Bos Cantik Pujaan Hati

Bos Cantik Pujaan Hati
MENGGEMASKAN


__ADS_3

🌷


🌷


🌷


🌷


🌷


Kinan memutuskan untuk mampir ke rumah Daffin,tidak lama kemudian Kinan sampai di rumah Daffin.


"Assalamualaikum,,Daddy...Abang..." teriak Kinan.


Daddy Angga yang sedang santai di Taman belakang menikmati kopi langsung berdiri dan menghampiri suara yang memanggil-manggilnya.


"Daddy..." Kinan berlari dan langsung memeluk Daddy Angga.


"Kesayangan Daddy,apa sesibuk itu menjadi seorang Bos?sampai-sampai lupa mampir kesini," seru Daddy Angga.


"Maaf Daddy,kaya dulu Daddy ga ngerasain aja!!ternyata menjadi seorang Bos itu tak seenak yang Kinan bayangkan," sahut Kinan dengan menekuk wajahnya.


"Ya iyalah,justru menjadi seorang Bos itu tanggung jawabnya besar banyak yang harus dipikirkan," Daddy Angga menarik hidung Kinan.


"Oh iya,Abang Daffin mana Daddy?" tanya Kinan.


"Ada di kamarnya," jawab Daddy Angga.


"Kinan ke kamar Abang Daffin dulu ya!!" seru Kinan.


Daddy Angga hanya menganggukkan kepalanya dan melanjutkan santainya..


Kinan berlari dan menuju kamar Daffin,disaat Kinan membuka pintu kamar Daffin ternyata tidak dikunci.Kinan sedang melihat Daffin mengotak-ngatik Laptopnya di atas kasurnya dengan punggung dia sandarkan pada sandaran ranjang.


Tanpa ragu,Kinan langsung menjatuhkan tubuhnya di samping Daffin.


"Abang lagi ngapain?" tanya Kinan dengan posisi tengkurap dan menopang dagunya dengan kedua tangannya.


"Lagi menyelesaikan pekerjaan," jawab Daffin tanpa mengalihkan pandangannya dari Laptop.


"Ini hari minggu lho Bang,bukannya menikmati liburan malah masih sibuk kerja," seru Kinan.


"Ya bagaimana lagi,kerjaan Abang banyak banget," sahut Daffin.


Kemudian Kinan mengambil alih Laptop Daffin dan menyimpan semua file-file yang penting kemudian menutup Laptopnya dan menyimpannya ke atas nakas.


Lalu Kinan tiduran dengan kepalanya dia simpan di pangkuan Daffin,Daffin mengelus kepalan Kinan.Kinan memang seperti itu orangnya selalu manja kepada siapapun terlebih kepada Daffin.


"Ada apa?kayanya Prinses kecil Abang sedang ada masalah?" tanya Daffin yang selalu peka dengan Kinan.


"Ih Abang mah selalu tahu aja kalau Kinan sedang ada masalah," sahut Kinan.


"Tahulah,kamu itu sama Abang tumbuh bareng-bareng dari sejak kecil cuma kamu yang dekat sama Abang,jadi Abang tahu di saat kamu sedang sedih,bahagia,marah,kesal,Abang tahu sifat kamu jadi ga ada yang bisa kamu sembunyikan dari Abang," jelas Daffin.


"Cuma Abang yang bisa ngertiin perasaan Kinan," jawab Kinan lirih.


"Ada apa sebenarnya?cerita sama Abang."


Kinan mengubah posisinya,sekarang Kinan duduk bersila di depan Daffin dan Daffin pun mengikuti Kinan duduk bersila berhadapan dengan Kinan dan menopang wajahnya dengan kedua tangannya bersiap untuk mendengarkan cerita Kinan.


"Abang tahu ga dengan Fabian pemilik Perusahaan Atmadja Compony?"


"Tahulah,kenapa kamu suka sama Duren itu?" tanya Daffin.


"Idih siapa yang suka sama dia,Abang dengerin dululah cerita Kinan," rengek Kinan.


"Ok..ok..lanjut."


"Fabian itu mempunyai seorang adik,adik Fabian itu seorang Dokter namanya Dr.Zidan dan Dr.Zidan itu Dokter yang menangani penyakit Milka,setelah beberapa kali bertemu,ada perasaan aneh gitu di dalam diri Kinan," ucap Kinan dengan menundukkan kepalanya.


"Hahaha...owalah ternyata Prinses kecil Abang sedang jatuh cinta rupanya," Daffin tertawa.


Kinan langsung menutup mulut Daffin dengan telapak tangannya.


"Abang jangan kenceng-kenceng ngomongnya nanti Daddy dengar," seru Kinan.


