
π·
π·
π·
π·
π·
Devano menghampiri semuanya dengan kaki yang terpincang-pincang sembari menggerutu tidak jelas.
"Kaki kamu kenapa Dev?" tanya Kinan.
"Tadi ada cewek gila yang menginjak kaki aku."
"Emang di German ada orang gila juga ya?" tanya Mawar dengan polosnya.
Daffin yang gemas dengan kepolosan Mawar akhirnya mengacak-ngacak rambut Mawar dan membawanya kepelukan Daffin.
"Aku salah ngomong ya Mas?" tanya Mawar didalam dekapan Daffin.
Kinan dan Devano hanya mendelikan matanya jengah melihat dua insan yang sedang di mabuk cinta itu.
"Ada apa sebenarnya Dev?" tanya Kinan.
"Tadi ada cewek yang menyerobot antrian dan mengambil kopi aku,disaat aku mengejar tuh cewek dia berusaha mengecoh aku dengan berbicara bahasa Indonesia dia pikir aku ga ngerti tapi disaat aku menjawab ocehannya dia malah kabur dengan menginjak kaki aku,nyebelin banget tuh cewek," jelas Devano.
"Ada ya,cewek seperti itu," seru Kinan.
"Kita kembali ke Hotel,udaranya makin dingin," sahut Daffin.
Mereka berempat pun kembali ke Hotel karena kebetulan di German saat ini sedang musim dingin.
Sementara itu,seorang wanita cantik berlari terengah-engah seperti ada orang yang mengejarnya.
Wanita cantik itu masuk ke sebuah Apartemen dan dengan cepat-cepat masuk ke dalam dan menguncinya.
"Kamu kenapa lagi EL?" tanya seorang wanita muda yang seumuran dengannya.
Tapi wanita yang di panggil EL itu tidak menjawab,dia malah pergi mengambil air dan meminumnya hingga tandas satu botol.
"Pasti kamu buat masalah lagi kan?" tanya Kimi,ya wanita yang muda itu bernama Kimi.
"Enggak."
"Terus kenapa tadi lari-lari?kaya yang sedang di kejar seseorang," seru Kimi.
"Tadi aku menyerobot antrian dan mengambil kopi milik seseorang," seru EL dengan cengengesan.
"Tuh kan benar,kenapa kamu selalu buat ulah sih?ini Negara orang EL kamu jangan seperti itu terus nanti kualat kena batunya lho baru tahu rasa," seru Kimi.
"Kamu tenang aja,habisnya aku tadi kedinginan banget pengen minum kopi eh antriannya panjang banget,ya sudah saat ada pria yang hendak mengambil kopinya,aku ambil aja duluan dan kabur deh," jelas EL.
Kimi menepuk jidatnya sendiri,Kimi sudah pusing menghadapi sikap EL yang selalu buat rusuh dimana pun dia berada.
"Kamu benar-benar ya EL,tapi gimana dengan pria itu?apa dia marah dan mengejar lo?" tanya Kimi.
"Ya kalau marah pastilah,tapi aku juga sempat malu sih sama tuh orang,aku pikir dia itu bule makannya aku kecoh aja dia dengan memakai bahasa Indonesia supaya dia bingung kan emang itu jurus andalan aku,eh ga disangka tuh orang fasih banget ngomong bahasa Indonesianya pasti dia orang Indonesia deh," jelas EL.
"Tuh kan kamu itu sudah kena batunya,eh tapi ngomong-ngomong tuh pria tampan ga?" tanya Kimi penasaran.
"Tampan banget Kim,kayanya dia blasteran deh soalnya tampangnya agak bule-bule gitu," sahut EL dengan senyum-senyum sendiri.
"Kamu dah gila ya,senyum-senyum sendiri?pasti lagi ngebayangin pria itu kan?" tebak Kimi.
"Tampan banget soalnya Kim,kamu juga kalau ketemu sama dia pasti bakalan melongo deh."
"Kamu berdo'a saja,mudah-mudahan kamu ketemu lagi sama pria itu," ucap Kimi.
"Amin."
