
π·
π·
π·
π·
π·
Tidak terasa waktu berjalan dengan cepat,hari ini hari dimana Pernikahan Milka dengan Dr.Billy.
"Selamat ya Milka,semoga kamu selalu bahagia," ucap Kinan dengan memeluk Milka.
"Terima kasih Kak,Kakak juga semoga selalu bahagia bersama Dr.Zidan."
"Amin."
"Akhirnya kamu bisa juga mendapatkan Milka,ga sia-sia perjuanganmu Bill," seru Zidan dengan menepuk pundak Billy.
"Iya,terima kasih."
Pesta pernikahan Milka dan Dr.Billy berjalan dengan lancar dan penuh dengan tangisan kebahagiaan.
Saat ini waktu sudah menunjukan pukul satu dini hari,semuanya masih larut dalam kebahagiaan.Semua tamu undangan sudah meninggalkan tempat pesta.
Disebuah meja sekumpulan pria-pria tampan dan wanita-wanita cantik sedang berkumpul entah apa yang sudah membuat mereka berkumpul bukannya pulang ke rumah masing-masing.
Devano,Kenzo,Satria,Zidan,Billy,Daffin,Kinan,Milka,EL,dan Kimi berkumpul dalam satu meja hanya Mawar yang tidak ikut karena harus menemani Baby Lovely.Rupanya mereka ingin mengucapkan salam perpisahan buat pengantin.
Karena Dr.Billy akan membawa Milka pindah ke Singapura,Billy mendapat tawaran kerjaan disebuah Rumah Sakit terkenal di Singapura dan kebetulan karena Billy bisa sembari mengurus Neneknya keluarga satu-satunya yang Billy punya.
"Serius Bang mau pindah ke Singapura?" tanya Kenzo.
"Iya Ken,soalnya kebetulan Abang dapat kerjaan disana," jawab Billy.
"Ya sudahlah,semoga Abang sukses disana jagain Milka semoga kalian selalu bahagia," sahut Kenzo.
"Amin," ucap Milka dan Billy bersamaan.
"Tapi kalian jangan sampai lupa kalau bulan depan kan pernikahaan aku,pokoknya aku ga mau tahu bulan depan kalian harus pulang,kalau ga pulang aku ga mau kenal lagi sama kalian," seru Kinan dengan melipat kedua tangannya diperut.
"Siap Ibu Bos,kita akan pulang tenang saja," sahut Milka.
Mereka semua pun berbincang-bincang,Kinan menyandarkan kepalanya ke pundak Zidan dengan terus menguap.
"Kenapa kamu ngantuk Sayang?" tanya Zidan.
"Ngantuk banget,anterin pulang yuk!!" rengek Kinan.
"Ya sudah,lebih baik sekarang kita semua istirahat," sahut Daffin.
Dan semua pun bubar untuk pulang ke rumah masing-masing.Diluar parkiran,EL tampak bersikap cuek sama Devano dia mempraktekan apa yang diusulkan Kimi,dari kemarin EL sudah tidak menghubungi Devano.
Bahkan semenjak pesta di mulai pun EL hanya sibuk dengan Kimi dan Kinan tidak sedikitpun melihat ke arah Devano.
"Kita duluan ya,bye," seru Kinan.
"Aku juga duluan," seru Satria.
"Kim,kamu mau pulang bareng aku atau sama Kak Kenzo?" tanya EL.
"Sama akulah," sahut Kenzo dengan menarik tangan Kimi.
"Idih,biasa aja kali Kak aku cuma nanya kok," ucap EL.
"Sorry ya EL,kamu gapapa kan?" tanya Kimi.
"Gapapa,nyantai aja kali."
Kimi pun memasuki mobil Kenzo,sementara Devano hanya diam dan terus memperhatikan EL,disaat EL membuka pintu mobil tangan EL ditarik sama Devano.
"Apaan sih Kak,lepasin aku mau pulang," seru EL.
"Kamu kenapa?"
"Kenapa apanya?memangnya aku kenapa?" EL malah balik bertanya.
"Ok fine,kalau itu memang mau kamu."
Devano melepaskan tangan EL dan pergi meninggalkan EL.
