
π·
π·
π·
π·
π·
Setelah perjalanan yang lumayan melelahkan ditambah macet dikarenakan libur panjang juga membuat perjalanan lebih lama.
Selama perjalanan Kinan tidak bicara sedikit pun,pikirannya melayang kemana-mana takut terjadi kenapa-napa kepada Zidan dan Milka,karena Kinan sangat tahu bagaimana sifat Zidan kalau dia sedang marah seperti itu.
Rombongan sampai di Puncak,di saat memasuki daerah Pedesaan suasana sejuk,nyaman,dan menentramkan jiwa itu membuat semuanya sumringah tapi tidak berlaku untuk Kinan,dia masih saja kepikiran Zidan dan Milka.
Disaat Rombongan sampai di depan Villa keluarga milik Bagaskara,Kinan mulai menghela nafas lega karena mobil Zidan sudah terparkir di depan sana.
"Hallo semuanya," Milka berteriak senang dari dalam Villa.
"Kamu cepat banget sampai disini duluan?" tanya Bunda Keysa.
"Iya Bunda,Dr.Zidan melajukan mobilnya sangat cepat Milka sampai takut tapi tidak apa-apa kok Bunda,Milka senang banget," ucap Milka berpura-pura senang padahal hatinya sangat takut.
"Syukurlah kalau begitu,Bunda sampai khawatir sama kamu."
Tiba-tiba tanpa di duga-duga,Zidan datang dari dalam dan menghampiri Kinan serta langsung memeluk dan mencium pipi Kinan.
"Kamu sudah sampai Sayang," ucap Zidan dengan senyumannya yang sangat tampan.
Kelakuan Zidan otomatis membuat semua orang saling pandang satu sama lain,bahkan Kinan pun sampai melongo tak percaya akan perlakuan Zidan yang dengan tidak tahu malunya memeluk dan mencium dirinya di depan semua keluarganya.
Milka yang melihat semua itu mengepalkan tangannya dan mengeraskan rahangnya dan kemudian pergi ke dalam meninggalkan semuanya.Dan Rombongan pun menyusul karena sudah lelah ingin cepat-cepat istirahat.
Mamah Zidan berhenti di depan Zidan dan memukul pundak Zidan dengan tangannya.
"Dasar anak tidak tahu malu," ucap Mamah Zidan dengan tatapan tajam dan Zidan hanya cengengesan.
Fabian pun ikut ke dalam dengan menatap tajam ke arah Zidan dan Zidan pun membalas tatapan Fabian dengan tak kalah tajamnya.
Kinan pun mau ikut menyusul semuanya ke dalam tapi di cegah oleh Zidan.
"Eittt..mau kemana?" tanya Zidan.
"Mau masuklah cape,mau istirahat."
"Ikut aku."
Zidan menarik tangan Kinan dan membawanya ke sebuah perkebuna milik warga.
"Wah indah sekali," Kinan tampak takjub dengan pemandangan di hadapannya.
Kemudian Zidan memeluk Kinan dari belakang.
"Indah sekali bukan?"
"Kakak itu kenapa sih,membawa mobil sampai segitunya aku takut terjadi kenapa-napa sama Kakak dan Milka," seru Kinan.
"Habisnya kamu malah memilih naik mobil laki-laki itu,ya aku emosilah."
"Kan Milka pengen sama Kakak,aku ga mau nantinya aku jadi obat nyamuk kan ga lucu," keluh Kinan dengan wajah yang ditekuk.
Zidan membalikan tubuh Kinan agar mereka saling berhadapan dan memegang kedua pipi Kinan.
"Apa Bos cantikku ini sedang cemburu?" goda Zidan.
"Iyalah,siapa yang ga cemburu melihat kekasihnya satu mobil dengan perempuan lain," tanpa sadar Kinan mengatakan itu.
"Apa..kamu cemburu?jadi sekarang sudah mengakui nih kalau aku ini kekasih kamu?" goda Zidan.
"Tahu ah."
Kinan kembali membalikan tubuhnya berusaha menyembunyikan wajahnya yang sudah tampak memerah.
Zidan tersenyum dan kembali memeluk Kinan dari belakang serta mencium pipi Kinan secara berulang.
"Apaan sih malu tahu,entar ada yang lihat lagi," seru Kinan.