Aurelia Agatha,seorang wanita cantik berusia 23 tahun yang biasa di panggil dengan sebutan EL.
EL adalah anak tunggal dari keturunan Agatha,saat ini dia sedang melanjutkan Kuliah di German dengan jurusan Managemen Bisnis sama halnya dengan Kinan.
EL lulus tahun ini,dan akan segera masuk Perusahaan membantu orang tuanya.EL merupakan anak yang cerdas dan pandai.
EL merupakan anak yang mandiri,meskipun dia berasal dari keluarga yang serba ada tapi dia tidak sombong,cuma satu kekurangan EL dia selalu membuat rusuh dan ceroboh.
Sesuatu yang dia perbuat dan lakukan pasti hasilnya sangat buruk,ceroboh akutnya selalu membuat dia berada dalam masalah.
Sementara Kimi sahabat EL,Kimi merupakan anak yatim piatu seperti halnya EL,Kimi adalah anak yang cerdas dan pandai maka dari itu Kimi mendapatkan beasiswa untuk Kuliah di German.
Disisi lain,Kinan dan Mawar mulai merebahkan tubuhnya tapi Kinan masih tampak melamun menatap langit-langit kamar Hotelnya.
"Kinan,apa kamu sedang memikirkan Dr.Zidan?" tanya Mawar.
"Mbak Mawar sotoy nih," sahut Kinan dan tersenyum ke arah Mawar.
"Sudah jangan main rahasia-rahasiaan deh sama aku,aku tahu kamu sedang memikirkan Dr.Zidan dan kamu bisa kok curhat sama Mbak,Mbak siap mendengarkan curhatan kamu Kinan," seru Mawar.
"Mbak Mawar benar,aku memang sedang memikirkan Kak Zidan aku sangat merindukannya Mbak," jawab Kinan.
"Kenapa kamu tidak tanya saja pada Orang tua Dr.Zidan alamat tempat tinggal Dr.Zidan disini."
"Enggak Mbak,aku ingin kita di pertemukan karena cinta,kalau cinta kita besar dan tulus aku yakin kita akan dipertemukan dalam kondisi dan situasi yang tidak kita duga-duga," seru Kinan.
"Terserah kamu sajalah Kinan,Mbak cuma bisa mendo'akan yang terbaik buat kamu."
"Terima kasih Mbak,oh iya Mbak sendiri bagaimana?sudah siapkah menikah dengan Bang Daffin?" tanya Kinan.
"Entahlah Kinan,kayanya Mbak masih ragu dan juga merasa takut," jawab Mawar.
"Apa yang Mbak ragukan dan takutkan?"
"Mbak ragu dengan keputusan Mbak,apa Mas Daffin benar-benar mencintai Mbak atau cuma hanya mempermainkan Mbak saja?dan Mbak juga takut kalau keluarga Mas Daffin tidak merestui hubungan kita,secara kan Mbak sama Mas Daffin itu berbeda kasta," jelas Mawar.
"Mbak dengerin aku,dari dulu hingga sekarang Bang Daffin belum pernah jatuh cinta,tapi disaat Bang Daffin bertemu dengan Mbak,Bang Daffin langsung jatuh cinta sama Mbak,Mbak Mawar tidak usah meragukan lagi cinta Bang Daffin.Dan masalah keluarga,Mbak juga tidak perlu takut karena ini bukan Sinetron ataupun Novel yang cintanya selalu tidak direstui entah itu karena si prianya yang kaya ataupun si wanitanya yang kaya.Keluarga aku itu sangat welcome kepada siapapun juga yang penting orang itu keturunan dari keluarga baik-baik," jelas Kinan.
__ADS_1
"Iya Kinan,keluarga kalian memang baik mereka sangat menerima aku apa adanya."
"Aku cuma minta dari Mbak,tolong sayangi dan cintai Bang Daffin dengan sepenuh hati Mbak seperti aku menyayangi dan mencintai Bang Daffin,karena Bang Daffin adalah orang yang sangat penting buat aku," seru Kinan.
"Iya Kinan,aku akan menyayangi dan mencintai Mas Daffin dengan jiwa dan ragaku."