"Jadi Prinses Abang ini sedang galau,kalau kamu suka ya langsung ungkapkan saja," ucap Daffin dengan santainya.


"Idih ogah,masa harus perempuan duluan sih yang ngungkapin malu-maluin aja mau di taro dimana wajah Kinan," sahut Kinan.


"Taro aja di pantat," ledek Daffin.


"Abang ih,malah bercanda," Kinan manyunkan bibirnya.


"Ok..jadi sekarang bagaimana?" tanya Daffin dengan mencubit kedua pipi Kinan dengan gemasnya.


"Masalahnya Milka sudah lama menyukai Dr.Zidan dan tadi juga Milka bilang sama Kinan,jangan merebut Dr.Kinan darinya," sahut Kinan.


"Kinan Sayang dengerin Abang,cinta itu tidak bisa dipaksa kalau memang nantinya Dr.Zidan itu jodoh kamu dia ga bakalan kemana kok," jelas Daffin.


"Iya,lagipula Kinan juga masih bingung dengan perasaan Kinan apa ini yang namanya cinta atau hanya sekedar mengagumi," seru Kinan.


Daffin mengacak-ngacak rambut Kinan...


"Sudah jangan dulu mikirin percintaan,urusin tuh Perusahaan jangan sampai Perusahaan kamu bangkrut gara-gara Bosnya galau mikirin percintaan," ledek Daffin.


"Kinan....Daffin..." teriak Daddy Angga memanggil.


"Tuh Daddy manggil,yuk kita turun ke bawah," ajak Daffin.


Daffin beranjak dari duduknya,belum juga sampai pintu Kinan berlari dan langsung melompat ke punggung Daffin untung fisik Daffin bagus dan sangat cekatan.


"Gendong ya Bang,Kinan sudah lama ga di gendong sama Abang," ucap Kinan dengan manjanya.


"Anak manja kaya gini masih sok-sokan ngomongin percintaan mana mau Dokter mempunyai istri manja kaya kamu," seru Daffin.

__ADS_1


"Biarin..manja juga sama Abang sendiri."


Daffin tersenyum mendengar omongan Kinan,akhirnya Daffin menggendong Kinan ke bawah.Daddy Angga yang melihat kelakuan Kinan hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Echa kedua ini mah," gumam Daddy Angga.


Sementara itu Zidan pulang ke rumahnya,Zidan mengabaikan kedua Orang tuanya yang sedang santai di ruang keluarga.


"Kenapa lagi tuh anak," ucap Papah Zidan.


Mamah Zidan tidak menjawab,dia hanya menatap punggung Zidan yang semakin menjauh.


Dikamarnya Zidan terlihat membanting semua barang-barang yang berada di dekatnya.


"Aaaarrrrggghhh..." teriak Zidan.


Mamah Zidan memasuki kamar Zidan,dilihatnya Zidan sedang duduk di bawah lantai dengan mrnyandar ke ranjang dengan menjambak rambutnya sendiri.


"Zidan..." ucap Mamah Zidan lirih dengan memegang pundak Zidan.


Zidan menoleh ke arah Mamahnya..


"Ada apa Zidan?" tanya Mamah Zidan dengan mengusap kepalanya Zidan.


Tiba-tiba Mamah Zidan meneteskan air mata yang menetes ke lengan Zidan.Zidan pun menoleh ke arah Mamahnya.


"Kenapa Mamah menangis?" tanya Zidan dengan menghapus air mata Mamahnya.


"Maafkan Mamah Zidan,akibat kejadian dulu kamu menjadi sosok anak yang berbeda,Mamah tahu kamu sangat kecewa sama Mamah dan Papah yang sudah membiarkan Fabian menikahi Bunga,satu hal yang tidak kamu ketahui,mereka pacarannya tudak sehat Zidan mereka sering menghabiskan malam bersama,Mamah sama Papah merasa khawtir takut terjadi hal yang tidak-tidak makannya Mamah dan Papah terpaksa menikahkan mereka," Mamah Zidan makin sesegukkan.


Zidan makin mengepalkan tangannya,amarahnya benar-benar sudah tidak bisa di tahan lagi.


"Brengsek..." gumam Zidan.


"Apa kamu menyukai Kinan,Zidan?" pertanyaan Mamahnya membuat Zidan terdiam.


"Dari mana Mamah tahu?" ucap Zidan.


"Mamah sangat paham dengan perasaan anak-anak Mamah,Mamah lihat di mata kamu kalau kamu sangat mengagumi sosok Kinan iya kan?Mamah juga sangat menyukai Kinan,Kinan begitu cantik,sopan,dan mandiri.Siapa yang tidak suka dengan sosok Kinan?" sambung Mamah Zidan.