Sementara itu dari kejauhan Milka dan Fabian melihat Kinan dan Zidan dari tempat yang berbeda.
"Aku benci sama kamu Kak Kinan,kamu selalu merebut kasih sayang semua orang," gumam Milka dan memilih kembali ke Villa.
***
"Kak,kamu tahu selama dalam perjalanan aku memikirkan kamu takut Kakak marah besar sama aku terus memukul Mas Fabian," seru Kinan.
"Tidak akan Sayang,karena aku tahu kamu ngelakuin semua itu karena terpaksa bukan kemauan sendiri."
"Terus kalau tahu seperti itu kenapa melajukan mobilnya seperti orang gila kaya gitu?" tanya Kinan.
"Aku kesal aja,karena Milka selalu meminta sesuatu di hadapan keluarga sehingga membuat aku tidak bisa menolak."
"Ya sudahlah kita kembali ke Villa yuk,semua orang pasti nyariin kita lagipula udaranya sudah mulai dingin."
"Ayo."
Kinan dan Zidan pun kembali ke Villa dengan bergandengan tangan.
Dan benar saja,semua orang memang mencari keberadaan Kinan dan Zidan.
"Nah ini dia orang yang kita cari-cari sudah nongol," seru Kenzo.
"Maaf tadi kita jalan-jalan dulu sebentar ke perkebunan," jawab Kinan.
Kinan pun mendudukan dirinya di samping Daffin yang sedang sibuk dengan Ponselnya.Kemudian Kinan merebut Ponsel Daffin.
"Kinan apa-apaan sih,kembalikan Ponsel Abang."
"Abang mah ga asyik,kita liburan Bang disini bukan malah kerja," ucap Kinan.
"Kinan Sayang yang cantik,please kembalikan Ponsel Abang ya!" seru Daffin.
"Enggak," Kinan malah menyembunyikan Ponsel Daffin ke belakang tubuhnya.
"Ok kalau itu mau kamu," Daffin langsung menggelitiki Kinan sampai Kinan merasa geli.
"Aduh ampun Bang geli."
"Kembalikan ga Ponsel Abang."
"Enggak mau."
Daffin terus saja menggelitiki Kinan hingga membuat semua orang yang ada disana menertawakannya termasuk Mawar yang untuk pertama kalinya melihat tawa Daffin.
"Ya Alloh tampan sekali," batin Mawar dan tanpa sadar menyunggingkan senyumannya.
"Kalian ini selalu saja seperti itu kalau bertemu kaya anak kecil sampai lupa dengan umur," seru Daddy Angga.
"Udah Bang stop,Kinan cape."
"Kembaliin dulu Ponsel Abang."
"Abang ga malu apa sama Mbak Mawar,jangan main Ponsel mulu Bang Kinan ajak Mbak Mawar itu dengan sejuta rayuan gombal lho Bang,susah banget ngerayunya eh giliran sudah ikut Abang cuekin," bisik Kinan kepada Daffin.
Seketika Daffin menghentikan kegiatannya dan menoleh ke arah Mawar yang sedang menatapnya,Mawar cepat-cepat mengalihkan pandangannya ke sembarang arah.
Merasa pegangan Daffin melonggar,tidak disia-siakan oleh Kinan dia langsung bangun dan berlari meminta perlindungan dibalik tubuh Mawar.
"Kinan kembalikan Ponsel Abang."
__ADS_1
"Enggak mau,,wleek.." Kinan menjulurkan lidahnya ke arah Daffin.
Daffin berusaha mengambil Ponselnya tapi susah karena Kinan terus saja berlindung di balik tubuh Mawar.
Mawar merasa risih karena posisinya berada di tengah-tengah,apalagi sekarang Mawar berhadapan dengan Daffin dan jarak diantara mereka berdua sangat dekat.
Detak jantung Mawar berpacu dengan sangat kencang,karena Kinan melihat jarak antara Daffin dan Mawar sangat dekat,Kinan mengembalikan Ponsel Daffin dan berlari dari sana.
Setelah Daffin menerima Ponsel dari Kinan,tubuhnya tidak seimbang dan akhirnya menabrak Mawar dan membuat Mawar terpojok ke dinding dengan Daffin yang memeluk tubuh Mawar.
