
π·
π·
π·
π·
π·
Waktu pun berjalan dengan cepat,Mamih Echa sudah berangsur-angsur membaik dan hari ini Mamih Echa direncanakan sudah boleh pulang.
"Mas,aku pengen ke makam Bang Angga dulu ya," seru Mamih Echa.
"Iya Sayang."
Setelah keluar dari Rumah Sakit seperti keinginan istrinya,Papih Adam menghentikan mobilnya ke pemakaman tempat dimana Angga dimakamkan.
Mamih Echa terduduk lesu di hadapan pusara Angga dan tanpa terasa air matanya pun mulai menetes.
"Bang,kenapa secepat ini Abang tinggalkan Echa,malahan Echa belum sempat mengucapkan terima kasih sama Abang.Terima kasih Bang,karena selama ini sudah menjadi Kakak sekaligus Orang tua buat Echa,Abang selalu menjaga Echa maafin Echa Bang,Echa sangat menyayangi Abang," Mamih Echa menangis sesegukan diatas pusara Angga.
"Sudah Sayang,mungkin Alloh lebih menyayangi Bang Angga kita doakan saja yang terbaik buat Bang Angga," sahut Papih Adam.
Setelah lumayan lama Mamih Echa berada di makam Angga,Papih Adam pun mengajak istrinya itu untuk pulang.
Sementara itu dirumah,Kinan tampak mondar-mandir kesana kemari dia merasa jenuh berdiam diri di rumah.
Semenjak kehamilannya sudah menginjak 5 bulan,Zidan melarang Kinan untuk tidak bekerja lagi alhasil Kinan hanya bisa bekerja dirumah.
Kinan juga sering datang kerumah Ayah Dirga untuk sekedar melihat Milly,wajah Milly benar-benar mirip dengan Milka.
Malam ini adalah malam pertunangan Devano dan EL,akhirnya mereka tunangan juga setelah melalui berbagai pemikiran yang sangat panjang.
Semuanya larut dalam kebahagiaan,EL sangat bahagia akhirnya setelah sekian lama menunggu Devano pun melamarnya.
***
Hari demi hari,bulan demi bulan dilalui Kinan dan Zidan dengan kebahagiaan,hingga akhirnya saat ini usia kandungan Kinan sudah menginjak sembilan bulan.
Tidak terasa Kinan dan Zidan sedang berharap-harap cemas menunggu proses persalinan.
Malam ini Kinan tampak gelisah,tidurnya tidak nyenyak sementara Zidan terlihat tidur dengan nyenyak tanpa terganggu dengan gerakan-gerakan yang Kinan ciptakan.
"Kok perut aku sakit banget ya!" gumam Kinan.
Kinan mencoba menahan rasa sakit itu tapi lama-kelamaan rasa sakit diperutnya makin menjadi-jadi,seluruh tubuhnya sudah dipenuhi dengan keringat.
Zidan yang merasa ada yang bergerak,kemudian membuka matanya dilihatnya Kinan sedang meringis kesakitan dengan wajah penuh keringat.
"Ya Alloh Sayang,kamu kenapa?" tanya Zidan panik.
"Perut aku sakit Kak."
"Ya sudah,sekarang kita ke Rumah Sakit."
Zidan menggendong istrinya itu tanpa sepengetahuan Orang tua dan Omanya.
Zidan segera melajukan mobilnya menuju Rumah Sakit,selama dalam perjalanan Kinan tak henti-hentinya meringis kesakitan bahkan sampai menangis karena saking sakitnya.
"Sabar Sayang,sebentar lagi kita sampai Rumah Sakit."
Zidan sungguh tidak tega melihat istrinya yang meringis kesakitan.
Sesampainya di Rumah Sakit,Kinan langsung dibawa keruangan bersalin karena Kinan sepertinya akan melahirkan.
Zidan segera menghubungi Dr.Elina,Dokter yang selama ini menangani Kinan.Zidan juga tidak lupa segera menghubungi Orang tuanya dan Orang tua Kinan.
Mereka sangat kaget dan segera menuju Rumah Sakit.
30 menit kemudian Dr.Elina tiba di Rumah Sakit dan segera masuk kedalam ruangan bersalin,setelahh diperiksa memang benar kalau Kinan akan melahirkan.
"Ibu Kinan,coba tarik nafas dan hembuskan secara perlahan,bagus..coba sekarang kita mulai ya," seru Dr.Elina.
Kinan mulai mengikuti intrupsi yang Dr.Elina berikan,Kinan terus berusaha mengeluarkan bayi yang ada dalam perutnya.
Zidan sungguh tidak tega melihat istrinya begitu sangat kesakitan hingga akhirnya..
Oek..oek..oek...
Suara bayi pun menggema diseluruh penjuru rumah sakit,suaranya sangat nyaring karena saat ini waktu menunjukan pukul tiga dini hari.