"Tapi kayanya Zidan bakalan susah untuk ngedapetin Kinan,karena Fabian juga menyukai Kinan," ucap Zidan.


Mamahnya Zidan sudah tidak bisa berkata-kata lagi,dia takut kejadian dahulu terulang kembali.


Malam hari di kediaman Dirga dan Keysa...


Dirga dan Keysa sedang menonton Tv bersama,sementara Milka tiduran dipangkuan Bunda Keysa.


"Sayang,apa sekarang kamu merasa baikkan?" tanya Ayah Dirga.


"Masih sama Yah,malah sekarang Milka cepat banget lelah," jawab Milka.


"Kamu harus semangat Sayang jangan menyerah,Bunda yakin kamu pasti bakalan sembuh," seru Bunda Keysa.


"Cuma Dr.Zidan penyemangat Milka Bunda,Milka ga tau apa jadinya kalau ga ada Dr.Zidan di sisi Milka," ucap Milka.


"Sayang kamu jangan seperti itu,seharusnya kamu itu mempunyai kemauan sembuh karena diri sendiri jangan karena orang lain," seru Ayah Dirga.


"Tapi Milka sangat menyukai Dr.Zidan Ayah,Milka ga rela Dr.Zidan bersama wanita lain," seru Milka.


"Sayang dengerin Bunda,cinta itu tidak bisa di paksakan kamu kan sudah nyatain cinta kamu kepada Dr.Zidan sampai 2x tapi kamu tahu kan apa jawaban Dr.Zidan,dia hanya menganggap kamu sebagai adik tidak lebih," bujuk Bunda Keysa.


"Kenapa Ayah sama Bunda tidak pernah mendukung Milka?mau seratus kali pun Milka di tolak,Milka akan tetap menunggu Dr.Zidan karena Milka yakin lama-kelamaan Dr.Zidan bakalan luluh juga sama Milka," Milka beranjak dari duduknya dan pergi meninggalkan Ayah dan Bundanya.


"Anak itu selalu memaksakan kehendaknya, tidak semua yang dia inginkan itu bisa dia dapatkan," gumam Ayah Dirga.


Keesokan harinya,bersemangat sekali pergi ke Kantor moodnya kali ini sedang bagus.


Sesampainya di Kantor,Devano sudah berada di ruangannya mengerjakan sesuatu.Kinan membuka pintu ruangan Devano.


"Dev,cepat simpan berkas-berkas yang harus aku tanda tangani dan pelajari," seru Kinan dengan menunjukkan senyuman manisnya,setelah itu Kinan menutup pintu dan berlalu menuju ruangannya.


Devano tampak menganga dan mengedipkan kedua matanya berkali-kali,merasa aneh dengan sikap Kinan hari ini.


Devano segera menuju ruangan Kinan dengan membawa beberapa berkas,di dalam ruangan Devano menghampiri Kinan dan memegang kening Kinan.


"Tidak panas kok," gumam Devano.


"Ih kamu apa-apaan Dev?" tanya Kinan dengan menepis tangan Devano.


"Kamu kenapa hari ini?kok sikap kamu aneh,tiba-tiba datang sepagi ini terus senyam-senyum kaya gitu,ada apa?" tanya Devano lagi.


"Ga ada apa-apa,,emangnya kenapa sih?hari ini aku lagi semangat,jadi jangan ngerusak mood aku deh..udah sana pergi!!" usir Kinan tanpa melihat ke arah Devano.


"Ckckck..." Devano pun keluar dari ruangan Kinan.


Tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 7 malam,Kinan meregangkan kedua tangannya...


"Wuidih,yang lagi semangat kerja sampai lupa waktu," Devano tiba-tiba masuk mengagetkan Kinan.


Kinan membereskan meja kerjanya dan mengambil tasnya,kemudian merangkul lengan Devano.


"Yuk pulang," ajak Kinan dengan senyumannya yang manis.


Kinan dan Devano pun pulang dengan mengendarai mobil masing-masing.Di perjalanan,Kinan mampir dulu ke Mini Market karena dia merasa haus ingin membeli minuman dingin.


Di dalam Mini Market,Kinan langsung mengambil minuman dingin.


"Ah sekalian beli cemilan,buat nanti malam nonton Drakor," gumam Kinan.


Kinan menuju tempat makanan ringan,kebetulan makanan yang mau Kinan ambil berada di tempat paling atas,Kinan mencoba berjinjit disaat Kinan sedang susah payah ingin mengambil sesuatu,tiba-tiba ada orang yang membantu mengambilkannya.


"Terima kasih," ucap Kinan.