"Kok,malah dia yang ngambek sih?wah idenya si Kimi ga benar nih," gumam EL.
Selama dalam perjalanan Kinan terus saja menguap,tapi dia berusaha menahannya karena dia takut ketiduran dan siapa yang akan bawa dia kedalam rumahnya.
"Sayang,jangan lupa besok kita feeting baju ya."
"Ok..jam berapa?" tanya Kinan.
"Nanti aku kabari kamu lagi," ucap Zidan.
Sesampainya dirumah Kinan,Kinan pun turun dan langsung masuk kedalam rumahnya rasa kantuk benar-benar sudah sangat menyerangnya.
Tanpa ganti baju terlebih dahulu Kinan langsung menjatuhkan diri keatas tempat tidur dan tidak membutuhkan waktu lama Kinan sudah berada dialam mimpi.
***
Keesokan harinya....
Kinan bangun kesiangan,dia turun ke bawah semuanya sudah tidak ada di meja makan Kenzo sudah berangkat Dinas,Papih Adam sedang santai membaca koran sembari ngopi sementara Mamih Echa sedang nonton tv,Kinan pun sarapan roti sendirian.
"Lho Sayang kamu ga ke Kantor?" tanya Mamih Echa.
"Tidak Mih,hari ini Kinan mau feeting baju sama Kak Zidan."
"Oh,jam berapa berangkatnya?"
"Belum tahu Mih,soalnya Kak Zidannya juga belum memberi kabar."
Sementara itu Zidan pagi-pagi sudah berada di Rumah Sakit dia ada meeting dengan pihak Rumah Sakit.
Meeting berjalan cukup lama dan menyita waktu,akhirnya jam 10 pagi baru selesai meeting.
"Astaga jam 10 baru selesai,untung tadi sudah konfirmasi ke Kampus kalau jam pelajaran aku di majukan," gumam Zidan.
Sebelum Zidan masuk ke dalam mobilnya dia memutuskan untuk menghubungi kekasihnya terlebih dahulu.
"Hallo Sayang,aku baru mau ke Kampus ke Butiknya nanti pas jam makan siang saja ya aku mau ngajar dulu nanti aku jemput kamu,love you."
Zidan pun menutup teleponnya dan masuk kedalam mobilnya,Zidan segera melajukan mobilnya menuju Kampus.
Kampus....
Lana dan Misell sedang berada di Kantin.
"Tuh Dosen emang rese ya,jam pelajaran main dimajukan seenaknya saja tanpa pemberitahuan sebelumnya," seru Misell.
"Iya,kalau tahu kaya gini aku ga bakalan bangun pagi-pagi," sahut Lana.
"Noh,Dosennya baru nongol ayo cepetan kita kekelas nanti kita kena amuk lagi kalau telat," Misell menunjuk ke parkiran.
__ADS_1
"Tunggu Sell,bayar dulu."
Lana mencari-cari dompet ditasnya...
"Kok dompet aku ga ada ya?ya ampun,dompet aku ketinggalan di meja makan," Lana menepuk keningnya.
"Ya sudah biar aku aja yang bayar."
"Nanti aku ganti."
"Nyantai aja kali,kamu juga sering neraktir aku kok," sahut Misell.
Setelah membayar makanan,Lana dan Misell pun cepat-cepat berlari menuju kelasnya.
Waktu menunjukan pukul 11 siang..
"Ok,semuanya hari ini cukup sampai disini dan kamu Misella Anastasya ikut saya ke ruangan saya,selamat siang dan sampai bertemu lagi esok hari," Zidan pun meninggalkan ruangannya dan diikuti oleh Misell.
"Sell aku pulang duluan ya,bye."
Didalam ruangan Zidan,Misell tampak canggung dia terus menundukan kepalanya.
"Ngapain kamu menunduk terus?" tanya Zidan dingin.
"Tidak Prof."
"Duduk,bantu saya memeriksa semua hasil kerjaan teman-teman kamu."
Misell pun duduk dan mulai mengerjakan yang diperintahkan oleh Zidan,sementara Zidan terlihat menyandarkan kepalanya di sofa dan Zidan memejamkan matanya.