Semua orang yang menunggu diluar mengucapkan syukur karena bayi dan ibunya selamat.
"Selamat Dr.Zidan,anak anda berjenis kelamin laki-laki dan terlihat sangat tampan mirip Dr.Zidan," seru Dr.Elina.
"Alhamdulillah."
Dr.Elina menyimpan bayinya didada Kinan,Kinan sampai menitikan air mata bahagianya dan Zidan juga tanpa sadar meneteskan air matanya.
Zidan menciumi seluruh wajah Kinan saking bahagianya dan menciumi bayi yang baru saja Kinan lahirkan.
"Terima kasih Sayang,sudah melahirkan anakku dengan selamat,terima kasih I Love You Sayang," Zidan kembali menciumi Kinan.
Zidan pun keluar sebentar karena Kinan dan bayinya mau dibersihkan terlebih dahulu.
"Bagaimana Sayang keadaan Kinan dan cucu Mamih?" tanya Mamih Echa.
"Alhamdulillah Mih,Kinan dan bayinya sehat," sahut Zidan.
"Alhamdulillah," jawab semuanya serempak.
Mamih Echa dan Mamahnya Zidan saling berpelukan saking bahagianya.
Tidak lama kemudian,Kinan dan bayinya pun dipindahkan keruang rawat.
__ADS_1
"Masya Alloh,anak kalian tampan sekali mirip Daddynya," seru Mamah Zidan.
"Iya dong Mah,orang Zidan yang bikinnya," celetuk Zidan yang mendapat sikutan dari Kinan.
"Apaan sih,kalau ngomong emang ga tahu malu ya," seru Kinan.
Semuanya tampak bahagia dengan kehadiran anggota baru di keluarga mereka,apalagi Mamih Echa sangat antusias sekali menyambut kelahiran Kinan.
Anak pertama Kinan begitu tampan dan menggemaskan sampai-sampai semuanya berebut ingin menggendong Putera Kinan dan Zidan.
Semua orang yang sudah mendapat kabar kalau Kinan sudah melahirkan,berbondong-bondong datangbke Rumah Sakit.
Saat ini Baby Lovely berusia dua tahun,dia sudah pintar bicara walaupun masih cadel dan Milly sudah berusia empat bulan,Lovely dan Milly begitu lengket kepada Kinan karena memang Kinan ikut andil mengasuh Lovely apalagi Milly walaupun Kinan dalam keadaan hamil tapi Kinan tidak pernah absen menemui Milly.
Milly tampak meronta-ronta dari gendongan Billy saat melihat Kinan,Kinan dengan senang hati merentangkan kedua tangannya.
"Sini Sayang,kenapa Milly kangen ya sama Mommy?" ucap Kinan.
Seakan mengerti dengan ucapan Kinan,Milly tampak tersenyum.Milly memang diajarkan memanggil Mommy kepada Kinan sama seperti halnya Lovely yang memanggil Mommy.
Begitu pun dengan Lovely yang meronta-ronta dibawah ranjang Kinan ingin naik keatas ranjang,karena Lovely tidak rela melihat Mommynya menggendong bayi lain.
Zidan yang melihat Lovely kemudian menggendongnya.
"Mau kemana Sayang?" tanya Zidan.
"Mommy..Mommy.." ucapnya dengan gemasnya dengan merentangkan kedua tangan mungilnya.
"Kenapa,pengen digendong juga sama Mommy?" tanya Kinan.
"Lovely iri Kinan,karena kamu menggendong Milly," seru Mawar.
"Ya ampun,jangan iri dong Sayang Mommy juga sayang kok sama Lovely," ucap Kinan tapi Lovely malah menangis dengan kencangnya.
Akhirnya Milly mengalah dan dibawa oleh Bunda Keysa,seketika tangisan Lovely berhenti saat Kinan menggendongnya.
"Astaga Lovely,kamu ga boleh kaya gitu apalagi sekarang Mommy Kinan sudah mempunyai adik bayi," seru Daffin.
Mendengar Papihnya berbicara seperti itu membuat Lovely mengeratkan pelukannya kepada Kinan.
Semua orang yang ada disana tertawa melihat tingkah lucu Lovely.
"Siapa namanya Nak?" tanya Oma Nadia.
"Namanya Zein Aditya Atmanegara," sahut Zidan.
Tidak terasa waktu pun sudah sore,dan satu persatu semua orang mulai pulang tinggalah sekarang Kinan dan Zidan berdua,Kinan menggendong Baby Zein setelah sebelumnya menyusuinya.
Kinan memperhatikan wajah Baby Zein yang begitu sangat mirip dengan Zidan.