Kinan dan Mawar saling tersenyum,dan mereka pun memutuskan untuk beristirahat.
Keesokan harinya...
hari ini Zidan sudah bersiap-siap mau Kuliah,Apartemen Zidan bersebelahan dengan Apartemen milik EL.Disaat Zidan membuka pintunya ternyata EL dan Kimi pun sama-sama membuka pintu.
Zidan langsung berangkat menggunakan mobilnya,tanpa menoleh ke arah EL dan Kimi.
"Penghuni sebelah itu,dingin dan sombong banget deh,selama 3 bulan kita tetanggaan belum pernah tuh dia menyapa atau pun tersenyum pada kita,padahal kita selalu berangkat berbarengan," keluh Kimi.
"Sudahlah ga usah mikirin hidup orang,hidup sendiri aja masih berantakan," sahut EL.
"Tapi dia tampan lo EL,kira-kira dia sudah punya pacar belum ya?" tanya Kimi.
"Orang tampan,dewasa seperti itu ga mungkin kalau dia jomblo pasti sudah punya pacar atau bahkan sudah punya istri mungkin," jawab EL dengan santainya.
"Ah masa sih?"
Kemudian kedua wanita cantik itu memasuki taxi yang sudah mereka pesan tadi untuk berangkat Kuliah.
Sementata itu,Kinan dan yang lainnya sedang sarapan bersama di Restoran Hotel.
"Kinan nanti malam kita menghadiri undangan Mr.Hilton,tolong kamu dandani Mawar yang cantik ya," seru Daffin.
"Siap Bang."
Hari ini mereka memutuskan untuk tidak kemanan-mana,karena acara liburan mereka akan mereka lakukan sesudah menghadiri acara undangan Mr.Hilton.
Semuanya terlihat bermalas-malasan di kamar masing-masing,Mawar sedang menonton Tv sementara Kinan memilih nonton Drakor di Laptopnya.
Waktu pun berjalan dengan begitu cepat,malam pun tiba dimana mereka akan menghadiri undangan Pengusaha ternama di German itu,banyak tamu undangan terhormat yang akan datang.
Bahkan Zidan pun akan menghadiri undangan itu,bukan karena dia seorang Pengusaha tetapi Zidan di undang oleh Putera Pengusaha terkaya itu.Ya Zidan dan Putera Mr.Hilton sudah lama berteman dan sekarang Zidan pun di undang untuk menghadiri acara itu.
Kinan dan Mawar sudah berdandan sangat cantik dan anggun,sampai-sampai Daffin dan Devano pun melongo merasa pangling dengan mereka berdua.
Mereka berempat pun langsung meluncur menuju tempat acara,begitu pun dengan Zidan yang sudah mulai memasuki mobilnya.
Satu lagi,seorang wanita yang tampak ribet dengan pakaiannya karena memang dia tidak terlalu suka memakai gaun,ya dia adalah Aurel,EL begitu cantik dan anggun sayang dia tidak suka memakai gaun karena menurut dia memakai gaun itu sungguh menyusahkan.
"Astaga EL,kamu cantik banget aku pangling lho ngelihat kamu dandan seperti ini," puji Kimi.
"Ah ribet tahu,aku ga suka pakai gaun kaya gini kalau ini bukan permintaan Papah aku ga mau pergi ke tempat pesta-pesta seperti itu sangat membosankan," sahut EL.
"Jangan ngomong seperti itu,kali aja kamu dapat jodoh disana."
"Jodoh apaan,aku masih pengen bebas ga mau mikirin jodoh dulu."
Bel Apartemen EL berbunyi,setelah Kimi membukannya ternyata itu pengawal Papah EL yang akan menjemputnya.
"Tuh,pengawal kamu sudah datang cepetan sana pergi tapi ingat jangan ceroboh dan jangan buat onar di pesta orang," seru Kimi.
EL pun berangkat ke Pesta itu....
Di dalam pesta,Kinan dan yang lainnya baru saja sampai mereka berempat langsung menemui Mr.Hilton dan menyalaminya.Mr.Hilton dan istrinya tampak senang dan menyambut mereka dengan ramah.
