
π·
π·
π·
π·
π·
Sore pun tiba,Zidan cepat-cepat membereskan meja kerjanya Zidan ingin bertemu dengan sang pujaan hatinya.
Perasaan baru tadi pagi bertemu,tapi rasanya sudah satu bulan tidak bertemu.Ya begitulah kalau orang sedang jatuh cinta kadang-kadang terasa lebay tapi memang begitulah efek dari cinta sangat luar biasa.
Zidan segera menuju parkiran dan langsung memasuki mobilnya,selama dalam perjalanan Zidan terus saja bersiul dan mengembangkan senyuman yang membuat ketampanannya bertambah.
Tidak lama kemudian Zidan sampai di rumah Kinan,tidak lupa dia membawa bunga yang tadi dia beli di jalan.Dengan merapikan penampilannya,Zidan menekan bel rumah Kinan.
Tidak lama kemudian pintu pun terbuka menampilkan wanita paruh baya..
"Mau cari siapa Mas?" tanya Bi.Sum.
"Kinannya ada?" ucap Zidan.
"Oh ada,mari silahkan masuk Mas,silahkan duduk Mas Bibi panggilkan Non Kinan dulu," ucap Bi.Sum.
"Iya,terima kasih Bi."
Bi.Sum pun naik ke atas menuju kamar Kinan dan memberitahukan kepada Kinan kalau ada tamu yang sedang menunggu.
Kinan segera turunbke bawah,dia sudah tahu kalau tamu itu pasti Zidan karena memang Zidan sudah berjanji mau datang ke rumahnya.
Zidan berdiri dan dengan senyumannya yang sangat manis Zidan memberikan bunga itu kepada Kinan.
"Ini bunga tercantik untuk wanita paling cantik dihatiku," seru Zidan.
"Idih gombal," Kinan menerima bunganya.
"Ayo silahkan duduk."
Bi.Sum membawakan minuman dan cemilan buat Kinan dan tamunya.
"Non,ini siapa?pacarnya Non ya?" tanya Bi.Sum.
"Ih Bi.Sum Kepo," cibir Kinan.
"Sudah tidak usah di jawab,dengan Masnya kesini membawa bunga sudah jelas kalau Mas ini pacarnya Non Kinan," sahut Bi.Sum.
"Kalau sudah tahu,ngapain nanya Bibi."
"Bibi cuma ingin memastikan saja,kalau begitu Bibi permisi dulu mau masak buat makan malam,mari Mas tampan."
"Ih Bi.Sum genit deh."
Zidan hanya tersenyum melihat tingkah Kinan yang berubah menjadi canggung dan salah tingkah.
"Bagaimana sudah enakan sekarang?" tanya Zidan.
"Sudah jauh lebih baik,tapi hati aku yang merasa sakit sekarang," ucap Kinan.
"Ada apa lagi Kinan?" tanya Zidan.
"Aku masih ga enak sama Milka Kak,tatapan Milka tadi menyiratkan kebencian buat aku dan aku tidak mau sampai harus bermusuhan dengan saudara aku sendiri," Kinan menundukan kepalanya.
Zidan mengangkat dagu Kinan supaya bisa menatapnya.
"Dengerin aku Kinan,kamu dan aku berhak bahagia dan yang menentukan kebahagiaan kita itu bukan orang lain melainkan diri kita sendiri.Dan kebahagiaan ku itu adalah kamu Kinan,apa pun yang terjadi tetaplah berada di sampingku Kinan,karena kamu merupakan hidupku,nafasku,dan penyemangatku," seru Zidan.
Kinan menatap dua bola mata Zidan dengan seksama,tidak ada kebohongan dalam perkataan Zidan yang Kinan lihat hanya ketulusan yang terpancar dari dalam mata Zidan.
Kinan tersenyum dan mengangguk,Zidan pun ikut tersenyum dan mengelus pipi Kinan dengan Ibu jarinya.
"Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam," jawab Kinan dan zidan bersamaan.
"Wah,yang lagi ngebucin baru aja tadi pagi ketemu sudah disusul aja ke rumah," goda Kenzo.
"Jangan mulai deh Ken,udah sana mandi terus turun kita makan malam," ucap Kinan.
"Siap Kakakku yang cantik."
Kenzo berlalu,tapi sebelum Kenzo menuju kamarnya Kenzo mencium pipi Kakaknya.Zidan terlihat menatap Kenzo dengan tajam.