"Sayang,kok wajah kamu mirip Daddy kamu sih ga ada miripnya sama Mommy,padahal kan yang mengandung dan melahirkan kamu itu Mommy," seru Kinan.
Zidan yang saat itu berada disamping Kinan hanya tersenyum.
"Ih kamu menyebalkan sekali Kak," sahut Kinan.
"Sini,aku juga pengen gendong Baby Zein."
Kinan memberikan Baby Zein kepada Zidan,Zidan terlihat sangat bahagia dan menciumi Baby Zein,sementara itu Kinan sangat bersyukur mempunyai Suami yang sangat menyayangi dan perhatian terhadap dirinya.
Zidan perlahan menidurkan Baby Zein di ranjang baby,kemudian menghampiri istrinya.
"Kenapa ngelihatin aku terus Sayang?aku tahu kok aku sangat tampan," ucap Zidan.
"Sudah punya anak juga masih aja narsis."
"Terima kasih Sayang,sudah hadir dikehidupanku dan sekarang sudah memberikanku malaikat kecil yang menambah kebahagian dalam hidupku," ucap Zidan dengan memeluk Kinan dan mencium pucuk kepala Kinan berulang-ulang.
"Sama-sama,aku juga terima kasih karena Kakak sudah menjadi suami yang hebat buat aku,sudah memberikan kasih sayang dan perhatian yang begitu besar buat aku,semoga Kakak terus seperti ini sampai kapanpun,L Love You Daddy," seru Kinan.
"I Love You too Mommy," sahut Zidan.
Dibalik pintu ruangan rawat Kinan ada seseorang yang memperhatikan mereka,ada perasaan sakit melihat Kinan dan Zidan bermesraan seperti itu,akhirnya dia pun memutuskan untuk pergi dari sana.
Satu minggu kemudian,Kinan sudah sehat dan diperbolehkan untuk pulang.Saat ini Kinan sedang menikmati hari-harinya menjadi seorang Ibu muda.
Kinan terpaksa masih harus mengerjakan pekerjaannya dirumah,karena Kinan masih belum tega meninggalkan Baby Zein walaupun Mamih Echa tidak keberatan untuk menjaga Baby Zein.
Sementara itu di kediaman Ayah Dirga,semuanya terlihat panik karena dari tadi pagi Milly tidak berhenti menangis sehingga membuat semua orang yang ada dirumah menjadi panik.
"Bagaimana ini Sayang,kok Milly tidak berhenti menangis dari tadi pagi?" tanya Bunda Keysa khawatir.
"Aku juga ga tahu," jawab Ayah Dirga.
"Ayah,Bunda,bagaimana kalau aku telpon Kinan kali aja Kinan tahu solusinya," seru Billy.
"Boleh juga."
Billy pun segera menghubungi Kinan,Kinan baru saja membaringkan tubuh mungil Baby Zein diranjang bayinya.
Kinan segera menjauh dari ranjang Baby Zein takutnya Baby Zein bangun.
"Hallo Kak,ada apa?" tanya Kinan.
"Kinan kamu bisa kesini sebentar ga?dari tadi pagi Milly nangis terus ga mau berhenti."
"Apa?kok bisa,ya sudah aku segera kesana," Kinan menutup Ponselnya.
Kinan cepat-cepat mengambil tas dan kunci mobilnya.
"Mamih,Kinan nitip Zein ya!!" teriak Kinan.
"Lho kamu mau kemana Sayang?" tanya Mamih Echa.
"Kinan mau kerumah Ayah Dirga dulu sebentar,barusan Kak Billy ngehubungi Kinan katanya Milly nangis terus dari tadi pagi kasihan Mih,kali aja Kinan bisa menghentikan tangisannya," jelas Kinan.
__ADS_1
"Ya sudah kalau begitu,cepetan kamu kesana kasihan Milly,jangan khawatir sama Zein ada Mamih yang jagain."
"Ya sudah,Kinan pergi dulu ya."
Kinan pun cepat-cepat melajukan mobilnya menuju rumah Ayah Dirga.Tidak mbutuhkan waktu lama,Kinan pun sampai di rumah Ayah Dirga.
Tangisan Milly begitu menyayat hati terdengar sampai keluar,Kinan pun dengan cepat masuk dalam rumah.
Dilihatnya Billy sedang berusaha keras menenangkan Milly.
"Sini Kak,biar aku yang gendong," seru Kinan.
Billy pun memberikan Milly kepada Kinan.
"Cup..cup..cup Sayang,ini Mommy kamu kenapa?jangan nangis lagi,masa anak Mommy nangis sih," gumam Kinan dengan menepuk-nepuk punggung Milly.
Sungguh ajaib,seketika Milly berhenti menangis.Ayah Dirga,Bunda Keysa,dan Billy sampai tak percaya dengan semua ini.
"Mungkin Milly merindukan sosok Mamahnya," seru Bunda Keysa dengan meneteskan air mata.