Disaat Kinan bersalaman dengan Putera Mr.Hilton yang bernama Justin itu bukan jabatan tangan yang Kinan dapat tapi Justin malah mencium tangan Kinan dan mengedipkan matanya ke arah Kinan.
Kinan langsung melepaskan tangannya,karena merasa risih sekaligus takut juga tatapan Justin begitu tajam dan terus memperhatikan penampilan Kinan dari ujung kepala sampai ujung kaki.
Karena Kinan merasa tidak enak,Kinan menarik lengan Devano untuk menjauh dari Justin.
"Kamu kenapa Kinan?" tanya Dev.
"Aku takut sama dia,tatapannya tajam banget."
"Jangan dilihat,si Justin itu memang terkenal playboy dan suka gunta-ganti cewek," seru Dev.
Tidak lama kemudian,Zidan pun sampai di tempat pesta dan Zidan pun memasuki Hotel itu,disusul dengan EL yang baru sampai juga di tempat Pesta.
EL terlihat kesusahan berjalan karena memakai gaun panjang seperti itu,disaat EL sedang celingukan mencari keberadaan Papahnya,EL tidak sengaja menabrak Devano yang sedang minum sehingga minumannya tumpah ke jasnya.
"Ya ampun,sorry..sorry," ucap EL dengan berusaha membersihkan jas Devano dengan tisu.
Disaat EL menatap ke arah Devano,mereka berdua terlihat membulatkan matanya.
"Kamu.." ucap EL dan Devano bersamaan.
Sementara Kinan,Daffin,dan Mawar hanya menatap bingung ke arah mereka berdua.
"Kamu lagi,ngapain kamu ada disini?" seru Devano.
"Ya aku di undanglah,makannya aku ada disini."
"Gara-gara kamu,kaki aku kemarin jadi cidera kamu harus tanggung jawab," sergah Devano dengan tatapannya yang tajam.
"Apaan sih,udah ah ga penting," seru EL,tapi pada saat EL mau melangkah gaunya terinjak oleh heelsnya dan otomatis EL jatuh dan menimpa Devano yang berada di depannya.
Semua orang tampak menoleh kearah Devano dan EL yang jatuh di lantai dengan posisi EL jatuh diatas Devano.
Wajah mereka berdua sangat dekat,membuat mereka sejenak saling pandang dan sedetik kemudian mereka tersadar,EL cepat-cepat bangun dari tubuh Devano.
"Ketemu sama kamu itu selalu membuat aku sial," seru Devano.
"Ih dasar cowok nyebelin," EL pun segera pergi meninggalkan Devano dengan wajah yang sudah memerah.
"Kalian ngapain ngelihatin aku kaya gitu?bukannya nolongin," seru Devano.
Mereka hanya tersenyum melihat ke arah Devano.
"Cie..cie..kayanya ada yang lagi love-love nih," goda Kinan.
"Apaan sih,cewek nyebelin kaya gitu."
__ADS_1
"Hati-hati lho Dev,nanti karma malah berbalik cinta," goda Daffin.
"Idih ga bakalan,udah ah aku ke toilet dulu mau bersihin jas aku yang kotor," Devano pun pergi ke toilet.
Sementara itu EL yang sudah menemukan Papahnya tampak melamun.
"Astaga,kok jantung aku berdebar-debar kaya gini sih?ah,tuh cowok emang nyebelin," batin EL.
***
Devano sudah selesai membersihkan jasnya,disaat Devano keluar dari toilet Devano bertabrakan dengan seseorang yang juga baru saja keluar dari toilet.
"Oops,sorry.." ucap Devano.
Tapi disaat Devano melihat ke arah seseorang itu.
"Bang Zidan.."
"Dev,ngapain kamu disini?" tanya Zidan.
"Aku sedang menghadiri undangan Mr.Hilton,Abang sendiri ngapain ada disini?" tanya Devano.
"Aku diundang sama Justin,dia teman aku."
"Bang,kita ngobrol disana dulu."
Devano dan Zidan ngobrol sebentar di kursi yang berada tak jauh dari tempat pesta.
"Bang Zidan bagaimana kabarnya?" tanya Devano.