Misell yang tadinya fokus memeriksa hasil jawaban teman-temannya teralihkan ketika menoleh kearah Zidan.
Misell tampaknya terpesona juga dengan Zidan,dia terlihat mengembangkan senyumannya kala memperhatikan wajah Zidan.Hidung mancung,alis mata yang tebal,rahang yang begitu tegas.
Misell baru menyadari dan sekarang mengakui kalau Dosennya itu memang tampan.
"Cepat kerjaan,jangan memperhatikan saya," seru Zidan yang mulai membuka matanya dan menatap kearah Misell.
"I..iya Prof."
Misell sangat malu ketahuan sedang memperhatikan Dosennya sendiri.
Sementara itu,Kinan sudah dandan sangat cantik dan anggun dia memutuskan untuk menemui Zidan ke Kampusnya Kinan ingin membuat kejutan buat Zidan.
Kinan memesan taxi online dan segera menuju Kampus Zidan.Sesampainya di Kampus semua mata Mahasiswa tertuju kepada Kinan.
"Gila siapa tuh cewek,cantik banget."
"Bukannya itu Kinan ya,Pengusaha muda yang sukses yang saat ini sedang naik daun dimana-mana beritanya tentang dia."
"Ternyata aslinya lebih cantik ya,cantik banget malah dia mau ngapain kesini?"
Begitulah desas-desus para Mahasiswa mengenai Kinan.Kinan tampak kebingungan,dia memutuskan untuk bertanya kesalah satu Mahasiswa disana.
"Maaf,mau nanya ruangannya Pak Zidan dimana ya?" tanya Kinan ramah.
"Oh,ruangan Profesor Zidan ada disebelah sana dari sini anda lurus saja nanti disana anda menemukan ruangannya tertera ada nama beliau kok."
"Ok..terima kasih."
Kinan pun meninggalkan ketiga Mahasiswi itu.
"Sumpah itu mah kebangetan cantiknya."
"Apa jangan-jangan Kinan itu pacarnya Profesor Zidan ya."
"Serasi banget cantik dan tampan."
Tanpa mengetuk pintu,Kinan langsung masuk kedalam ruangan Zidan.
"Sayang," teriak Kinan.
Zidan yang saat itu masih setia memejamkan matanya langsung bangun,sementara Misell menoleh kearah Kinan dan tampak melongo.
"Sayang kok kesini?" Zidan berdiri dan merentangkan tangannya.
Kinan berjalan melewati Misell dan langsung memeluk Zidan.
"Aku mau buat kejutan,soalnya bosen juga menunggu dirumah jadi aku putuskan untuk menyusul Kakak saja kesini," seru Kinan.
"Kamu kesini sama siapa?"
"Sendirilah naik taxi online."
"Astaga ngapain naik taxi online,bahaya tahu wanita sendirian naik taxi online kan aku sudah bilang tunggu aku dirumah biar aku yang jemput kamu," cerocos Zidan.
"Kok kamu jadi bawel banget sih Kak,kaya emak-emak."
Sementara Misell yang melihat adegan sepasang kekasih itu menundukan kepalanya dan kembali mengerjakan tugasnya.
"Eh,itu siapa Sayang?" tanya Kinan.
"Oh,kenalkan dia Mahasiswaku."
"Hai aku Kinan," Kinan mengulurkan tangannya.
"Hallo Kak,aku Misell."
"Dia calon istriku,oh iya tolong kamu lanjutkan pekerjaan kamu kalau sudah selesai kamu boleh pulang,saya harus pergi yuk Sayang!" ajak Zidan dengan menggenggam tangan Kinan.
"Ok,Misell senang bertemu dengan kamu maaf kita harus pergi dulu," seru Kinan dengan ramahnya.
"Iya Kak,saya juga senang bisa bertemu dengan Kak Kinan," jawab Misell.
Kinan dan Zidan pun pergi meninggalkan ruangan itu,Misell sangat terkejut ternyata Dosennya itu sudah punya calon istri apalagi calon istrinya itu adalah Kinan.
"Pasangan yang cocok," gumam Misell.
Kinan dan Zidan keluar menuju parkiran dengan bergandengan tangan,sungguh pemandangan yang membuat iri siapapun yang melihat.