Sejenak mereka saling pandang,dan jantung keduanya begitu berdebar-debar.Kinan berlari ke arah Daddy Angga dan duduk di samping Daddy Angga dengan menyandarkan kepalanya ke dada bidang milik Daddynya itu.
"Dasar anak nakal," seru Daddy Angga.
"Gimana Daddy,cocok kan?" tanya Kinan.
Daddy Angga mengajak Kinan untuk bertos ria dan tertawa bersama.
Sementara itu,Mawar dan Daffin yang sadar jadi pusat perhatian akhirnya jadi salah tingkah.
Mawar segera ke dapur membantu para Ibu-ibu memasak,sementara Daffin langsung pergi ke luar mencari udara segar.
Milka tampak memandang tidak suka ke arah Kinan yang sekarang sedang tertawa bersama dengan yang lainnya.
Kinan pun menyusul Mawar dan ikut membantu semuanya memasak walaupun cuma ikut ngerecokin doang.
Setelah selesai semuanya istirahat sebentar untuk persiapan nanti malam.
Mawar tampak jalan-jalan ke kebun teh bersama Daffin.
"Apa kamu tidak suka jalan-jalan kesini?maaf kalau Kinan terlalu memaksa kamu,anak itu emang gitu agak jahil," ucap Daffin.
"Tidak apa-apa Mas,justru aku senang bisa di ajak oleh kalian yang jelas-jelas keluarga orang kaya semua,tadinya aku minder karena aku pikir pasti orang-orang kaya sombong dan tidak akan memperdulikan aku,tapi ternyata aku salah kalian benar-benar keluarga yang ramah dan tidak sombong," ucap Mawar dengan tersenyum ke arah Daffin.
Degg...
Jantung Daffin berdetak tak karuan,melihat senyuman Mawar dan untuk menyembunyikan kegugupannya,Daffin mengalihkan pandangannya ke sembarang arah.
Sementara itu Satria,Devano,Kenzo,Fabian,Billy dan Milka sedang berbincang-bincang sembari nyanyi-nyanyi kecil di bawah pohon depan Villa.Sementara Zidan duduk di kursi yang tak jauh dari mereka semuanya.
Kinan membawakan minuman dan cemilan untuk semuanya.
"Hai semuanya,ini aku bawakan minuman dan cemilan untuk kalian semua," seru Kinan.
"Wah,makasih Kak Prinses," ucap Satria.
"Sama-sama,boleh aku gabung disini?" tanya Kinan.
"Boleh dong Kak Prinses," jawab Satria.
Milka menatap tidak suka kepada Kinan dan Kinan sangat menyadari itu.
Tiba-tiba Zidan menghampiri Kinan dan duduk disebelah Kinan.
"Ya ampun Dokter,kepala aku agak pusing nih boleh ya aku sandaran ke bahu Dokter sebentar saja," ucap Milka dengan menyandarkan kepalanya ke bahu Zidan.
"Milka kalau kamu pusing,masuk sana ke dalam istirahat kamu sudah minum obat belum?" tanya Zidan dingin.
"Sudah Dok,biarkan aku seperti ini sebentar saja aku mohon," rengek Milka.
Zidan menoleh ke arah Kinan dan Kinan tampak menganggukkan kepalanya dan sedikit tersenyum.
Begitu pula dengan Billy yang langsung meminum habis minuman yang dibawa oleh Kinan tadi dengan sekali tegukkan.
"Kinan,apa bisa bernyanyi?" tanya Dr.Billy.
"Bisa sedikit."
"Bagaimana kalau kita duet nyanyi," seru Dr.Billy.
"Boleh,mau nyanyi apa Pak Dokter?" tanya Kinan.
Billy mengambil gitar dari Kenzo dan mulai memainkannya,Kinan langsung tahu itu lagu apa.
Zidan menggenggam tangan Kinan,dan Kinan tersenyum ke arah Zidan.Sementara Milka keenakan bersandar di bahu Zidan.
CINTA KITA
Billy...
Inilah aku apa adanya
Yang ingin membuatmu bahagia
Maafkan bila ku tak sempurna
Sesempurna cintaku padamu
Kinan...
