bertambah.
Sehingga membuat Kinan kadang-kadang jengkel dengan kelakuan Zidan,karena Kinan tidak boleh keluar kalau tidak bersama Zidan.
"Sayang,jangan lupa makan siang,kalau hari ini ada pertemuan dengan klien apalagi kliennya laki-laki suruh Dev saja yang menemuinya jangan kamu,ingat kamu itu sudah menikah jangan nakal,jangan jelalatan," cerocos Zidan.
"Iya Sayang,astaga aku juga tahu diri kali seharusnya aku lho yang bilang kaya gitu soalnya pasti banyak Mahasiswi kamu yang suka sama kamu," sahut Kinan.
"Kalau aku ga usah takut,soalnya aku ga bakalan tergoda sama wanita manapun juga,karena hati,jiwa,dan ragaku hanya milik kamu," seru Zidan dengan memcium tangan Kinan.
Kinan sangat bahagia,memang selama ini Kinan perhatikan Zidan selalu bersikap dingin kepada setiap wanita kecuali kepada dirinya yang berbanding terbalik sangat bersikap manja melebihi Baby Lovely.
π·
π·
π·
π·
π·
Selamat pagi semuanya,semangat pagi jangan lupa biasakan diri setiap habis membaca tinggalkan jejak like,komen,dan vote sebanyak-banyaknyaππππ
Jangan lupa
like
vote n
komen
TERIMA KASIH
LOVE YOUπππ
__ADS_1