Semua Mahasiswa melihat kearah Kinan dan Zidan,ada pemandangan yang aneh kala melihat ekspresi Zidan sang Dosen Killer yang dingin dan galak terlihat mengembangkan senyuman selama perjalanan menuju parkiran.
Membuat para Mahasiswa semakin terpesona,pasalnya selama menjadi Dosen Zidan tidak pernah menunjukan senyumannya,tapi sekarang dengan mudahnya dihadapan Kinan dia tersenyum malah tertawa bersama.
Kinan memasuki mobil Zidan...
"Sayang,kok semua orang ngelihatin kita sih?" tanya Kinan.
"Biarain aja ga usah dipikirkan."
"Oh iya,kok tadi ada Mahasiswi diruangan kamu Kak?" tanya Kinan.
"Aku butuh bantuan Sayang,aku kesulitan mengecek semua tugas Mahasiswa-mahasiswaku,dengan kondisi satu tangan sangat susah makannya aku menjadikan Misel sebagai Asdos."
"Memangnya harus wanita ya yang jadi Asdosnya?" ucap Kinan.
"Dia itu anak yang berprestasi Sayang,anak yang cerdas dan murid laki-lakiku ga ada yang cerdas kalau aku menyuruh salah satu murid laki-laki bukannya cepat selesai malah makin lama mungkin ngerjainnya,kenapa kamu cemburu?" goda Zidan.
"Enggak biasa aja."
"Benar nih?masa biasa aja tapi kok cemberut," ledek Zidan.
__ADS_1
"Apaan sih,siapa juga yang cemberut."
Zidan hanya bisa tersenyum melihat Kinan yang saat ini sedang cemburu kepada Zidan.
Sementara itu,Lana sedang dalam perjalanan menuju pulang tapi tiba-tiba perutnya merasa lapar kebetulan didepan sana ada Restoran yang saat ini sedang viral.
"Ya ampun lapar banget,kebetulan Restoran Family Food tuh makan disana saja," gumam Lana.
Lana sama sekali lupa kalau dompetnya ketinggalan dirumah,bahkan tadi saja di Kampus makanannya dibayarin oleh Misell.
Dengan PDnya Lana memasuki Restoran itu dan memesan makanan dan minuman,dan kebetulan yang melayani Lana adalah Satria karena pelayan semuanya sedang sibuk,jam makan siang seperti ini Restoran Satria memang selalu rame.
Satria sudah tahu kalau itu Lana,tanpa bicara sedikitpun Satria memberikan buku menu kepada Lana yang sedang sibuk dengan Ponselnya.
Lana langsung mengambilnya dan melihat-lihat menu makanan itu.
"Hmm..saya mau pesan nasi goreng seafood sama minumannya orange jus saja ya Mas," ucap Lana.
Tapi disaat Lana mendongakkan kepalanya betapa terkejutnya Lana melihat siapa laki-laki yang berada dihadapannya ini.
"Kamu.."
Satria tidak merespon ucapan Lana,dia pun langsung pergi untuk mengambilkan pesanan Lana.
"Jadi cowok itu pelayan disini?gila pelayan kok sombong amat,jangan-jangan mobil yang tadi malam dia pakai mobil bosnya lagi," gumam Lana.
Tidak lama kemudian Satria datang dengan membawa makanan dan minuman pesanan Lana.
Satria menyajikan pesanan Lana tanpa berbicara sedikitpun,memang pada dasarnya Satria merupakan laki-laki pendiam dan akan bersikap judes kepada orang baru dia kenal tidak peduli itu wanita ataupun laki-laki.
"Tunggu,kamu ternyata pelayan disini?" tanya Lana dengan sombongnya.
"Memangnya kenapa?" tanya Satria dingin.
"Berarti mobil yang tadi malam kamu pakai itu mobil Bos kamu ya?berarti gaji kamu habis dong buat mengganti mobil Bos kamu yang rusak," seru Lana.
"Silahkan dinikmati makanannya," Satria tidak menjawab pertanyaan Lana dia pergi meninggalkan Lana.
"Dasar cowok nyebelin."