Ini juga ku apa adanya
Yang ingin slalu di sampingmu
Ku tau semua tak ada yang sempurna
Dibawah kolong langit ini
Billy dan Kinan
Jalan kita masih panjang
Ku ingin kau slalu disini
Biar cinta kita tumbuh harum mewangi
Dan dunia menjadi saksinya
Untuk apa kita membuang-buang waktu
Dengan kata-kata perpisahan
Demi cinta kita aku akan menjaga
Cinta kita yang tlah kita bina
Walau hari terus berganti hari lagi
Cinta kita abadi selamanya
Sebenarnya lagu itu mewakili hati Billy dan Kinan saat ini.
"Wah suara Kak Billy bagus banget," seru Kinan.
"Suara kamu juga bagus Kinan."
Setelah berbincang-bincang dan bernyanyi-nyanyi,mereka pun pergi ke kamar masing-masing untuk istirahat sejenak supaya nanti malam mereka tidak kelelahan.
***
Malam pun tiba...
Villa itu di hias sedemikian rupa sehingga Villa tersebut tampak indah dengan lampu-lampu warna-warni yang menghiasi taman tempat pesta tersebut.
Saat ini Kinan sedang mendandani Mawar.
"Wah Mbak Mawar cantik banget,pasti Bang Daffin pangling deh melihat Mbak Mawar," seru Kinan.
"Jangankan orang lain,aku saja yang didandani sampai kaget dengan wajah aku Kinan," Mawar sangat takjub dengan cara Kinan mendandaninya.
__ADS_1
Semuanya sudah berkumpul di taman,Kinan dan Mawar pun keluar semua mata tertuju pada kedua gadis yang terlihat sangat cantik.
Kinan menuntun Mawar kedekat Daffin..
"Mulutnya biasa aja kali,ga usah menganga gitu entar lalat masuk lho," bisik Kinan ketelinga Daffin.
Seketika Daffin tersadar dan menutup mulutnya,dan menatap tajam ke arah Kinan yang dibalas cengiran oleh Kinan.
Kinan segera menghampiri Zidan dan langsung menggenggam tangan Zidan.
"Malam ini kamu cantik banget,Sayang."
"Terima kasih,Pak Dokterku juga terlihat tampan malam ini," ucap Kinan dengan mengedipkan matanya.
"Idih,dasar genit," Zidan menarik hidung Kinan karena gemas.
Acara pun dimulai,Milka didampingi Ayah Dirga dan Bunda Keysa berdiri di depan.Setelah selesai menyanyikan lagu selamat ulang tahun,Milka pun memotong kuenya potongan pertama Milka persembahkan untuk Ayah Bundanya.
"Potongan kedua ini,aku persembahkan untuk seseorang yang spesial di hati aku dan akan selalu ada di hati aku sampai kapanpun,kue ini untuk Dr.Zidan Dokter yang selama ini sudah merawat aku dan sudah mencuri hati aku," seru Milka.
Dengan spontan Kinan melepaskan genggaman Zidan.
"Untuk Dr.Zidan mohon majunke depan," seru Bunda Keysa.
Semua orang saling pandang dan hanya bisa terdiam menyaksikan semua ini.
"Sana maju ke depan Kak," ucap Kinan dengan senyum yang di paksakan.
"Aku akan ke depan,tapi sama kamu."
"Tidak Kak,Milka hanya memanggil Kakak sendiri tidak dengan aku,sudah sana maju ke depan aku tidak apa-apa kok," ucap Kinan.
"Tapi-----"
"Sudah sana," Kinan mendorong pelan tubuh Zidan.
"Ayo Dr.Zidan maju ke depan," seru Ayah Dirga.
Zidan pun dengan ragu-ragu maju ke depan dan menerima kue dari Milka.
"Terima kasih Milka," ucap Zidan.
Milka langsung mencium pipi Zidan tanpa malu-malu lagi,membuat Zidan melotot dan Kinan memalingkan wajahnya.
"Terima kasih karena sudah menjadi Dokter terbaik buat aku."
"Iya sama-sama Milka."
Zidan pun kembali ke tempat Kinan,Milka tampak menyunggingkan senyumannya.
"Aku tidak akan kalah lagi oleh kamu Kak Kinan," batin Milka.
"Maaf."