"Santai Bang,ya elah masa sama Adik Ipar sendiri kok cemburu," ucap Kenzo dengan berlari ke kamarnya.
"Kok aku cemburu ya melihat Kenzo mencium kamu," seru Zidan.
"Astaga Kak,Ken adik aku ngapain pake cemburu segala," Kinan tampak terkekeh.
"Ya kali aja Ken Adik tiri kamu yang diam-diam mencintai kamu," ucap Zidan absurd.
"Kayanya sudah muncul nih sifat posesifnya,,udah ah yu kita makan,Kakak makan malam disini aja ya!!" seru Kinan.
"Emang boleh?" lagi-lagi Zidan mengucapkan kata-kata Absurd.
"Ya ampun Kak,barusan kan aku yang ngajak ngapain masih nanya lagi?udah ah,kebanyakan berdebat ga bakalan selesai-selesai," Kinan menarik tangan Zidan dan membawanya ke meja makan.
Tidak lama kemudian,Ken pun turun dan duduk di samping Zidan.Dengan cekatan Kinan mengambilkan nasi dan lauk pauknya untuk Zidan dan Kenzo.
Mereka bertiga makan dengan tenang tidak ada yang berbicara sedikitpun.
Setelah selesai makan malam,Kinan,Kenzo,dan Zidan berbincang-bincang sebentar di teras depan hingga akhirnya Zidan berpamitan untuk pulang.
"Aku pulang dulu ya,sudah malam," ucap Zidan.
"Iya,hati-hati jangan ngebut kalau sudah sampai rumah hubungi aku biar aku tenang," sahut Kinan.
"Ciee..ada yang khawatir," goda Zidan.
"Ih apaan sih,udah sana pulang."
__ADS_1
"Kok ngusir?ya sudah,kamu baik-baik di rumah ya kalau ada apa-apa cepat hubungi aku," ucap Zidan.
"Ok..."
Sebelum pulang,Zidan kembali mencium kening Kinan dan setelah itu Zidan memasuki mobilnya dan melambaikan tangannya.
Keesokan harinya..
Kinan sudah bersiap-siap untuk pergi ke Kantor,setelah sarapan bersama Kenzo mereka berdua pun berangkat menggunakan kendaraan masing-masing.
Didalam perjalanan Kinan tampak bernyanyi-nyanyi kecil,hingga sampai di persimpangan jalan Kinan melihat sebuah Warung nasi yang terlihat ramai.
"Wah,warung nasinya rame banget pasti masakannya enak tuh," gumam Kinan.
Hingga keluarlah seseorang yang Kinan kenal dari dalam warung nasi tersebut.
"Bukannya itu Suster Mawar," gumam Kinan.
Karena penasaran Kinan pun memutuskan untuk mampir dulu ke warung nasi tersebut.Kinan memarkirkan mobilnya dan turun dari dalam mobilnya.
"Permisi.."
Mawar yang sedang sibuk melayani pembeli merasa kaget dengan kedatangan Kinan.
"Kinan.." ucap Mawar.
"Hallo Suster Mawar," sapa Kinan ramah.
"Siapa Nak?" ucap Ibu Mawar.
"Ini teman Mawar Bu," jawab Mawar.
"Ya sudah,ajak duduk sana kasihan masa berdiri seperti itu," sahut Ibu Mawar.
"Yuk Kinan kita duduk disana."
Kinan pun duduk di salah satu bangku kosong yang ada di warung nasi itu.
"Kok kamu bisa ada disini?" tanya Mawar dengan membawakan teh manis hangat buat Kinan.
"Tadi aku lewat dan ga sengaja ngelihat Suster Mawar,aku penasaran makannya aku memutuskan untuk mampir dulu kesini," jelas Kinan.
"Kamu mau kemana?" tanya Mawar.
"Mau kerja Suster."
"Jangan panggil Suster,kan kita tidak sedang berada di Rumah Sakit."
"Oh iya,warung makan ini punya Mbak?" tanya Kinan.
"Punya Ibu aku Kinan,kita cuma hidup berdua Bapak aku sudah meninggal sejak kecil cuma warung nasi ini satu-satunya usaha yang kita punya,dan kalau aku sedang shif malam aku suka bantuin Ibu disini," jelas Mawar.
"Oh gitu,rumah Mbak Mawar dimana?" tanya Kinan.
"Rumah aku deket kok,dibelakang sana tinggal jalan sedikit,mau mampir dulu ke rumah?" ucap Mawar.