Kinan membawa Milly kekamarnya dan dengan sabarnya Kinan menyanyikan lagu anak-anak,dan ternyata Milly sangat menyukainya,Milly pun terlihat nyaman dan tertidur dipangkuan Kinan.
Billy diam-diam memperhatikan Kinan yang sedang menggendong anaknya sampai tertidur.
Ada perasaan aneh yang tumbuh dihati Billy,mungkin karena selama ini Kinan sering datang kerumah untuk ikut mengurus Milly membuat perasaan terlarang itu tumbuh.
Mungkin benar kata pepatah,cinta bisa hadir karena terbiasa.Dan itu yang sedang dirasakan Billy,karena selama empat bulan ini Billy sering bertemu dengan Kinan bahkan hampir setiap hari bertemu.
Perlahan perasaan terlarang itu muncul,Billy ingin membuang jauh-jauh perasaan itu karena Billy sadar ini sudah tidak benar.
Kinan membaringkan tubuh mungil Milly di tempat tidur khusus untuknya,saat Kinan membalikan tubuhnya Kinan sangat terkejut karena Billy sudah berdiri disana.
"Kak Billy,sejak kapan ada disana?" tanya Kinan.
"Oh,baru saja aku cuma mau melihat Milly dan ternyata kamu masih menggendongnya," dusta Billy.
"Sekarang Milly sudah tidur,aku pamit pulang takut Zein nangis," ucap Kinan.
Kinan pun melangkahkan kakinya untuk keluar dari kamar Milly tapi dengan cepat Billy menarik pergelangan tangan Kinan sehingga membuat Kinan terkejut.
"Terima kasih Kinan,kamu sudah mau menyayangi Milly seperti anak kamu sendiri," seru Billy.
"Iya,sama-sama Kak," sahut Kinan.
Kinan segera melepaskan tangan Billy karena takut ada kesalahpahaman apalagi posisi mereka saat ini sedang berada dikamar Milly.
Kinan pun segera pergi meninggalkan Billy,setelah pamitan kepada Ayah Dirga dan Bunda Keysa Kinan pun melajukan mobilnya untuk pulang.
Sesampainya dirumah,ternyata Baby Zein masih tertidur pulas akhirnya Kinan pun ikut merebahkan tubuhnya disamping Baby Zein.
Tidak terasa waktu pun sudah sore,Zidan baru saja pulang mendapati istrinya sedang terlelap tidur bersama Baby Zein.
Zidan pun menghampiri istrinya dan terus menciumi pipinya sampai-sampai Kinan terbamgun karena merasa geli.
"Sayang sudah pulang,maaf aku ketiduran," seru Kinan.
"Tidak apa-apa,kelihatannya kamu capek banget tadinya aku ga mau bangunin kamu tapi kamu saat tidurpun masih terlihat cantik membuat aku gemas ingin menciumimu," sahut Zidan.
Kinan dengan manjanya memeluk Zidan,timbulah ide jahil di otak cantik Kinan.Kinan kemudian menciumi leher Zidan sehingga membuat Zidan merinding.
"Sayang,jangan coba-coba menggoda ya aku masih punya waktu tiga puluh tiga hari lagi untuk puasa jadi jangan mu---" ucapan Zidan terpotong karena kali ini Kinan memciumi bibir Zidan.
Sesaat Zidan merasa lupa diri dan terbuai tapi sedetik kemudian Zidan sadar dan menutup bibir Kinan dengan tangannya.
"Stop Sayang,jangan mulai lagi nanti bisa-bisa aku khilaf," sentak Zidan.
"Kenapa?aku cuma kangen aja sama suami aku emangnya ga boleh?" rengek Kinan.
"Bukannya ga boleh,tapi kan ini waktunya belum tepat Sayang nanti aku malah kebablasan lagi."
"Apaan sih,kebablasan apa cuma cium doang juga,ya udah ah aku mau mandi dulu," sahut Kinan.
"Mau bareng ga,soalnya aku juga mau mandi."
"Enggak,jangan macam-macam," sentak Kinan dengan melangkah menuju kamar mandi.
"Lihat deh Sayang,Mommy kamu itu jahat suka banget menyiksa Daddy," gumam Zidan.
Zidan terus saja menciumi Baby Zein yang makin menggemaskan,sementara Baby Zein sama sekali tidak terganggu dengan ciuman Daddynya itu.
π·
π·
π·
π·
π·
Jangan lupa selalu tinggalkan jejak like,komen,dan vote sebanyak-banyaknyaππππ
Mampir juga ke Novel terbaru Author yang berjudul "ABC (AMARAH,BENCI,CINTA)" ππ
Jangan lupa
like
vote n
komen
TERIMA KASIH
LOVE YOUπππ
__ADS_1