"Tidak apa-apa Kak,nyantai aja lagi," jawab Kinan dengan senyum yang dipaksakan.
Acara pun selesai,sekarang saatnya makan-makan.Para laki-laki tampan sedang makan-makan dengan diselingi candaan.
Sementara Kinan dan Mawar berbaur dengan Ibu-ibu semuanya.
"Dr.Zidan apa kita bisa bicara sebentar," ucap Milka.
"Mau ngomong apa?disini saja."
"Tidak bisa Dokter,aku mau bicara berdua dengan Dokter sebentar aja aku janji setelah ini aku tidak akan mengganggu Dokter lagi," seru Milka.
"Baiklah."
Zidan mengikuti Milka dari belakang,Milka membawa Zidan dalam Villa.
"Kamu mau bicara apa Milka?" tanya Zidan.
Sementara itu Kinan tampak celingukan mencari Zidan,Kinan pun menghampiri para laki-laki tampan itu.
"Maaf,apa kalian ada yang melihat Kak Zidan?" tanya Kinan.
Mereka semua saling pandang dan tidak ada yang berniat menjawab pertanyaan Kinan.
"Ih,di tanya bukannya pada jawab malah pada saling pandang gitu," seru Kinan.
"Kita ga tahu,Zidan kemana," jawab Devano dengan gugupnya.
"Ya sudah kalau kaliannga tahu,biar aku cari sendiri saja," Kinan pun pergi untuk mencari Zidan.
"Aku ke toilet dulu," ucap Fabian.
Kinan celingukan dan mencari Zidan,tapi tidak dia temukan juga akhirnya Kinan masuk ke dalam Villa,awalnya Kinan hanya berniat untuk kembali ke kamarnya tapi langkahnya terhenti saat melihat Milka dan Zidan sedang berbicara,Kinan akhirnya bersembunyi di balik sekat yang memisahkan ruang tengah dan dapur.
"Dokter,selama ini kan Dokter tahu kalau aku sangat mencintai Dokter dan aku juga tahu kalau Dokter sudah jadian kan sama Kak Kinan?aku rela kok kalau harus menjadi yang kedua asalkan Dokter mauenerima cinta aku," ucap Milka.
"Kamu gila Milka,sudah aku bilang aku hanya menganggapmu hanya sebatas adik ga lebih tolong dong kamu ngertiin aku," sergah Zidan.
"Iya aku tahu,tapi aku sangat mencintai Dokter aku ga bisa kehilangan Dokter aku ga rela kalau Dokter harus bersama orang lain."
Zidan memegang kedua bahu Milka...
"Dengerin aku Milka,tidak semua hal yang kita inginkan akan selalu bisa kita miliki."
Milka melihat dibalik sekat ada Kinan sedang melihatnya dan dengan cepat tanpa Zidan duga-duga Milka memcium bibir Zidan.
Kinan menutup mulutnya melihat semua itu dan tanpa terasa air matanya jatuh dan di saat yang bersamaan Fabian datang dan menarik tangan Kinan membalikkan tubuh Kinan dan langsung membawa Kinan kedalam pelukkannya.
"Jangan dilihat,kalau itu bisa membuatmu sakit," seru Fabian.
Zidan kaget dan secara spontan mendorong tubuh Milka.
"Apa-apaan kamu Milka," bentak Zidan.
Disaat Zidan hendak meninggalkan Milka dan berbalik,Kinan sudah ada disana dengan Fabian.Zidan sangat terkejut dan hendak menghampiri Kinan.
"Sayang,ngapain kamu ada disini?" Zidan menyentuh tangan Kinan tapi Kinan menghempaskan tangan Zidan dengan kasar.
Tanpa menjawab apa pun,Kinan melangkah pergi meninggalkan semuanya menuju kamarnya.
Fabian menatap tajam ke arah Zidan dan meninggalkan Zidan yang terdiam terpaku.Sementara Milka mengusap air matanya dengan kasar dan menyunggingkan senyumannya.
π·
π·
π·
π·
π·
Hallo semuanya,maaf baru sempat update 2000 kata lebih lho tega kalau kalian tidak memberikan like dan votenyaπππ€π€
Jangan lupa
like
vote n
komen
TERIMA KASIH
LOVE YOUπππ
__ADS_1