"Ga usah Mbak,lain kali aku janji main ke rumah Mbak Mawar.Maaf Mbak aku ga bisa lama-lama soalnya aku harus kerja," Kinan beranjak dari duduknya.
"Iya gapapa,tapi janji ya lain kali mampir ke rumah aku."
"Maaf Neng di anggurin."
"Gapapa Bu,kalau begitu Kinan pamit dulu Assalamualaikum," Kinan mencium tangan Ibu Mawar.
"Waalaikumsalam," jawab Ibu dan Mawar bersamaan.
"Sudah cantik,sopan lagi."
"Iya Bu,dan tidak sombong juga."
Ibu dan Mawar kembali mengerjakan pekerjaannya,warung nasi Ibu Mawar memang sudah terkenal selain masakannya enak yang membuat pembeli berbondong-bondong datang ke warung nasi ini karena anak Pemilik warung nasi yang terkenal cantik dan ramah.
Maka tidak heran yang mengantri di warung nasi milik Ibu Mawar kebanyakan kaum Adam.
Sesampainya di Kantor,Kinan disambut oleh semua Karyawannya Kinan langsung menuju ruangannya.
"Wuidih cerah amat tuh wajah," ledek Devano.
"Apaan sih Dev."
"Kelihatan banget,roman-romannya sedang jatuh cinta nih."
"Udah deh Dev,masih pagi jangan ngeledek ah mendingan sekarang kamu ngasih tahu aku jadwal aku hari ini apa aja."
"Jadwal kamu hari ini ketemu Pak Fabian di Restoran xxx."
"Buat apa?"
"Ngomongin masalah Proyek pembangunan Hotel kita yang ada di Bali,Pak Fabian baru pulang dari London makannya dia baru sempat membicarakannya sekarang."
"Terus apa lagi?"
"Sudah gitu aja,soalnya pertemuan dengan klien yang lain sudah aku wakilkan kemarin."
"Ok..jam berapa kita pergi?"
"Menjelang makan siang."
"Ya udah,makasih Dev."
Devano pun meninggalkan ruangan Kinan,Kinan terlihat menghembuskan nafasnya pelan.Tiba-tiba Ponsel Kinan berbunyi,seketika senyum di bibir Kinan merekah saat tahu siapa yang menghubunginya pagi-pagi seperti ini.
"Hallo Kak!!"
"Hallo Sayang,apa kamu sudah sampai Kantor?" tanya Zidan.
"Sudah,baru saja sampai!!Kakak sendiri sudah sampai Rumah Sakit?"
"Sudah,malahan aku sudah dari subuh disini karena pagi-pagi ada jadwal Operasi," jawab Zidan.
"Benarkah..apa Kakak sudah sarapan?"
"Sudah,barusan ada Suster yang membawakan sarapan buat aku."
__ADS_1
"Asyik dong ya,ada yang bawain sarapan apalagi kalau Susternya cantik," ucap Kinan dengan wajah yang cemberut.
"Ciee..ada yang cemburu nih," goda Zidan.
"Enggak,siapa yang cemburu?"
"Benar nih ga cemburu?ya sudah nanti aku mau makan siang bareng Suster yang tadi bawain aku sarapan," goda Zidan.
"Ga boleh,awas aja kalau berani makan bareng," ancam Kinan
Seketika tawa Zidan pecah,karena sudah puas menggoda Kinan dan Zidan juga merasa sangat bahagia ternyata Kinan bisa cemburu juga.
"Ih nyebelin malah ngetawain,ya udah aku matiin aja telponnya," ucap Kinan kesal.
"Eh jangan dong Sayang,iya maaf aku cuma bercanda jangan marah ya Baby.Terima kasih karena kamu sudah cemburu,berarti itu tandanya kamu mencintai aku jujur aku bahagia sekali bisa kamu cemburuin kaya gitu," seru Zidan.
"Ya sudah,kalau begitu aku kerja dulu ya entar si Dev ngamuk lagi kalau kerjaan aku belum selesai."
"Lho emangnya sebenarnya siapa sih Bos disana,kok malah kamu yang takut sama Dev?" tanya Zidan.
"Nah,aneh kan?pasti Kakak baru pertama kali ini mendengarnya,cuma ada di Perusahaan aku lho yang Bosnya itu takut sama Asistennya,Kakak ga bakalan nemuin yang seperti aku di Perusahaan manapun,si Dev emang nyebelin orangnya Bos sendiri aja di jajah emang kurang ajar tuh orang," cerocos Kinan.