Disaat Kinan menoleh,ternyata yang menolong Kinan mengambilkan makanan itu adalah Zidan.

__ADS_1


"Dr.Zidan.." gumam Kinan.


"Kenapa kaya yang ngelihat hantu aja," sahut Zidan.


Zidan pergi meninggalkan Kinan menuju Kasir dan Kinan pun sudah selesai belanja dan menuju Kasir juga.


"Mbak,sekalian ya saya bayarin sama belanjaan Nona ini," ucap Zidan.


"Ga usah Dokter,biar aku bayar sendiri," sahut Kinan.


"Aku tidak menerima penolakan."


"Dasar cowok pemaksa," gumam Kinan.


Kinan dan Zidan pun sudah selesai belanja.


"Terima kasih," ucap Kinan.


Disaat Kinan mau masuk ke dalam mobilnya,Zidan menarik tangan Kinan.


"Bisa temani aku ngopi sebentar,aku lagi butuh teman," seru Zidan.


Lama Kinan dan Zidan saling tatap,dan Kinan pun menganggukkan kepalanya.


"Duduk di situ saja," Zidan menunjuk kursi yang berada di depan Mini Market.


Kinan pun mengikuti Zidan dan duduk di kursu yang di sediakan Mini Market.


"Kamu baru pulang kerja?" tanya Zidan dengan meminum minuman soda yang dia beli barusan.


"Iya..,Dokter sendiri lagi ngapain disini?" Kinan balik bertanya.


"Lagi jalan-jalan aja,soalnya di rumah lagi suntuk," jawab Zidan.


"Maaf nih,aku ngobrol kaya gini sama Dokter bakalan ada yang marah ga?kan ga lucu tiba-tiba ada yang datang dan jambak rambut aku," ucap Kinan dengan wajah yang menurut Zidan sangat menggemaskan.


"Siapa yang akan marah?aku ga punya pacar," jawab Zidan dengan senyumannya.


Kinan terlihat senyum canggung,tidak tahu kenapa ada perasaan bahagia mendengar Zidan ga punya pacar.


Sementara itu,Milka sedang berada di jalan menuju rumahnya.Milka baru pulang dari Restoran dan di antar pulang oleh Satria.


Disaat melewati Mini Market,Milka menoleh kesamping tiba-tiba Milka mengepalkan tangannya danengeraskan rahangnya ketika di sebrang sana melihat Kinan dan Zidan sedang duduk berdua.


Bahkan mereka berdua tampak sedang tertawa bersama entah apa yang sedang mereka bicarakan,yang pasti mereka berdua terlihat bahagia.


Satria melihat ke arah pandang Milka..


"Bukannya itu Kak Prinses ya,sama siapa dia?" tanya Satria.


"Cepatan jalanin mobilnya," bentak Milka.


Satria tahu apa yang membuat Milka terlihat kesal seperti itu,kemudian Satria melajukan kembali mobilnya.


Kinan terlihat terus menguap,dan Zidan menyadari itu.


"Kamu ngantuk?" tanya Zidan.


"Sedikit."


"Ya sudah kita pulang saja,terima kasih sudah mau menemani aku ngobrol," seru Zidan.


"Sama-sama Dokter."


"Oh iya,kalau bisa jangan panggil aku Dokter karena kamu bukan Pasien aku."


"Terus aku harus panggil Dokter apa?" tanya Kinan.


"Apa saja,,panggil sayang juga boleh," celetuk Zidan.


"Apa.." Kinan pura-pura tidak mendengar.


"Gapapa,terserah kamu saja mau panggil aku apa yang penting jangan panggil Dokter," sahut Zidan.


"Hmmm...aku panggik Kak Zidan aja ya?"


"Boleh,itu lebih baik," jawab Zidan.


"Ya sudah,aku pulang dulu sudah malam juga takutnya Mamih sama Papih nyariin,soalnya Mamih sama Papih suka rempong kalau aku belum pulang,bye..." Kinan melambaikan tangannya dan masuk ke dalam mobilnya.


"Hati-hati," teriak Zidan dengan membalas lambaian tangan Kinan.


Kinanpun mulai melajukan mobilnya,begitu juga dengan Zidan yang memasuki mobilnya juga menuju rumahnya.


🌷


🌷


🌷


🌷


🌷


Hai semuanya selamat malamπŸ˜‡πŸ˜‡


Semoga kalian tidak bosen menunggu kelanjutannyaπŸ™πŸ™πŸ˜˜πŸ˜˜


Jangan lupa


like


vote n


komen

__ADS_1


TERIMA KASIH


LOVE YOUπŸ’˜πŸ’˜πŸ’˜


__ADS_2