Lana terlihat makan dengan lahapnya,hingga tidak terasa Lana pun menghabiskan makanan dan minumannya.
"Ya ampun kenyang banget," gumam Lana.
Hingga akhirnya Lana tersadar,kalau dia lupa membawa dompetnya.
"Astaga,aku kan lupa membawa dompet bagaimana ini masa iya seorang Lana tidak bisa membayar makanan di Restoran ini," ucap Lana panik.
Satria yang dari tadi memperhatikan Lana,merasa kalau gerak-gerik wanita itu sangat mencirigakan.
Lana terlihat celingukan kesana-kemari..
"Kayanyan Restoran ini sedang rame,kalau aku kabur ga bakalan kelihatan kali ya," gumam Lana.
Perlahan Lana bangkit dari tempat duduknya dan bersiap mau melarikan diri tapi langkahnya terhenti saat tangannya ditarik seseorang.
"Mau kemana kamu?" tanya Satria.
"A--ku ma--u ke toilet ya ke toilet," jawab Lana.
"Toilet disebelah sana bukan kesitu,kamu mau kabur kan?" tanya Satria dengan tatapannya yang tajam.
"Enak aja sembarangan kalau ngomong,mana ada tampang seperti aku mau kabur," sahut Lana.
"Terus ngapain ngendap-ngendap gitu?Ok kalau memang kamu ga mau kabur,bayar dulu makanan dan minumannya," seru Satria.
Lana terlihat gelagapan dan salah tingkah..
"Maaf,dompet aku ketinggalan dirumah boleh ga aku pulang dulu habis itu aku kembali lagi kesini aku janji," sahut Lana dengan mengangkat tangannya membentuk huruf V.
Dengan sigap Satria langsung menarik tangan Lana dan membawanya ke dapur.
"Hei,apa-apaan nih kamu mau bawa aku kemana?" bentak Lana dengan terus berontak.
Satria menghentakan tubuh Lana ke tempat cuci piring.
"Cuci tuh piring-piring kotor."
"What..kamu gila ya,aku ga mau," teriak Lana.
"Kalau ga mau,bayar sekarang juga."
"Kamu ya keterlaluan banget ga ada toleransinya sedikitpun,coba mana Managernya aku mau ngomong sama Managernya," teriak Lana.
Satria melihat kesalah satu pegawainya dan menganggukan kepalanya,pelayan itu mengerti dan pergi untuk memanggil Manager Restoran.
Tidak lama kemudian sang Managerpun datang..
"Maaf ada apa ini?" tanya Manager.
"Apa anda Manager Restoran ini?"
"Iya benar,ada masalah apa ya Mbak?"
"Begini,saya lupa tidak membawa dompet saya jadi tadi saya berniat mau pulang dulu untuk mengambil dompet saya nanti saya kembali lagi kesini,tapi dia pelayan disini malah membawa saya kedapur dan disuruh mencuci semua piring kotor itu," jelas Lana.
"Maaf Mbak memang peraturan di Restoran ini seperti itu apabila ada yang tidak bisa membayar makanan di wajibkan mencuci piring kotor."
"Tapi saya bukannya tidak mau membayar,saya mau pulang dulu mengambil dompet habis itu saya kembali lagi kesini," sahut Lana.
"Jangan banyak alasan,pasti kamu modus kan mau kabur," sergah Satria.
"Astaga,Pak kok bisa-bisanya Restoran ini mempekerjakan pelayan songong seperti dia," tunjuk Lana.
"Pelayan?maksud Mbak Pak Satria?dia ini bukan pelayan Mbak tapi pemilik Restoran ini," seru Manager.
Seketika Lana sangat terkejut,perlahan Lana menoleh kearah Satria yang sedang menatap tajam kearahnya,Lana terlihat tersenyum kikuk ternyata laki-laki menyebalkan itu pemilik Restoran ini.
π·
π·
π·
π·
π·
Masih setiakah kalian menunggu kelanjutannyaππ
Terus dukung karya Author ya,biasakan setelah membaca tinggalkan jejak like,komen,dan vote sebanyak-banyaknyaππππ
Jangan lupa
like
vote n
komen
TERIMA KASIH
__ADS_1
LOVE YOUπππ