Zidan yang mendengar ocehan Kinan malah merasa gemas,sepertinya kalau Kinan berada di dekatnya sudah pasti Kinan habis tuh sama Zidan.
"Ya sudah,kamu lanjutin kerjanya nanti malam aku jemput kamu ya jam tujuh malam kita makan malam," seru Zidan.
"Siap Pak Dokter."
"L LOVE YOU..."
"I LOVE YOU TOO.."
Zidan pun menutup telponnya,dengan mendengar suara Kinan saja sudah membuat Zidan merasa bahagia dan kembali bersemangat.
Tidak terasa sebentar lagi waktu makan siang tiba,Devano sudah berada di ruangan Kinan untuk memberitahukan Kinan tentang pertemuannya dengan Fabian.
"Sudah siap,ayo kita berangkat sekarang," seru Devano.
"Ayo.."
Kinan dan Devano pun pergi menuju Restoran yang sudah di janjikan oleh Fabian.Sesampainya di Restoran,Fabian terlihat sudah menunggu dengan Hana.
"Maaf Pak Fabian,sudah menunggu lama," ucap Devano.
"Oh,tidak apa-apa mari silahkan duduk Pak Devano dan Nona Kinan."
Devano dan Kinan pun duduk,Hana terlihat mengedipkan mata ke arah Devano memberikan kode kalau mereka berdua harus mencari tempat yang lain.
"Maaf kamu kenapa Hana?cacingan ya!!" seru Devano membuat Kinan dan Fabian menoleh ke arah Hana.
Hana terlihat tersenyum kikuk dengan ucapan Devano.
"Maaf..." dengan kesalnya Hana mengirimkan pesan kepada Devano.
Devano yang membaca pesan dari Hana mengerti.
"Ok,supaya kalian bicaranya leluasa aku dan Hana pindah tempat duduk saja," ucap Devano.
"Lho Dev,kok pindah?sudah duduk disini saja," Kinan menahan tangan Devano.
"Sudah tidak apa-apa,kamu ngobrol saja yang tenang dan nyaman,yuk Hana!!" ajak Devano.
Hana dan Devano pun meninggalkan Fabian dan Kinan berdua.
"Maaf,Pak Fabian mau membicarakan apa?" tanya Kinan.
"Aku merindukan kamu Kinan,sangat merindukanmu," sahut Fabian dengan menatap Kinan penuh cinta.
"Apa..Maaf Pak Fabian,bukannya Anda ingin bertemu dengan saya untuk membicarakan masalah Proyek yang ada di Bali?" seru Kinan.
"Aku sengaja membuat alasan seperti itu supaya kamu datang,karena kalau aku tidak membuat alasan pekerjaan kamu tidak akan mau bertemu dengan aku."
"Maaf,maksud Bapak apa ya?"
"Tidak bisakah kamu melihat cinta di mataku Kinan?tidak bisakah kamu membalas cintaku walau cuma sedikit saja?aku benar-benar sangat mencintai kamu Kinan," ucap Fabian dengan menggenggam tangan Kinan,tapi dengan cepat Kinan menepis tangan Fabian.
"Maaf Pak Fabian kalau sudah tidak ada yang dibicarakan lagi saya pamit," Kinan beranjak dari duduknya membuat Devano dan Hana menoleh ke arah Kinan.
"Aku akan menunggumu sampai kapanpun Kinan,karena aku yakin suatu saat nanti kamu akan menerima cinta aku," seru Fabian.
"Terserah Bapak saja...Dev,ayo kita kembali ke Kantor," Kinan berjalan meninggalkan Fabian.
"Maaf Pak Fabian kami duluan," ucap Devano.
Didalam perjalanan...
"Kamu kenapa Kinan?" tanya Devano.
Kinan tidak menjawab pertanyaan Devano,dia hanya melihat ke arah luar jendela sungguh hari ini moodnya sangat buruk,Kinan tidak menyangka kalau Fabian akan mengatas namakan pekerjaan demi bisa bertemu dengan Kinan.
π·
π·
π·
π·
π·
Pagi semuanya,selamat hari sabtu...
Boleh dong Kinan dan Babang Zidan minta dukungannyaππππ
Jangan lupa
like
vote n
komen
TERIMA KASIH
__ADS_1
LOVE YOUπππ