"Alhamdulillah kalau fisik sehat,tapi kalau hati tidak sehat."
Devano tersenyum mendengar ucapan Zidan.
"Oh iya,kamu kesini sama siapa?" tanya Zidan.
"Sama Bang Daffin,Mbak Mawar dan juga Kinan."
Seketika Zidan menoleh ke arah Devano..
"Kenapa Bang,kaget Kinan ada disini?"
Zidan menundukkan kepalanya...
"Bagaimana kabar Kinan?pasti dia baik-baik saja kan?" tanya Zidan.
"Abang salah,justru Kinan menjadi orang yang berbeda semenjak Abang pergi."
"Maksud kamu Dev?"
"Kinan menjadi pribadi yang sangat kasar dan dingin,selama tiga bulan ini dia menjadi sosok yang pemarah dan tidak menerima kesalahan,setiap ada Karyawan yang melakukan kesalahan Kinan langsung memecatnya,padahal itu bukan sifat Kinan banget tidak pernah ada senyum di wajahnya,sungguh Kinan menjadi wanita yang menyeramkan," jelas Devano.
"Benarkah?"
"Iya,dan hanya Abang yang bisa mengubah Kinan kembali,kembalilah kepada Kinan Bang dan kembalikan juga senyumannya hanya Abang kebahagiaan Kinan," seru Devano.
"Tapi Kinan tidak mau berjuang dengan ku Dev,dia lebih memikirkan perasaan orang lain daripada mikirin perasaannya sendiri."
"Abang salah,Kinan sangat mencintai Abang bahkan semenjak Abang pergi Kinan sudah tidak peduli lagi dengan Milka,Abang tahu tujuan Kinan kesini itu apa?" tanya Devano.
Zidan menggelengkan kepalanya...
"Dia berharap bisa bertemu dengan Abang,dan ingin meminta maaf sama Abang."
"Apa kamu serius Dev?"
Devano menganggukan kepalanya,tiba-tiba Ponsel Devano berbunyi dan tertera nama Kinan disana.
Belum juga Devano mengucapkan Hallo,Kinan sudah memberondong Devano dengan teriakannya yang khas,sampai-sampai Devano menjauhkan Ponselnya dari telinganya.
"Astaga nih anak,ga dimana-mana kerjaannya teriak-teriak mulu," gerutu Devano.
"Iya aku segera kesana," ucap Devano dan langsung menutup Ponaelnya.
Zidan yang mendengarkan teriakan Kinan dari Ponsel Devano walaupun samar-samar,menyunggingkan senyuman sungguh Zidan rindu dengan suara wanita yang sampai sekarang mengisi hatinya itu.
"Kenapa Dev?" tanya Zidan.
"Kinan ngajak pulang,Kinan memang kaya gitu orangnya ga pernah suka dengan pesta-pesta kaya gitu,ya sudah Bang aku pulang dulu ya nanti kalau ada apa-apa Abang hubungi aku aja,karena kita bakalan satu minggu disini," jelas Devano dan menjabat tangan Zidan.
Devano cepat-cepat menghampiri Kinan yang sudah berada di parkiran bersama Daffin dan Mawar,sementara Zidan dari kejauhan memperhatikan Kinan.
Sungguh Zidan sangat merindukan Kinan,ingin sekali Zidan berlari dan memeluk Kinan tapi dia tahan,Zidan akan memberikan kejutan buat Kinan.
"Tunggu Sayang,sebentar lagi kita akan bertemu dan aku tidak akan melepaskanmu lagi apapun yang terjadi," gumam Zidan dengan menyunggingkan senyumannya.
π·
π·
π·
π·
π·
Apakabar semuanya,mana nih yang nungguin Kinan dan Babang Zidan?ππ
Tetap tinggalkan jejak like dan vote sebanyak-banyaknya,biar Author terus semangat untuk menulisnyaππππ
2000 kata lebih lho,kejam kalau sampai tidak memberi dukungan kepada Authorπ€§π€§
Jangan lupa
like
vote n
komen
__ADS_1
TERIMA KASIH
LOVE YOUπππ